Pengertian Surat Berharga, Fungsi, Jenis, Ciri-Ciri dan Contohnya

4 min read

surat berharga

Seiring perkembangan jaman, dunia perdagangan saat ini semakin tumbuh pesat dari waktu ke waktu. Dalam dunia perdagangan, orang menginginkan segala sesuatu yang serba praktis dan cepat tanpa disibukkan dengan hal-hal lain. Untuk itu kegiatan transaksi juga dituntut agar mampu mengimbangi intensitas perdagangan, baik nasional maupun internasional.

Semakin cepat dan efisien proses transaksi yang dilakukan maka akan berpengaruh terhadap keuntungan yang didapatkan oleh pihak pengusaha. Setiap transaksi harus dapat memudahkan berjalannya kegiatan perdagangan sehingga dapat berjalan dengan lancar, aman, praktis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait dengan hal tersebut maka dibutuhkan sesuatu yang mampu untuk mengakomodir setiap perincian transaksi dalam perdagangan, salah satunya adalah surat berharga yang memiliki nilai ekonomis dan dapat diperjualbelikan kepada siapapun.

Berikut ini adalah penjelasan Jurnal Manajemen mengenai surat berharga, meliputi pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri dan contoh surat berharga.

Pengertian Surat Berharga

Istilah Surat Berharga dikenal dalam Bahasa Belanda yaitu Waarde Papier. Waarde artinya nilai dan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ( KUHD) diartikan berharga, sedangkan papieren artinya kertas berharga. Disamping itu terdapat beberapa istilah lain dari surat berharga, yaitu commercial papers atau negotiable instruments.

Disebut surat berharga karena surat tersebut memiliki harga atau nilai ekonomis tertentu. Dikatakan commercial papers karena surat tersebut seringkali tidak hanya dijadikan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai, tapi karena surat tersebut juga menjadi objek transaksi commercial. Dikatakan negotiable instruments  karena surat tersebut dapat diperjualbelikan, meskipun dengan nilai yang tidak selalu sama dengan nilai yang disebutkan dalam surat tersebut (Nominal Value).

Surat berharga dipergunakan sebagai alat pembayaran yang praktis, karena setiap orang yang ingin melakukan transaksi tidak perlu membawa uang dalam jumlah yang besar sebagai alat pembayaran, sehingga lebih aman. Selain karena faktor keamanan, surat berharga juga sudah menjadi mode masa kini, komoditi dalam dunia bisnis atau objek perjanjian sehingga lebih menguntungkan dan lebih bervariasi.

Pengertian surat berharga adalah sebuah dokumen yang diterbitkan oleh penerbitnya sebagai pemenuhan suatu prestasi berupa pembayaran sejumlah uang sehingga berfungsi sebagai alat bayar kepada pihak-pihak yang memegang surat tersebut. 

Pihak yang memegang surat bisa merupakan pihak yang secara langsung diberikan surat berharga oleh penerbitnya maupun pihak ketiga yang mendapat pengalihan dari pihak penerima langsung. Surat berharga juga merupakan surat yang mengandung nilai uang dan memberikan hak kepada pemegangnya atas apa yang tertulis di dalamnya, sehingga dapat diperdagangkan dengan mudah.

Dasar hukum surat berharga adalah dalam UU Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan, yang menyebutkan bahwa surat berharga adalah surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya atau kepentingan lain,atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang biasa diperdagangkan dalam pasar modal maupun pasar uang.

Fungsi Surat Berharga

Sebagai suatu dokumen penting dalam transaksi perdagangan, surat berharga memiliki fungsi sebagai pengganti uang tunai yang memudahkan kegiatan bisnis. Ada beberapa fungsi surat surat berharga, yaitu  :

  • Sebagai alat pembayaran, dalam bentuk cek, bilyet giro dan wesel
  • Sebagai instrumen pemindahan hak tagih (karena dapat diperjualbelikan).
  • Sebagai surat bukti hak tagih (surat legitimasi)
  • Sebagai surat bukti investasi, seperti surat saham, obligasi.

Jenis-Jenis Surat Berharga

Sebagai dokumen yang penting dalam kelancaran lalu lintas perdagangan, ada bermacam macam surat berharga yang terdiri dari berbagai jenis dengan pengaturan yang berbeda-beda.

Jenis Jenis Surat Berharga Di Dalam KUHD

1. Wesel

Wesel merupakan surat berharga yang di dalamnya memuat kata wesel dan mengandung suatu perintah pembayaran sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalam KUHD. Atau lebih jelasnya lagi, wesel adalah suatu perintah pembayaran di mana penerbit memberi perintah tak bersyarat kepada tersangkut untuk membayar sejumlah uang pada hari bayar kepada orang yang ditunjuk oleh penerbit yang disebut penerima atau penggantinya di suatu tempat tertentu.

2. Cek

Cek adalah surat yang memuat kata cek, diterbitkan pada tanggal dan tempat tertentu serta berisi

perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pembawa cek tersebut. Cek merupakan salah satu sarana yang ditawarkan oleh pihak bank kepada nasabahnya untuk mengambil sejumlah uang di rekening giro.

