Manajemen Produksi : Pengertian, Ruang Lingkup, Fungsi Dan Tujuan

5 min read

manajemen produksi

Istilah manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Sedangkan istilah  produksi adalah segala kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan  suatu barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.

Jadi manajemen produksi mengacu pada penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam fungsi produksi di suatu perusahaan. Manajemen produksi mencakup semua aktivitas yang memungkinkan konversi serangkaian input menjadi output  yang berguna untuh memenuhi kebutuhan manusia. Dengan kata lain, manajemen produksi melibatkan penerapan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dalam proses produksi.

Secara lebih lengkap Jurnal Manajemen akan membahas secara lengkap mengenai manajemen produksi mulai dari pengertian, perbedaan dengan manajemen operasi, tujuan, fungsi, dan lainnya. Berikut ulasannya :

Pengertian Manajemen Produksi

Menurut Mr. E.F.L. Brech dalam bukunya The Principles and Practice of Management,

pengertian manajemen produksi adalah proses perencanaan yang efektif dan mengatur operasi bagian perusahaan yang bertanggung jawab atas transformasi aktual bahan menjadi produk jadi. Definisi ini menekankan proses transformasi input menjadi output tanpa mempertimbangkan faktor manusia yang terlibat dalam proses produksi.

Manajemen Produksi menyangkut pengambilan keputusan yang terkait dengan proses produksi, sehingga barang dan jasa diproduksi sesuai dengan spesifikasi, jumlah dan waktu yang tepat dengan biaya minimum.

Manajemen Produksi adalah seperangkat prinsip umum untuk ekonomi produksi, desain fasilitas, desain pekerjaan, desain jadwal, kontrol kualitas, kontrol inventaris, studi kerja dan kontrol biaya dan anggaran. Definisi ini menekankan kegiatan yang terlibat dalam manajemen produksi.

Jadi bisa dikatakan bahwa perencanaan produksi dan pengendaliannya adalah karakteristik utama manajemen produksi.

Perbedaan Manajemen Produksi dan Manajemen Operasi

Sebenarnya manajemen produksi dan operasi adalah dua hal yang saling berkaitan. Perbedaan antara keduanya sangat tipis sehingga kadang-kadang menjadi membingungkan untuk membedakan. Tetapi keduanya adalah bagian yang terpisah dan berbeda dalam manajemen karena pada intinya produksi adalah bagian dari keseluruhan siklus operasi.

Manajemen produksi mencakup pengelolaan semua tugas yang terlibat dalam proses produksi. Sementara itu, manajemen operasi mencakup pengelolaan semua tugas yang terlibat dalam produksi barang dan pengiriman seperti manajemen material, manajemen kualitas, manajemen pemeliharaan, manajemen proses, desain proses, desain produk, dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa manajemen produksi merupakan bagian dari manajemen operasi.

Jadi secara singkat :

  • Manajemen produksi maupun manajemen operasi memainkan peran penting dalam organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan Produktivitas.
  • Tujuan manajemen produksi adalah untuk menyediakan barang berkualitas dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dan harga terbaik. Sedangkan manajemen operasi bertujuan memanfaatkan sumber daya organisasi sebaik mungkin, untuk memenuhi keinginan konsumen.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Ruang lingkup manajemen produksi dikelompokkan berdasarkan tingkat keputusan strategis yang mempengaruhi sistem produksi dan pada keputusan tingkat operasi.

  • Keputusan Tingkat Strategis

Merupakan keputusan jangka panjang yang berkaitan dengan desain produk dan sistem produksi, meliputi :

  1. Identifikasi dan Desain Produk

Produk harus dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai harapan konsumen. Harus ada analisa pada tahap desain untuk menghindari biaya yang tidak diinginkan.

  1. Desain dan Perencanaan Proses

Melibatkan teknologi yang tepat untuk konversi bahan baku menjadi produk. Pada tahap ini, dilakukan perencanaan proses tingkat makro.

  1. Pemilihan Lokasi Pabrik dan Perencanaan Tata Letak

Pertimbangan harus diberikan kepada semua faktor yang mempengaruhi lokasi.

  1. Desain Sistem Penanganan Material

Pemilihan sistem penanganan material tergantung pada jarak antar bagian tempat produksi, intensitas aliran dan ukuran, bentuk serta sifat material yang akan ditangani.

