Supervisor, Pengertian, Peran, Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawabnya  

5 min read

supervisor

Apa itu Supervisor ?

Supervisor berasal dari kata supervise yang artinya mengawasi, mengarahkan.  Maka secara sederhana, supervisor  adalah seseorang  yang bertugas untuk mensupervisi (mengawasi, mengarahkan) beberapa staf di bawahnya dalam sebuah bidang pekerjaan tertentu, sebagai contoh supervisor produksi, supervisor sales, supervisor toko, supervisor teller dan lain sebagainya.

Supervisor adalah orang yang harus melakukan banyak fungsi untuk membantu dalam mencapai Produktivitas. Ada yang menyebut supervisor sebagai pekerja, tetapi ada juga yang menyebut supervisor sebagai manajer. Pekerjaan utamanya adalah mengelola pekerja di level manajemen operasi.

Pengertian Supervisor Menurut Para Ahli

Ada beberapa  pengertian supervisor menurut para ahli, antara lain :

  1. Menurut Moekijat (1990), supervisor adalah seorang anggota dari manajemen lini depan yang bertanggung jawab atas pekerjaan dari kelompoknya kepada tingkatan manajemen yang lebih tinggi.
  2. Pendapat Sarwoto (1993), dalam bukunya Dasar-Dasar Organisasi Manajemen, supervisor adalah seseorang di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab terhadap kelompok kerjanya.
  3. Raphael, R. Kavanaugh dan Jack D. Ninemeier (2001) mengemukakan supervisor adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola karyawan level bawah atau karyawan lainnya yang tidak mempunyai bawahan.

 

Baca Juga : Tugas Tugas Manajer dan Tanggung Jawab Manajer Terlengkap

 

Hal Umum yang Dilakukan Supervisor

Supervisor memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan. Supervisor adalah bagian dari tim manajemen yang bertugas sebagai pengawas dan pengarah, serta memegang penunjukan manajer lini pertama. Kedudukan jabatan supervisor dalam organisasi perusahaan ini berada di antara manajer dan staf pelaksana.

Seorang supervisor dituntut untuk mampu menjembatani antara manajer di atasnya dengan staf pelaksana atau staf di bawahnya. Peran supervisor adalah harus memiliki pemahaman yang sangat baik tentang pekerjaan tim dan juga pemahaman tentang tugas dan kegiatan manajer. Hal ini tidaklah mudah, karena sering kali seorang supervisor dituntut harus turun langsung ke lapangan untuk mengontrol dan melaksanakan tugas sesuai perencanaan yang sudah dibuat oleh manajernya.

Dibutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik antara manajer,  supervisor dan staf pelaksana. Supervisor dituntut untuk selalu meningkatkan tingkat keterampilan, pengetahuan, sehingga dapat bekerja secara profesional. Selain bertanggung jawab kepada manajer, supervisor juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa staf yang bekerja di bawahnya bekerja dengan baik.

Jabatan supervisor seringkali  dari seleksi tim kerja/staf yang berprestasi, karena manajemen menghargai etos kerjanya, sikapnya terhadap perusahaan, dan komitmennya. Perusahaan biasanya juga mengharuskan seseorang  yang dipromosikan menjadi supervisor untuk melakukan pelatihan manajemen lini pertama atau lini depan, di mana mereka mempelajari keterampilan komunikasi dan manajemen yang penting.

Pekerjaan seorang supervisor adalah pekerjaan yang sangat dinamis, tergantung pada budaya perusahaan, kompleksitas tujuan departemen, akses ke sumber daya yang memadai dan keahlian orang-orang di departemen. Seorang supervisor mungkin memainkan peran yang berbeda bahkan di hari yang sama.

Peran Supervisor

Di satu sisi seorang supervisor bertanggung jawab kepada manajemen perusahaan, dan di sisi lain juga bertanggung jawab dalam pengembangan dan kegiatan para staf di bawahnya agar berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Seorang supervisor mempunyai banyak  peran dalam organisasi perusahaan, yaitu :

