5 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Cara Membuatnya

8 min read

laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian penting yang harus dibuat secara rutin dan berkelanjutan. Pada setiap perusahaan, baik perusahaan jasa, perusahaan dagang, atau pun manufaktur akan memerlukan laporan yang dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan.

Laporan ini penting terutama untuk stakeholder terkait agar dapat mengetahui seperti apa kondisi perusahaan dan prospeknya. Stakeholder yang terkait biasanya dari berbagai pihak seperti investor, pemilik modal, manajemen perusahaan, pemberi pinjaman dan lain sebagainya.

Contoh laporan keuangan dibuat dengan beberapa langkah dan dilaporkan dalam bentuk yang berbeda tergantung jenis perusahaannya dan metode akuntansi yang digunakan.

Fungsi lain laporan keuangan selain sebagai penunjuk kondisi kesehatan keuangan perusahaan juga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengembangan. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai laporan keuangan beserta jenis dan cara menyusunnya.

Pengertian Laporan Keuangan

Ilmu akuntansi membahas laporan keuangan yang berarti laporan yang memuat informasi keuangan pada sebuah perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Penyusunan laporan ini dilakukan berdasarkan data di awal periode akuntansi untuk kemudian disesuaikan dengan transaksi yang terjadi selama periode tersebut. Setelah disesuaikan, barulah laporan keuangan perusahaan dapat diperoleh sebagai laporan final di akhir periode.

Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan tujuan untuk menyediakan informasi terkait kondisi keuangan, prospek keuangan, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan ini ditujukan bagi pemilik perusahaan untuk mengetahui bagaimana kondisi dan perkembangan perusahaannya.

Laporan ini juga bisa ditujukan untuk pihak luar seperti investor. Melalui sebuah analisis laporan keuangan investor atau pun pihak lain bisa mempelajari kondisi suatu perusahaan. Analisis dapat dilakukan untuk mengetahui seperti apa prospek suatu usaha atau perusahaan di masa mendatang. Laporan ini juga penting untuk beberapa pihak seperti karyawan, pemerintah, masyarakat, kreditor, supplier, atau pun pelanggan.

Pengguna Laporan Keuangan

Berdasarkan tujuannya masing-masing, laporan keuangan dapat digunakan oleh berbagai pihak. Berbagai pihak yang memerlukan laporan keuangan diantaranya adalah :

  1. Pemilik Perusahaan/Pemegang saham
  2. Manajemen Perusahaan
  3. Investor
  4. Pemberi Pinjaman/Kreditur
  5. Supplier
  6. Customer
  7. Pemerintah
  8. Masyarakat

Masing-masing pihak memiliki maksudnya masing-masing dalam menerjemahkan laporan keuangan. Hal ini seperti yang telah di bahas pada sub-bab tujuan laporan keuangan.

Ciri Khas Laporan Keuangan

Sebagai pengguna dari laporan keuangan terdapat ciri khas atau hal-hal yang perlu dipahami. Sebisa mungkin pengguna harus memastikan bahwa ciri khas tersebut harus terdapat pada laporan keuangan yang akan diterima. Ciri khas laporan keuangan diantaranya :

  1. Mudah dipahami

Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan mudah dimengerti oleh pengguna baik dari bentuk maupun istilahnya. Gaya penyajian juga sebisa mungkin disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,

  1. Relevan

Konten informasi yang ada di dalam laporan keuangan sebisa mungkin terkait dengan pengguna. Sehingga informasi di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna.

  1. Keandalan

Laporan keuangan harus bebas dari multitafsir, dan tidak mengandung definisi yang membingungkan/menyesatkan. Selain itu laporan keuangan juga harus bebas dari kesalahan material yang menyebabkan kedua hal tersebut (multitafsir dan menyesatkan)

  1. Konsisten

Bentuk dan format penyusunan laporan keuangan harus konsisten dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan agar lebih mudah dilihat perbandingannya antara kondisi saat ini dan sebelumnya.

Sebisa mungkin penyusunan laporan keuangan harus memenuhi beberapa kaidah di atas. Jika tidak berarti masih perlu ada perbaikan lagi dalam penyusunan laporan keuangan.