  1. Perencanaan Kapasitas:

Pada keputusan ini  merupakan fungsi dari volume permintaan yang berkaitan dengan pengadaan aset tetap seperti pabrik dan mesin, meliputi ukuran pabrik, output dll.

  • Keputusan Tingkat Operasional

Keputusan tingkat operasional merupakan keputusan jangka pendek yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian kegiatan produksi, meliputi :

  1. Perencanaan Produksi

Ini berkaitan dengan penentuan arah tindakan di masa depan mengenai produksi untuk mencapai tujuan organisasi.

  1. Pengendalian Produksi

Merupakan teknik manajemen yang bertujuan untuk melihat bahwa kegiatan dilakukan sesuai rencana. Aktivitas pengendalian produksi dilakukan untuk membandingkan sekaligus mengontrol output aktual dengan output standar.

  1. Kegiatan lainnya

Meliputi kontrol inventaris, pemeliharaan dan penggantian, pengurangan biaya dan kontrol biaya serta desain sistem kerja.

contoh manajemen produksi
contoh manajemen produksi

Fungsi Manajemen Produksi

Kegiatan departemen produksi suatu perusahaan dikelompokkan menjadi dua kategori :

  1. Kegiatan yang merubah modal yang tersedia menjadi sumber daya fisik yang diperlukan untuk produksi.
  2. Aktivitas /kegiatan yang merubah sumber daya fisik menjadi barang dan jasa yang dapat dijual.

Dalam melakukan kegiatan di atas, departemen produksi harus melaksanakan hal berikut :

  • Produksi barang pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan
  • Melakukan proses produksi barang dengan biaya seminimal mungkin.
  • Memproduksi barang dengan kualitas yang dapat diterima

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka fungsi manajemen produksi adalah :

  1. Desain dan Pengembangan Proses Produksi

Memprediksi permintaan produk dan menggunakannya untuk menentukan persyaratan berbagai faktor produksi.

  1. Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Mengatur pengadaan faktor-faktor produksi yang diperlukan.

  1. Implementasi Rencana dan Kegiatan Terkait Untuk Menghasilkan Output Yang Diinginkan

Mengatur layanan seperti pemeliharaan, penanganan tempat penyimpanan bahan, inspeksi dan kontrol kualitas dll. yang akan diperlukan untuk mencapai target produksi.

  1. Administrasi dan Koordinasi Kegiatan Berbagai Komponen Dan Departemen Yang Bertanggung Jawab Untuk Memproduksi Barang Dan Jasa Yang Diperlukan

Dalam hal ini memanfaatkan secara efektif faktor-faktor produksi dan fasilitas layanan yang tersedia untuk menghasilkan produk.

Tujuan manajemen produksi

Tujuan manajemen produksi tercermin dalam kualitas yang tepat, kuantitas yang tepat, waktu yang telah ditentukan dan biaya yang ditetapkan sebelumnya (biaya produksi).

  1. Kualitas Yang Tepat :

Kualitas produk ditetapkan berdasarkan kebutuhan konsumen, yang diterjemahkan ke dalam spesifikasi produk oleh departemen desain atau teknik. Departemen manufaktur kemudian menerjemahkan spesifikasi ini ke dalam tujuan terukur.

Dengan demikian keseimbangan yang tepat harus diperoleh, sehingga kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen harus dalam biaya produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

  1. Kuantitas Yang Tepat :

Organisasi manufaktur harus menghasilkan produk dengan jumlah yang tepat.

Jika produk diproduksi dalam jumlah yang melebihi permintaan, modal akan dihadang dalam bentuk inventaris dan jika diproduksi dalam jumlah yang sedikit dari permintaan, akan ada kekurangan produk. Dengan demikian keputusan harus diambil mengenai berapa banyak yang harus diproduksi.

  1. Waktu Yang Tepat :

Ketepatan waktu pengiriman adalah salah satu parameter penting untuk menilai efektivitas departemen produksi. Ada banyak alasan seperti tidak tersedianya bahan pada waktu yang tepat, ketidakhadiran, kerusakan mesin dll. yang mempengaruhi penyelesaian tepat waktu dari proses produksi. Jadi departemen manufaktur harus mengatur kegiatannya sedemikian rupa sehingga proses produksi sesuai jadwal.

