Pakan Ayam Petelur : Jenis, Harga, Cara Membuat dan Memberikan

10 min read

pakan ayam petelur

Memberikan Pakan Ayam Petelur Yang Baik Dengan Nutrisi Yang Tepat

Dalam memilih pakan ayam yang baik, sebaiknya dipilih berdasarkan kandungan berbagai macam gizi yang ada di dalamnya. ada banyak jenis pakan ayam, yang sudah biasa digunakan oleh para peternak demi mendapat hasil yang baik pada ayam peliharaan mereka. Pakan ayam petelur ini dapat dibeli pada penjual pakan, atau bisa juga membuat/meraciknya sendiri.

Tetapi dalam memilih jenis pakan yang baik bagi ayam-ayam anda, tetap harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan gizi dari masing-masing ayam. Jika harus menggunakan pakan yang harganya murah pun tidak apa, asalkan gizi dari ayam-ayam peliharaan anda sudah terpenuhi dengan baik. Namun pemberian pakan ayam petelur ini harus tetap diperhatikan.

Seperti apa pemberian pakan untuk ayam petelur yang tepat agar cepat panen ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen terkait dengan pemberian pakan ayam petelur :

 

Baca Juga : Bisnis dan Cara Ternak Ayam Petelur Paling Menguntungkan !

 

Jenis Pakan Ayam Petelur

1. Pakan Pabrikan

pakan ayam petelur pabrikan
pakan ayam petelur pabrikan

Jenis pakan ayam yang satu ini diproduksi oleh pabrik, yang memiliki takaran gizi yang cukup yang sesuai dengan kebutuhan ayam-ayam tersebut. takaran pakan ayam petelur tentunya berbeda-beda bagi setiap jenis-jenis ayam petelur yang ada. Untuk pakan pabrikan ini sudah tersedia dalam formulasi pakan ayam petelur yang terbilang lengkap.

Formulasi dalam pakan pabrikan ini juga baik untuk pertumbuhan setiap ayam. Selain itu ukuran pada pakan ini juga sangat beragam, yang juga bisa anda sesuaikan dengan keperluan. Dengan memberikan pakan yang mengandung nutrisi yang seimbang dan juga lengkap, maka pertumbuhan dan kesehatan ayam akan semakin baik.

Pemberian pakan untuk ayam petelur, juga bisa disesuaikan dengan usia ayam seperti :

  • Anak ayam dengan usia 0-4 minggu
  • Ayam di masa pertumbuhan dengan usia 4-16 minggu
  • Ayam di masa produksi telur dengan usia di atas 16 minggu, hingga ke masa panen

Kelebihan dari pakan ayam pabrikan ini adalah memiliki tingkat pada daya tahan tubuh yang tinggi, serta memiliki tingkat keseragaman yang lebih baik yang nantinya dapat menunjang produktivitas telur yang dihasilkan. Anda bisa menggunakan jenis pakan ayam pabrikan dengan merek yang sudah dikenal, hingga kualitasnya sudah teruji dengan baik.

2. Pakan Campuran dengan Bahan Alternatif

pakan ayam petelur alternatif
pakan ayam petelur alternatif | sumber tokomesin.com

Selain membeli jenis pakan ayam pabrikan, anda juga bisa membuat pakan ayam petelur dengan komposisi pakan ayam petelur yang tepat. Dengan takaran dan dosis yang juga sudah ditetapkan. Pakan campuran juga sangat baik untuk ayam peliharaan anda. Nutrisi yang terkandung dalam pakan campuran pun, lebih baik dari pakan pabrikan.

Karena jenis pakan campuran ini tingkat keasliannya lebih terjaga. Pakan campuran ini dapat dibuat dari beberapa bahan olahan, yang asalnya dari hewani dan juga nabati. Pemberian pakan ayam campuran, ini akan membantu ayam untuk lebih cepat bertelur. Kemudian dapat menjadi sumber energi yang tepat bagi ayam, dan baik untuk pertumbuhannya.

