Syarat Perpanjang SKCK Lengkap Beserta Alur dan Biayanya

Saat ini jumlah pemohon untuk membuat SKCK semakin banyak.  SKCK salah satu fungsinya adalah digunakan sebagai syarat untuk melamar pekerjaan. Melonjaknya pemohon SKCK dikarenakan ada informasi bahwa beberapa lembaga negara akan membuka lagi penerimaan CPNS pada tahun 2019. Selain itu adanya pembukaan lowongan kerja di beberapa BUMN dan perusahaan swasta lainnya, termasuk pendaftaran di Gojek dan Gocar serta  keperluan lain-lain.

SKCK merupakan singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, yang dahulu lebih dikenal dengan nama SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik), adalah surat keterangan resmi yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Sektor (Polsek) atau Kepolisian Resor (Polres) setempat, kepada seorang pemohon/warga masyarakat untuk menerangkan tentang ada dan tidak adanya catatan kegiatan kriminalitas atau kejahatan seseorang.

Jadi SKCK hanya dapat dibuat dan dikeluarkan oleh Kepolisian Sektor (Polsek ) atau Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten/Kota tempat domisili pemohon, sesuai yang tertera pada KTP.

Masa berlaku SKCK adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang jika perlukan.

Secara umum seseorang membuat SKCK agar supaya mendapatkan pengakuan bahwa dirinya tidak memiliki catatan kejahatan atau tindakan kriminal yang didasarkan pada data yang telah tersimpan di kepolisian.

Manfaat SKCK

Kegunaan SKCK ini biasanya diperlukan untuk berbagai macam kelengkapan syarat  administratif resmi dan atau keperluan yang bersifat antar negara, antara lain sebagai :

  • syarat untuk mengikuti Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), melamar pekerjaan di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau pekerjaan lainnya yang memerlukan SKCK
  • syarat untuk untuk melanjutkan sekolah
  • syarat untuk pengurusan pindah alamat
  • syarat untuk pencalonan diri sebagai pejabat publik atau anggota aparatur negara
  • syarat untuk izin kepemilikan senjata api (senpi)
  • syarat untuk pengurusan paspor dan visa
  • syarat untuk pengurusan ijin tinggal tetap di luar negeri
  • syarat untuk naturalisasi kewarganegaraan
  • syarat untuk pengurusan ijin mengapdosi anak
  • dan lain-lain

Berdasarkan kegunaan tersebut, pengurusan SKCK dapat dilakukan di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek), Kepolisian Resor (Polres), Kepolisian Daerah (Polda) atau Markas Besar (Mabes) Polri.  Masing-masing tingkat kepolisian mempunyai kewenangan untuk menerbitkan SKCK sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) Nomor 18 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Berikut ini adalah informasi kegunaan pembuatan SKCK sesuai tingkat kewenangan kesatuan wilayahnya :

POLSEK

  • Melamar pekerjaan pada perusahaan/lembaga/badan swasta
  • Pencalonan Kepala Desa
  • Pencalonan Sekretaris Desa
  • Pindah alamat
  • Melanjutkan sekolah

POLRES

  • Melamar sebagai PNS dan pegawai BUMN non PNS
  • Melamar sebagai Anggota TNI/POLRI
  • Pencalonan pejabat publik tingkat kabupaten/kota
  • Kepemilikan senjata api
  • Melanjutkan sekolah

POLDA

  • Memperoleh paspor atau visa
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan bekerja ke luar negeri
  • Menjadi notaris
  • Pencalonan pejabat publik tingkat provinsi
  • Melanjutkan sekolah

MABES POLRI

  • Pencalonan menjadi pejabat negara tingkat pusat (eksekutif, legislatif, yudikatif, dan lembaga pemerintah)
  • Penerbitan visa
  • Izin tinggal tetap di luar negeri
  • Naturalisasi kewarganegaraan
  • Adopsi anak bagi pemohon WNA
  • Melanjutkan sekolah ke luar negeri

Dengan mengetahui tingkat kewenangan masing-masing kesatuan wilayah Polri tersebut maka Anda bisa menyesuaikan tempat pengurusan SKCK sesuai keperluan Anda.

Apa Saja Persyaratan Membuat SKCK ?

Syarat pembuatan SKCK tidaklah sesulit yang kita bayangkan, apalagi sekarang sudah ada SKCK online yang memudahkan kita bisa mendaftar secara online. Seperti halnya mengurus dokumen lainnya, syarat membuat SKCK membutuhkan dokumen-dokumen pendukung untuk melengkapi semua syarat yang diminta.

Syarat SKCK  pertama yang wajib disiapkan adalah mengurus surat pengantar dari kantor kelurahan yang diperoleh berdasarkan surat pengantar dari ketua RT dan ketua RW sesuai tempat domisili pemohon. Untuk pengurusan surat pengantar sampai tingkat kelurahan ini biasanya tidak ada biaya administrasi.  Anda akan diminta untuk mengisi dan melengkapi formulir yang sudah disediakan.

