Analisa Usaha Ayam Potong Bagi Pemula [Hal Teknis hingga Keuangan]

4 min read

Usaha Ayam Potong

Saat ini, peluang usaha ayam potong menjadi celah bisnis yang sangat menguntungkan. Usaha ayam potong tersebut banyak diminati, karena ayam potong merupakan salah satu jenis ayam yang paling banyak dicari. Ayam potong atau dikenal juga dengan ayam broiler, dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi.

Banyak yang hal perlu dipersiapkan bagi para usahawan pemula. Anda bisa menjalankan usaha ini secara mandiri atau pun mencoba usaha ayam potong kemitraan. Bagi Anda tertarik dengan bisnis ayam potong, maka Anda dapat melihat ulasan Jurnal Manajemen di bawah ini sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan proposal usaha ayam potong.

Memulai Usaha Ternak Ayam Potong

Memulai Usaha Ayam Potong bagi pemula memang terdapat tantangan tersendiri. Selain itu usaha ayam potong merupakan salah satu usaha yang tidak akan pernah mati. Bagi pemula tidak perlu takut untuk memulai usaha ayam potong, karena untuk memulai usaha bisa dilakukan dengan modal yang kecil. Selain itu usaha ini juga bisa dijalankan dengan cara kemitraan.

Modal usaha ayam potong secara kemitraan tentu lebih sedikit jika dibandingkan dengan modal usaha potong secara mandiri, karena Anda sebagai peternak hanya perlu menyiapkan lahan dan kandang yang akan ditempati untuk memelihara ayam potong.

Pelaku Usaha Ayam Potong

Bisnis ayam potong bisa dilakukan oleh semua orang. Anda mungkin saat ini bingung menentukan bisnis yang akan dijalankan, bisa menjadikan bisnis ayam potong sebagai pilihan. Menjadi pengusaha ayam potong tidaklah terlalu sulit, asalkan ulet dan telaten dalam menjalankannya.

Konsumen Ayam Potong

Hampir semua kalangan masyarakat dengan berbagai usia menyukai daging ayam, hal ini juga didukung dengan berbagai macam usaha kuliner yang menggunakan bahan baku daging ayam sebagai menu utamanya. Menu yang ditawarkan juga beragam dan enak, sehingga semakin banyak pula yang menyukai daging ayam.

Dengan meningkatnya berbagai macam usaha kuliner yang menggunakan bahan baku daging ayam, maka Anda juga bisa berpeluang untuk bekerja sama dengan para pelaku usaha kuliner tersebut.

Kandang Ayam Potong

Sistem Kandang Ayam Potong yang ideal yaitu:

  1. Persyaratan suhu berkisar antara 32 hingga 35 derajat celsius
  2. Kelembaban berkisar antara 60 hingga 70 %
  3. Penerangan atau pemanasan kandang harus sesuai
  4. Tata letak kandang yaitu membujur timur – barat  agar mendapat sinar matahari pagi yang pas dan tidak melawan arah mata angin kencang

Peralatan Usaha Ternak Ayam Potong

1. Alas Lantai atau Litter

Perlu diperhatikan untuk alas lantai atau litter harus dalam keadaan kering, maka jangan sampai ada atap kandang yang bocor serta ar hujan yang masuk ketika terjadi hujan dan angin. Alas lantai kandang berupa campuran kulit padi atau sekam yang ditambahkan campuran kapur serta pasir seperlunya. Selain itu alas kandang juga menggunakan serutan kayu dengan ketebalan alas yaitu 10 cm.

2. Brooder

Peralatan yang disebut brooder berfungsi sebagai pengganti indukan ayam, yaitu sebagai penghangat anak ayam ketika masih berupa Bibit Ayam atau Anakan. Brooder berbentuk persegi atau bundar dengan area jangkauan menghangatkan yaitu 1 hingga 3 meter.

3. Tempat Minum, Pakan, dan Tempat Grit

Sediakan tempat makan dan minum ayam secara cukup, hal ini bertujuan agar pendistribusian pakan dan minum bisa merata, sehingga pertumbuhan ayam juga merata. Bahan untuk membuat tempat makan bisa dari aluminium, bambu, atau lainnya asakan tidak mudah bocor, kuat, dan tidak mudah berkarat, sedangkan untuk grit dengan menggunakan kotak khusus.

