Penjelasan Zakat dan Cara Menghitungnya Terlengkap

5 min read

zakat

Bagi umat Islam pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memang menjadi suatu kewajiban bagi pemeluk agama Islam. Namun demikian masih banyak yang belum mengetahui mengenai seluk beluk zakat terutama macam-macam zakat.

Pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai segala hal mengenai zakat. Pembahasan akan dijabarkan secara menyeluruh mulai dari hukum zakat, macam zakat dan cara perhitungannya hingga informasi mengenai organisasi penyalur zakat yang ada di Indonesia. Berikut ulasannya :

Pengertian Zakat

Seperti yang telah disinggung sebelumnya zakat adalah salah satu bentuk rukun islam ketiga yang wajib dikerjakan oleh orang islam. Zakat berasal dari bahasa arab yaitu “Zakah” yang memiliki makna harta tertentu yang diwajibkan untuk dikeluarkan dan disalurkan kepada golongan yang memang memiliki hak untuk menerimanya.

Selain itu secara bahasa zakat juga dapat diartikan dengan “suci”, “bersih”, “subur”, “berkah”, atau “berkembang”. Dari definisi secara etimologi ini mensyiratkan bahwa mengeluarkan zakat dapat mensucikan harta sehingga harta menjadi bersih, berkah, dan berkembang.

Hukum Zakat

Zakat adalah salah satu dari rukun Islam dimana hukumnya adalah wajib bagi umat Islam yang mampu atau memenuhi syarat dikeluarkan zakat (harta mencapai nisab zakat). Seperti yang disebutkan pada salah satu hadist nabi bahwa “Islam di bangun di atas lima dasar; Mentauhidkan Allah (Syahadat), mendirikan shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa Ramadhan, dan Ibadah Haji (HR. Muslim)”.

Oleh karena itu jika ada orang yang enggan atau mengingkari dalam penunaian zakat setelah mengetahui hukumnya maka dia telah kafir. Adapun orang yang tidak mau menunaikan zakat meski dia mengakui hukumnya maka dosa besar atasnya.

Lebih jauh ibadah zakat sebagaimana rukun Islam yang lain seperti salat, puasa, dan haji telah diatur secara gamblang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist Nabi. Setiap perhitungannya sudah disesuaikan berdasarkan macam-macamnya dan berbeda antara jenis zakat yang satu dengan yang lain.

Muslim yang Wajib Mengeluarkan Zakat

Secara sederhana bagi muslim yang memiliki kemampuan finansial maka sudah terkena hukum wajib untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk diDistribusikan kepada orang-orang yang lebih berhak mendapatkannya. Asalkan harta tersebut telah mencapai nisab maka sudah dijatuhi hukum wajib zakat. Adapun secara khusus maka syarat orang wajib menunaikan zakat adalah sebagai berikut :

  1. Beragama Islam
  2. Merdeka
  3. Sehat Jiwa/Berakal
  4. Baligh
  5. Harta Mencapai Nisab

Syarat Nisab

Pengertian nisab sendiri adalah batas minimal harta yang sudah diatur secara syar’i dan dijadikan acuan dalam menetapkan kewajiban penunaian zakat. Bagi orang yang telah mencapai ukuran sesuai dengan batas minimal maka wajib untuk mengeluarkan zakat. Secara umum syarat-syarat harta mencapai nisab adalah sebagai berikut :

  1. Harta yang akan dikeluarkan untuk zakat merupakan harta di luar kebutuhan primer/pokok seperti sandang, papan, pangan atau peralatan utama yang digunakan untuk mencari masiyah (penghasilan utama).
  2. Harta harus mencapai Nisab (1 tahun) yang dihitung mulai dari waktu kepemilikan. Nisab harus sempurna maka jika keberjalannya berkurang maka terputuslah waktu nisab tersebut. Kemudian jika disempurnakan kembali maka dimulai sejak awal perhitungan. Perhitungan ini di luar dari zakat pertanian dan harta temuan. Pada zakat hasil pertanian yang diperoleh ketika panen dan zakat harta temuan (waktunya saat harta tersebut ditemukan).

Sebagai contoh perhitungan nisab sederhana adalah jika nisab satu tahun (haul) direncanakan akan tercapai pada bulan Muharram namun pada bulan Rajab harta berkurang dari Nisab maka terputuslah perhitungannya. Kemudian apabila pada bulan Ramadhan harta bertambah hingga mencapai nisab maka perhitungan dimulai dari awal yaitu pada bulan Ramadhan hingga mencapai 1 tahun secara sempurna. Ketika telah mencapai satu tahun sempurna maka baru wajib dikeluarkan zakat.

Jenis-Jenis Zakat Yang Harus Dilakukan Dan Cara Menghitungnya

Zakat memiliki berbagai macam jenis. Tidak hanya zakat fitrah saja yang seringkali terdengar. Namun ada beberapa jenis lainnya yang juga memiliki perhitungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu perlu diketahui berbagai jenis zakat dan juga cara menghitungnya. Berikut penjelasannya :

  1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan amalan yang special karena zakat ini hanya bisa di lakukan menjelang hari raya ‘idul fitri. Zakat ini dikeluarkan dengan tujuan untuk membersihkan jiwa dan juga hati kita. Zakat ini bersifat wajib dikeluarkan oleh setiap muslim di setiap tahunnya.

Zakat fitrah dikeluarkan dengan besar sekitar 2,5 kilogram atau setara dengan 3,5 liter. Perlu diketahui bahwa zakat fitrah tergolong ke dalam zakat yang sifatnya wajib dan tak boleh ditinggalkan sama sekali.

