Pedoman Lengkap Cara Budidaya Ikan Nila Merah Menguntungkan

7 min read

ikan nila merah

Ikan merupakan salah satu hewan yang memiliki berbagai macam manfaat bagi manusia. Beberapa manfaat ikan nila ini adalah pada nutrisi dan gizi pada dagingnya dan juga manfaat dari segi bisnis budidaya ikan nila. Salah satu ikan yang cukup populer di indonesia adalah ikan nila karena memiliki rasa yang nikmat dan daging yang gurih. Jenis nila yang cukup populer di Indonesia saat ini adalah ikan nila merah.

Ikan nila yang satu ini merupakan salah satu ikan yang berasal dari spesies oreochromis. Nila merah adalah ikan hasil persilangan antar beberapa strain dari varietas oreochromis. Ikan varietas ini pertama kali muncul di amerika serikat tepatnya di florida sehingga nama latin ikan nila merah adalah red tilapia Florida. Ikan ini memiliki pigmen merah kekuning-kuningan yang berlebih karena proses persilangannya.

Melihat menariknya dan prospek keuntungan dari ikan nila merah maka pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai ikan nila merah. Pembahasan mulai dari ciri khas ikan nila, cara budidaya hingga masalah harga jual ikan nila merah.

Ciri Fisik Ikan Nila Merah

Sebagai makhluk hidup tentu ikan juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang khas. Hal itu juga termasuk pada ikan ini. Ciri tersebut berfungsi untuk membedakan dan mengklasifikasikan jenis-jenis dari ikan antara jenis yang satu dan juga jenis yang lainnya. Dengan memiliki ciri selain untuk karakter atau ciri sebenarnya juga memiliki fungsi pada habitatnya seperti untuk menyamar, bersembunyi, dan bertahan hidup.

Ciri dari nila merah ini memiliki bentuk tubuh pipih dan pada punggung memiliki tinggi yang lebih dibandingkan mujair. Badan dan sirip nila merah ini sering ditemukan garis-garis lurus. Garis juga ditemukan pada sirip dubur dan sirip punggung. Ciri lain dari ikan ini adalah memiliki 4 macam warna yaitu orange, pink, albino bercak merah dan juga hitam, serta orange atau albino dengan bercak merah.

Tips Memilih Bibit atau Benih Nila Merah

bibit ikan nila merah
bibit ikan nila merah

Proses pemilihan benih atau bibit ini merupakan salah satu hal yang menjadi kunci kesuksesan panen Anda. Dengan benih yang berkualitas tentu benih tersebut dapat bertahan hidup dan tumbuh secara optimal. Namun terlepas dari kualitas benih tentu juga harus diimbangi dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan yang telaten. Berikut ini adalah tips dalam memilih benih nila merah.

  1. Ukuran yang sama

Tips yang pertama untuk pemilihan benih adalah dengan memilih benih yang memiliki ukuran yang hampir sama. Untuk nila sendiri pada umumnya benih yang bagus berukuran 7 sampai dengan 8 cm. Panjang tersebut dapat dicapai oleh benih nila dalam waktu kurang lebih 80 hari. Hal yang harus benar-benar diperhatikan adalah benih harus memiliki ukuran yang seragam.

Masalah ukuran tersebut akan berpengaruh pada saat masa pembesaran nila merah. Seperti hukum rimba yang bisa bertahan adalah yang paling kuat. Hal itu juga berlaku pada nila merah ini. Benih yang memiliki tubuh lebih besar pada nantinya akan menindas ikan dengan ukuran yang lebih kecil. Hal tersebut tentu akan berpengaruh pada hasil panen yang akan Anda peroleh nantinya.

  1. Memiliki kondisi fisik yang bagus

Tips berikutnya dalam memilih benih adalah pilihlah benih yang memiliki fisik dan juga pergerakan yang aktif. Benih yang berkualitas ini memiliki beberapa ciri yang bisa kita kenali dengan mata telanjang. Ciri pertama adalah benih ikan sangat lincah pergerakannya. Hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa kondisi benih dalam keadaan yang sangat baik.

