Pengertian Norma Kesusilaan : Tujuan, Ciri-Ciri, Sanksi, Contoh, Dll

6 min read

9. Norma Kesusilaan

Norma Kesusilaan merupakan salah satu dari empat norma yang lebih mengutamakan perasaan. Hal ini membuatnya cenderung menentukan sesuatu melalui hati untuk bisa melakukan suatu kegiatan yang berkaitan dengan norma tersebut. Adanya norma ini menjadikan seseorang untuk memilih kebaikan dan tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri. 

Sanksi yang berlaku pada norma ini juga tidak seperti halnya norma lain, karena pada umumnya sanksi itu akan datang menghampiri perasaan seseorang ketika berbuat salah. Norma ini tentunya dimiliki oleh setiap orang sejak kecil, dan dapat bisa mendarah daging seperti pada ciri-ciri norma. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan dengan contoh norma kesusilaan. 

Berikut artikel Jurnal Manajemen yang membahas lengkap mengenai norma kesusilaan beserta contohnya di masyarakat : 

 

Baca Juga : Macam Macam Norma : Pengertian, Sanksi, Contoh, Dll

 

Pengertian Norma Kesusilaan 

Norma ini merupakan salah satu bentuk norma yang berasal dari hati seseorang dan berkaitan dengan akhlak yang kemudian diterapkan dalam perilaku. Terkadang norma kesusilaan sering kali dikaitkan dengan adanya Norma Agama dan juga Norma Kesopanan pada diri seseorang. Hal ini karena norma-norma tersebut tentunya saling berhubungan. 

Pada norma seperti ini umumnya memiliki sebuah penekanan pada hati yang berupa niat dan tekat seseorang sebelum melakukan suatu kegiatan. Norma ini juga biasanya dianggap berlaku secara  universal karena berasal dari hati dan akhlak seseorang. Adanya norma ini, tentu membuat setiap orang lebih menggunakan hati dalam berperilaku manusiawi. 

Tidak hanya itu, sumber norma kesusilaan ini juga menjelaskan mengenai kehidupan serta dapat dijadikan sebagai pembeda dalam sebuah hubungan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak heran jika segala perbuatan manusiawi yang terjadi merupakan awal dari norma kesusilaan, termasuk dengan perbuatan yang dapat menyakiti hati nurani seseorang.

Norma jenis ini mempunyai ketentuan dari peraturan yang bersifat sosial namun pada dasarnya sanksi yang ada pada norma ini tidak tegas seperti norma lainnya. Mengingat bahwa kaidah yang ada pada norma ini tidak tertulis, melainkan sebuah pelaksanaan dari peraturan tersebut. Sehingga tidak heran jika kaidah pada norma ini sedikit mirip dengan sikap moral manusia. 

Sanksi Norma Kesusilaan 

Setiap sanksi yang berlaku terhadap pelanggaran ini banyak disebabkan oleh beberapa hal yang menyimpang dari kebaikan. Tidak perduli kepada perasaan orang lain juga dapat menimbulkan pelanggaran dari norma tersebut yang paling umum terjadi. Terpaksa juga merupakan hal yang dapat membuat seseorang melanggar nilai susila. 

Sanksi atau hukuman diberikan kepada seseorang yang terbukti melanggar norma atau peraturan yang telah ditetapkan dengan sanksi yang setimpal. Anda sendiri tentunya pernah melihat gambar norma kesusilaan yang akan diberikan hukuman akibat pelanggaran sikap yang dilakukan seseorang. Walaupun sanksi yang diberikan tidak berat, melainkan seperti penjelasan berikut ini. 

1. Rasa Malu

Adapun sanksi tersebut bisa berupa rasa malu yang disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya ketika Anda melakukan sesuatu yang tidak sesuai dan menimbulkan dampak malu pada diri. Malu datang dari dalam diri seseorang melalui perasaan, yang membuat Anda enggan untuk menampakkan diri pada orang lain. Seperti hal ketika Anda malu karena tidak berkata dengan jujur. 

2. Menyesal

Penyesalan bisa datang kapan saja kepada diri sendiri, baik itu karena perbuatan masa lalu atau kejadian saat ini yang disebabkan oleh kelalaian Anda. Menyesal merupakan ungkapan seseorang yang ingin mengulang kembali semuanya dari awal, namun tidak bisa. Seperti halnya ketika Anda menyesal karena telah melakukan hal yang buruk kepada seseorang. 

3. Mendapat Teguran 

Teguran juga merupakan salah satu sanksi yang diberlakukan kepada seseorang dengan cara menegur secara baik atau tegas, kepada manusia yang berbuat salah. Cara ini umumnya dilakukan ketika seseorang melakukan hal buruk, dan mendapatkan teguran secara terang-terangan kepadanya. Teguran dilakukan agar seseorang menyesali perbuatannya, dan kembali berbuat baik. 

4. Merasa Diasingkan

Seseorang yang telah berbuat salah, sering kali merasa minder untuk bertemu dengan orang lain, bahkan untuk berbicara dengan masyarakat lainnya. Hal ini karena ia takut jika dirinya nanti akan diasingkan bahkan dikucilkan karena perbuatannya yang telah melanggar hukum. Tidak sedikit warga yang memilih untuk menyendiri karena tidak tahan dengan sindiran yang didengarnya. 

Contoh Pelanggaran Norma Kesusilaan 

Pelanggaran dari Norma Sosial seperti ini cukup banyak, dan sering terjadi di setiap wilayah. Namun sebagian masyarakat sering kali menyebut bahwa mereka yang melanggar norma tersebut tidak memiliki rasa manusiawi atau rasa kasihan. Agar lebih jelas, berikut ini merupakan beberapa contoh yang terjadi dari  pelanggaran pada norma tersebut yang umum ada dimasyarakat. 

1. Tidak Jujur

Jujur merupakan salah satu peran penting yang wajib dimiliki oleh setiap orang, untuk itu setiap orang perlu menerapkan sikap jujur. Salah satu contoh dari pelanggaran norma ini adalah berkata bohong, atau tidak jujur kepada orang lain. Bahkan sanksi yang didapat akan lebih besar jika ucapan bohongnya menimbulkan masalah bagi orang lain. 

2. Memfitnah Seseorang

Perbuatan ini terbilang cukup kejam karena ucapan yang dikeluarkan untuk mengadu domba seseorang akan berdampak pada kesalahpahaman yang mengakibatkan pertengkaran. Terutama jika korban dari fitnah tersebut adalah orang yang tidak bersalah sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan ini cukup tidak manusiawi. 

3. Mengambil Hak Orang Lain

Korupsi merupakan sebuah pelanggaran dari norma kesusilaan yang cukup merugikan dan dapat meresahkan masyarakat. Selain itu korupsi juga merupakan kegiatan yang membuat orang lain dirugikan, dan termasuk tidak memiliki rasa kasihan kepada orang lain. Fitnah sendiri merupakan perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. 

4. Menghina Orang Lain

Contoh kesusilaan selanjutnya yaitu merendahkan dan juga mencela orang lain tanpa berpikir terlebih dahulu. Sebagai contoh ketika seseorang menghina orang lain yang memiliki kekurangan dan juga mencela apa saja yang dilakukan orang lain merupakan tindakan pelanggaran kesusilaan. Hal ini tidak boleh dilakukan karena dapat menimbulkan rasa sakit hati pada diri orang yang dihina. 

5. Tidak Menghormati Orang 

Sesama manusia tentunya harus saling menghormati satu sama lain, dan saling menjaga perasaan yang lainnya. Sikap tidak menghormati dan juga tidak sopan kepada yang lebih tua adalah tindakan yang tidak sesuai dengan kesusilaan. Serta termasuk ke dalam tindakan yang tidak sopan karena tidak bisa berbuat baik kepada orang lain, terutama mereka yang lebih tua. 

6. Tindak Kekerasan

Anda juga tentu pernah melihat  contoh gambar norma kesusilaan yang dilanggar oleh seseorang yang berbuat tidak adil. Salah satunya yaitu berita dan juga poster dari sikap seseorang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan, seperti tindak kekerasan dan sebagainya. Hal ini adalah tindakan yang tidak sesuai dan harus dihindari agar tidak menimbulkan masalah. 

7. Berzina 

Salah satu perbuatan pelanggaran seperti ini memiliki kaitan dengan norma agama, dan termasuk dalam pergaulan bebas yang berlebihan. Pada perbuatan ini biasanya pelaku akan diadili oleh seluruh masyarakat dilingkungan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal. Seseorang yang terlanjur melakukan perbuatan seperti ini menandakan bahwa belum paham nilai kesusilaan. 

8. Tidak Bertindak Secara Adil 

Perilaku seperti ini ditandai dengan adanya perlakuan yang kepada orang lain dengan cara dibedakan sesuai dengan harta atau tingkat kedekatan. Hal ini karena adanya sikap yang menganggap remeh seseorang dan tidak memikirkan perasaan orang lain yang dibedakan. Seperti contoh ketika teman yang hanya ingin bersama dengan orang yang memiliki harta.

Tanpa disadari hal ini juga akan mengakibatkan sikap yang berlebihan dan tidak tulus saat menolong orang lain, karena mengharapkan imbalan yang lebih. Mereka juga hanya akan bersikap baik di hadapan orang tertentu dan cenderung memiliki tingkah yang mencela. Keadaan seperti ini akan menyakiti perasaan orang lain, sehingga bisa dikatakan bahwa tingkah ini adalah pelanggaran.

