Revolusi Industri 4.0 : Pengertian, Sejarah, Ciri dan Penerapannya

6 min read

revolusi industri 4.0

Begitu pesat dan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini hingga mampu mempengaruhi dan merubah cara hidup, cara bekerja,dan cara berhubungan satu sama lain. Dampak kemajuan teknologi pun pasti berimbas langsung kepada industri yang ada, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dengan industri. Hampir semua barang yang kita miliki saat ini adalah hasil industri.

Revolusi Industri merupakan titik balik dalam sejarah yang ditandai dengan perubahan secara besar- besaran di berbagai bidang. Sebagai contoh bidang pertanian,pertambangan, transportasi, manufaktur dan teknologi. Selain itu revolusi industri mempunyai dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia.

Dalam revolusi industri terjadi  transformasi secara cepat dalam proses produksi yang semula menggunakan tenaga manusia beralih dengan menggunakan mesin. Hal ini mengakibatkan barang-barang dapat diproduksi secara massal dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.

Dengan transformasi yang sangat cepat tersebut maka responnya harus terintegrasi dan komprehensif, yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan dari pemerintahan global, sektor publik dan swasta hingga akademisi dan masyarakat luas.

Jika kita melihat perubahan yang sedang terjadi, saat ini kita berada di ambang Revolusi Industri 4.0. (revolusi industri dunia keempat).

Ada banyak perdebatan apakah ini adalah revolusi industri keempat atau perpanjangan dari revolusi industri ketiga. Tetapi sekarang sebagian besar sepakat bahwa kita telah memasuki revolusi baru, yaitu revolusi digital yang menjembatani manusia dengan dunia cyber.

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara lengkap mengenai revolusi industri 4.0 dilihat dari berbagai aspek. Berikut ulasannya :

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?

Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi. Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang, khususnya kecerdasan buatan, robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, percetakan 3D, dan kendaraan tanpa awak (Wikipedia).

Jadi revolusi industri 4.0 artinya integrasi antara dunia online dengan dunia industri untuk meningkatkan efisiensi nilai proses industri.

Revolusi industri 4.0  menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga di seluruh rantai industri sehingga melahirkan model bisnis baru dengan basis digital untuk mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Sejarah Revolusi Industri

Kita telah melihat tiga revolusi industri besar yang telah terjadi sepanjang sejarah.

Revolusi Industri 1.0 adalah revolusi mekanik , ditandai dengan penemuan mesin bertenaga uap dan air pada akhir abad ke 18.

Revolusi Industri 2.0 terjadi pada 1870, merupakan fase revolusi listrik yang ditandai dengan produksi massal menggunakan mesin bertenaga listrik. Pada era ini mulai diciptakan  mobil,pesawat telepon, pesawat terbang.

Revolusi Industri 3.0 terjadi pada tahun 1969, biasa disebut dengan Era Informasi. Yang ditandai dengan perkembangan elektronik dan teknologi informasi.

perubahan revolusi industri 4.0
perubahan revolusi industri 4.0

Awal Mula Revolusi Industri 4.0

Era Revolusi Industri 4.0 dimulai awal pada awal tahun 2018, merupakan revolusi digital yang dicirikan oleh perpaduan teknologi yang menggabungkan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi. Pemikiran di balik Revolusi Industri 4.0 adalah untuk menciptakan jaringan sosial di mana mesin dapat berkomunikasi satu sama lain, yang disebut Internet of Things (IoT) dan dengan orang-orang, yang disebut Internet of People (IoP).

Istilah Revolusi Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan secara publik pada tahun 2011 oleh sekelompok perwakilan dari berbagai bidang (seperti bisnis, politik, dan akademisi) di bawah inisiatif untuk meningkatkan daya saing Jerman di industri manufaktur. Pemerintah federal Jerman mengadopsi gagasan tersebut dalam Strategi Teknologi Tinggi untuk tahun 2020. Selanjutnya, Kelompok Kerja dibentuk untuk memberikan saran lebih lanjut tentang penerapan Industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 membawa otomatisasi industri ke tingkat yang baru dengan memperkenalkan teknologi produksi massal yang dapat disesuaikan dan fleksibel.

Ini berarti bahwa mesin akan beroperasi secara mandiri, atau bekerja sama dengan manusia dalam menciptakan bidang produksi yang berorientasi pelanggan yang secara konstan bekerja untuk mempertahankan dirinya. Mesin itu menjadi alat independen yang mampu mengumpulkan data menjadi database, menganalisisnya, dan memberi masukan padanya.