  1. Biaya Produksi Yang Tepat :

Biaya produksi ditetapkan sebelum produk benar-benar diproduksi. Departemen manufaktur harus melakukan proses produksi dengan biaya yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam setiap kasus, variasi apa pun antara biaya aktual dan standar (yang ditetapkan sebelumnya) harus dijaga seminimal mungkin.

Tujuan Jangka Menengah

Untuk mencapai tujuan di atas, departemen produksi harus memanfaatkan berbagai input seperti tenaga kerja, bahan, dan mesin secara optimal. Jadi untuk memiliki pemanfaatan sumber daya yang lebih baik, departemen produksi harus mencapai tujuan lain, yakni tujuan jangka menengah yang akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meliputi :

  1. Mesin dan Peralatan :

Tujuan yang berkaitan dengan bidang-bidang ini adalah bahwa mesin dan peralatan harus dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan produk sesuai spesifikasi dan akurasi yang diperlukan. Total biaya pengadaan dan biaya operasional harus minimum. Setelah mesin dibeli dan digunakan secara produktif, maka tujuan selanjutnya adalah memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal.

  1. Bahan :

Bahan-bahan harus tersedia saat diperlukan sesuai spesifikasi (bentuk, ukuran, kualitas, dll.) dengan harga paling ekonomis. Departemen produksi harus bertujuan memanfaatkan bahan secara  maksimal dengan pemborosan minimal.

  1. Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah sumber daya penting atau input untuk produksi. Dengan demikian, harus ada kesesuaian yang sempurna antara pekerja dan pekerjaan. Iklim departemen manufaktur harus bisa memanfaatkan keterampilan dan energi potensial pekerja untuk disalurkan ke dalam output yang konstruktif.

  1. Layanan Pendukung :

Penyediaan layanan pendukung yang memadai akan bisa membantu memanfaatkan input lain secara efektif. Sasaran harus ditetapkan untuk masing-masing layanan seperti uap air, tenaga, penanganan material, dll. Tujuan-tujuan ini dicapai dalam rangka membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan pangsa pasar sehingga meningkatkan keuntungan.

Apa Keuntungan Utama Manajemen Produksi yang Efektif ?

Ada beberapa manfaat untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen produksi secara efektif, yaitu meningkatkan reputasi yang baik dalam pasar tertentu dan mampu mengembangkan produk baru serta membawanya ke pasar dengan cepat.

Mengurangi biaya di setiap tahap proses produksi memberikan manfaat utama memotong biaya perusahaan secara keseluruhan. Produsen jelas tidak ingin mengeluarkan biaya ketika tidak ada pesanan, dan solusi manajemen produksi yang efektif  harus menetapkan tujuan yang dapat dicapai.

Perusahaan yang mengadopsi prinsip-prinsip manajemen produksi dapat mengelola biaya secara lebih ketat, memiliki keunggulan kompetitif di pasar, dan memungkinkan mereka untuk tumbuh jauh lebih cepat daripada yang seharusnya.

Karena itu dengan menerapkan sebuah manajemen produksi, kita akan dapat dengan lebih mudah untuk mengatur, mengelola dan mengontrol aspek produksi pada perusahaan.

Manajemen produksi juga banyak diterapkan dalam bidang pertanian (manajemen produksi agribisnis/pertanian), bidang media (manajemen produksi media), bidang film (manajemen produksi film) dll.

Contoh manajemen produksi antara lain penjadwalan produksi, manajemen akunting, anggaran produksi, manajemen persediaan, kontrol kualitas dll. Dalam manajemen produksi pertanian misalnya dilakukan perencanaan produksi pertanian yang meliputi pemilihan komoditas pertanian, pemilihan lokasi produksi pertanian dan penempatan fasilitas, skala usaha pertanian,perencanaan proses produksi pertanian.

Bahkan saat ini ada perguruan tinggi yang membuka Program studi Manajemen Produksi Media yang mempelajari tentang bagaimana caranya mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan proses produksi media. Bagi yang sedang kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Media, saat ini bahasan materi manajemen produksi dan juga makalah manajemen produksi sudah cukup banyak tersedia.

Demikian sedikit pembahasan  mengenai manajemen produksi , semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *