Cara Membuat Pakan Ayam Joper, Takaran, dan Jadwal Pemberiannya

7 min read

Pakan Ayam Joper

Pakan Ayam Joper saat ini sudah mulai digemari banyak peternak ayam di Indonesia. Joper atau Jowo Super adalah ayam hasil persilangan antara ayam petelur betina dengan ayam kampung jantan. Persilangan ini menghasilkan ayam dengan kemampuan menghasilkan telur yang tinggi, daging yang enak, daya tahan tubuh yang kuat, dan dapat dipanen lebih cepat dibandingkan ayam kampung.

Ternak Ayam Joper merupakan salah satu faktor yang tidak bisa dianggap remeh dalam menjalankan bisnis ayam, maupun hanya sekadar memelihara. Ini disebabkan karena pakan adalah sumber energi bagi ayam, sehingga melalui pemberian pakan yang sehat dan tepat gizi, ayam joper yang dihasilkan juga akan berkualitas.

Seperti apa pemberian pakan yang baik dan proporsional untuk pakan ayam joper ? Berikut ulasan lengkap Jurnal Manajemen mengenai pakan ayam joper :

Artikel Terkait
Desain Kandang Ayam Joper
Harga Ayam Joper
Bibit Ayam Joper

Pakan Ayam Joper

Ayam joper bisa mulai dipanen saat berusia lebih dari dua bulan. Tetapi hal ini bisa Anda atur sesuai dengan kebutuhan pasar. Jika pasar menginginkan ayam yang berusia muda dan berukuran kecil, maka pada usia kurang dari dua bulan, Anda sudah bisa memanen ayam joper.

Pakan joper sebenarnya tidak berbeda dengan ayam ternak pada umumnya. Anda bisa memberikan dua jenis pakan, yaitu pakan utama dan pakan pelengkap. Pakan utama merupakan jenis pakan yang paling sering diberikan, sedangkan pakan pelengkap adalah jenis pakan yang diberikan hanya untuk melengkapi gizi dari pakan utama, bukan merupakan pakan yang paling esensial.

1. Pakan Utama

Pakan Konsentrat
gambar Pakan Konsentrat | sumber : hobiternak.com

Pakan utama yang bisa diberikan untuk ayam joper adalah konsentrat. Jenis konsentrat yang diberikan juga berbeda-beda, tergantung dari umur ayam yang sedang Anda pakan. Anda bisa memberikan konsentrat dengan jenis 511, BR-1, atau AK-1 untuk ayam dengan umur 0-3 minggu.

Untuk ayam yang sudah berumur lebih dari tiga minggu, jenis konsentrat yang diberikan adalah 512, BR-2, atau AKA-2. Pakan jenis ini memiliki tekstur yang lebih kasar dan ukuran yang lebih besar. Saat ini, ada berbagai merk pakan ayam joper yang tersedia seperti Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, dan New Hope.

Umumnya, pakan pabrikan sudah terstandarisasi dan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Di bagian luar kemasan, sudah tersedia komposisi yang terkandung dalam pakan, sehingga Anda bisa mengetahui kandungan protein, lemak, maupun vitamin di dalamnya.

2. Pakan Pelengkap

Pakan ayam tambahan
gambar Pakan ayam tambahan

Pakan pelengkap merupakan pakan yang sifatnya opsional, sehingga pemberian pakan jenis ini tergantung dari keputusan Anda, karena sudah ada pakan utama yang memberikan nutrisi esensial bagi ayam joper.

Ada beberapa pilihan pakan pelengkap yang bisa Anda tambahkan sebagai pendamping pakan utama, yaitu bekatul, jagung, singkong, bungkil kedelai, bekicot, sayuran, dan berbagai jenis tepung protein hewani.

Pemberian pakan pelengkap harus Anda perhatikan takarannya. Sebagai contoh, pemberian bekatul dalam jumlah yang tepat, yaitu maksimal 10-15% dari total pakan yang diberikan bisa mendukung perkembangan ayam, tetapi jika lebih dari batas tersebut justru akan mengganggu sistem pencernaan ayam, yang secara tidak langsung berdampak pada penurunan produktivitas.

Jadwal Pemberian Pakan Ayam Joper

Pakan adalah salah satu komponen dalam bisnis ayam yang cukup krusial, terutama dalam menentukan apakah bisnis akan untung atau rugi. Hal itu karena selain sebagai sumber energi, pemberian pakan adalah pengeluaran terbesar dalam bisnis. Persentasenya bisa mencapai 70-80% dari total biaya usaha sehingga pakan ayam yang diberikan harus sesuai takaran dan padat gizi.

Kebutuhan Pakan Per Ekor

Kebutuhan pakan ayam joper sampai panen pasti berbeda-beda dalam setiap tahapan tumbuhnya. Semakin dewasa, maka ayam akan mengonsumsi pakan semakin banyak, karena membutuhkan energi yang jauh lebih banyak dibandingkan ayam yang masih berusia muda. Kebutuhan ayam joper adalah sebagai berikut:

Usia Ayam (hari)

Kebutuhan Pakan/Hari/Ekor (gram)

0-7

10

8-14

15
15-21

20

22-28

30
29-35

40

36-42

50

43-49

60

50-60

70

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa kebutuhan pakan ayam joper semakin meningkat setiap pertambahan umur ayam. Tabel ini bisa Anda gunakan sebagai pedoman dalam pemberian pakan, juga untuk memonitor nafsu makan ayam, sehingga Anda bisa mengetahui apakah ayam dalam keadaan yang sehat atau tidak.

Kebutuhan pakan yang tertulis di tabel di atas adalah untuk satu ekor ayam per hari. Sehingga kebutuhan pakan ayam joper sampai panen atau berusia 60 hari adalah sekitar 2.400 gram per ekor. Kebutuhan pakan ini bisa Anda kombinasikan dengan pakan pelengkap yang lebih murah, dengan kandungan nutrisi yang tidak kalah banyak dibandingkan pakan konsentrat.

Tetapi, untuk ayam joper dengan usia kurang dari 30 hari, usahakan untuk menggunakan pakan konsentrat saja sebagai makanan utama, dan tidak menggunakan pakan pelengkap supaya ayam tidak mudah terserang penyakit, yang mungkin saja berasal dari pakan pelengkap yang Anda berikan.

Kebutuhan Pakan untuk Skala Bisnis

Dalam skala bisnis, kebutuhan pakan ayam joper per 100 ekor yaitu sebesar 240 kg atau sekitar 10 karung pakan ukuran 25 kg. Ini tentu bukan jumlah yang sedikit, Anda perlu menyiasatinya dengan mulai memanen ayam saat menginjak usia dua bulan, karena pada usia ini bobot ayam sudah mencukupi sebagai daging konsumsi dan Anda juga tidak perlu mengeluarkan pakan tambahan.

Pakan dalam satu hari bisa diberikan sebanyak dua sampai tiga kali sehari, tergantung dari waktu yang Anda miliki. Jika tidak mempunyai banyak waktu, Anda bisa memberikan pakan sebanyak dua kali sehari juga sudah cukup.

Pemberian pakan dua kali sehari bisa dilakukan pagi dan sore hari, karena biasanya ayam sudah tidak aktif pada malam hari setelah matahari tenggelam. Pemberian pakan bisa dibagi dengan persentase 50% pada saat pagi pukul 07.00 dan 50% pada saat sore pukul 16.00.

Untuk pemberian pakan tiga kali sehari, Anda bisa memberi pakan pada pagi hari, siang hari, dan sore hari dengan persentase 40%, 30%, dan 30%. Peletakan wadah pakan juga harus diperhatikan. Usahakan untuk memberikan wadah pakan dalam jumlah yang banyak dan menyebar, supaya ayam tidak saling berebut dan meminimalisasi pakan terbuang pada saat ayam saling berebut.

Selama memberi pakan, Anda juga harus mengecek apakah minum masih tersedia dan masih layak untuk dikonsumsi, karena air minum juga dapat menyebarkan penyakit jika tidak rutin diganti dan dibersihkan. Ganti air minum setidaknya sehari sekali dan beri tambahan vitamin.

Sama seperti pakan, kebutuhan air minum juga berbeda setiap fase tumbuh dan berkisar antara dua liter/hari sampai delapan liter/hari untuk 100 ekor. Peletakan air minum juga usahakan untuk menyebar dalam jumlah yang mencukupi.

 

Baca Juga : Cara Budidaya Ayam Joper (Jawa Super) Paling Menguntungkan !!!

 

Cara Membuat Pakan Ayam Joper

Untuk menghemat pengeluaran biaya pakan, Anda bisa mengombinasikan pakan utama dengan pakan pelengkap tanpa harus mengurangi porsi makan ayam. Selain bisa meminimalkan pengeluaran, ayam juga mendapatkan nutrisi tambahan yang tidak terkandung di pakan pabrikan.

Anda bisa menggunakan tabel kebutuhan pakan ayam di atas sebagai panduan dalam menentukan besaran pakan yang diberikan. Untuk mengombinasikan pakan utama dan pakan pelengkap, Anda bisa membaginya dengan takaran 50%:50% atau 75%:25%.

Takaran pakan pelengkap sebanyak 50% atau 25% bisa terdiri dari berbagai jenis pakan pelengkap seperti dedak, jagung, bungkil kelapa, bungkil kedelai, atau tepung hewani. Anda perlu mencampurkan beberapa jenis pakan pelengkap menjadi satu, karena beberapa pakan pelengkap tidak cocok apabila diberikan dengan dosis lebih dari 30%.

Sebagai contoh berikut takaran pakan ayam joper yang bisa Anda tiru. Apabila Anda memiliki 100 ekor ayam usia enam minggu, maka pakan yang Anda butuhkan setiap hari sebanyak 5 kg. Jumlah tersebut bisa Anda bagi 50% untuk pakan utama dan 50% untuk pakan pelengkap sebanyak 2,5 kg untuk masing-masing pakan.

Tetapi ada beberapa jenis pakan yang tidak boleh dikonsumsi dalam batasan tertentu. Contohnya adalah tepung ikan yang hanya boleh dikonsumsi sebanyak 10% dari total pakan, jagung sebesar 20%, bungkil kedelai dan singkong sebesar 40%, dan bekatul sebanyak 45%.

Jumlah tersebut merupakan jumlah anjuran dari segi ekonomi dan nutrisi yang terkandung. Pakan pelengkap seperti bungkil merupakan jenis pakan yang mudah busuk, sehingga takarannya harus dibatasi, supaya tidak menimbulkan bau saat dipakan masih tersisa.

Info Penting !!!

Dari segi ekonomi, pakan seperti tepung ikan perlu dibatasi, karena kandungan protein dan harga yang tinggi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi dan bisa menimbulkan kerugian. Selain itu, protein juga sudah terkandung di pakan utama, sehingga tidak perlu penambahan dalam jumlah yang banyak.

Salah satu permasalahan yang kerap kali dihadapi oleh peternak ayam adalah fluktuasi harga pakan. Terkadang ketersediaan pakan di pasar tidak mencukupi, sehingga terjadi kelangkaan pakan yang berdampak pada harga pakan ayam yang meningkat. Hal ini bisa Anda siasati dengan membuat pakan sendiri.

Resep Pakan 1

Anda hanya memerlukan beberapa bahan untuk membuat pakan ayam joper agar cepat besar. Sebagai contoh, bahan-bahan berikut adalah untuk membuat pakan sebanyak 5 kg. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan jumlah pakan yang akan Anda buat.

Bahan-bahan :

  1. Dedak 2 kg
  2. Tepung jagung 1,5 kg
  3. Tepung ikan 0,5 kg
  4. Ampas tahu 0,5 kg
  5. Tepung tulang 0,25 kg
  6. Tepung daun pepaya 0,25 kg
  7. Gula pasir 1 sdm
  8. Suplemen Organik Cair (SOC) 1 tutup botol

Cara Membuat :

Cara membuatnya juga cukup sederhana. Anda bisa melakukannya di rumah dengan alat berupa wadah untuk mencampurkan bahan-bahan dan drum tertutup untuk fermentasi pakan. Keunggulan dari pakan fermentasi ini adalah nutrisi yang terkandung sudah lengkap dan terurai oleh mikroorganisme, sehingga pakan lebih mudah tercerna. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  1. Campurkan SOC dan gula pasir sampai larut dalam air
  2. Diamkan campuran tersebut selama 15 menit
  3. Masukkan bahan-bahan yang lain menjadi satu kemudian aduk hingga merata dan menggumpal
  4. Masukkan ke dalam drum yang tertutup selama 24 jam
  5. Setelah 24 jam, buka tutup dan diamkan beberapa saat sampai suhu pakan menurun
  6. Jika pakan sudah dingin atau hangat, Anda bisa mulai memberikan pakan tersebut

Resep Pakan 2

Selain pakan fermentasi, Anda bisa membuat pakan ayam dari talas. Semua bagian dari talas bisa Anda gunakan sebagai bahan pakan ayam. Bahan campuran lain, yaitu beras aking dan dedak. Langkah membuatnya juga cukup sederhana.