Zakat ini dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok pada daerah yang bersangkutan. Misalnya saja Indonesia yang menggunakan makanan pokok berupa nasi, maka pengeluaran zakat fitrah ini bisa berupa beras.

Berbeda dengan daerah lain misalnya yang menjadikan jagung atau gandum sebagai makanan pokok maka yang harus dikeluarkan adalah jagung dan juga gandum.

zakat fitrah
zakat fitrah
  1. Zakat Mal

Jenis zakat yang selanjutnya yang bisa dikeluarkan adalah zakat mal atau zakat harta benda. Zakat ini dikleuarkan oleh orang yang telah melewati nisab zakat yang pastinya akan berbeda antara harta jenis yang satu dengan harta yang lainnya.

Zakat mal ini bisa dikeluarkan dalam bentuk berbagai macam hasil seperti hasil pertanian, pertambangan, emas, perak, hasil laut, perniagaan, yang masing-masing memiliki bagian dan perhitungannya sendiri-sendiri.

Emas

Misalnya Anda memiliki emas yang sangat banyak, maka zakat harta yang Anda keluarkan bisa dalam bentuk emas. Nisab emas ini adalah sebesar 20 dinar yang setara dengan 85 gram. Emas ini juga memiliki Batasan waktu atau yang biasa disebut dengan haul yakni satu tahun. Jika Anda telah melewati batas nisab dan haul ini, maka Anda diwajibkan untuk memberikan zakat sebesar 2,5% dari keseluruhan jumlah emas yang Anda miliki.

Perak

Begitu pula dengan perak, perak juga memiliki batas nisab zakat masing-masing. Nisab perak ini adalah sebesar 200 dirham yakni setara dengan 595 gram perak. Batas waktu untuk perak sendiri adalah selama satu tahun. Begitu pula dengan zajat yang harus dikeluarkan yakni besarnya sama dengan besar zakat emas yakni 2,5% dari jumlah total perak yang dimiliki.

""300Tambahan 1 ekor kambing setiap kepemilikan 100 ekor kambing.

zakat peternakan
zakat peternakan

Golongan Penerima Zakat Dalam Islam

Golongan-golongan penerima zakat ini telah ditentukan secara jelas dan pasti. Sehingga, zakat akan selalu diberikan kepada orang yang membutuhkannya dan tidak akan dibagi kepada orang yang mampu.

  1. Fakir

Fakir adalah golongan penerima zakat yang pertama. Fakir ini adalah orang yang tak memiliki apa-apa sehingga tidak akan bisa mencukupi kehidupan dirinya. Sehingga, wajib untuk menerima zakat.

  1. Miskin

Golongan penerima zakat yang kedua adalah miskin. Berbread dengan fakir, miskin masih memiliki harta namun, harta yang ada tak cukup untuk menutupi kebutuhan kehidupannya.

  1. Amil zakat

Golongan yang ketiga dalam penerimaan zakat adalah amil zakat. Amil ini adalah orang yang bertugas menjadi panitia zakat yakni mereka yang mengurusi zakat baik itu mulai dari mengumpulkan hingga membagikan zakat.

  1. Muallaf

Muallaf menjadi golongan penerima zakat yang selanjutnya. Muallaf ini adalah orang yang baru saja masuk islam. Muallaf adalah orang yang amsih membutuhkan bantuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan kehidupannya yang baru.

  1. Hamba sahaya

Golongan penerima zakat yang selanjutnya yaitu hamba sahaya yaitu budak yang ingin segera memerdekakan dirinya.

  1. Gharimin

Orang yang berhutang juga dapat menerima zakat namun, tentunya adalah hutang yang halal yang tak sanggup saat akan memenuhi kebutuhannya.

  1. Fisabilillah

Selain golongan di atas, ada juga golongan fisabilillah yaitu orang yang berjuang di jalan Allah contohnya pendakwah, perang, dan lain-lain.

  1. Ibnus sabil

Ibnus sabil ini adalah orang-orang yang kehabisan biaya saat di perjalanan.

Lembaga Pengelola Zakat di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika penyaluran zakat dilakukan dengan penyaluran yang profesional. Oleh karena itu paling tidak terdapat 20 lembaga resmi yang dapat diakses jika anda berkeinginan untuk menyalurkan zakat. Biasanya harta yang diambil bisa dantarkan secara mandiri, dijemput atau dipotong dari hasil kotor penghasilan/gaji jika bekerja sama dengan institusi (Zakat Penghasilan).

20 lembaga yang melayani penyaluran zakat adalah sebagai berikut :

  1. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
  2. Baitul Maal Hidayatullah
  3. Baitul Mal Ummat Islam Bank Negara Indonesia (BAMUIS BNI)
  4. Baitulmaal Muamalat (BMM)
  5. Baituzzakah Pertamina
  6. Bangun Sejatera Mitra Umat (BSM Umat)
  7. Dompet Dhuafa Republika
  8. Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid (DPU DT)
  9. LAZ Yayasan Amanah Takaful
  10. LAZ Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia
  11. LAZ Dana Sosial Islam (DSI)
  12. LAZIS Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
  13. LAZIS Ikatan Persaudaraaan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)
  14. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU)
  15. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
  16. Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal wat Tamwil (LAZNAS BMT)
  17. Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU)
  18. Pusat Zakat Umat (LAZ Pesatuan Islam)
  19. Rumah Zakat Indonesia/Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ)
  20. Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)

Jadi, dalam islam telah diberikan ketentuan yang pasti yakni terkait zakat, besar aturannya, berapa yang harus dikeluarkan, hingga siapa saja penerimanya telah digariskan dengan pasti. Saat ini, jika Anda merasa tak memiliki waktu untuk berzakat, maka bisa melakukan zakat online yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.