Metode Penelitian Kualitatif : Pengertian, Karakteristik, Contoh, Komponen, Dll

8 min read

metode penelitian kualitatif

Salah satu Metode Penelitian yang saat ini semakin banyak digunakan dan mulai mendapat perhatian dari para peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Hal ini juga dapat ditunjukkan dengan semakin banyaknya pembahasan tentang metode penelitian kualitatif, termasuk jurnal metode penelitian kualitatif, makalah metode penelitian kualitatif, dan buku metode penelitian kualitatif.

Metode penelitian kualitatif bisa dilakukan untuk penelitian di bidang ilmu sosial, bidang yang terkait dengan masalah perilaku dan peranan manusia, baik secara organisasi, kelompok maupun individu.

Artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas tentang metode penelitian kualitatif, termasuk pengertian metode penelitian kualitatif menurut para ahli, contoh metode penelitian kualitatif, contoh judul metode penelitian kualitatif, perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif adalah metode penelitian untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, di mana teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, peneliti adalah instrumen kunci, cenderung menggunakan analisis, data bersifat kualitatif, dan lebih menekankan pada makna dari pada generalisasi.

Metode penelitian kualitatif juga merupakan jenis penelitian yang hasil temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Karena metodologi penelitian kualitatif menekankan pada kualitas dari objek yang diteliti dan berusaha fokus pada pengungkapan makna serta pengalaman subjek penelitian terhadap suatu fenomena yang tidak bisa dengan mudah diukur menggunakan angka atau numerik.

Metodologi kualitatif umumnya dimulai dengan meninggalkan asumsi-asumsi teoritis dan tidak memerlukan hipotesis dalam rancangan penelitiannya.

Metode yang sering digunakan dalam proses pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Melalui observasi dan wawancara, data dikumpulkan oleh peneliti secara deskriptif  berupa koleksi cerita yang diberikan oleh narasumber dan kondisi di lapangan. Data deskriptif  yang telah dikumpulkan akan diinterpretasi oleh peneliti itu sendiri secara subjektif saat pengumpulan data. Jadi unsur subjektif memainkan peran penting dalam metode kualitatif.

Metode Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian metode penelitian kualitatif menurut para ahli adalah sebagai berikut :

1. Moleong (2007)

Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena apa yang dialami subjek penelitian (seperti perilaku, tindakan, persepsi, motivasi, dan lain-lain), secara holistik, dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan berbagai metode alamiah.

2. Koentjaraningrat (1993)

Metode penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan tiga format, yaitu deskriptif, verifikasi, dan grounded research, dengan karakteristik  cenderung melakukan kajian yang cermat terhadap berbagai gejala sosial dalam masyarakat, baik secara individu ataupun dalam Kelompok Sosial.

3. Bogdan dan Taylor (1975)

Metodologi penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

4. Strauss dan Corbin (1997)

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan temuan-temuan yang tidak dapat dilakukan dengan prosedur-prosedur statistik atau prosedur kuantifikasi.

5. Creswell (2008)

Metode penelitian kualitatif adalah proses penelitian untuk memahami masalah-masalah sosial atau manusia dengan menganalisis kata-kata untuk menciptakan gambaran kompleks dan menyeluruh, serta melaporkan pandangan informasi terperinci yang diperoleh dari para sumber informasi dalam lingkungan alami.

6. David Williams (1995)

Metode penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada lingkungan yang bersifat alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah.

7. Saryono (2010)

Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan dengan cara pendekatan kuantitatif.

8. Sugiyono (2011)

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel data dengan cara purposive, snowball dan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitiannya lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

9. Nawawi (1993)

Metode penelitian kualitatif adalah proses menjaring informasi dan kondisi yang sebenarnya dalam kehidupan suatu objek yang dihubungkan dengan pemecahan suatu masalah baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis.

10. Menurut Kirk & Mliller (1986)

Metode penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam iImu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kaitannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristiIahannya.

 

Baca Juga : Metode Penelitian Kuantitatif : Pengertian, Tujuan, dan Komponen

 

Langkah-langkah Dalam Metode Penelitian Kualitatatif

Metode penelitian kualitatif dalam pelaksanaannya bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi di lapangan. Adapun tahapan dalam metode penelitian kualitatif secara garis besar adalah sebagai berikut :

  • Memilih dan merumuskan masalah
  • Mengumpulkan bahan yang relevan
  • Menentukan Setting Dan Subjek Penelitian
  • Menentukan strategi dan mengembangkan instrument
  • Mengumpulkan data
  • Analisis data
  • Melaporkan hasil penelitian

Karakteristik Metode Penelitian Kualitatif

Ciri-ciri metode penelitian kualitatif yang membedakan dengan metode penelitian yang lain adalah sebagai berikut :

  1. Sumber Data Bersifat Alami

Penelitian kualitatif bersifat wajar naturalistik sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan tanpa adanya manipulasi. Peneliti berinteraksi dan beradaptasi secara langsung dengan lingkungan sosial yang diteliti dan bersikap terbuka terhadap fenomena apapun yang muncul di lapangan selama proses riset berlangsung.

Sumber informasi berasal dari orang-orang, kelompok, komunitas, atau masyarakat yang menjadi subjek penelitiannya . Sampling dilakukan berdasarkan pengetahuan subjek terhadap fenomena, bukan melakukan generalisasi  dari sampel yang diambil untuk diaplikasikan pada populasi.

  1. Bersifat Deskriptif Analitik

Dalam proses pengumpulan data yang bentuknya tidak berupa angka, metode yang sering digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui observasi dan wawancara yang mendalam kepada informan dan kondisi di lapangan, peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dan mendokumentasikan  dalam bentuk cerita narasi.

  1. Penekanan Pada Proses

Data dan informasi dalam metode penelitian kualitatif diperlukan untuk mengungkapkan sebuah proses dan bukan produk atau outcome. Pertanyaan untuk mengungkapkan proses tersebut menggambarkan keadaan kegiatan yang sebenarnya, tahapan prosedur, alasan, dan interaksi yang terjadi saat proses penelitian dilakukan.

  1. Bersifat Induktif

Berdasarkan analisis datanya, penelitian kualitatif selalu melibatkan proses induktif, yaitu menggunakan data hasil pengamatan yang terpisah tetapi saling berkaitan. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk menemukan pola dan tema penelitian. Prosesnya dimulai dengan melakukan pengamatan dan eksplorasi fenomena di lapangan, kemudian menginformasikan penemuannya yang dipandu dengan prinsip analisis fleksibel. Hasil temuan penelitian kualitatif melekat dengan konteks sosial dan historis dan peneliti sangat terbuka terhadap kemungkinan perubahan temuan apabila konteks di lapangan berubah.

  1. Mengutamakan Makna

Penelitian kualitatif lebih menekankan makna dibalik data yang diamati. Peneliti berusaha memahami dan mendeskripsikan makna suatu peristiwa dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Jadi unsur subjektif seringkali memainkan peranan penting karena peneliti menginterpretasikan cerita yang diperoleh saat pengumpulan dan pengolahan data.

Kelebihan Dan Kekurangan Metode Penelitian Kualitatif

Dalam prakteknya, semua metodologi penelitian pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan metode penelitian kualitatif

  • Dengan data deskriptif maka lebih detail dan mendalam.
  • Data mendeskripsikan pandangan yang realistis terhadap dunia sosial yang dialami oleh subjek penelitian yang tidak bisa diukur dengan angka.
  • Memberikan kesempatan partisipan untuk mendeskripsikan perspektifnya terhadap fenomena yang diteliti.
  • Proses pengumpulan data dapat dilakukan secara fleksibel dan dinamis sesuai kondisi di lapangan.
  • Interaksi dengan partisipan dilakukan dengan bahasa partisipan sehari-hari, dan terminologi khas yang mereka gunakan.
  • Fokus penelitian adalah merespon pada setiap perubahan yang terjadi dalam proses penelitian, dan tidak memaksakan pandangan peneliti yang disusun sebelumnya di atas meja.

Kekurangan metode penelitian kualitatif 

  • Unsur subjektivitas yang dominan beresiko mengurangi objektivitas hasil penelitian.
  • Karakter peneliti sangat berpengaruh pada hasil penelitian, bisa saja informasi yang sama menghasilkan kesimpulan yang berbeda karena karakter peneliti berbeda.
  • Desain penelitian sulit diterapkan untuk penelitan di lokasi lain.
  • Lebih sulit untuk menganalisis hubungan sebab-akibat dari sebuah fenomena sosial.
  • Diperlukan pengalaman peneliti untuk memperoleh partisipan yang paling representatif.
  • Generalisasi hasil penelitian bersifat lemah.