 

Baca Juga : Norma Hukum : Pengertian, Sumber, Sanksi, Jenis, Contoh Dll

 

 Tujuan orma Kesusilaan 

Ada banyak tujuan dari norma jenis ini, agar manusia tetap berada pada kebaikan dan tidak berbuat perlakuan yang tidak baik. Ketika seseorang mengerti tentang tujuan norma, maka tidak akan terjadi kekacauan yang menyebabkan pelanggaran. Sehingga penting untuk Anda dalam memahaminya agar tidak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kaidah kesusilaan. 

Norma ini dibentuk agar manusia mempunyai sikap yang baik dan mendapatkan pedoman hidup yang bermanfaat. Selain itu seseorang juga akan lebih mudah untuk membedakan perbuatan yang baik dan juga benar agar tidak cepat terjerumus. Sehingga dapat lebih mudah untuk mengerti tentang nilai-nilai dari kemanusiaan yang berlaku di masyarakat. 

Selain itu norma ini juga dapat membantu untuk mewujudkan nilai yang hidup yang lebih baik dari sebelumnya baik dalam hubungan keluarga atau lingkungan masyarakat. Serta membantu mengarahkan manusia untuk memilih jalan kehidupan yang baik dan memiliki hati yang tulus dalam bersikap dan bertingkah laku di mana saja mereka berada. 

Tidak hanya  itu untuk mempererat jalinan antara manusia lainnya dan saling tolong menolong, untuk meringankan sesuatu yang terjadi. Adanya norma ini juga berperan sebagai suatu hal yang dapat membantu seseorang untuk bisa membedakan hal baik dan buruk. Sehingga tidak terjadinya pelanggaran norma kesusilaan yang akan berdampak merugikan. 

Ciri-Ciri Norma Kesusilaan 

Ada beberapa ciri-ciri dari norma kesusilaan yang berlaku dan sesuai dengan pengertian pada norma tersebut. Selain itu banyak ciri-ciri yang terdapat dari sumber awal norma tersebut hingga dapat menyebabkan terjadinya tindakan. Mengingat bahwa norma susila didasari dengan dua kata yang terdiri dari norma yang berarti aturan dan sebagai pedoman hidup.

1. Berasal dari Hati

 Sementara kata kesusilaan yang merupakan sikap serta tingkah laku dari peraturan hidup masyarakat. Sehingga dapat dipastikan bahwa ciri-ciri dari norma tersebut yang paling umum adalah berasal dari hati nurani seseorang yang tulus untuk melakukan setiap kegiatan. Hal ini karena setiap perbuatannya yang didasari dengan kata hati untuk bertindak. 

2. Bersifat Lokal

Sementara ciri dari norma yang kedua terdapat sifat yang lokal dan umum terjadi di kalangan masyarakat serta pergaulan di sekitar lingkungan. Sifat ini juga tidak abadi, sebab dapat dipastikan bahwa hati akan mudah berubah ketika hendak melakukan sesuatu yang lainnya, dan didukung dengan pemikiran. Sehingga tidak heran jika norma ini sering  dikaitkan dengan hati dan pikiran. 

3. Terdapat Hukuman

Adanya sanksi yang berlaku dan ditetapkan untuk mereka yang melanggar kegiatan yang tidak sesuai dengan kesusilaan. Namun sanksi yang diterapkan tidak berat dan kembali kepada perasaannya seperti timbul rasa bersalah dan menyesal karena telah melakukan sesuatu. Hukuman yang didapatkan juga cukup beragam dan masih bisa untuk dimaafkan kembali. 

Umumnya pelanggar akan merasakan malu ketika berbuat salah atau berbuat jahat, hal ini adalah bentuk hukuman pada diri sendiri akibat perbuatan yang melewati batas susila. Ada juga yang hingga diasingkan bahkan disindir oleh warga sekitar, sebagai dampak akibat perbuatannya. Tidak sedikit juga yang mendapat sanksi dipenjara dan diadili oleh masyarakat untuk pertanggung jawaban. 

4. Mengajak Seseorang Berbuat Baik

Adanya seruan atau ajakan yang mengarahkan masyarakat  pada kebaikan dan perbuatan yang tidak tercela. Ciri lainnya dapat dilihat dari peraturan norma kesusilaan yang senantiasa mengajak masyarakat untuk tidak mendekati perbuatan jahat yang tidak memiliki perikemanusiaan. Serta mencegah seseorang agar tidak terjerumus dalam lubang kemaksiatan yang berujung penyesalan. 

5. Peraturan yang Tidak Memaksa

Peraturan yang ditetapkan juga tidak memaksa dan tegas layaknya pada peraturan mengenai hukum. Pada norma ini kaidah yang ditetapkan cenderung biasa saja, namun tetap harus diperhatikan dan dijalani dengan hati yang ikhlas untuk menghindari perbuatan tersebut. Sehingga manusia dapat menjalani kehidupan yang lebih harmonis dan juga lebih baik dari sebelumnya.