Kelebihan lainnya dari pakan ayam campuran ini adalah dapat menunjang produktivitas telur hingga kualitasnya menjadi lebih unggul, dan jumlah telurnya menjadi lebih banyak. bahan-bahannya juga merupakan jenis bahan yang memiliki energi, karena mengandung protein, mineral, dan beberapa jenis pakan adiktif.

Anda bisa memberikan pakan ayam campuran ini ketika ayam-ayam sudah menginjak usia dewasa. Anda juga bisa memberikannya setiap hari. Bahan-bahan pakannya biasanya sudah tersedia di tempat yang jual pakan ayam petelur. Anda hanya tinggal mencampurnya dengan takaran, komposisi dan dosis yang tepat.

3. Pakan Hijauan

pakan ayam petelur hijauan
pakan ayam petelur hijauan

Ayam petelur juga memerlukan kandungan lainnya, yaitu yang terdapat pada jenis pakan hijauan. Kandungan tersebut adalah kandungan protein, yang juga menjadi sumber protein yang utama. Jenis pakan ini biasanya sudah berupa bahan pabrikan. Biasanya pakan hijauan ini dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan.

Sesuai dengan namanya, tumbuhan yang dimaksud adalah dedaunan atau jenis-jenis buah yang belum matang. Bahan itu diiris/dirajang dengan ukuran kecil, lalu campurkan pada bahan dedak/bekatul. Selain dedaunan, contoh pakan hijauan ini bisa juga dalam bentuk biji-bijian. Sifat dari pakan ini, hanya sebagai makanan tambahan saja. Bukan makanan utama/pokok.

Waktu pemberiannya hanya di hari-hari tertentu saja. Misalnya dalam jangka waktu satu minggu, atau lima kali sehari. Jangan memberi pakan hijauan pada ayam terlalu sering.

Jenis-Jenis Bahan Pakan Campuran

Bagi anda yang lebih senang membuat pakan ayam campuran, maka anda harus mempersiapkan beberapa bahan seperti di bawah ini :

1. Bahan Pakan dengan Sumber Energi

Pakan yang mengandung sumber energi tentu baik bagi ayam-ayam peliharaan anda. Terutama untuk jenis ayam petelur. Karena dengan sumber energi yang baik, kandungan gizinya pun akan menunjang produktivitas telur supaya menjadi lebih baik lagi. Ayam yang memiliki sumber energi yang baik, akan memiliki stamina yang seimbang dan juga terpenuhi.

Berikut ini contoh bahan pakan dengan sumber energi, beserta penjelasannya masing-masing :

a. Jagung Kuning

Jangankan pada hewan, pada manusia pun makanan jagung kuning memiliki sumber energi yang baik karena kandungan karbohidrat yang terdapat di dalamnya. apalagi bagi ternak unggas, yang dalam hal ini adalah jenis ayam petelur. Jagung lokal biasanya memiliki tingkat kualitas yang bermacam-macam.

Pemakaian bahan pakan jagung ini sebaiknya tidak dibatasi, karena di dalam jagung tidak terdapat senyawa antinutrisi yang nantinya akan membahayakan ayam-ayam tersebut.

b. Sorgum

Jenis bahan pakan berikutnya yang mengandung sumber energi yaitu sorgum. Bentuknya yang kecil-kecil biasanya lebih mudah dimakan oleh ayam petelur. Namun kelemahan dari bahan pakan ini adalah kurang baik digunakan, di beberapa daerah tertentu.

c. Singkong

Tumbuhan yang buahnya terdapat di bagian akar ini, merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang juga mengandung energi. Tumbuhan ini juga dipakai sebagai olahan makanan ayam petelur. Selain harganya murah, singkong juga tidak terlalu sulit ditemukan.

d. Dedak Padi

Adalah jenis limbah yang sumbernya dari penggilingan padi dengan kulit yang sudah tidak digunakan untuk konsumsi. Dalam dedak padi ini terdapat serat kasar, sehingga pemberiannya bahan pakan ini harus dibatasi sekitar 20%. Biasanya jenis ayam petelur tidak dapat mencerna serat yang kasar dengan baik.

