Cara Ternak Ayam Bangkok Beserta Tipsnya Agar Bernilai Jual Tinggi

7 min read

Ternak Ayam Bangkok

Bagi kalangan pencinta ayam aduan, jenis ayam bangkok menjadi tidak asing lagi. Ayam bangkok, memang sangat populer karena kualitas dan ketangkasannya dalam bertarung. Ternak ayam bangkok harus dilakukan dengan benar dan cermat agar hasilnya pun maksimal sehingga ayam memiliki nilai jual yang tinggi.

Seperti apa beternak ayam Bangkok yang menghasilkan ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen terkait cara beternak ayam Bangkok :

Artikel Terkait
Ayam Bangkok Birma
Pakan Ayam Bangkok
Jamu Ayam Bangkok

Keunggulan yang dimiliki Ayam Bangkok

tubuh ayam bangkok

Ayam bangkok memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan ayam jenis lain karena dikenal sebagai ras ayam jagoan. Berikut keunggulan dari ayam bangkok sebagai berikut.

  1. Ukuran tubuhnya besar dan tegap.
  2. Jika dilihat secara langsung, matanya terlihat cerah.
  3. Lehernya nampak panjang.
  4. Memiliki jengger yang pial dan rose dan berwarna merah.
  5. Paruhnya lebih panjang dan tebal dari jenis ayam lainnya dan berwarna kuning.
  6. Kakinya kering dan bulat.
  7. Memiliki sisik yang terlihat rapi dan berwarna kuning.
  8. Saat dewasa, bobot badannya sekitar 3 sampai 4 kilogram.

Dengan keunggulan-keunggulan di atas, ayam bangkok dikenal lincah dalam bergerak dan saat bertarung ia memiliki kecepatan yang bagus. Pukulan terhadap lawannya dalam pertarungan sangat keras sehingga mematikan. Kecerdasan tidak hanya dimiliki oleh manusia, melainkan ayam bangkok dikenal memiliki tingkat kecerdasan yang baik sehingga ia unggul dalam bertarung di perlombaan.

Banyak yang membeli ayam bangkok sebagai hewan peliharaan, sehingga tidak heran jika hewan ternak tersebut menjadi primadona dan banyak dicari khususnya bagi pencinta ayam. Sekarang hewan ini banyak diternakkan termasuk oleh peternak ayam bangkok Jakarta.

Soal harga, pantas saja Harga Ayam Bangkok ini dikenal cukup tinggi. Untuk ayam Bangkok berkualitas baik, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.

Cara Beternak Ayam Bangkok 

Ayam bangkok terdiri atas beberapa jenis sesuai dengan golongannya, sehingga tampilannya memiliki perbedaan untuk setiap jenis. Berikut beberapa Jenis Ayam Bangkok beserta ciri khas utamanya agar bisa lebih mudah dibedakan.

  1. Ayam bangkok jragen dengan bulu dengan warna dasar hitam.
  2. Ayam bangkok klawu degan warna bulu dengan warna dasar abu-abu.
  3. Ayam bangkok putih memiliki bulu dengan warna dasar putih.
  4. Ayam bangkok wiring mempunyai bulu dengan warna dasar hitam. Selain itu, ekornya memiliki warna kuning kemerahan dan terdapat bulu rawis.
  5. Ayam bangkok jali memiliki bulu dengan warna dasar buli blirik, yaitu berupa kombinasi warna hitam, putih, dan merah.
  6. Ayam bangkok wangkas memiliki bulu dengan warna dasar rawis, yaitu berupa kuning kemerahan.
  7. Ayam bangkok blorok memiliki bulu dengan motif totol dari kombinasi warna hitam, putih, dan merah.

Banyak yang tidak memahami tentang keuntungan yang bisa diperoleh dalam memelihara ayam bangkok. Usaha ayam bangkok ini tidak bisa diremehkan. Usaha ini akan sangat menguntungkan dan akan semakin besar keuntungannya.

Apabila Anda bisa mengembangbiakkan dan merawatnya dengan baik dan cermat maka ayam tersebut akan menjadi ayam berkualitas baik. Oleh karena itu, peternak ayam bangkok dalam usaha pengembangbiakannya harus benar-benar berusaha dan melakukan yang terbaik.

Simak langkah-langkah cara berternak ayam bangkok berikut ini.