Komponen Penyusun Laporan Keuangan

Banyak yang bertanya tentang berapa macam laporan keuangan ? atau apa saja jenis-jenis laporan keuangan ? Pada dasarnya laporan keuangan disusun berdasarkan data di akhir periode sebelumnya dan disesuaikan dengan transaksi selama periode kini. Oleh karena itu terdapat berbagai komponen penyusun laporan keuangan. Laporan ini disusun dari beberapa komponen yaitu :

  1. Neraca
  2. Laporan Laba-Rugi
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Perubahan Modal
  5. Laporan atas Laporan Keuangan

Adapun secara spesifik dan lebih jelasnya maka penjabaran dari setiap komponen adalah sebagai berikut :

  1. Neraca

Kata lain dari neraca adalah balance sheet. Penyusunan neraca memiliki fungsi untuk memberi informasi mengenai posisi dan kondisi keuangan pada bisnis yang dijalanan perusahaan pada suatu periode. Terdapat beberapa unsur yang dapat ditemui pada laporan neraca ini diantaranya adalah aktiva dan passiva.

Aktiva atau yang disebut dengan harta/asset terdiri dari aktiva lancar dan akiva tetap. Adapun aktiva lancar merupakan aktiva yang memiliki masa perputaran kurang dari 1 tahun. Sebagai contoh dari aktiva lancar adalah cash/kas, surat berharga, surat pihutang, dan persediaan.

Lain halnya dengan aktiva tetap yang memiliki masa perputaran lebih dari 1 tahun contohnya mesin, gedung, kendaraan dsb. Pada aktiva tetap akan terus dihitung biaya penyusutan dengan tujuan sebagai pengganti hingga umur ekonomisnya berakhir.

Untuk passiva sendiri terdiri dari kewajiban berupa hutang dan juga ekuitas atau modal sendiri. Sama halnya dengan aktiva, pada hutang juga dibagi menjadi hutang lancar dan hutang jangka panjang. Hutang lancar merupakan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun. Sedangkan hutangkan hutang jangka panjang memiliki kurun waktu pelunasan lebih dari 1 tahun. Contoh hutang lancar seperti wesel, hutang dagang, hutang bunga, hutang pajak, hutang devidend, dsb. Sedangkan hutang jangka panjang seperti obligasi, hutang hipotik, kredit investasi dan sebagainya.

Lain halnya dengan ekuitas atau modal sendiri. Modal sendiri merupakan dana yang disediakan oleh owner perusahaan yang dibagi menjadi modal saham dan laba yang ditahan. Modal saham juga dibagi kembali menjadi saham biasa dan saham preferen.

Pada intinya neraca terdiri dari aset (aktiva) dan liabilitas + ekuitas (passiva). Antara aktiva dan passiva harus seimbang (sama nominalnya). Sehingga secara rumus sederhana dapat disimpulkan bahwa :

Aktiva = passiva

Aset = liabilitas + ekuitas

 

neraca 1
neraca 1
neraca 2
neraca 2
  1. Laporan Laba-Rugi

Seperti yang diperkirakan bahwa laporan laba-rugi memiliki fungsi untuk memberikan informasi apakah perusahaan dalam kondisi memperoleh laba atau mengalami kerugian. Laporan laba-rugi disebut juga dengan profit and lost statement atau income statement. Unsur yang terkait di dalam laporan ini terdiri dari pendapatan dan beban yang ditanggung oleh perusahaan.

Adapun tujuan utama dari penyusunan laporan laba-rugi adalah menyajikan informasi terkait dengan kinerja perusahaan. Informasi inilah yang nantinya dipergunakan untuk memprediksi kondisi ekonomi di dalam perusahaan pada masa mendatang. Selain itu laporan laba-rugi juga berfungsi untuk memprediksi kemampuan menciptakan arus kas pada masa mendatang yang disesuaikan dengan sumber daya yang ada.