Manfaat dedak padi untuk salah satu bahan pakan ayam petelur adalah, baik bagi pertumbuhan ayam tersebut. namun sayangnya, dedak ini mudah menimbulkan bau serta memiliki kandungan asam fitat yang cukup tinggi. Kandungannya juga bisa mengganggu proses penyerapan pada mineral fosfor.

Padahal zat mineral fosfor ini merupakan kandungan yang sangat penting bagi pertumbuhan telur, yang nantinya dihasilkan oleh ayam petelur itu.

e. Pollard

Adalah salah satu jenis limbah penggilingan juga yang dibuat dari bahan gandum. Jika anda ingin menggunakan bahan pollard pada bahan pakan campuran, maka pemakaiannya juga harus dibatasi karena kandungan serat kasar di dalamnya juga terbilang cukup tinggi.

e. Onggok

Jenis hasil limbah berikutnya yang bisa dijadikan bahan pakan campuran adalah onggok. Onggok ini adalah jenis limbah yang sudah tak dipakai yang sumbernya juga dari sisa bahan pangan, dalam pembuatan tepung tapioka. Jenis bahan pakan ini juga mengandung sumber energi yang baik bagi ayam.

Selain itu harga dari onggok ini juga cukup murah. Namun sama seperti pollard, pemberian bahan pakan ini juga harus dibatasi karena di dalamnya terdapat zat asam sianida atau HCN, yang dimana pemberiannya hanya dibatasi dengan jumlah takaran sekitar 5% saja.

f. Minyak Kelapa Sawit

Bahan pakan berikutnya yang bisa anda gunakan adalah minyak kelapa sawit. Minyak ini mengandung energi CPO dengan jumlah yang cukup tinggi, dan bisa juga dijadikan sumber energi untuk ayam-ayam petelur. Tetapi karena minyak ini mengandung bau tengik yang cukup kuat, maka penggunaannya dibatasi hingga takaran 5% saja.

2. Bahan Pakan Sumber Protein

Pemberian pakan dengan sumber protein biasanya berasal dari tanaman/hewan yang dimana kandungan sumber proteinnya relatif tinggi. Kandungan protein juga diperlukan oleh ayam, terutama untuk ayam-ayam petelur karena manfaat dari kandungannya adalah dapat merangsang produktivitas telur. Sehingga ayam akan menjadi lebih cepat bertelur.

Berikut ini jenis bahan pakan campuran yang bisa anda gunakan, yang juga menjadi sumber protein :

a. Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai juga merupakan salah satu jenis limbah dalam pengelolaan kacang kedelai. Bahan pakan ini juga menjadi sumber protein utama yang sangat baik bagi hewan peternak, khususnya ayam. Dengan kandungan tripsin inhibitor yang terdapat di dalamnya, membuat anda harus membatasi penggunaannya.

Maksimal pemakaiannya hanya sekitar 20-25% saja, karena efeknya tak baik bagi ayam. Yaitu dapat mengganggu proses penyerapan asam amino tripsin yang terdapat pada ayam.

b. Tepung Ikan

Sumber protein berikutnya yang juga menjadi sumber pakan yang utama dan juga sangat tinggi, dengan jumlah kandungan sekitar 40-65%. Kandungan di dalamnya cukup bervariasi, contohnya kandungan garam dengan ukuran yang terbilang tinggi. Anda bisa menggunakan tepung ikan ini, sekitar 7-10% saja.

c. Meat Bone Meal (MBM) atau Tepung Daging dan Tulang

Tepung ini berasal dari hasil limbah tulang hewan, yang memang sudah tidak dipakai. Kandungan protein yang ada di dalamnya juga terbilang tinggi, baik di bagian tulang maupun tepung dagingnya. Pemakaian bahan ini disarankan hanya sekitar 5-10% saja. Tak boleh lebih dari itu.

d. Corn Gluten Meal (CGM) Tepung Lembaga atau Inti Jagung

Bahan pakan yang satu ini adalah jenis limbah yang berasal dari sisa pengolahan minyak jagung. Kandungan protein di dalamnya juga cukup tinggi. Maksimal takaran yang bisa anda gunakan pada tepung lembaga dan inti jagung ini hanya 8% saja.