Surat pengantar dari kelurahan ini bukanlah syarat yang mutlak. Karena Polsek atau Polres di beberapa wilayah / daerah di Indonesia sudah tidak mensyaratkan membawa surat pengantar dari kelurahan untuk mengurus syarat  SKCK demi kemudahan dan kenyamanan layanan kepada masyarakat dari pemerintah setempat. Jadi sebaiknya cari informasi lebih dahulu atau bertanya dulu ke Polsek atau Polres setempat untuk menghemat waktu.

Dokumen Syarat Pembuatan SKCK

Setelah mendapatkan surat pengantar dari kelurahan, persyaratan lain yang wajib dipenuhi untuk mengurus pembuatan SKCK berkaitan dengan dokumen-dokumen pendukung untuk verifikasi identitas, antara lain :

Bagi Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Fotokopi KTP dengan menunjukan KTP asli.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi akte lahir/kenal lahir/ijazah.
  • Fotokopi kartu identitas lain bagi yg belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP.
  • Pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang merah, ukuran 4×6 sebanyak 6 (enam) lembar, tampak muka, berpakaian sopan, dan pemohon yang mengenakan jilbab, pasfoto harus tampak muka secara utuh. Foto tersebut  digunakan untuk :
  • SKCK 1 (satu) lembar
  • Arsip 1 (satu) lembar
  • Buku agenda 1 (satu) lembar
  • Kartu Tik 1 (satu) lembar
  • Formulir sidik jari 2 (dua) lembar
  • Fotokopi paspor (untuk ke luar negeri)

Bagi Warga Negara Asing (WNA)

  • Fotokopi paspor
  • Surat permohonan dari sponsor, lembaga atau  perusahaan yg mempekerjakan, menggunakan, atau yang bertanggung jawab pada WNA pemohon
  • Fotokopi KTP dan surat nikah jika sponsornya adalah suami/istri Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Fotokopi Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP)
  • Fotokopi IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) dari KEMENAKER RI
  • Fotokopi Surat Tanda Melapor (STM) dari Kepolisian.
  • Pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang merah, ukuran 4×6 sebanyak 6 (enam) lembar, tampak muka, berpakaian sopan, dan pemohon yang mengenakan jilbab, pasfoto harus tampak muka secara utuh. Foto tersebut  digunakan untuk :
  • SKCK 1 (satu) lembar
  • Arsip 1 (satu) lembar
  • Buku agenda 1 (satu) lembar
  • Kartu Tik 1 (satu) lembar
  • Formulir sidik jari 2 (dua) lembar

Bagaimana Cara Membuat SKCK ?

Jika seluruh syarat pembuatan SKCK telah lengkap, Anda bisa datang langsung ke Polsek, Polres, Polda di wilayah Anda untuk melakukan permohonan SKCK. Usahakan untuk datang lebih awal agar lebih leluasa dan tidak perlu menunggu antrian panjang.

Saat ini mengurus pembuatan SKCK semakin mudah dan cepat selama Anda memahami prosedur dan tata caranya. Cara membuat SKCK dapat dilakukan dengan cara mendaftar secara langsung ke loket pelayanan SKCK di Polsek atau Polres setempat, dengan mengisi formulir yang telah disiapkan oleh petugas serta membawa dokumen yang dipersyaratkan, atau bisa juga mendaftar secara online dengan cara mengunggah dokumen yang dipersyaratkan dan mengisi form yang tersedia sesuai urutan.

Tata Cara Membuat SKCK Secara Offline :

  1. Lakukan pendaftaran di loket pelayanan SKCK.
  2. Isi formulir/blanko yang telah disediakan, yang harus diisi berupa data pribadi dan daftar pertanyaan bahwa Anda tidak pernah melakukan tindak kejahatan apapun.
  3. Serahkan kembali formulir tersebut bersama berkas persyaratan yang telah Anda siapkan.
  4. Proses sidik jari di ruang identifikasi. Di beberapa Polsek dan Polres, pengambilan sidik jari biasanya ada biaya sebesar Rp 5.000 atau lebih (tergantung kebijakan Polsek atau Polres setempat)
  5. Pembayaran biaya administrasi penerbitan SKCK
  6. Setelah menunggu beberapa saat maka SKCK segera diterbitkan.

Setelah SKCK jadi,  jangan lupa sekalian difotokopi untuk  legalisir SKCK sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini agar lebih praktis dan tidak bolak-balik lagi ketika butuh SKCK, karena SKCK yang asli bisa disimpan di rumah, sedangkan yang digunakan adalah SKCK yang sudah dilegalisir.

Dalam hal pemohon berhalangan untuk mengambil SKCK, dapat diwakilkan kepada orang lain dengan menunjukkan KTP asli pemohon dan menandatangani tanda terima.

Biaya Pembuatan SKCK

Biaya administrasi pembuatan SKCK adalah sama di seluruh Polsek atau Polres yang ada di setiap daerah di Republik Indonesia. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) biaya pembuatan SKCK adalah sebesar Rp 30.000, sedangkan untuk Warga Negara Asing (WNA) sebesar Rp 60.000. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah   Nomor 60 Tahun 2016 tentang Tarif dan Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Biaya penerbitan SKCK ini bisa dibayarkan di loket pembayaran.