Setidaknya terdapat beberapa aspek yang harus muncul saat menyusun laporan laba-rugi. Beberapa diantaranya adalah :

  • Pendapatan
  • Beban Pinjaman
  • Laba/Rugi Usaha
  • Beban Pajak
  • Laba/rugi aktivitas normal perusahaan
  • Hak minoritas (hak yang dimiliki oleh pemegang saham kecil)
  • Pos luar biasa (pendapatan, biaya, keuntungan, dan kerugian dari transaksi yang jarang terjadi)
  • Laba/rugi bersih periode berjalan
  • Perolehan laba/rugi dari perusahaan afiliasi dan asosiasi dengan metode ekuitas

Dalam penyusunan laporan laba-rugi biasanya menggunakan 2 cara/bentuk yaitu single step dan multiple step. Penjelasan keduanya adalah sebagai berikut :

  • Single Step

Penyusunan laporan laba rugi model single step lebih sederhana. Penempatan seluruh pendapatan dikelompokkan dan ditempatkan di atas terlebih dahulu. Kemudian baru diikuti oleh seluruh beban dan biaya yang ada. Hal ini untuk memudahkan pengurangan antara pendapatan total dengan beban atau biaya yang ditanggung. Selisih dari dua komponen tersebutlah yang nantinya menentukan apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.

laporan laba-rugi single step
laporan laba-rugi single step
  • Multiple Step

Pada penyusunan laporan laba-rugi model multiple step sendiri berbeda dengan single step. Pendapatan yang diperoleh harus dibedakan menjadi dua kategori yaitu pendapatan operasional (berasal dari kegiatan utama perusahaan) dan pendapatan non-operasional (diluar kegiatan utama perusahaan). Hal serupa juga terjadi pada beban dan biaya yang ditanggung perusahaan.

Setelah mengetahui dan mengelompokkan pendapatan dan beban serta biaya menjadi dua kategori kemudia dibandingkan antar kategori yang berkaitan. Pada model multiple step ini melalui laba operasional akan diketahui perbedaan anatara kegiatan normal perusahaan dengan kegiatan yang terjadi secara insidental.

laporan laba-rugi multiple step
laporan laba-rugi multiple step
  1. Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan ini sering disebut dengan laporan cash flow. Laporan ini berfungsi bagi perusahaan untuk mengetahui adanya aliran dana/kas yang masuk dan keluar pada waktu periode tertentu. Pelaporan cash flow ini juga dapat digunakan sebagai standar penetapan atau prediksi arus kas yang akan terjadi di periode selanjutnya.

Biasanya manajer keuangan ataupun yang terkait menggunakan laporan ini sebagai pertanggung jawaban atas kinerja yang dijalankan perusahaan sesuai dengan periode pelaporannya. Cash flow juga dapat sebagai indikator untuk menentukan apakah kondisi perusahaan sehat atau tidak sesuai dengan di bidang industri dimana perusahaan berada.

Tentunya perusahaan dagang memiliki arus kas yang berbeda dengan perusahaan industri. Perusahaan dagang memiliki arus kas lebih banyak pada hasil trading. Sedangkan perusahaan industri akan banyak pada supplai bahan baku hingg proses barang jadi.

Pada laporan arus kas ini juga dapat dilihat seberapa besar beban atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan baik untuk aktivitas teknis dan operasional ataukah pada kegiatan investasi. Sehingga melalui arus kas pengguna dapat melihat secara global bahkan spesifik kegiatan yang sedang atau telah dilakukan oleh perusahaan.

laporan arus kas
laporan arus kas
  1. Laporan Perubahan Modal

Pada kebejalanan bisnis tentu saja terjadi dinamika dan perubahan kondisi keuangan. Oleh karenanya diperlukan informasi mengenai laporan perubahan modal. Informasi yang dipaparkan pada laporan perubahan modal meliputi jumlah modal yang tersedia pada periode waktu tertentu.