  1. Sebagai Perencana – Seorang supervisor harus merencanakan jadwal kerja harian. Dan pada saat yang sama harus membagi pekerjaan  kepada para staf  bawahannya sesuai dengan kemampuan mereka.
  2. Sebagai seorang Manajer – Seorang supervisor adalah bagian dari tim manajemen suatu perusahaan. Dalam prakteknya, dia juga merupakan seorang manajer operasi.
  3. Sebagai seorang Pemimpin dan Pembimbing – Seorang supervisor memimpin para staf bawahannya dan membimbing mereka dalam  melakukan tugas sehari-hari. Bahkan, dia juga berperan sebagai pemberi inspirasi bawahannya.
  4. Sebagai Mediator – Seorang supervisor bertindak sebagai penghubung dan juru bicara antara manajemen dan pekerja. .
  5. Sebagai seorang Inspektur – Peran penting dari supervisor adalah untuk menegakkan disiplin. Dalam hal ini termasuk memeriksa kemajuan pekerjaan terhadap jadwal yang telah ditentukan, menilai kinerja pekerjaan secara berkala dan melaporkan penyimpangan yang terjadi jika ada, serta dapat menyusun aturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh bawahannya selama bekerja.
  6. Sebagai seorang Konselor – Seorang supervisor berperan sebagai penasihat terhadap masalah yang dialami para staf di bawahnya, dengan cara mendengarkan dan, memberi alternatif solusi terhadap keluhan yang bisa  memuaskan para pekerja. Hal ini akan  membangun hubungan dan kerja sama yang semakin baik dengan para pekerja. 

Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa pengawasan yang efektif dan efisien dapat membantu meningkatkan kinerja yang lebih baik, membangun hubungan manusia yang lebih baik, menciptakan lingkungan yang ramah dan kooperatif, yang akhirnya dapat  membantu dalam meningkatkan produktivitas.

Suatu catatan yang sistematis tentang tugas, wewenang dan tanggung jawab seorang supervisor merupakan job deskripsi supervisor. Di bawah  ini akan dibahas mengenai  job desc supervisor, yang meliputi tugas, wewenang dan tanggung jawab supervisor.

Tugas Supervisor

Memang tugas yang harus dilakukan seorang supervisor dalam sebuah perusahaan adalah  tidak mudah dan banyak, dan juga harus bisa menjalin hubungan baik antara level manajemen dengan karyawan. Sehingga banyak perusahaan mengharuskan  kriteria tertentu yang harus dimiliki untuk menjadi seorang supervisor.

Berikut ini adalah beberapa tugas supervisor secara umum dalam sebuah perusahaan :

  • Menerangkan job description kepada staf bawahan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Memberikan pengarahan / briefing rutin dengan baik kepada staf di bawahnya.
  • Mengatur dan mengawasi pekerjaan para staf bawahannya
  • Melakukan kontrol dan evaluasi terhadap kinerja staf dibawahnya.
  • Memberikan motivasi kerja kepada semua staf di bawahnya.
  • Menegakkan aturan dan ketentuan yang ada di dalam perusahaan.
  • Memberikan laporan dan pembaruan aktivitas kepada manajemen
  • Membantu tim bawahan memahami target dan sasaran kinerja.
  • Melatih atau memastikan bahwa pekerja dilatih dengan baik sesuai tugasnya
  • Menjadwalkan jam kerja dan shift.
  • Koordinasi rotasi kerja dan pelatihan.
  • Berbagi update perusahaan, hasil keuangan, dan target baru dengan anggota tim.
  • Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi di tempat kerja, termasuk absensi bawahannya.
  • Memberikan laporan dan pembaruan aktivitas kepada manajemen.
  • Membantu dalam kegiatan perekrutan dan pemecatan, meskipun seringkali supervisor membutuhkan persetujuan manajerial dari semua karyawan baru atau pemutusan hubungan kerja.
  • Menampung Keluhan Konsumen

Wewenang Supervisor

Jabatan sebagai seorang supervisor mempunyai beberapa wewenang, yaitu sebagai berikut :

  • Berwenang untuk menghentikan sebuah kegiatan/tugas yang dinilai kurang bermanfaat. Dilanjutkan dengan memberikan laporan kepada atasannya guna menentukan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
  • Memberikan penilaian terhadap kinerja yang dilakukan oleh staf di bawahnya, baik diminta ataupun tidak. Sekaligus melakukan evaluasi serta pengamatan guna perbaikan yang dianggap perlu.
  • Memberikan penghargaan atau apresiasi kepada staf di bawahnya yang sudah berprestasi dalam perusahaan.
  • Memberikan usulan mengenai kenaikan jabatan bagi staf bawahannya.
  • Melakukan sistem peneguran terhadap staf di bawahnya yang melakukan kesalahan, baik secara tertulis ataupun lisan dan melanjutkannya ke atasan apabila memang diperlukan.
  • Memberikan hukuman kepada staf di bawahnya yang telah melakukan kesalahan atau pelanggaran tertentu.

Tanggung jawab Supervisor

Berdasarkan tugas dan wewenang tersebut, seorang supervisor juga memiliki tanggungjawab, antara lain :

  • Planning (Merencanakan), yaitu membuat perencanaan kegiatan yang menjadi tugasnya dan juga bawahannya sesuai kebijakan perusahaan
  • Staffing (Menempatkan), yaitu memastikan setiap orang yang terlibat pada tugas serta pekerjaan tersebut sesuai dengan job deskripsi masing-masing yang telah diberikan.
  • Organizing (Mengatur), yaitu melakukan koordinasi kegiatan dan tugas-tugas dalam lingkupnya agar bisa berjalan lancar.
  • Directing (Mengarahkan), yakni mengarahkan bagaimana supaya tugas dan pekerjaan tersebut bisa berjalan lancar sesuai tujuan perusahaan.
  • Controlling (Mengawasi), yaitu melakukan kontrol atau pengawasan terhadap tugas dan kegiatan dalam lingkup kerjanya.

Kriteria Menjadi Supervisor

Skill dan keahlian serta pengalaman kerja seseorang akan menentukan kualitas kerja seorang supervisor. Untuk menjadi seorang supervisor yang baik dengan banyak tugas dan tanggung jawab, diperlukan syarat dan kriteria tertentu, antara lain :

  1. Dapat berkomunikasi dengan jelas, baik secara lisan maupun tulisan
  2. Memiliki jiwa pemimpin
  3. Mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi
  4. Memiliki semangat tinggi dalam bekerja
  5. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  6. Memiliki pengetahuan dan wawasan di bidangnya
  7. Memiliki kemampuan dalam manajemen waktu
  8. Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
  9. Memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu permasalahan
  10. Dapat menjadi panutan dan pembimbing bagi bawahannya
  11. Fleksibel dalam menerima perbedaan pendapat
  12. Kemampuan untuk mendelegasikan
  13. Rendah hati dan sanggup menjadi leader yang baik
  14. Bersikap dan bekerja secara profesional

Gaji Supervisor

Melihat peran dan job desk supervisor yang begitu banyak, sebenarnya berapa gaji yang pantas didapatkan seorang supervisor ? Gaji supervisor sebenarnya bervariasi, tergantung kebijakan perusahaan, lokasi perusahaan dan skill, keahlian serta pengalaman kerja seseorang. Berdasarkan jobstreet.co.id,  gaji supervisor di Indonesia minimal  4,5 juta, diluar bonus dan tambahan lainnya.

Apakah Anda tertarik menjadi seorang supervisor ?

Keberadaan Supervisor di dalam perusahaan mempunyai tujuan yang sangat positif terutama dalam mendukung operasional perusahaan, mencapai target yang telah ditetapkan, melakukan pengawasan terhadap aktifitas tim, serta mengaplikasikan program-program perusahaan.

Seorang supervisor yang baik harus lebih berani menjadikan dirinya sebagai seorang pelatih yang profesional terhadap semua staf di bawahnya yang membantunya di unit kerja. Sebagai seorang pelatih, supervisor harus bisa menjadi teladan dan pembimbing yang handal bagi semua stafnya dalam menyelesaikan semua proses kerja sesuai dengan spesifikasi kualitas yang diharapkan secara efektif dan efisien.

Supervisor yang efektif dan efisien sangat diperlukan di semua lini, di mana karyawan membutuhkan bimbingan dan pengawasan untuk menyelesaikan tugas, melayani pelanggan, dan memenuhi target yang telah ditetapkan. Seorang supervisor yang terampil adalah seorang komunikator yang efektif, pemecah masalah dan motivator bagi karyawan. Untuk menjadi pemimpin yang baik dan mendapatkan apresiasi yang terbaik dari semua karyawan, Anda perlu memiliki wawasan yang luas tentang kekuatan dan kebutuhan perkembangan mereka. Sekaligus  juga perlu memiliki harapan dan tujuan yang jelas.

Demikian penjelasan singkat Jurnal Manajemen tentang pengertian supervisor, peran, tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lup share artikel ini agar lebih banyak menebar manfaat.