Dalam revolusi industri 4.0,  teknologi informasi dan komunikasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Perkembangan dunia internet dan teknologi digital yang cepat dan masif mempengaruhi penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas, sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Dan luas serta  dalamnya perubahan ini menandai transformasi seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola.

Latar Belakang Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 didasari keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia  dan pendapatan secara global. Sampai saat ini, mereka yang telah memperoleh manfaat terbaik darinya adalah konsumen yang mampu membeli dan mengakses dunia digital. Canggihnya teknologi saat ini telah menghasilkan produk dan layanan baru yang lebih efisien dan memudahkan kehidupan pribadi kita. Memesan ojek dan taksi, memesan tiket kereta api dan pesawat terbang, belanja, melakukan pembayaran, mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game sekarang bisa dilakukan secara online.

Sebagaimana revolusi terdahulu, revolusi industri 4.0 berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. Namun, kemajuan di bidang otomatisasi dan kecerdasan buatan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pekerjaan manusia suatu hari akan diambil alih oleh mesin-mesin.

Ciri-Ciri Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 membawa otomatisasi industri ke tingkat yang baru dengan memperkenalkan teknologi produksi massal yang dapat disesuaikan dan fleksibel.

Ini berarti bahwa mesin akan beroperasi secara mandiri, atau bekerja sama dengan manusia dalam menciptakan bidang produksi yang berorientasi pelanggan yang secara konstan bekerja untuk mempertahankan dirinya. Mesin itu menjadi alat independen yang mampu mengumpulkan data, menganalisisnya, dan memberi masukan padanya.

Ciri revolusi industri 4.0 adalah perubahan besar dalam dinamika bisnis yang semakin cepat, data yang dihasilkan dan kesiapan akses teknologi dalam hidup kita..

Ciri-ciri/konsep revolusi industri 4.0 yang membedakan dengan revolusi industri sebelumnya antara lain :

  1. Data Besar

Platform data besar membantu perusahaan menganalisis dan membuat keputusan yang berarti berdasarkan semua data yang tersedia. Tantangannya adalah bahwa industri ini masih dalam proses mengembangkan metode untuk menafsirkan data dengan sebaik-baiknya. Revolusi Industri 4.0  akan merubah cara organisasi dan solusi di dalam organisasi tersebut bekerja bersama sehingga tim akan dapat membuat keputusan yang lebih baik, lebih pintar .

  1. Pabrik Cerdas (Smart Factory)

Istilah ini menggambarkan suatu lingkungan di mana mesin dan peralatan dapat meningkatkan proses melalui otomatisasi dan optimasi diri. Manfaatnya juga melampaui produksi fisik barang dan fungsinya seperti perencanaan, logistik rantai pasokan, dan bahkan pengembangan produk.

Struktur pabrik yang cerdas dapat mencakup kombinasi teknologi produksi, informasi, dan komunikasi, dengan potensi integrasi di seluruh rantai pasokan manufaktur.

Berbagai pasar yang mencakup layanan kesehatan hingga barang-barang konsumen akan mengadaptasi teknologi Industry 4.0 yang awalnya dimodelkan di Smart Factory.

  1. Sistem Cyber Fisik (Cyber Physical Systems)

Sistem cyber fisik adalah  integrasi dari proses komputasi, jaringan dan proses fisik, yang mana  mekanismenya dikendalikan atau diawasi oleh algoritma berbasis komputer, terintegrasi dengan internet dan penggunanya. Ini berarti bahwa komputer dan jaringan dapat memonitor proses fisik pembuatan pada proses tertentu.

  1. Internet of Things (IoT)

IoT  adalah sebuah konsep yang pada dasarnya menghubungkan perangkat apapun ke internet.

Dalam Internet of Thing (IoT) suatu perangkat  mempunyai kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa membutuhkan interaksi manusia.

Internet of Things adalah yang memungkinkan perangkat seperti ponsel dan sensor untuk “berkomunikasi” satu sama. Integrasi teknologi semacam itu memungkinkan benda-benda bekerja dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Tentu saja,manusia juga diijinkan untuk campur tangan.

Dengan menggabungkan perangkat yang terhubung ini dengan sistem otomatis, dimungkinkan untuk “mengumpulkan informasi, menganalisisnya, dan membuat tindakan” untuk membantu seseorang dengan tugas tertentu, atau belajar dari suatu proses.