Pada intinya pada laporan ini menggambarkan perubahan dana modal yang terjadi pada suatu periode dengan keterangan penyebab perubahannya. Sehingga dalam penyusunan laporan perubahan modal terdapat berbagai data keuangan yang harus ada di dalamnya diantaranya :

  • Data mengenai jumlah modal yang dimiliki pada awal tahun
  • Jumlah nominal laba/rugi pada periode tersebut
  • Dana pribadi yang ditarik oleh pemilik perusahaan pada periode tersebut

Berdasarkan data yang ada di atas maka diperlukan laporan keuangan sebelumnya. Laporan yang diperlukan yaitu laporan laba-rugi untuk mengetahui jumlah laba/rugi dan dana pribadi yang diambil oleh owner perusahaan.

laporan perubahan modal
laporan perubahan modal
  1. Jurnal penyesuaian dan penutup

Sebenarnya jenis laporan keuangan kurang lebih seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu terdapat 4 macam. Akan tetapi dalam setiap proses penyusunan laporan keuangan harus dilakukan penyesuaian dari laporan sebelumnya. Oleh karena itu diperlukan adanya jurnal penyesuaian untuk melihat perubahan transaksi dan menyesuaikannya agar sesuai dengan kondisi terakhir.

jurnal penyesuaian
jurnal penyesuaian

Membuat Laporan Keuangan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya laporan keuangan disusun harus sesuai dengan karakteristik kualitatif yang disepakati. Pertama, laporan harus dibuat dengan memuat informasi yang mudah dipahami. Informasi yang disajikan disesuaikan dengan batas pengguna terutama istilah-istilah keuangan yang digunakan.

Laporan ini juga harus relevan atau sesuai dengan kondisi perusahaan yang nantinya bisa digunakan untuk menetapkan suatu keputusan. Keandalan pada contoh laporan keuangan perusahaan dagang atau pun perusahaan jasa juga harus bebas dari istilah-istilah yang membingungkan atau menyesatkan.

Karakteristik kualitatif lainnya pada sebuah laporan adalah dapat dibandingkan. Laporan yang sekarang bisa berguna apabila datanya dapat dibandingkan dengan laporan pada periode sebelumnya.

Setelah mengetahui hal tersebut pertanyaannya adalah bagaimana cara membuat laporan keuangan ?

Secara umum laporan keuangan dimulai dengan memperhatikan neraca keuangan. Neraca merupakan laporan yang memuat informasi mengenai harta atau entitas dari perusahaan. Pada setiap perusahaan perlu membuat jurnal yang disusun sesuai dengan jenis transaksi. Pengertian laporan keuangan yang menyebut sebagai laporan mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat diperoleh di akhir periode. Penyusunannya dimulai dengan memasukan setiap transaksi ke dalam jurnal.

Langkah-langkah Membuat Laporan Keuangan

  1. Membuat Neraca Saldo

Ilmu akuntansi membahas bagaimana sebuah laporan keuangan dibuat dengan ketentuan PSAK atau pernyataan standar akuntansi keuangan. Laporan dibuat di akhir periode setelah semua transaksi dimasukan ke masing-masing jurnal. Pada pembuatan jurnal tersebut harus sesuai dokumen transaksi yang benar, seperti faktur penjualan atau pembelian atau pun retur barang, slip gaji untuk biaya gaji karyawan, nota untuk pengeluaran, dan dokumen keuangan lainnya. Laporan keuangan adalah laporan yang disusun dengan langkah pertamanya menyusun neraca saldo. Neraca saldo sendiri merupakan suatu daftar yang memuat rekening-rekening pada buku besar untuk menampilkan saldo debit dan kredit. Neraca saldo menampilkan keseimbangan antara saldo debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.

  1. Menyusun Jurnal Penyesuaian

Setelah membuat neraca saldo dengan debit dan kredit yang seimbang, langkah menyusun laporan keuangan dilanjutkan dengan membuat jurnal penyesuaian. Ada beberapa transaksi yang tidak memiliki data dan tidak langsung tercatat, seperti penyusutan peralatan atau perlengkapan kantor. Transaksi tersebut tidak terlihat langsung, tidak seperti pembelian atau penjualan yang bisa langsung masuk ke jurnal. Maka dari itu dibuatlah jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan perubahan atau transaksi agar sesuai dengan keadaan di akhir periode.

jurnal penyesuaian perusahaan dagang
jurnal penyesuaian perusahaan dagang
  1. Membuat Neraca Lajur atau Kertas Kerja

