Pengertian Strategi Pembelajaran Beserta Macam dan Contohnya

8 min read

Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran merupakan cara yang digunakan dan dipilih oleh pengajar dalam menyampaikan materi pembelajaran yang memiliki tujuan untuk memudahkan siswa atau peserta didik dalam menerima sekaligus memahami materi pelajaran yang ada. Tujuan dari pembelajaran tersebut yaitu siswa dapat menguasai materi yang di dapatkan nya.

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat dilakukan pengajar supaya peserta didik lebih mudah dalam menerima materi. Seperti strategi pembelajaran paud yang lebih bersifat pada prosedural yang mana, berisi mengenai tahapan tertentu dengan teknik yang digunakannya bersifat implementatif. Tidak semua guru menggunakan metode yang sama dengan teknik penyampaiannya yang berbeda.

Ada banyak macam strategi pembelajaran, sehingga untuk penggunaan metode belajar harus disesuaikan dengan peserta didiknya. Karena masing-masing peserta didik memiliki kemampuan, bakat dan minat yang tidak sama. Sebab itu para pendidik harus melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menggunakan metode pembelajaran. Selain itu pemilihan strategi pembelajaran yang disampaikan harus berdasarkan pada beberapa kriteria supaya siswa tidak mengalami banyak kendala.

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara tuntas mengenai strategi pembelajaran mulai dari definisinya, contoh, hingga jenis dan macamnya. Pembahasan selengkapnya simak ulasan berikut ini :

 

Baca Juga : Berbagai Penjelasan Metode Pembelajaran Terlengkap !!!

 

Pengertian Strategi Pembelajaran 

Strategi pembelajaran adalah rencana dan cara untuk mengajar yang bisa dilakukan dengan cara menetapkan beberapa langkah utama sesuai tujuan pengajaran yang dapat dicapai dan sudah digariskan. Sedangkan strategi dalam dunia pendidikan diartikan sebagai rencana metode yang berisi mengenai serangkaian kegiatan yang telah dirancang secara khusus supaya bisa mencapai tujuan tertentu.

Dengan demikian, maka strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai serangkaian rencana kegiatan yang mana didalamnya menggunakan metode dan juga pemanfaatan sumber daya maupun kekuatan yang ada dalam suatu pembelajaran. Buku strategi pembelajaran bisa mencangkup seperti model, pendekatan, metode, maupun teknik pembelajaran yang secara spesifik. Siswa dapat mempelajari setiap materi yang ada di dalam buku.

Strategi pembelajaran mempunyai beberapa kegunaan dan manfaat seperti siswa mendapatkan pelayanan mengenai belajar dan cara berpikir yang lebih baik. Selain itu strategi pembelajaran juga akan membantu guru supaya mempunyai gambaran dalam membantu siswa untuk melakukan kegiatan belajarnya. Sehingga kendala siswa dalam belajar dapat lebih diminimalisir.

Definisi Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat para ahli mengenai strategi pembelajaran seperti berikut ini:

Sanjana, Wina

Sanjaya Wina mengemukakan strategi pembelajaran merupakan pola umum dari perbuatan guru ke peserta didik untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Pola umum yang dimaksud yaitu urutan dan macam perbuatan yang digunakan maupun dipercayakan guru ke peserta didik dengan berbagai macam peristiwa belajar.

Kemp

Strategi pembelajaran menurut pendapat kemp yaitu suatu kegiatan pembelajaran yang wajib dikerjakan siswa dan guru supaya pembelajaran bisa dicapai dengan Efektif dan Efisien

Kozma

Strategi pembelajaran merupakan cara yang dipilih dalam memberikan fasilitas maupun bantuan pada peserta didik untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Harder dan egger kauchak

Strategi pembelajaran merupakan jenis-jenis metode untuk mengajar yang digunakan secara khusus dan direncanakan sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Suparman

Menurut pendapat Suparman, strategi pembelajaran memiliki arti sebagai panduan urutan kegiatan dan cara mengkoordinasikan materi pelajaran untuk siswa seperti bahan, peralatan serta waktu yang digunakan pada proses pembelajaran supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.

Alim Sumarno

Alim Sumarno berpendapat strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang sengaja dipilih oleh pengajar pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan kemudahan fasilitas pada siswa atau pelajar supaya dapat mencapai pelajaran tertentu sesuai yang sudah ditetapkan.

Contoh Strategi Pembelajaran       

Strategi pembelajaran digunakan tidak hanya untuk memudahkan para siswa dalam menyerap ilmu materi yang diberikan guru. Akan tetapi strategi pembelajaran juga dapat menghilangkan rasa bosan yang ada di luar maupun di dalam kelas. Sedangkan dalam penyerapan ilmu pengetahuan setiap siswa memiliki daya serap yang tidak lah sama sebab itu menggunakan strategi pembelajaran secara tepat sangatlah dibutuhkan.

Berikut ini beberapa contoh strategi pembelajaran yang dapat Anda ketahui yaitu:

1. Menuliskan pengalaman secara langsung

Contoh dari strategi pembelajaran ini, dilakukan dengan cara guru memilih jenis pengalaman yang diinginkan supaya ditulis siswa. Pengalaman yang dapat dipilih yaitu seperti peristiwa yang terjadi di masa lampau maupun di masa yang akan mendatang. Tujuan dari penulisan pengalaman secara langsung yaitu untuk penulisan reflektif. Selain itu guru juga harus menjelaskan bahwa cara merefleksikan pengalaman sangat berharga dan menyenangkan.

Tindakan ini akan berpengaruh secara dramatik dibandingkan dengan menulis sesuatu yang tidak jelas. guru juga akan meminta siswa untuk menuliskan pengalaman secara lengkap dan sebanyak mungkin sesuai yang mereka inginkan peristiwa-peristiwa yang pernah dialaminya. Sedangkan untuk waktu yang diberikan guru juga cukup banyak sehingga siswa tidak akan merasa terburu-buru.

Apabila siswa telah menyelesaikan tugasnya, maka guru akan mengajak siswa untuk membacakan hasil tulisannya mengenai refleksinya. Dengan begitu guru akan mendiskusikan hasil dari pengalaman para siswa secara bersama-sama. Selain itu guru juga diminta untuk melakukan klarifikasi, tindak lanjut dan juga kesimpulan.

2. Setiap murid berperan sebagai guru

Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu guru membagikan kertas pada peserta didik kemudian meminta siswa untuk menuliskan pertanyaan mengenai materi pokok yang sudah dipelajari. pertanyaan tersebut dapat didiskusikan di dalam kelas. Setelah itu kertas tersebut dapat dikocok kemudian dibagikan kembali kepada siswa secara acak dan usahakan pertanyaan tidak kembali pada siswa yang bersangkutan.

Setelah itu guru dapat meminta siswa untuk memahami dan membaca pertanyaan yang ada dalam kertas sambil memikirkan jawabannya. Untuk membiasakan budaya bertanya maka guru bisa mengundang siswa lain untuk membacakan pertanyaan pada kertas yang dibawanya. Hal ini bisa memotivasi siswa untuk menyadarkan diri tanpa harus ditunjuk.

Untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar guru dapat memberikan apresiasi berupa pujian atau yang lainnya pada setiap jawaban maupun tanggapan siswa. Hal ini akan menjadikan siswa merasa percaya diri dan tidak takut salah. Untuk mengembangkan diskusi, maka guru dapat meminta siswa lain untuk melakukan hal yang sama secara bergantian dan sesuai waktu yang telah disediakan.