Jenis-jenis cek sebagai salah satu alat yang digunakan dalam melakukan pembayaran antara lain cek atas nama, cek atas tunjuk, cek silang, cek mundur dan cek kosong.

3. Surat Sanggup / Promes

Surat sanggup merupakan suatu kontrak yang berisikan janji secara terinci dari suatu pihak (pembayar) untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak lainnya (pihak yang dibayar). Kewajiban ini timbul karena adanya suatu kewajiban pelunasan suatu hutang. Surat sanggup mempunyai jatuh tempo maksimal kurang dari satu tahun sehingga dianggap sebagai instrumen investasi jangka pendek.

Ada dua macam surat sanggup, yaitu surat sanggup kepada pengganti dan surat sanggup kepada pembawa.  Surat sanggup kepada pengganti disebut dengan surat sanggup saja, sedangkan surat sanggup kepada pembawa disebutnya surat promes.

4. Kwitansi dan Promes Atas Tunjuk

Kwitansi dan promes atas tunjuk adalah suatu surat yang ditanggali, diterbitkan oleh penandatangannya terhadap orang lain untuk suatu pembayaran sejumlah uang yang ditentukan di dalamnya kepada penunjuk (atas tunjuk) pada waktu diperlihatkan.  Sifat dari promes atas tunjuk adalah siapa saja yangmemegang surat itu dan setiap saat memperlihatkannya kepada yang bertandatangan maka akan memperoleh pembayaran.

Jenis-Jenis Surat Berharga Di Luar KUHD

Jenis jenis surat berharga yang diatur di peraturan Perundang Undangan di luar Kitab Undang-Undang Hukum Dagang antara lain :

1. Bilyet Giro

 Bilyet Giro adalah surat perintah nasabah yang telah di standarisasi bentuknya,kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pihak penerima yang disebutkan namanya dalam bilyet giro tersebut, pada bank yang sama atau pada bank lainnya. Dengan demekian pembayaran dana bilyet giro tidak dapat dilakukan dengan uang tunai dan tidak dapat dipindahkan melalui endosemen.

2. Commercial Paper

Commercial paper adalah instrumen hutang jangka pendek tanpa jaminan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan bukan bank, diperdagangkan melalui bank atau perusahaan efek, berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. Pada dasarnya Commercial Paper merupakan surat sanggup yang diterbitkan untuk mendapatkan sejumlah modal kerja dalam waktu yang relatif pendek. Modal tersebut biasanya digunakan untuk pembiayaan hutang dan inventaris serta memenuhi kewajiban jangka pendek.

3. Surat Saham

Saham merupakan surat berharga sebagai bukti penyertaan modal dalam suatu perseroan, yang dibuktikan dengan surat saham, sebagai suatu surat legitimasi yang menyatakan bahwa pemegang adalah seseorang  atau suatu badan hukum yang berhak atas deviden, hak suara, dan manfaat lainnya. Dengan adanya saham juga menyatakan bahwa seseorang atau suatu badan hukum memiliki sebagian dari perusahaan itu.

4. Obligasi

Obligasi adalah sertifikat bukti hutang yang diterbitkan suatu perusahaan atau badan pemerintah sebagai pihak yang berhutang dan disertai janji untuk membayar sejumlah bunga dan pokok hutang dalam jangka waktu tertentu kepada pemegang obligasi. Obligasi merupakan instrumen hutang jangka panjang yang berisikan janji untuk membayar kepada kreditur sejumlah bunga secara periodik dan membayar hutang pokok pada saat jatuh tempo.

5. Delivery Order

Delivery Order  adalah dokumen yang berfungsi sebagai surat pengantar atas barang yang tercantum di dalamnya yang ditujukan kepada customer (pembeli) atau penerima yang ditentukan oleh pembeli dan mempunyai kekuatan hukum atas legalitas yang diperlukan di jalan raya mulai dari keluar perusahaan sampai memasuki wilayah milik customer, sehingga barang dengan jumlah dan spesifikasi yang disertai dengan informasi lainnya diterima oleh customer.

6. Surat Utang Negara (SUN)

Surat Utang Negara merupakan surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah.  Surat Utang Negara adalah surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh pemerintah Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Ciri-Ciri Surat Berharga

Suatu surat berharga berfungsi sebagai alat pembayaran dalam melakukan transaksi perdagangan oleh para pihak. Untuk memenuhi kriterianya sebagai alat pembayaran maka surat berharga tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan.

Dari berbagai syarat-syarat yang harus dimuat dalam surat berharga, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam suatu surat berharga memuat hal-hal sebagai berikut :

  • Nama surat berharga, baik itu wesel, cek dan sebagainya.
  • Perintah / janji tak bersyarat.
  • Nama orang yang harus membayar.
  • Penunjukan hari gugur.
  • Penunjukan tempat, di mana pembayaran harus dilakukan.
  • Nama orang, kepada siapa atau kepada penggantinya pembayaran itu harus dilakukan.
  • Penyebutan tanggal, tempat surat berharga diterbitkan.
  • Tanda tangan penerbit