  1. Interoperabilitas

Adalah sebuah kerjasama antar elemen  yang berbeda yang memungkinkan terjadinya pertukaran data atau informasi diantara elemen-elemen tersebut. Interoperabilitas pada dasarnya merupakan apa yang terjadi ketika kita menyatukan elemen-elemen di atas. Ini adalah  koneksi sistem cyber fisik, manusia dan Smart Factory yang berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things.   Obyek, mesin, dan manusia harus dapat berkomunikasi melalui Internet of Things. Ini adalah prinsip paling esensial yang benar-benar membuat pabrik menjadi cerdas.

cara menghadapi revolusi industri 4.0
cara menghadapi revolusi industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Ketika sebuah negara masuk ke era Revolusi Industri 4.0, maka cenderung terjadi pertumbuhan dan perkembangan industri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Cara menghadapi revolusi industri 4.0 ini tiap negara punya strategi masing-masing.

Sektor manufaktur Indonesia harus siap menuju perubahan besar dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 pdf. Konsekuensinya adalah perlunya kemampuan dan pendekatan baru untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan, dengan cara membenahi aspek penguasaan teknologi yang merupakan kunci penentu daya saing di era Revolusi Industri 4.0.

4 Langkah Strategis

Oleh karena itu perlu menyiapkan empat langkah strategis agar dapat mengimplementasikan  Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Langkah pertama, menyiapkan SDM terampil yang siap pakai di sektor industri dengan cara mendorong angkatan kerja di Indonesia untuk terus belajar dan berinovasi dalam rangka memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan di bidang internet dengan lini produksi di industri.

Dalam Revolusi industri 4.0 resikonya adalah ada beberapa jenis pekerjaan yang terdisrupsi.

revolusi industri 4.0 di indonesia

 harus bisa menjadi jembatan penghubung antara pelajar dengan dunia kerja yang relevan agar SDM unggul tercapai sesuai cita-cita pendidikan.

Langkah kedua, memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan Produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah sehingga mampu menembus pasar global.

Langkah ketiga, mendorong kepada industri nasional untuk dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Cybersecurity , Autonomous Robots, Cloud, dan Augmented Reality. Tujuannya adalah untuk menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15 persen. Beberapa sektor indsutri telah menerapkan langkah ini, diantaranya industri petrokimia, semen, otomotif, serta makanan dan minuman. Misalnya dalam industri otomotif, proses produksinya sudah menggunakan sistem robotic dan infrastruktur internet of things.

Dalam  industri makanan dan minuman, teknologi Industri 4.0 diterapkan pada pemilihan bahan baku, tetapi untuk proses pengemasannya masih menggunakan tenaga manusia.

Langkah keempat, melakukan inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi lokasi inkubasi bisnis. Upaya ini telah dilakukan  dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia.

Jadi dari seluruh  ekosistem ini, pemerintah berkeinginan merajut kebijakan strategis ke depan untuk memacu pertumbuhan dan daya saing industri nasional, termasuk menyiapkan insentifnya.

Penerapan Teknologi Manufaktur Pasca Revolusi Industri 4.0

Beberapa industri di ASEAN telah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan mengubah sistem produksi untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan rasio pertumbuhan. Adopsi yang sukses dalam praktek manufaktur tingkat lanjut dapat menstimulasi produksi industri dan pada gilirannya memastikan pertumbuhan dan kemajuan.

Untuk itu, selain meningkatkan efisiensi dan pengurangan biaya operasional, transformasi digital mampu menjamin kualitas produk. Perbaikan segi digital berpotensi meningkatkan produktivitas dan daya saing, yang akhirnya  mengarah pada lahirnya lebih banyak lagi pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Penerapan teknologi baru untuk industri manufaktur juga berkaitan erat dengan sektor logistik. Dengan menaruh smart sensor di lini produksi, akan meningkatkan efisiensi karena bisa mengidentifikasi ketika suatu bahan baku masuk ke pabrik, apa dan bagaimana proses selanjutnya dan berapa jumlah bahan baku yang dibutuhkan.

Namun, masih ada banyak tantangan yang perlu ditangani secara sistematis untuk memastikan transisi yang lancar. Ini perlu menjadi fokus perusahaan besar dan juga pemerintah. Mendorong penelitian dan eksperimen di bidang-bidang seperti itu sangat penting.

Sementara spekulasi mengenai privasi, keamanan, dan pekerjaan membutuhkan lebih banyak studi, gambaran keseluruhannya menjanjikan. Pendekatan seperti itu terhadap industri manufaktur benar-benar revolusioner.

One Reply to “Revolusi Industri 4.0 : Pengertian, Sejarah, Ciri dan Penerapannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *