Penjelasan Manajemen Risiko Terlengkap : Konsep hingga Strategi

6 min read

manajemen risiko

Istilah risiko dalam kehidupan sehari-hari mempunyai konotasi negatif, sesuatu yang merugikan atau membahayakan, karena berkaitan dengan adanya suatu ketidakpastian pada masa yang akan datang. Padahal risiko merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari dalam kegiatan apapun, termasuk dalam kegiatan bisnis. Untuk bisa tumbuh dan berkembang kita perlu mengelola risiko, sehingga meminimalkan kerugian dan memaksimalkan potensi.

Pertanyaan tentang manajemen risiko adalah seputar pengertian, konsep, tujuan, manfaat dan strategi manajemen risiko banyak bermunculan. Ditambah dengan bermunculannya makalah manajemen risiko, jurnal manajemen risiko atau buku manajemen risiko yang memberikan informasi telah banyak membantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Namun kali ini Jurnal manajemen ingin membahas mengenai konsep manajemen risiko secaa lengkap dan disajikan dengan lebih sederhana. Simak ulasannya sebagai berikut :

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, penilaian, penentuan prioritas dan pengendalian risiko, yang diikuti dengan penerapan sumber daya yang terkoordinasi dan ekonomis untuk memantau, meminimalkan, dan mengendalikan kemungkinan atau dampak dari peristiwa yang tidak menguntungkan dan merugikan.

Dengan kata lain, manajemen risiko merupakan cara untuk mengelola suatu risiko yang akan dihadapi, baik yang belum diketahui, sudah diketahui , maupun  yang tidak terpikirkan, yaitu dengan cara  mengurangi efek negatif risiko, menghindari risiko, memindahkan risiko kepada pihak lain, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Manajemen risiko perusahaan mengacu pada semua metode yang digunakan perusahaan untuk meminimalkan kerugian finansial. Perlu diketahui pelaksanaan manajemen risiko perusahaan juga berkaitan dengan ancaman eksternal terhadap suatu perusahaan, seperti fluktuasi di pasar keuangan yang memengaruhi aset keuangannya.

Manajemen risiko dalam perusahaan mencakup risiko keuangan, cedera dan kematian pribadi, gangguan bisnis / kehilangan layanan, kerusakan reputasi perusahaan, kesalahan dan kelalaian serta tuntutan hukum dan risiko-risiko lain yang dihadapi perusahaan dalam kegiatan sehari-hari.

Konsep Manajemen Resiko

Ada banyak  risiko yang terjadi  dalam bisnis dan bahkan lebih banyak lagi di dunia investasi (saham, property, emas, dll),  baik risiko keuangan, kerusakan properti, gangguan bisnis, rantai pasokan, kehilangan personel kunci atau cedera pribadi.

Pendekatan manajemen risiko perusahaan memastikan bahwa perusahaan selalu mengkaji semua risiko dari setiap kegiatan yang dilakukan untuk melindungi dan mencapai kepentingan perusahaan. Selain itu, manajemen risiko juga memungkinkan perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko-risikonya dengan cara membangun sistem pengawasan dan pengelolaan, sehingga bisa  meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencapai visi, misi dan tujuan strategisnya.

Sebagai langkah awal dalam meminimalisir risiko bisnis, perlu dilakukan identifikasi dan klasifikasi risiko, yang berguna untuk memudahkan perusahaan merumuskan kebijakan penanggulangan dari setiap risiko-risiko yang mungin akan terjadi.

Macam Macam Manajemen Risiko :

  1. Berdasarkan Sifatnya

  • Risiko spekulatif : resiko yang memiliki kemungkinan terjadinya dua peluang. Peluang terjadinya kerugian dan peluang terjadinya keuntungan. Contoh resiko produksi, risiko kurs valuta asing
  • Risiko murni : timbulnya tidak di sengaja, dan apabila timbul akan membuat kerugian, contoh pencurian, bencana alam, kebakaran atau kecelakaan
  1. Berdasarkan Pengendaliannya

  • Risiko yang dapat dikendalikan : merupakan resiko yang dapat di prediksi dari awal. Contoh Risiko Tidak Tercapainya omzet
  • Resiko yang tidak dapat dikendalikan : merupakan resiko yang tidak terprediksi dan di duga sebelumnnya. Kebakaran, penipuan atau bencana alam
  1. Berdasarkan Asal Timbulnya

  • Resiko internal : resiko yang timbul dari dalam perusahaan, contoh risiko tidak tercapainya target produksi, risiko sumber daya manusia, risiko kerusakan peralatan
  • Resiko eksternal : resiko yang timbul dari luar lingkungan perusahaan, contoh risiko pembayaran, risiko kurs valuta asing, risiko kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi dan sosial politik, risiko persaingan usaha, risiko bencana alam, risiko lingkungan

Tujuan Manajemen Risiko

Ketika perusahaan menjalankan strateginya, perusahaan menciptakan dan meningkatkan eksposurnya pada ketidakpastian. Oleh karena itu, tujuan dan strategi bisnis menyediakan konteks untuk memahami risiko yang ingin diambil perusahaan. Tujuan dan sasaran manajemen risiko harus konsisten dalam mendukung tujuan dan strategi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, model bisnis organisasi memberikan konteks penting untuk manajemen risiko.