Karena jika dipakai dalam jumlah yang berlebihan, maka produktivitas telur akan berkurang. Warna dari telur yang dihasilkannya juga akan lebih kuning.

e. Tepung Bulu

Masih ada beberapa jenis limbah yang memiliki kandungan protein tinggi, salah satunya yaitu tepung bulu. Yang merupakan hasil limbah dari pemotongan ayam yang biasanya mengalami kenaikan jumlahnya, secara terus menerus. Apalagi populasi ayam di zaman sekarang, juga semakin meningkat.

Yang menyebabkan permintaan ayam potong di pasaran, juga semakin bertambah. Muncul inovasi terbaru yang sudah merubah bulu ayam, menjadi tepung. Padahal biasanya tepung ayam digunakan kembali menjadi kemoceng, kerajinan tangan, isi jok, sampai pupuk tanaman.

Namun kandungan protein yang ada pada tepung bulu ini sangat tinggi, angkanya mencapai 80-90%. Walaupun kandungan asam aminonya terbilang lebih rendah. Kandungan lainnya yaitu keratin, yang mampu menurunkan tingkat kecemasan serta efisiensi dalam penggunaan zat makanan.

f. Tepung Bekicot

Tepung ini juga mengandung sumber protein yang cukup baik untuk pertumbuhan hewan ternak khususnya unggas. Selain protein, zat lainnya yang terkandung di dalam tepung bekicot yaitu fosfor dan juga mineral kalsium. Pemakaian ransum pada ayam petelur ini tidak boleh lebih dari 10% bagiannya.

3. Bahan Pakan dengan Sumber Mineral

Manajemen pakan ayam petelur bergantung pada takaran serta usia dan kebutuhan ayam tersebut. seperti misalnya bahan mineral yang terdapat dalam bahan pakan yang dapat dijadikan pakan campuran. Bahan mineral ini dibutuhkan oleh ayam, supaya proses pembentukan cangkang pada telur bisa berjalan dengan baik. Khususnya kandungan fosfor dan kalsium.

Namun untuk bahan pakan dengan kandungan mineral ini sebaiknya pemakaiannya tidak melebihi batas 3-4%.

4. Bahan Pakan Aditif

Kandungan untuk bahan pakan berikutnya yang dibutuhkan dalam pakan campuran, adalah kandungan aditif. Anda bisa memilih jenis bahan pakan yang memiliki kandungan aditif tersebut. kandungan ini dibutuhkan untuk pemenuhan nutrien mikro. Kegunaan bahan pakan aditif ini juga sebagai anti bakteri dan dapat memacu pertumbuhan ayam dengan baik.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Analisa Usaha Ayam Petelur Kandang Ayam Petelur
Bibit Ayam Petelur Harga Ayam Petelur

Cara Membuat Pakan Ayam Petelur

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa peternak bisa membuat sendiri pakan ayam untuk jenis ayam petelur. Cara membuatnya harus dilakukan dengan langkah yang tepat. Berikut ini, bahan yang harus anda persiapkan serta tata cara peracikannya dengan benar.

Bahan-bahan :

  • Jenis limbah pertanian rumah tangga
  • Jagung yang sudah digiling
  • Ampas kedelai
  • Kacang tanah
  • Ampas kelapa
  • Bekatul
  • Dedak padi
  • Sorgum
  • Singkong

Langkah pembuatan :