3. Membaca dengan keras

Fokus siswa akan lebih terasa ketika membacakan teks atau tulisan dengan nada suara yang keras. Oleh sebab itu prosedur membaca dengan keras dapat diterapkan oleh guru yang mana guru dapat memilih teks yang menarik untuk bisa dibaca dengan nada yang keras, misalnya seperti membaca manasik haji. Sebaiknya guru membatasi teks yang tidak melebihi dari 500 kata.

Guru dapat menjelaskan teks tersebut kepada siswa secara singkat kemudian menjelaskan poin-poin kunci dari masalah pokok yang bisa diangkat. Selain itu guru juga dapat membagikan bacaan teks pada alinea per alinea. Pada saat bacaan tersebut berjalan, maka guru bisa menghentikan pada beberapa tempat yang bertujuan untuk menekankan point tertentu.

Setelah itu guru bisa menanyakan pertanyaan maupun memberikan contoh-contoh. Hal ini menjadikan suasana kelas menjadi lebih hidup dan tidak akan menimbulkan kebosanan pada siswa. Para peserta didik pun juga tidak akan mengantuk jika hanya mendengarkan cerita yang dibacakan temanya saja, karena siswa lain juga diharapkan untuk menyimaknya.

4. Menggabungkan dua hingga empat kekuatan

Contoh menggabungkan dua hingga empat kekuatan ini bisa dilakukan dengan guru menetapkan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kompetensi dasar indikator maupun tujuan pembelajaran. Guru bisa memberikan kesempatan kepada siswa supaya berpikir sejenak mengenai permasalahan yang diberikan tersebut.

Siswa dapat menulis pemecahan masalah atau jawaban yang dilakukan secara mandiri. Guru dapat melakukan pemeriksaan dari hasil kerjanya. Guru juga dapat meminta kepada siswa supaya bekerja secara pasangan yaitu 4 orang kemudian melakukan diskusi untuk mencari jawaban yang terbaik. Setelah itu guru dapat mengemukakan penjelasan maupun solusi pada permasalahan yang sedang didiskusikan. kemudian guru melakukan klarifikasi, tindak lanjut dan kesimpulan.

5. Mencari informasi

Langkah untuk menerapkan mencari informasi yaitu guru menyediakan referensi yang sesuai pada topik pembelajaran Setelah itu guru menyusun kompetensi dari topik kemudian melakukan identifikasi karakter dan membuat pertanyaan supaya memperoleh kompetensi tersebut. Cara ini hanya bisa dilakukan pada kelas yang memiliki kelompok kecil yaitu maksimal 3 orang.

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari referensi atau bahan di warnet maupun di perpustakaan dan guru juga harus memastikan bahwa bahan atau materi referensi tersebut benar adanya. Setelah itu guru dapat membantu siswa untuk membagi referensi kepada setiap siswa setelah itu hasil akan didiskusikan bersama dengan siswa yang ada di kelas tersebut.

6. Beradu pandangan pada persepsi tertentu

Langkah-langkah untuk menerapkan contoh beradu pandang pada persepsi tertentu yaitu, guru memilih satu topik yang memiliki dua pandangan atau lebih. Kelas dapat dibagi menjadi beberapa kelompok dan disesuaikan dengan pandangan yang ada. Guru harus memastikan untuk masing-masing kelompok duduk di tempat yang tidak sama atau terpisah.

Kemudian guru bisa meminta setiap kelompok untuk memulai debat dalam menyampaikan argumen yang telah disepakati pada setiap kelompok. Untuk menghidupkan suasana kelas, maka guru meminta kelompok lain untuk menyampaikan pandangan yang tidak sama. Tujuan dari penerapan strategi ini yaitu untuk memberikan pelatihan kepada peserta didik supaya bisa mencari argumentasi secara kuat ketika memecahkan suatu masalah secara aktual.