Sebagai contoh dalam manajemen risiko perbankan adalah manajemen risiko kredit yang bertujuan untuk memaksimalkan tingkat pengembalian kepada bank agar tetap berada di parameter yang dapat diterima. Bank perlu mengelola risiko kredit dari semua portofolio serta risiko dari individu, kredit atau transaksi.

Tujuan utama manajemen risiko adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, merespon dan mengendalikan risiko. Secara umum penerapan manajemen risiko dalam perusahaan bertujuan untuk :

  1. Melindungi Perusahaan

Melindungi perusahaan dari kemungkinan risiko signifikan yang dapat menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan.

  1. Memberikan Kerangka Kerja

Membantu proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas risiko dalam proses bisnis dan fungsi-fungsinya dalam sebuah perusahaan.

  1. Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Manajemen

Semua risiko yang dapat menghambat proses perusahaan dapat diidentifikasikan dan diantisipasi dengan baik, sehingga perusahaan selalu siap untuk menanganinya.

  1. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Manajemen risiko menyediaan informasi mengenai tingkat risiko yang tertuang dalam peta risiko (risk map) yang berguna dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses manajemen risiko secara berkesinambungan. Sehingga menjadikan pengelolaan risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

  1. Mendorong Menajemen Agar Bertindak Proaktif

Memikirkan risiko-risiko potensial sebelum kerja teknis diawali dengan cara mengidentifikasi, memperkirakan kemungkinan dan pengaruhnya, serta memprioritaskan menurut kepentingan.

  1. Bertindak Hati-Hati Dalam Menghadapi Risiko

Mendorong setiap individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati menghadapi risiko perusahaan, dalam rangka untuk tercapainya tujuan perusahaan.

  1. Sosialisasi Pemahaman Mengenai Risiko

Sosialisasi pemahaman individu maupun manajemen mengenai kerangka kerja, penerapan proses dan pentingnya manajemen risiko dalam kegiatan operasional sehari-hari.

 Manfaat Manajemen Risiko

Manajemen risiko memiliki manfaat luas yang secara fundamental dapat mengubah cara tim manajemen mengambil keputusan. Berikut adalah manfaat manajemen risiko :

  • Membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan pada data yang bermanfaat.
  • Memungkinkan bagi para pembuat keputusan dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata
  • Mengurangi kerugian melalui perbaikan proses yang dikembangkan
  • Meningkatkan kesadaran risiko melalui komunikasi yang lebih baik, dengan menggunakan bahasa risiko yang konsisten dan pendekatan untuk identifikasi dan pelaporan risiko
  • Memudahkan estimasi biaya
  • Bantuan untuk perencanaan strategis dalam mengidentifikasi peluang dan ancaman bisnis baru.

Tahapan Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko adalah kerangka kerja untuk tindakan yang perlu diambil.  Dimulai dengan mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, kemudian risiko diprioritaskan, solusi diterapkan, dan akhirnya risiko dipantau.

  1. Identifikasi Risiko

Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua risiko yang dihadapi bisnis di lingkungan operasinya. Ada banyak jenis risiko seperti risiko hukum, risiko lingkungan, risiko pasar, risiko peraturan, dan banyak lagi. Penting untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin faktor risiko ini.

Jika organisasi memiliki solusi manajemen risiko yang digunakan, semua informasi ini dimasukkan langsung ke dalam sistem. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa risiko-risiko ini sekarang terlihat oleh setiap pemangku kepentingan dalam organisasi dengan akses ke sistem. 

Suatu organisasi dapat mengidentifikasi risiko mereka melalui pengalaman dan sejarah internal, berkonsultasi dengan profesional industri, dan penelitian eksternal.

Penting untuk diingat bahwa kondisi risiko selalu berubah, sehingga langkah ini harus ditinjau kembali secara teratur.

  1. Analisis Risiko

Setelah risiko diidentifikasi, risiko tersebut perlu dianalisis. Lingkup risiko harus ditentukan. Penting juga untuk memahami hubungan antara risiko dan berbagai faktor dalam organisasi.

Untuk menentukan tingkat keparahan dan keseriusan risiko perlu untuk melihat berapa banyak fungsi bisnis yang mempengaruhi risiko. Ada risiko yang dapat membuat seluruh bisnis terhenti jika diaktualisasikan, sementara ada risiko yang hanya akan menjadi ketidaknyamanan kecil. 

Ketika solusi manajemen risiko diterapkan, salah satu langkah dasar yang paling penting adalah memetakan risiko ke berbagai dokumen, kebijakan, prosedur, dan proses bisnis. Ini berarti bahwa sistem tersebut sudah memiliki kerangka kerja risiko yang dipetakan yang akan mengevaluasi risiko dan memberi informasi tentang pengaruh jangka panjang dari setiap risiko.

  1. Evaluasi Risiko

Risiko perlu diperingkat dan diprioritaskan. Sebagian besar solusi manajemen risiko memiliki kategori risiko yang berbeda, tergantung pada tingkat keparahan risiko tersebut. Risiko yang dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan dinilai rendah, risiko yang dapat menyebabkan kerugian bencana dinilai tertinggi.

Penting untuk menentukan peringkat risiko karena memungkinkan organisasi untuk mendapatkan pandangan menyeluruh dari paparan risiko seluruh organisasi. Bisnis mungkin rentan terhadap beberapa risiko tingkat rendah, tetapi mungkin tidak memerlukan intervensi manajemen tingkat atas. Di sisi lain, hanya satu dari risiko dengan peringkat tertinggi sudah cukup untuk memerlukan intervensi segera.

  1. Solusi Risiko

Apa cara potensial untuk menangani risiko yang terjadi, secara efisien dan efektif? Organisasi biasanya memiliki opsi untuk menerima, menghindari, mengendalikan, atau mentransfer risiko.

Menerima risiko berarti memutuskan bahwa beberapa risiko melekat dalam berbisnis dan bahwa manfaat dari suatu kegiatan lebih penting daripada risiko potensial.

Untuk menghindari risiko , organisasi tidak perlu berpartisipasi dalam aktivitas itu.

Pengendalian risiko melibatkan pencegahan (mengurangi kemungkinan terjadinya risiko) atau mitigasi, yang mengurangi dampak yang akan ditimbulkannya jika memang terjadi.

Transfer risiko melibatkan pemberian tanggung jawab atas hasil negatif apa pun kepada pihak lain, seperti halnya ketika suatu organisasi membeli asuransi.

Setelah semua solusi potensial yang masuk akal dicantumkan, kemudian dipilih salah satu yang paling memungkinkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Dalam solusi manajemen risiko, semua pemangku kepentingan yang relevan dapat dikirim pemberitahuan dari dalam sistem. Diskusi mengenai risiko dan kemungkinan solusinya dapat terjadi dari dalam sistem.  Manajemen atas juga dapat mengawasi solusi yang disarankan dan kemajuan yang dibuat dari dalam sistem.

  1. Monitor Hasil dan Tinjau risikonya

Manajemen risiko adalah proses, bukan proyek yang dapat diselesaikan dan kemudian dilupakan. Organisasi, lingkungannya, dan risikonya terus berubah, sehingga prosesnya harus ditinjau kembali secara konsisten.

Tidak semua risiko dapat dihilangkan – beberapa risiko selalu ada. Risiko pasar dan risiko lingkungan hanyalah dua contoh risiko yang selalu perlu dipantau. Para profesional harus memastikan bahwa mereka mengawasi semua faktor risiko. Di bawah lingkungan digital, sistem manajemen risiko memantau seluruh kerangka kerja risiko organisasi. Jika ada faktor atau risiko yang berubah, segera terlihat oleh semua orang. Komputer juga jauh lebih baik dalam memonitor risiko secara terus menerus daripada orang lain.

Jika organisasi secara bertahap memformalkan proses manajemen risiko dan mengembangkan budaya risikonya, organisasi itu akan menjadi lebih tangguh dan dapat beradaptasi dalam menghadapi perubahan. Ini juga berarti membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan pada gambaran lengkap tentang lingkungan operasi organisasi dan menciptakan garis bawah yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Strategi Manajemen Risiko

Strategi manajemen risiko yang baik meliputi beberapa kiat, antara lain :

  • Identifikasi dan revisi asumsi dasar perusahaan terkait internal maupun eksternal.
  • Mengalokasikan sumber daya untuk risiko baik yang produktif maupun non produktif.
  • Membagi perhatian pada sebab akibat adanya risiko.
  • Mencoba berbagai skenario terburuk yang mungkin terjadi sekaligus menguji keampuhan strategi.
  • Selalu menyiapkan perencanaan cadangan, karena ilmu strategi risiko bukanlah sebuah ilmu eksak yang terjamin akurasinya.
  • Memperbaiki koordinasi kepada seluruh lapisan organisasi dengan cara mengkomunikasikan ide, gagasan dan strategi manajemen risiko.

Dalam setiap bidang pekerjaan pasti memiliki risiko tersendiri dalam pelaksanaanya. Untuk itu setiap orang harus mengetahui teknik-teknik dalam penerapan manajemen risiko, antara lain harus mengetahui bahwa setiap kegiatan pasti ada resiko di dalamnya. Setelah mengidentifikasi resikonya kemudian melakukan analisis seberapa bahaya resiko tersebut.

Selanjutnya dilakukan penanggulangan agar resiko tersebut tidak membahayakan maupun merugikan.

Demikian penjelasan singkat tentang manajemen risiko, pengertian, konsep, tujuan, manfaat, tahapan dan strateginya.