Tahapan selanjutnya adalah menyusun neraca lajur atau yang disebut worksheet. Laporan keuangan sederhana pada sebuah perusahaan memerlukan neraca lajur sebelum laporan akhir. Neraca lajur atau kertas kerja adalah laporan yang dibuat dari data pada neraca saldo dengan disesuaikan sesuai data pada jurnal penyesuaian. Setelah itu akan didapatkan saldo yang sudah disesuaikan yang menjadi data pada neraca saldo. Data pada neraca saldo ini lah yang akan dimasukan ke dalam laporan keuangan. Neraca saldo menunjukkan data atau kondisi keuangan yang sebenarnya di akhir periode pada sebuah perusahaan.

Neraca lajur
Neraca lajur
  1. Menyusun Laporan Laba Rugi

Setelah neraca saldo, selanjutnya adalah membuat laporan laba rugi. Jenis laporan keuangan yang satu ini datanya diambil dari neraca saldo. Pada neraca saldo tersebut terdapat rekening atau akun yang berhubungan dengan laba rugi perusahaan. Mulai dari pembelian, retur dan potongan pembelian, penjualan, retur dan potongan penjualan, biaya pengiriman, beban gaji, beban penyusutan, beban bunga, hingga pendapatan jasa yang khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Laporan keuangan memang dibuat sesuai dengan jenis perusahaan. Perusahaan jasa, perusahaan dagang, perusahaan manufaktur memiliki laporan yang bentuk atau jenisnya tidak sama. Laporan disusun sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Ada yang menggunakan laporan laba rugi sederhana atau single step, ada juga yang menggunakan model single step. Rekening atau akun yang dimasukan dalam laporan laba rugi juga disesuaikan dengan perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar tujuan laporan keuangan bisa didapatkan dan relevan dengan perusahaannya. Misalnya untuk perusahaan jasa, yang dimasukan adalah jumlah penghasilan dari jasa. Sedangkan untuk perusahaan dagang adalah agar bisa mengetahui penjualan yang dilakukan. Laporan keuangan pada perusahaan manufaktur bisa lebih kompleks, terutama untuk laporan laba rugi. Pada perusahaan manufaktur, laporannya perlu menyajikan data berupa persediaan barang dan barang yang siap dijual.

  1. Menyusun Laporan Arus Kas

Sebelum analisa laporan keuangan, dibuat terlebih dahulu laporan arus kas atau istilahnya adalah cash flow.  Laporan ini digunakan untuk perusahaan agar dapat melihat data yang berhubungan dengan aliran masuk dan keluar kas. Jenis laporan keuangan yang ini berfungi sebagai indikator kondisi aliran kas di periode akuntansi tertentu. Semua akun atau rekening yang berkaitan dengan aliran kas baik arus masuk atau keluar dilaporkan dalam cash flow.

  1. Membuat Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal dibuat untuk laporan keuangan perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan juga perusahan jasa. Laporan ini khusus untuk menampilkan data berupa modal awal perusahaan dan perubahan harta atau pun kewajiban. Setelah disesuaikan akan diperoleh modal akhir yang dimiliki perusahaan.

  1. Membuat Jurnal Penutupan

Pada akhir periode setelah laporan keuangan semuanya sudah selesai, selanjutnya adalah membuat jurnal penutupan. Jurnal ini dibuat untuk memindahkan dan menutup akun atau rekening pada laporan laba rugi.

  1. Membuat Neraca Saldo setelah Penutupan

Tahap terakhir adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo memuat rekening atau akun real saja, tidak untuk akun nominal yang rekeningnya sudah ditutup. Pada contoh laporan keuangan perusahaan jasa atau pun perusahaan dagang, neraca saldo menjadi bagian terakhir. Data pada neraca ini juga yang nantinya akan dibawa atau digunakan untuk laporan keuangan periode berikutnya.

Sumber Gambar :

apriantokuddy.wordpress.com

keyaccountingsoftware.com

matematikaakuntansi.blogspot.com

warsidi.com

diskartes.com