7. Bacaan terbimbing

Contoh dari strategi belajar bisa dilakukan dengan bacaan terbimbing yaitu dengan menentukan bacaan yang akan dipelajari. guru bisa membuat pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan dijawab siswa boleh dengan skema atau bahan yang bisa diisi siswa dari bacaan yang sudah dipilih tadi. Kemudian guru membagikan bahan-bahan melalui pertanyaan maupun kisi-kisi kepada siswa.

Tugas dari siswa yaitu mempelajari bahan bacaan yang sudah diberikan dengan menggunakan kisi kisi atau pertanyaan yang ada. Supaya tidak memakan banyak waktu maka bacaan terbimbing harus dibatasi. Tujuan dari penerapan strategi ini yaitu untuk membantu para siswa supaya lebih mudah dan terfokus ketika memahami 1 materi pokok.

8. Debat aktif

Debat aktif menjadi salah satu contoh yang bisa dilakukan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Contoh dari debat aktif yaitu guru dapat membagi kelas menjadi dua kelompok kemudian memberikan tugas kepada siswa dengan posisi pro untuk satu kelompok dan posisi kontra untuk kelompok yang lain.

Guru dapat meminta setiap kelompok untuk menjadi wakil dan untuk 3 orang bicara sebagai juru bicara dengan posisi duduk yang saling berhadapan. Masing-masing kelompok dapat mengemukakan pandangannya secara bergantian kemudian juru bicara kembali ke kelompok masing-masing untuk meminta pendapat dalam mengatur strategi untuk melakukan bantahan atau sanggahan pada kelompok yang lain.

Tujuan dari contoh penerapan strategi pembelajaran ini yaitu melatih peserta didik supaya mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan masalah secara kontroversial.

9. Bermain peran

Contoh bermain peran dapat diterapkan dengan cara menetapkan topik misalnya seperti konflik antar golongan, konflik perbedaan pendapat maupun konflik interpersonal berdasarkan pada jurnal strategi pembelajaran. Guru dapat menunjuk 2 peserta didik untuk maju ke depan dan memerankan karakter tertentu dengan durasi 10 hingga 15 menit. Kemudian guru bisa meminta kedua peserta didik untuk saling bertukar peran.

Apabila sudah dirasa cukup maka guru bisa menghentikan roleplay nya. Siswa lain yang sedang tidak maju ke depan, dapat diminta untuk mengamati kemudian menuliskan tanggapan mereka. Tujuan dari contoh metode ini yaitu untuk menumbuhkan kepekaan siswa pada permasalahan yang berhubungan dengan sosial. Selain itu juga dapat memberikan pengalaman siswa secara konkrit dari apa yang telah dipelajarinya

 

Baca Juga : Macam Macam Metode Pembelajaran PAUD yang Menarik

 

Jenis Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran wajib dimiliki pendidik atau calon pendidik, karena strategi pembelajaran sangat menentukan layak atau tidaknya menjadi pendidik. Sedangkan proses pembelajaran membutuhkan keahlian, seni dan ilmu yang berguna untuk menyampaikan materi pelajaran kepada pendidik sesuai dengan tujuan secara efisien dan efektif.

Strategi pembelajaran memiliki jenis yang tidak sedikit, Anda bisa menyimak melalui ulasan berikut:

1. Strategi pembelajaran ekspositori atau SPE

Sistem pembelajaran jenis ekspositori merupakan strategi pembelajaran dengan cara menekankan pada proses penyampaian ilmu atau materi yang dilakukan secara verbal oleh seorang guru kepada siswa yang memiliki maksud supaya siswa bisa menguasai materi secara optimal.

Guru memiliki peran yang sangat penting dan dominan dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sehingga jenis pembelajaran ekspositori ini termasuk sebagai strategi pembelajaran yang berorientasi kepada guru. Untuk menggunakan strategi pembelajaran jenis ini, maka pendidik harus menyajikan dalam bentuk secara sistematik, rapi dan selengkap mungkin.

2. Strategi pembelajaran inkuiri atau SPI

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran dengan cara menekankan proses berpikir secara analitis dan kritis dalam mencari serta menemukan sendiri jawaban dari masalah yang dipertanyakan. Sedangkan untuk proses berpikir ini secara umum dilakukan dengan cara tanya jawab antara siswa dan guru.

Melalui strategi pembelajaran inkuiri, maka orientasi siswa akan lebih terbentuk. Sedangkan SPI menekankan pada pembangunan intelektual siswa, perkembangan mental yang dipengaruhi oleh keempat faktor seperti equilibration, maturation, social experience dan physical experience.

 3. Strategi pembelajaran berbasis masalah atau SPBM

Pembelajaran SPBN merupakan strategi pembelajaran yang berisi rangkaian aktivitas pembelajaran yang telah menekankan pada proses penyelesaian masalah yang telah dihadapi secara ilmiah. SPBM bersandar pada psikologi kognitif yang bisa terangkat dari asumsi bahwa belajar merupakan proses perubahan pada tingkah laku melalui pengalaman.

Sedangkan belajar tidak hanya sekedar menghafal fakta atau ilmu saja. Akan tetapi belajar juga menjadi suatu proses interaksi yang dilakukan secara sadar antara lingkungan dengan individu. Melalui strategi pembelajaran ini, maka secara perlahan siswa akan mulai berkembang lebih baik lagi. Hal ini membuktikan bahwa perkembangan siswa terjadi melalui aspek efektif dan juga psikomotor.

4. Peningkatan kemampuan berpikir atau SPPKB

Strategi pembelajaran jenis ini dilakukan dengan menekankan pada kemampuan berpikir yang dimiliki setiap siswa. Materi yang diberikan tidak disajikan begitu saja, namun siswa akan dibimbing untuk mencapai proses supaya bisa menemukan sendiri konsep yang seharusnya dikuasai dengan melalui proses dialogis secara terus menerus dan memanfaatkan pengalaman yang dimiliki siswa.

Untuk strategi pembelajaran ini memang mengedepankan pola berpikir, sehingga pembelajaran ini lebih bertumpu pada pengembangan kemampuan siswa dalam berpikir melalui fakta maupun pengalaman yang dijadikan sebagai bahan dalam memecahkan suatu masalah. Hal ini harus diajarkan pendidik kepada para siswa melalui makalah strategi pembelajaran.

5. Strategi pembelajaran kooperatif atau SPK

Metode pembelajaran ini yaitu serangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok tertentu agar bisa mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. strategi pembelajaran kooperatif menggunakan sistem pengelompokan maupun tim kecil antara 4 hingga 6 orang yang yang sama-sama memiliki latar belakang dalam kemampuan akademik, ras maupun jenis kelamin.

Sedangkan untuk sistem penilaiannya juga dilakukan terhadap kelompok. Sehingga masing-masing kelompok memiliki penghargaan atau reward apabila kelompok tersebut memiliki atau menunjukkan prestasi sesuai yang telah di persyaratan. Dengan adanya reward atau penghargaan maka dapat menambah motivasi para siswa untuk lebih giat dalam belajar. Seperti strategi pembelajaran ekspositori.

6. Strategi pembelajaran kontekstual atau CTL

Strategi pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru antara situasi dunia nyata para siswa dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Secara tidak langsung strategi pembelajaran kontekstual dapat mendorong siswa menjadikan hubungan antara kehidupan dengan pengetahuan bisa diterapkan dengan baik.

7. Strategi pembelajaran afektif atau SPA

Strategi pembelajaran afektif merupakan jenis strategi pembelajaran pdf yang berhubungan pada value atau nilai yang tidak mudah diukur. Hal ini dikarenakan menyangkut pada kesadaran diri seseorang yang telah tumbuh pada diri siswa. Sedangkan afektif bisa muncul pada kejadian behavioral. Namun untuk bisa melakukan penilaian maka harus membutuhkan observasi dan ketelitian secara terus-menerus.