Komponen Metode Penelitian Kualitatif

Ada beberapa komponen dasar yang perlu dilibatkan dalam kerangka metode penelitian kualitatif, yaitu :

  1. Tujuan

Peneliti perlu mendeskripsikan masalah yang diangkat, mengapa tema tersebut yang dipilih, termasuk tujuan dan alasan mengapa pembaca perlu memperhatikan masalah yang diangkat. Tujuan penelitian dibuat  untuk menarik minat pembaca pada tema yang diteliti

  1. Kerangka konseptual

Peneliti menjelaskan konsep dan orang-orang yang akan menjadi subjek penelitian. Teori yang digunakan serta alasannya teori dipakai termasuk literaturnya juga perlu diuraikan secara jelas. Karena  unsur subjektifitas peneliti merupakan hal penting, maka pengalaman personal peneliti yang melandasi minat pada masalah yang diteliti akan menjadi nilai tambah. Peneliti dapat mendeskripsikan motivasi pemilihan tema penelitian berkaitan dengan pengalaman personalnya.

  1. Rumusan masalah

Pertanyaan penelitian yang diangkat merupakan rumusan masalah yang diuraikan terlebih dahulu secara detail. Rumusan masalah ini nantinya terhubung secara langsung dengan metode penelitian yang dipilih. Sehingga perlu lebih cermat dalam menguraikan problem penelitian dan metode penelitian yang digunakan.

  1. Metode

Peneliti mendeskripsikan metode yang digunakan, dimana fenomena yang sama bisa diteliti dengan banyak metode dengan hasil yang bervariasi pula. Penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya sangat berguna sebagai acuan untuk menentukan metode.

  1. Validitas

Aspek validitas sangat penting dalam penelitian kualitatif.  Untuk mempertahankan  validitas, peneliti harus  bersandar pada fakta hasil pengamatan dalam membuat argumen. Penjelasan alternatif di luar kesimpulan yang ditulis akan menjadi mengurangi validitas.

  1. Kesimpulan

Peneliti membuat kesimpulan atas hasil risetnya dengan menampilkan kembali  tujuan penelitian secara ringkas disertai diskusi tentang hasil temuan penelitian dibandingkan dengan literatur yang digunakan.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut :

  1. Metode Penelitian Fenomenologi

Metode penelitian fenomenologi adalah salah satu metode penelitian kualitatif yang diterapkan dalam rangka mengungkapkan kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu fenomena atau konsep yang dialami oleh individu atau sekelompok individu dalam hidupnya.

Biasanya data dalam penelitian fenomenologi diperoleh melalui proses wawancara yang mendalam. Deskripsi atas fenomena berdasarkan pengalaman beberapa narasumber dikumpulkan dan dianalisis.

Untuk metode penelitian ini banyak digunakan dalam studi filsafat dan psikologi, serta studi-studi sosiologi.

  1. Metode Penelitian Etnografi

Definisi metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang diterapkan untuk meneliti kehidupan suatu kelompok/masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mempelajari, mendeskripsikan, menganalisia, dan menafsirkan pola budaya suatu kelompok tersebut, seperti perilaku, kepercayaan, bahasa, dan pandangan yang berkembang dari waktu ke waktu. Jadi metode ini lebih fokus untuk menggambarkan pola budaya sekelompok orang atau masyarakat.

Kadang-kadang seorang peneliti tidak hanya mengamati namun juga berupaya untuk terjun secara langsung dan menyatu dalam kehidupan kultural suatu kelompok masyarakat yang diteliti.

Pada metode penelitian etnografis melibatkan penyatuan kultural antara peneliti dengan subjek yang diteliti, yang membutuhkan waktu sangat lama, karena memerlukan penyerapan kultur masyarakat yang diteliti ke dalam diri peneliti.

  1. Metode Penelitian Studi Kasus

Perlu diketahui bahwa metode penelitian studi kasus merupakan metode yang diterapkan untuk memperoleh data suatu kasus yang spesifik dan lebih intensif. Data dalam metode ini bisa diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya. Lingkup studi kasus yang terbatas memberi kesempatan peneliti untuk mengeksplorasi kasus tersebut secara lebih mendalam.

Kasus yang diteliti biasanya melibatkan individu atau kelompok individu dalam konteks yang spesifik, artinya pada waktu tertentu di tempat tertentu. Sehingga proses pengumpulan data studi kasus juga dilakukan dalam periode waktu yang spesifik.

Kelebihan metode studi kasus adalah peneliti dapat mempelajari objek yang diteliti secara lebih mendalam dan menyeluruh. Tetapi kelemahanya adalah bahwa informasi yang diperoleh bersifat subyektif, hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya.

  1. Metode Penelitian Studi Dokumen/Teks (Document Study)

Studi dokumen atau teks merupakan penelitian yang menitik beratkan pada analisis atau interpretasi bahan  tertulis berdasarkan  konteksnya. Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya. Peneliti harus memastikan bahwa naskah-naskah tersebut otentik, untuk meningkatkan kredibilitasnya.  Para pendidik menggunakan metode penelitian ini untuk mengkaji tingkat keterbacaan sebuah teks, atau untuk menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik tertentu dari sebuah teks.

  1. Metode Penelitian Grounded (Teori Dasar)

Metode grounded adalah metode penelitian yang menggunakan fakta dan analisis perbandingan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan.

Dengan kata lain, metode ini menggunakan teori yang muncul kemudian, disaat atau setelah data lapangan dikumpulkan. Teori yang digunakan berasal dari data di lapangan (on the ground), sehingga  disebut dengan grounded. Metode grounded mendorong potensi lahirnya teori-teori baru karena data di lapangan bersifat dinamis dan terus berkembang, sedangkan teori yang sudah mapan cenderung tetap.

Grounded artinya peneliti membuat sebuah deskripsi, teori mengenai proses, tindakan, atau interaksi yang murni berasal dari partisipan. Perspektif atau teori yang berada di kepala peneliti dilepas dulu sebelum turun ke lapangan. Proses riset ini menggunakan beberapa tahap pengumpulan data dan strategi dalam mengkategorisasi informasi atau data yang diperoleh.

  1. Metode Penelitian Historis

Suatu metode historis / metode penelitian sejarah merupakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan  untuk merekonstruksi informasi dari kejadian masa lalu secara obyektif dan sistematis. Metode ini menggunakan cara mengumpulkan data, menilai, membuktikan serta analisis dari bukti di lapangan. Sehingga bisa diperoleh sebuah kesimpulan yang kuat dalam hubungannya dengan hipotesis.

  1. Metode Penelitian Wawancara Terpusat (Focused Interviews)

Penelitian jenis ini dilakukan dengan teknik wawancara dalam proses pengumpulan datanya dan dimaksudkan untuk mengetahui respons subjek atas isu tertentu. Metode penelitian ini memberikan kebebasan kepada informan untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud mereka, sehingga sangat fleksibel untuk memperoleh respons yang muncul dengan cepat  atas sebuah isu. Pertanyaan pun bisa berkembang sesuai situasi yang terjadi.

  1. Metode Penelitian Pengamatan Alami (Natural Observation)

Pengamatan alami merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan observasi menyeluruh pada sebuah latar tertentu tanpa sedikitpun mengubahnya. Metode ini  dimaksudkan untuk memperoleh data deskriptif yang merupakan hasil pengamatan terhadap suatu kejadian atau fenomena. Misalnya, bagaimana perilaku seseorang ketika dia berada dalam kelompok diskusi yang anggotanya berasal dari latar belakang sosial yang berbeda-beda. Dan, bagaimana pula perilakunya jika  berada dalam kelompok yang homogen.

Metode pengamatan alami adalah mengamati, menyaksikan, memperhatikan dan mendengarkan peristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh objek penelitian, selanjutnya merekam atau mendokumentasikan  hasil pengamatannya dalam  catatan atau alat bantu lainnya.

Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

Untuk perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif bisa dilihat dari beberapa segi, antara lain :

  • Desain penelitian
  • Tujuan penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Instrumen penelitian
  • Jenis data
  • Sumber data
  • Ukuran sampel
  • Analisis data
  • Relasi peneliti dengan subjek penelitian
  • Rekomendasi

Perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sebenarnya hanyalah perbedaan karakteristik. Pada praktiknya, peneliti bisa menggunakan keduanya dalam proporsi yang berbeda. Misalnya data kualitatif hanya digunakan sebagai pendukung data kuantitatif, atau sebaliknya.

Metode penelitian kuantitatif mampu menjelaskan gejala atau fenomena sosial secara general. Sedangkan metode penelitian kualitatif mampu memberi penjelasan eksploratif  secara lebih detail. Penerapan penggunaan kedua metode bisa saling mendukung.

Demikian penjelasan lengkap mengenai Metode Penelitian Kualitatif, Pengertian, Ciri-Ciri Dan Jenisnya.

Semoga bermanfaat.