  1. Langkah yang pertama adalah, jemus bahan-bahan yang ingin digiling lebih dulu kemudian campurkan lagi selama sekitar satu sampai dua minggu sampai bahan benar-benar kering.
  2. Lalu gabungkan bahan yang nantinya akan anda pilih, dengan mengaduk semua bahan yang ada hingga benar-benar rata. Jika anda ingin semua bahan tercampur dengan sangat rata, anda bisa menggunakan mesin yang khusus menghaluskan bahan tersebut sampai benar-benar halus.
  3. Jika bahan sudah tercampur, jemur kembali bahan itu selama satu atau dua hari saja. Tergantung tingkat kekeringan bahan tersebut.
  4. Ketika proses penjemuran dilakukan, gunakan terpal dengan menggelarnya dan disimpan di bawah sinar matahari secara langsung. Tujuannya yaitu supaya bahan menjadi lebih cepat kering dengan lebih baik lagi.
  5. Jika bahan sudah benar-benar kering, tuangkan ke dalam ember berbahan plastik supaya seluruh bahan tergabung kembali. Berikan suplemen tambahan ke dalam olahan agar pertumbuhan ayam petelur ini menjadi semakin cepat.
  6. Kemudian pisahkan pada wadah yang telah disiapkan.
  7. Tambahkan/campurkan air secukupnya lalu aduk kembali sampai seluruh bahan olahan tersebut tercampur dengan air sampai merata.

Cara memberikan pakan ayam dengan menggunakan bahan campuran tersebut, terbilang cukup efektif. Bukan hanya baik untuk produktivitas telur yang dihasilkan, tetapi juga mampu menekan biayanya menjadi lebih hemat hingga 50% dibandingkan jika anda membeli bahan pakan pabrikan.

Namun perlu anda perhatikan juga bagaimana ayam beradaptasi dengan bahan campuran tersebut. karena banyak juga ayam yang ternyata tidak cocok dengan jenis bahan campuran yang dibuat tadi. Sehingga anda harus memastikan bahwa ayam-ayam itu akan memakan pakan, dan mencernanya dengan baik. Selain itu cara mencampur pakan ayam petelur juga harus dilakukan dengan baik.

Daftar Harga Pakan Ayam Petelur

Jika dilihat dari segi kualitasnya, jenis pakan yang paling bagus adalah pakan pabrikan. Karena kandungan nutrisinya terbilang lengkap, dan penggunaannya pun lebih praktis dibanding pakan campuran. Tetapi, dengan kualitasnya yang lebih baik dari pakan campuran tentu akan berpengaruh pada harga. Harganya juga jauh lebih mahal.

Tetapi bila anda lebih nyaman dengan pakan campuran, maka anda bisa memilih pakan tersebut. karena walaupun kualitas pabrikan lebih baik, bukan berarti kualitas campuran ini buruk. Dengan takaran yang pas, sesuai usia ayam, dan sesuai dengan kebutuhan Pakan Ayam Petelur perhari itu sendiri maka kualitas bahan campuran ini bisa setara dengan bahan pabrikan.

Namun kelebihan dari bahan pabrikan ini memang lebih praktis dan lebih menghemat waktu. Berikut penjelasan masing-masing harga dari kedua bahan tersebut :

1. Harga Bahan Pakan Pabrikan

Harga pakan ini tentu variatif sekali. Terkadang harganya ditentukan oleh jenis dan juga produksi pembuatannya. Berikut ini daftar pakan ayam petelur dari bahan pabrikan :

Merk Pakan

Harga

EH 818 Rp.241.000
EH 811A Rp.337.000
7582 Rp.341.000
7183 Rp.274.500
7183A Rp.277.000
NHK 35 Rp.343.500
324 KJ Rp.322.000
J 42-1 Rp.264.500

2. Harga Bahan Pakan Campuran

Meskipun pemberian pakan pada ayam petelur akan lebih praktis, efektif dan efisien pada pakan bahan pabrikan tetapi banyak juga peternak yang lebih memilih bahan campuran saja. Karena penggunaan bahan campuran ini memang banyak manfaat dan keuntungannya.

Jika anda memakai bahan campuran, maka anda bisa menyesuaikan sendiri jumlah nutrisinya dengan kebutuhan ayam-ayam itu sendiri. Serta dapat disesuaikan kembali dengan kondisi ayam yang anda pelihara. Karena harga pakan pabrikan ini lebih mahal, maka penggunaan bahan campuran akan menghemat anggaran anda.