1. Proses Pemilihan Bibit untuk Indukan

ayam bangkok betina
ayam bangkok betina

Supaya mendapatkan hasil yang bagus, dalam proses pemilihan indukan ayam bangkok Anda harus benar-benar teliti melakukannya. Berikut merupakan ciri-ciri indukan jantan yang berkualitas yang harus Anda perhatikan sebelum memilih.

  1. Kepala ayam menyerupai buah pinang.
  2. Alis mata menjorok keluar dan tulang kepalanya tebal.
  3. Tulang leher ampak bersusun rapat.
  4. Kepak sayap ayam rapat ke arah badannya.
  5. Paruh agak panjang dan memiliki lengkungan seperti yang dimiliki elang.
  6. Sisik dan kaki kering.
  7. Tulang sapit udang atau tulang kaki nampak keras dan rapat.
  8. Memiliki kokok yang cukup besar.
  9. Bulu-bulunya nampak mengkilat.
  10. Badannya menyerupai batang pinang yang bulat.
  11. Tulangnya tegak dan kokoh menyerupai elang.

Sedangkan ciri-ciri indukan ayam bangkok betina yang berkualitas baik adalah sebagai berikut.

  1. Jika dilihat dari depan, kepala ayam menyerupai kepala ular.
  2. Mata nampak bersih dan menjorok ke arah dalam.
  3. Apabila dipegang, tubuhnya menyerupai batang pinang atau botol.
  4. Kakinya kering.
  5. Jari kaki panjang dan halus.
  6. Tulang bawah pangkal ekor atau tulang sapit udang nampak lebar yaitu sekitar 3 sampai 4 jari.
  7. Dari mulai Anakan Ayam Bangkok hingga menjadi indukan tidak pernah sakit.
  8. Apabila memiliki taji, menjadi nilai lebih.
  9. Bulu-bulunya nampak mengkilat.

2. Proses Pemilihan Kandang

kandang ayam bangkok bambu
kandang ayam bangkok bambu

Kandang merupakan hal paling penting dalam berternak ayam bangkok, karena kondisi kesehatan ayam sangat dipengaruhi oleh kondisi kandang. Bakteri akan banyak ditemukan dan menjangkiti ayam bangkok apabila kandang tidak terawat dan jarang dibersihkan. Ayam akan rentan terserang penyakt dan tidak tumbuh sehat bahkan bisa menyebabkan kematian.

Ayam akan tumbuh dengan optimal apabila kandangnya berfungsi dengan baik sehingga membuat ayam betah. Dalam beternak Ayam Bangkok Super, kondisi kandang yang baik sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai kandang ternak ayam bangkok.

a. Bahan yang Digunakan untuk Kandang

Anda harus benar-benar memperhatikan cara membuatnya kandang. Begitu pun bahannya. Tidak selalu dalam membuat kandang harus menggunakan bahan yang mahal. Papan kayu, bamboo, sampai kikisan rotan bisa Anda gunakan untuk membuat kandang.

Memisahkan ayam berdasarkan umur merupakan hal yang penting, sehingga Anda nantinya harus membuat beberapa kandang. Buatlah rongga pada bagian bawah kandang khusus Kandang Ayam Bangkok jantan, hal tersebut dilakukan agar lebih mudah dibersihkan dari kotoran.

b. Ukuran Kandang yang Ideal

Umur dan banyaknya ayam bangkok yang akan diternakan merupakan dua hal yang menentukan berapa ukuran kandang yang harus Anda buat. Ayam akan terhindar dari stress dan kerentanan terhadap serangan penyakit bisa diturunkan apabila ukuran kandang yang Anda buat sesuai.

c. Perlengkapan untuk Ditempatkan di Kandang

Pilihlah peralatan yang sesuai untuk diletakkan di kandang ayam agar fungsinya maksimal, Anda bisa melengkapi kandang dengan tempat minum, tempat makan, dan lampu.

d. Kondisi Kontur Tanah

Upayakan agar kandang ayam berdiri di atas tanah yang berkontur datar dan terdapat beberapa pohon pelindung yang tumbuh disekitarnya. Hal tersebut berguna agar sirkulasi udara bisa teratur dan intensitas cahaya matahari masuk dengan baik ke kandang ayam.

e. Memiliki Saluran Air

Usahakan agar kandang ayam memiliki saluran air yang berfungsi dengan baik dan tidak ada yang tersumbat. Hal tersebut berguna agar saat musim hujan, lingkungan di sekitar kandang tidak tergenang air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk yang bisa menimbulkan penyakit.

f. Lokasi yang Ditumbuhi Rumput

Saat Anda melakukan budidaya ayam bangkok, usahakan agar membuat kandang ayam di tempat yang ditumbuhi oleh rerumputan. Rumput-rumput tersebut berguna sebagai pengganti makanan ayam yang mengandung serat dan disukai ayam.

g. Arah Kandang

Usahakan agar membuat kandang ayam menghadap sinar matahari pagi dan searah dengan arah angin. Hal tersebut berguna agar ayam terhindar dari potensi penularan penyakit yang berasal dari luar kandang.

h. Membuat Pagar

Anda bisa membuat pagar yang mengitari sekitar kandang ayam. Jika memiliki dana lebih, Anda bisa membuat pagar permanen yang terbuat dari semen dan batu bata. Sedangkan jika dana terbatas, Anda bisa membuat pagar dari bahan kawat dan bambu.

3. Memilih Pakan dan Merawat Bibit Ayam Bangkok

anakan ayam bangkok | sumber : agromaret.com

Sebaiknya Anda menyiapkan kandang lain yang diperuntukan bagi telur yang dihasilkan oleh ayam Bangkok betina. Pembuatan kandang untuk telur tersebut sebaiknya minimal sekitar 30 cm dari permukaan tanah.

Kondisi kandang yang sedikit lebih tinggi tersebut bagus untuk proses pengeraman telur oleh induk ayam karena induk tidak akan terganggu oleh ayam lain sehingga menjadi lebih nyaman saat mengerami telur.

Induk yang nyaman saat mengerami akan membuat potensi berhasilnya telur untuk menetas semuanya. Telur akan menetas setelah dierami selama 3 minggu. Anak ayam yang baru menetas 1 atau 2 hari belum perlu diberikan pakan, melainkan Anda hanya perlu memberinya minum saja karena di bulu-bulu anak ayam masih tersisa kuning telur yang menempel dan dijadikan sebagai makanan.

Berikut pakan ternak ayam bangkok sesuai dengan usianya:

  • Anak ayam bangkok usia 1 bulan diberi pakan Voer 511.
  • Anak ayam bangkok usia 1 sampai 2 bulan diberi pakan Voer 591.
  • Anak ayam bangkok usia 2 sampai 4 bulan diberi pakan Voer 592.
  • Ayam bangkok usia 4 sampai 6 bulan diberi pakan Voer 593.
  • Ayam bangkok usia dewasa, yaitu 6 sampai 8 bulan diberi pakan Voer 594. Pakan tersebut sangat bagus untuk ayam bangkok dewasa karena rendahnya kandungan lemak dan sangat bagus untuk membentuk otot ayam bangkok.

 4. Memberikan Suplemen Makanan Tambahan       

Suplemen tambahan dibutuhkan oleh anak ayam bangkok yang berusia 1 sampai 4 bulan, tentunya selain pemberian pakan Voer. Suplemen tambahan tersebut misalnya adalah susu bubuk bayi. Pembentukan bulu dan bagian tubuh anak ayam bangkok lainnya akan lebih bagus jika diberi susu bubuk tersebut.

Jika hal tersebut membuat Anda banyak mengeluarkan modal, maka solusinya adalah Anda tidak selalu harus menggunakan susu bubuk yang masih baru. Susu bubuk yang sudah kadaluwarsa pun masih bisa digunakan untuk membuat suplemen tambahan bagi anak ayam bangkok. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan pakan Voer dengan susu bubuk bayi tersebut dengan perbandingan 1 : 5.

5. Mencabut Bulu bagi Anak Ayam Bangkok

Bulu yang lebat akan menghabiskan asupan gizi dari makanan yang diberikan pada anak ayam bangkok, sehingga tidak bagus membiarkannya tetap tumbuh lebat. Sebaiknya saat anak ayam berusia 3 minggu, Anda mulai bisa mencabut sebagian bulu tersebut. Pencabutan tersebut ialah di area ekor atau sayap anak ayam.

Sedangkan untuk anak ayam bangkok yang berusia 2 bulan, Anda bisa mencabut bulu-bulu yang rontok di tubuhnya. Bagi pertumbuhan anak ayam, pencabutan bulu ini memang bermanfaat.

6. Merawat Secara Intensif Anak Ayam Bangkok

Saat anak ayam baru menetas sampai usia 6 bulan atau dengan kata lain sampai tumbuh bulu rawis dan lehernya telah tumbuh, Anda harus melakukan perawatan secara intensif. Sebaiknya dalam masa perawatan tersebut, anak ayam bangkok sebaiknya dikurung di kandangnya saja. Pengurungan tersebut berguna agar tidak banyak energy yang terbuang oleh anak ayam karena terlalu banyak bermain.

Namun, Anda juga bisa memberikan waktu untuk anak ayam bermain dalam waktu tertentu. Anda bisa memberikan waktu selama setengah jam untuk anak ayam bermain di luar agar badannya banyak bergerak.

Artikel Terkait
Ayam Bangkok Asli
Ayam Bangkok Juara
Ayam Bangkok F1

Tips Ternak Ayam Bangkok Sukses

Setelah memahami Cara Ternak Ayam Bangkok Super, Anda bisa memperbesar potensi keberhasilan ternak ayam tersebut dengan mengikuti tips berikut ini.

1. Makanan Ayam Bangkok Agar Agresif dalam Bertarung

Jika ayam bangkok kurang agresif apa yang harus dilakukan? Anda bisa membuat hewan ternak tersebut lebih agresif dengan memberikan pakan khusus. Yaitu berupa daging burung kecil, berupa hasil sembelih dan dibersihkan bulu-bulunya . Agar ayam Bangkok aduan bisa lebih mudah mencernanya, setelah dibersihkan Anda bisa menghaluskan daging burung tersebut terlebih dahulu.

Ayam bangkok aduan akan menunjukkan kemajuan dan keagresifannya apabila Anda memberikan daging burung tersebut secara rutin, yaitu setidaaknya seminggu sekali.      

2. Segera Mengobati Ayam Bangkok yang Sakit

Ayam bangkok Anda sangat mungkin terkena penyakit. Segeralah melakukan pengobatan apabila menemukan gejala penyakit. Kematian dan penularan penyakit sangat mungkin terjadi apabila Anda melakukan pembiaran terhadap penyakit yang menimpa ayam.

Cara terbaik adalah dengan mencegah penyakit pada ayam bangkok. Pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan memberikan vaksinasi secara teratur pada ayam Anda.  

3. Memperhatikan Umur Ayam Bangkok

Anda harus memahami pembagian umur ayam bangkok, karena akan berkaita dengan proses perawatan dan pengawinan ayam. Simaklah penggolongan umur berikut ini.

  • Ayam anakan, yaitu saat berumur 0 sampai 6 minggu.
  • Anak ayam, yaitu saat berumur 6 sampai 12 minggu.
  • Ayam muda, yaitu saat berumur 12 sampai 16 minggu.
  • Ayam dewasa, yaitu saat berumur 18 sampai 68 minggu.

4. Melakukan Pemilihan Telur

Untuk mengenali kemungkinan jenis kelamin anak ayam yang dihasilkan, pemilihan telur akan sangat membantu Anda. Caranya adalah dengan melihat bentuk telur ayam, maka Anda bisa mengetahuinya.

Pertanda telur berisi anakan jantan adalah bentuk telurnya sedikit oval. Sedangkan telur yang kemungkinan berisi anakan betina adalah yang berbentu bulat pendek.

5. Melakukan Latihan Fisik untuk Meningkatkan Kemampuan bertarung

Anda bisa melakukan latihan fisik dalam usaha ternak ayam bangkok di waktu pagi, siang, maupun malam hari. Olahraga ringan dan dimandikan di pagi hari bisa Anda lakukan. Proses di pagi hari tersebut dilakukan agar ayam senantiasa tetap segar, bugar, dan semakin lincah dengan latihan melompat kecil.

Sedangkan uuntuk meningkatkan mental petarung bisa dilakukan latihan di siang hari. Anda bisa melakukan latihan dengan mengadadakan petarungan kecil-kecilan dengan ayam lain agar mental bertarungnya semakin terasah. Karena hanya berupa latihan, ayam tersebut tidak dilepaskan dua-duanya .

Ayam bangkok yang ingin dilihat mental bertarungnya dibebaskan, sedangkan ayam sebagai lawan berlatih diletakkan dalam kurungan. Bagaimana ayam melakukan pertarungan akan terlihat sebesar apa mental bertarungnya melalui latihan ini. Latihan berupa lari kencang bisa dilakukan di sore hari, caranya aalah dengan mengikat kaki ayam dengan tali.

Keagresifan pun dilatih melalui latihan berlari tersebut, semakin sering dilatih akan semakin meningkatkan kegarangannya. Dalam satu hari, hindari melakukan latihan di pagi, siang, dan sore sekaligus karena akan membuat ayam kelelahan dan menurunnya stamina.