  1. Potong talas menjadi lebih kecil. Bagian yang bisa Anda gunakan yaitu umbi, daun, dan tangkai.
  2. Tanak potongan talas tersebut sampai lembut
  3. Campurkan talas dengan beras aking dan dedak.

Keunggulan dari pakan talas adalah biaya yang dikeluarkan sangat sedikit. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli talas, karena tanaman ini dapat tumbuh liar. Selain itu, beras aking dapat Anda peroleh dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan beras lain dengan kualitas yang lebih baik. Dedak yang digunakan juga bisa dedak dengan kualitas yang sedang.

Persentase campuran pakan talas ini yaitu 50%:25%:25%. Sehingga, jika Anda membuat pakan sebanyak 5 kg, Anda memerlukan 2,5 kg talas, 1,25 kg beras aking, dan 1,25 kg dedak. Kelemahan dari pakan ini adalah kandungan nutrisi yang tidak selengkap pakan fermentasi atau pakan pabrikan, sehingga Anda tidak memberikan pakan jenis ini setiap hari selama pertumbuhan ayam.

Meskipun kandungan nutrisi tidak selengkap pakan jenis lainnya, tetapi pakan talas tetap dapat berfungsi sebagai sumber energi bagi ayam. Beberapa peternak sudah membuktikan bahwa pakan talas dapat meningkatkan bobot ayam dan telur yang dihasilkan.

Selain kandungan nutrisi, pakan talas juga tidak familiar bagi ayam, sehingga pada awalnya, ayam akan terlihat kurang tertarik dengan talas. Ini bisa Anda siasati dengan hanya memberikan pakan talas sekali sehari, dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, Anda bisa mencampurkan pelet pada pakan talas, sehingga secara tidak langsung ayam akan memakan pakan talas sekaligus.


Resep Pakan 3

Beberapa contoh pakan buatan di atas adalah pakan untuk ayam dewasa, sedangkan pakan ayam joper umur 1 bulan tentu saja berbeda. Untuk anakan usia kurang dari 1 bulan, Anda hanya perlu memberikan pakan pabrikan yang diformulasikan khusus untuk anakan, tetapi jika Anda memilih untuk membuat pakan sendiri, maka ada beberapa bahan yang diperlukan seperti:

Bahan-Bahan

  1. Kacang kedelai (1250 gram)
  2. Jagung (1250 gram)
  3. Beras merah (750 gram)
  4. Kacang hijau (750 gram)
  5. Tepung ikan (400 gram)
  6. Bungkil kelapa (350 gram)
  7. Dedak (250 gram)

Bahan-bahan tersebut hanya perlu dicampurkan dengan tambahan sedikit air supaya merata. Komposisi di atas adalah bahan untuk membuat 5 kg pakan buatan. Perlu diperhatikan, bahwa ayam berumur kurang dari 1 bulan memerlukan pakan yang halus, sehingga Anda perlu menggilingnya terlebih dahulu dan menggunakan tepung serta dedak yang halus.

Selain bahan-bahan di atas, Anda bisa menambahkan beberapa sayuran sebagai sumber vitamin tambahan, seperti kecambah, selada air, atau semanggi. Di samping sayuran hijau, Anda bisa menambahkan vitamin yang sudah tersedia di toko peternakan dan mencampurkannya di minuman maupun makanan.

Bahan Tambahan

Pertumbuhan ayam pada usia 1 bulan juga memerlukan mineral. Hal ini disebabkan karena ayam akan bertumbuh dan tulangnya akan memanjang serta membesar, sehingga mineral sangat diperlukan. Anda bisa membuat campuran mineral dengan bahan sebagai berikut:

  1. Garam dapur
  2. Kalsit
  3. Tepung tulang

Campuran mineral ini hanya ditambahkan dalam jumlah yang kecil, yaitu 2% dari total pakan yang diberikan. Garam dapur yang digunakan berfungsi sebagai sumber natrium dan klorin, kalsit atau kapur berfungsi sebagai sumber kalsium, dan tepung tulang berfungsi sebagai sumber fosfor.

Penambahan campuran mineral, diharapkan dapat membuat pakan yang diberikan sudah seimbang antara nutrisi makro seperti lemak, protein, karbohidrat, dengan vitamin dan mineral, sehingga pertumbuhan ayam dapat maksimal. Hal ini juga secara tidak langsung berperan dalam kesuksesan usaha ternak ayam joper yang Anda jalankan.