Tata Cara Membuat SKCK Secara Online

Dalam rangka memudahkan dan mempercepat proses pelayanan, saat ini Polri sudah menyediakan website https://skck.polri.go.id yang memungkinkan pembuatan SKCK bisa dilakukan secara online. Jadi buat Anda yang sibuk atau tidak punya banyak waktu, maka tidak perlu lagi antre berjam-jam di Polsek atau Polres setempat. Tinggal klik alamat website SKCK online tersebut, ikuti prosedurnya, isi formulir dan lengkapi syarat-syaratnya dengan cara upload berkas-berkasnya.  Kemudian catat kode atau nomor registrasi SKCK yang muncul yang diperlukan untuk mengambil SKCK di Polsek/Polres.

Pada dasarnya, cara membuat SKCK online sebenarnya adalah dalam pendaftaran dan pengisian formulir/blanko. Pengambilan SKCK yang sudah jadi nantinya tetap dilakukan secara offline di Polsek atau Polres setempat.

Prosesnya juga tidak jauh berbeda dengan cara membuat SKCK secara offline. Perbedaannya dengan system offline adalah saat pengisian formulir/blanko dan semua dokumen dalam bentuk digital (di scan terlebih dahulu). Tetapi saat pengambilan SKCK di Polsek atau Polres setempat,  dokumen-dokumen dalam bentuk hardcopy/fotokopi tetap perlu diverifikasi.

Saat pengisian formulir secara online jika belum punya rumus sidik jari, maka dibuat dulu di Polres, karena rumus sidik jari hanya dapat dilayani di tingkat Polres. Langsung saja menuju ke bagian rekam rumus sidik jari. Prosesnya juga cepat dan mudah.

Dalam hal pemohon sudah memiliki kartu sidik jari, maka tidak perlu dilakukan pengambilan sidik jari ulang.

Membuat SKCK secara online saat ini bagi sebagian orang masih agak membingungkan, terutama karena banyaknya isian dalam formulir dan juga tidak paham cara membaca rumus sidik jari, yang mana hanya tertulis di kanan dan kiri, sedangkan di rumus sidik jari tidak ada keterangannya.

Tapi setidaknya dengan mendaftar pengurusan SKCK via online akan menghemat waktu karena tidak perlu ikut antrean berlama-lama.

SKCK Berlaku Sampai Kapan ?

Masa berlaku SKCK adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan. Masa berlaku SKCK bisa  dicabut dan dinyatakan tidak berlaku apabila pemohon melakukan tindak pidana dan atau ditemukan data tindak pidana yang diduga dilakukan pemohon.  SKCK yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dicatat dalam lembar SKCK yang selanjutnya dikirimkan kepada pengguna yang memerlukan.

Persyaratan Perpanjang SKCK

Jika SKCK telah habis masa berlakunya, apabila masih memerlukan SKCK, yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan SKCK kembali dengan memperlihatkan SKCK yang lama dan dilakukan penelitian sebagaimana mestinya.

Berikut ini adalah syarat perpanjang SKCK :

  • Menunjukkan SKCK lama asli/legalisir yang masih berlaku
  • Fotokopi KTP, Izajah, dan KK
  • Pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang merah, ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar
  • Mengisi formulir perpanjangan SKCK yang sudah disediakan
  • Membayar biaya administrasi
syarat perpanjang skck
syarat perpanjang skck

Ada yang bertanya bagaimana cara perpanjang SKCK yang sudah mati 2 tahun ? Apakah bisa jika perpanjang SKCK diwakilkan ?

Apabila masa berlaku SKCK telah habis lebih dari 1 (satu) tahun, pemohon dapat mengajukan kembali dengan persyaratan sebagaimana pembuatan SKCK baru. Jadi seperti pengajuan pembuatan SKCK baru.

Dalam proses perpanjangan SKCK juga tidak diperlukan lagi adanya cek sidik jari. SKCK hanya bisa diperpanjang sesuai dengan tempat diterbitkanya, Dan sesuai fakta di lapangan bahwa proses perpanjangan SKCK bisa diwakilkan jika semua persyaratannya lengkap, sebab pada proses ini tidak ada lagi cek sidik jari. Perlu diingat ya, ini hanya untuk perpanjangan SKCK, bukan bikin baru, karena kalau mau bikin baru harus datang sendiri tanpa bisa diwakilkan.

Tips Dalam  Membuat Dan Memperpanjang SKCK

Agar proses pembuatan atau perpanjangan SKCK berjalan dengan lancar, pastikan dokumen disiapkan lengkap dari rumah, datang seawal mungkin untuk menghindari antrean yang panjang, jangan lupa bawa alat tulis sendiri dan jangan segan-segan untuk bertanya jika ada sesuatu yang belum tahu.

Demikian informasi yang dapat Jurnal Manajemen bagikan mengenai Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk share…^^

1 thought on “Syarat Perpanjang SKCK Lengkap Beserta Alur dan Biayanya”

Leave a Comment