Apalagi jika harga ayam pabrikan tiba-tiba melonjak naik, maka hal itu bisa merugikan peternak yang terbiasa menggunakan bahan pabrikan. Tak heran bila banyak juga peternak yang sejak awal memilih bahan campuran saja. Bahan pakan ayam campuran yang biasa digunakan para peternak, biasanya terdiri dari jagung, konsentrat dan juga dedakpadi.

Biaya keseluruhan jumlah pakan pada bahan campuran ini bisa mencapai Rp1.200.000, hingga mencapai panen. Walaupun kisaran harga tersebut tetap tergantung pada jumlah ayam, usia, jenis bahannya apa saja, dan harga dari beberapa bahan yang biasanya akan bergantung pada wilayah/daerahnya peternak masing-masing.

Manajemen Pemberian Ransum Pada Ayam Petelur

Pemberian ransum dengan cara yang khusus pada ayam petelur ini artinya adalah adanya langkah-langkah manipulasi, dalam hal pemberian ransum yang memang harus diambil oleh para peternak. Misalnya ketika peternak menemukan menghadapai berbagai masalah/kendala di lapangan. Misalnya bobot tubuh ayam yang tiba-tiba saja merosot, atau kurang dari standar bobot pada umumnya.

Berikut penjelasan lengkapnya :

1. Ketika Pergantian Ransum Dimulai

Pada saat ransum berganti, sebaiknya anda fokus saja pada bobot tubuh ayam tersebut dan bukan pada usia ayamnya. Waktu yang tepat dalam mengganti jenis ransum adalah perhatikan data dari perkembangan bobot tubuh ayam tersebut. misalnya, di usia empat minggu jumlah bobot masih di bawah standar. Maka pemberian ransum pun bisa diperpanjang.

Sampai target atau fokus awal anda dalam bobot tubuh ayam tersebut, mencapai target yang sesuai. Tetapi jika perbedaan bobot tubuhnya masih jauh di bawah standar/umum, anda bisa mengganti formulasi ransum tersebut dengan cara menambah jumlah pakan yang mengandung sumber energi.

Formulasi ransum ini, juga akan berpengaruh pada kebutuhan pakan ayam petelur per hari. Contohnya, anda bisa menambah porsi bahan pakan jagung yang jumlah energinya cukup banyak. anda juga harus melakukan pergantian formulasi ransum ini dengan bertahap. Seperti :

  • Hari ke-1 : ransum lama 75% dan ransum baru 25%
  • Hari ke-2 : ransum lama 50% dan ransum baru 50%
  • Hari ke-3 : ransum lama 25% dan ransum baru 75%
  • Hari ke-4 : ransum baru mencapai 100%

2. Faktor Menurunnya Ransum Pada Ayam Petelur :

a. Ayam Sedang dalam Kondis Stres

Untuk pertama kalinya ayam akan merespon fokus dalam meningkatkan laju metabolisme, pada cadangan energi yang tersimpan di dalam tubuh. Sehingga laju pergerakannya pun akan melambat, termasuk pada proses penyerapan di bagian usus. Maka konsumsi ransum pun mau tidak mau akan menurun.

Kondisi ayam yang stres ini akan menyebabkan ayam menjadi malas, dan hilang nafsu makan.

b. Jumlah Air Minum

Bila jumlah air yang tersedia kurang, maka ayam pun akan mengurangi konsumsi ransumnya juga. Karena konsumsi ransum pada ayam petelur, berbanding lurus dengan konsumsi air minum pada ayam tersebut.

c. Kandang Yang Cenderung Padat

Jika kandang terlalu padat, maka kapasitas kandang yang sempit itu bisa membatasi ruang gerak ayam-ayam itu. Otomatis konsumsi ransum pun menurun dan pertumbuhannya juga akan melambat.

d. Penolakan Ransum

Jika terjadi penolakan ransum pada ayam-ayam tersebut, maka ayam pun akan mogok makan. Penyebabnya beragam, bisa karena ransumnya berjamur, muncul bau tengik, atau muncul kutu. Sehingga ia pun akan kehilangan selera makannya.