4. Tempat Bertengger

Tempat bertengger digunakan ayam sebagai tempat untuk istirahat atau tidur. Buatlah tempat bertengger yang posisinya dekat dengan dinding kandang. Upayakan agar bentuk tengger juga mudah dibersihkan apabila terkena kotoran ayam.

5. Peralatan Lainnya

Peralatan lainnya terdiri dari alat-alat rutin termasuk alat kebersihan seperti gunting operasi, pisau potong, suntikan, dan lain sebagainya.


Pemilihan Bibit Ayam Potong

Bibit ayam yang akan diternak sebaiknya memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Bibit ayam yang dibeli tidak mengalami kecacatan secara fisik
  2. Pertumbuhan ayam berjalan dengan normal
  3. Bibit ayam tersebut berasal dari bibit ayam unggul
  4. Pada bagian dubur/anus ayam tidak terdapat lekatan tinja atau kotoran
  5. Bulu ayam halus dan penuh, pertumbuhan bulunya juga baik
  6. Bibit ayam memiliki nafsu makan yang baik
  7. Bibit ayam memiki ukuran badan yang normal, serta memiliki berat badan kisaran 35 hingga 40 gram

Pemberian Minum Ayam Potong

Dalam memberikan minum ayam potong harus menyesuaikan dengan umur ayam, pemberian minum dikelompokkan menjadi dua fase:

1. Fase Starter

Ayam usia 1 – 29 hari kebutuhan air minum terbagi menjadi masing-masing minggu yaitu:

  • Minggu pertama diberi air sebanyak 1,8 liter/hari untuk ayam 100 ekor
  • Minggu ke-2 berumur 8 hingga 14 hari dengan air sebanyak 3,1 liter/hari untuk 100 ekor ayam
  • Minggu ke-3 dengan umur 15 hingga 21 hari dengan pemberian air sebanyak 4,5 liter/hari dengan ayam sebanyak 100 ekor
  • Minggu ke-4 dengan umur ayam 22 hingga 29 hari pemberian air sebanyak 7,7 liter/hari untuk 100 ekor ayam

Pemberian air minum pada hari pertama sebaiknya diberi tambahan gula dan obat stress yang dicampur ke dalam air minum yang akan diberikan. Takaran dari tambahan yang diberikan yaitu 50 gram / liter air.

2. Fase Finisher

Pemberian air minum dengan umur ayam 0 hingga 57 hari dikelompokkan menjadi masing-masing minggu yaitu:

  • Minggu ke-5 dengan usia ayam 30 hingga 36 hari air yang diberikan sebanyak 9,5 liter / hari unuk 100 ekor ayam
  • Minggu ke-6 umur ayam 37 hingga 43 hari air yang diberikan sebanyak 10,9 liter / hari untuk 100 ekor ayam
  • Minggu ke-7 umur ayam 44 hingga 50 hari air yang diberikan sebanyak 12,7 liter / hari untuk 100 ekor ayam
  • Minggu ke-8 umur ayam 51 hingga 57 hari air yang diberikan yaitu 14,1 liter / hari untuk 100 ekor ayam

Total air yang diberikan untuk ayam dalam rentan usia 30 – 57 hari yaitu sebanyak 333,4 liter / hari untuk 100 ekor ayam.


Harga Jual Ayam Potong

Patokan harga untuk ternak ayam potong dapat Anda buat dalam hitungan per kg daging. Daging ayam dimulai dari kisaran harga Rp 23.000,- hingga Rp 35.000,- , harga tersebut tergantung dari harga daging ayam yang ada di pasaran yang kadang mengalami kenaikan atau penurunan.

Pemasaran Ayam Potong

Cara pemasaran ternak ayam potong bisa dilakukan dengan cara dari mulut ke mulut. Selain melakukan pemasaran melalui mulut ke mulut, Anda juga bisa bekerja sama dengan usaha pemotongan ayam. Bisa juga bekerja sama dengan pemilik usaha kuliner yang menggunakan bahan baku daging ayam.

Apabila Anda menjalankan usaha ayam potong secara kemitraan, maka Anda tidak perlu dipusingkan dengan proses penjualan ayam potong. Ayam potong yang Anda ternak akan dibeli oleh perusahaan inti yang merupakan mitra usaha Anda.

Kelebihan Usaha Ternak Ayam Potong

Usaha ayam potong merupakan salah satu jenis bisnis yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Sehingga usaha ayam potong kini banyak diminati. Usaha ternak ayam potong bukanlah usaha yang terlalu menyita waktu, karena pemberian pakan, dan minum bisa dijadwalkan.

Jadi, meskipun Anda menjalankan usaha ternak ayam potong, Anda masih tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari lainnya dengan tenang.

Kekurangan Usaha Ternak Ayam Potong

Dalam menjalankan usaha ternak ayam potong, Anda harus mengetahui cara usaha ayam potong yang baik serta teknik yang tepat dalam Beternak Ayam Potong. Dalam menjalankan usaha ini tidaklah mudah, banyak hal yang harus diperhatikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pakan, minuman, ukuran kandang, dan lingkungan kandang, agar pertumbuhan ayam bisa maksimal. Selain itu, banyak jenis penyakit yang bisa menyerang ayam potong, hal tersebut tentu akan memengaruhi keberlangsungan bisnis yang dijalankan.

 

Baca Juga : Harga Ayam Potong Hari ini Terbaru di Pasar [Setiap Daerah]

 

Analisa Usaha Ayam Potong

Investasi

Peralatan

 Harga 

 Pengadaan Bibit Ayam Potong  Rp.       7.631.500
 Pembuatan Kandang  Rp.        525.500
 Sewa Lahan  Rp.     2.123.500
 Rak Ayam  Rp.    2.531.400
 Ayakan  Rp.          187.500
 Timbangan  Rp.        252.800
 Selang  Rp.            17.500
 Mesin Giling Pakan  Rp.      1.845.000
 Terpal dan Timba  Rp.         38.500
 Tempat Makan dan Minum Ayam Potong  Rp.          261.500
 Peralatan Tambahan yang Lainnya  Rp.            61.500
 Jumlah Investasi  Rp. 15.476.200

 

Biaya Operasional Tiap Bulan

Biaya Tetap

 Nominal

 Penyusutan Pengadaan Bibit Ayam 1/62 X Rp. 7.631.500  Rp.          123.089
 Penyusutan Pembuatan Kandang 1/62 X Rp 525.500  Rp.              8.476
 Penyusutan Sewa Lahan 1/62 X Rp. 2.123.500  Rp.            34.250
 Penyusutan Rak Ayam 1/62 X Rp 2.531.400  Rp.          40.829
 Penyusutan Ayakan 1/44 X Rp 187.500  Rp.              4.261
 Penyusutan Timbangan 1/62 X Rp. 252.800  Rp.              4.077
 Penyusutan Selang 1/44 X Rp. 17.500  Rp.                398
 Penyusutan Mesin Giling Pakan 1/62 X Rp 1.845.000  Rp.            29.758
 Penyusutan Terpal dan Timba 1/44 X Rp. 38.500  Rp.                875
 Penyusutan Tempat Makan dan Minum Ayam  1/44 X Rp. 261.500  Rp.              5.943
 Penyusutan Peralatan Lainnya 1/44 X Rp.61.500  Rp.              1.398
 Gaji Karyawan  Rp.      1.600.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.853.354

 

Biaya Variabel

Pakan Ayam  Rp.  118.000  x   30  =  Rp.   3.540.000
Pakan Tambahan  Rp.    35.000  x   30  =  Rp.   1.050.000
Alat Habis Pakai  Rp.     23.500  x   30  =  Rp.      705.000
Vitamin  Rp.    24.000  x   30  =  Rp.      720.000
Minuman  Rp.     14.500  x   30  =  Rp.       435.000
Karung  Rp.     8.500  x   30  =  Rp.       255.000
Vaksin atau Obat  Rp.     22.000  x   30  =  Rp.       660.000
Bbm  Rp.    26.000  x   30  =  Rp.      780.000
Sewa Tempat  Rp.     21.500  x   30  =  Rp.       645.000
Air dan Listrik  Rp.    29.500  x   30  =  Rp.      885.000
 Total Biaya Variabel  Rp. 9.675.000

 

Total Biaya Operasional

 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  11.528.354

 

Pendapatan per Bulan

  23  kg  x  Rp. 25.000  =  Rp.     575.000
Rp.  575.000  x    30  hr  =  Rp. 17.250.000

 

Keuntungan per Bulan

Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp.    17.250.000  –  11.528.354  =  Rp.  5.721.646

 

Lama Balik Modal

Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 15.476.200  :  5.721.646  =            3  bulan

Dari analisa perhitungan di atas maka dapat disimpulkan apabila usaha ternak ayam potong sangat menguntungkan di mana modal Rp 15.476.200,- dengan keuntungan per bulan Rp 5.721.646,- dan balik modal dalam 3 bulan.