Selain itu Anda juga perlu melihat bagian fisik dari benih tersebut apakah memiliki cacat atau luka dan sebagainya. Semakin baik dan berkualitas benih yang Anda pilih maka peluang Anda mendapatkan hasil panen yang maksimal semakin besar. Sebaliknya juga apabila benih Anda kurang baik tentu akan membuat pertumbuhan ikan tidak maksimal sehingga hasil panen tidak dapat sesuai harapan.

Perbedaan Ikan Nila Merah Jantan dan Betina

ikan nila jantan dan betina
ikan nila jantan dan betina | source : urbanhidroponik.com

Sebagai seorang pengusaha nila merah ini, Anda juga harus dapat membedakan mana ikan jantan dan mana ikan betina. Hal tersebut menjadi penting karena ikan jantan dan betina yang baik dapat menentukan juga potensi produksi yang baik juga dalam melakukan budidaya. Untuk membedakan ikan jantan dan juga betina tentunya bukanlah hal yang mudah.

Dalam menentukan jenis kelamin ikan haruslah melihat tampilan secara eksternal atau secara fisik sehingga akan lebih mudah para pembudidaya menentukan kelamin ikan tersebut. Namun bagi orang yang masih baru dalam hal ini tentu hal tersebut bukan semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu berikut ini adalah perbedaan sederhana antara ikan jantan dan juga betina.

  1. Ciri ikan nila jantan:

-Bentuk badan langsing, ramping dan cenderung memanjang.

-Memiliki alat urogenital dua buah lubang yaitu lubang anus dan sperma

-Bagian alat kelamin, meruncing dan menonjol

-Bagian dagu memiliki warna kehitaman mengkilap

-Memiliki gerakan lincah, gesit dan juga lebih agresif

-Bagian perut memiliki warna hitam kemerahan

  1. Ciri ikan nila betina:

-Bila dipijat akan mengeluarkan cairan

-Memiliki 3 buah lubang urogenital yaitu lubang dubur, lubang pengeluaran telur dan urine

-Bentuk badan bulat pipih, dan memanjang.

-Alat kelamin berbentuk oval dan tampak

-Bagian perut berwarna putih dan dagu memiliki warna putih.

-Memiliki gerakan yang agak lambat

-Warna tubuh lebih transparan dibandingkan yang jantan.

Untuk menyempurnakan dan meyakinkan Anda pada kelamin ikan sangat dianjurkan untuk melakukan langkah selanjutnya setelah melakukan pengamatan. Langkah tersebut adalah pengecekan secara morfologi atau dengan perabaan fisik. Dengan melakukan pengamatan dan juga perabaan fisik ikan maka kelamin ikan dapat ditentukan dengan akurat dan mudah.

Budidaya Ikan Nila Merah Di Kolam Terpal

budidaya ikan nila kolam terpal
budidaya ikan nila kolam terpal

Salah satu cara budidaya ikan ini yang tidak membutuhkan biaya banyak adalah budidaya ikan nila merah di kolam terpal. Meskipun menggunakan terpal, jenis kolam ini tentu memiliki kualitas sama seperti kolam jenis lain. Selain itu dengan menggunakan kolam terpal ini Anda dapat menghemat biaya dibandingkan dengan membuat kolam beton. Berikut adalah merupakan cara budidaya ikan menggunakan kolam terpal.

  1. Membuat Kolam

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai budidaya dengan kolam terpal tentu saja adalah menyiapkan kolam terpalnya. Kolam terpal ini bisa Anda peroleh dengan membeli jadi ataupun membuatnya sendiri. Apabila budget Anda termasuk minim Anda bisa memilih untuk membuat kolam terpal ini secara mandiri karena dapat mengirit biaya anggaran budidaya Anda.

Kolam terpal yang dianjurkan adalah kolam dengan bentuk persegi panjang. Untuk ukuran panjang dan juga lebarnya dapat menyesuaikan dengan jumlah benih ikan yang Anda beli. Apabila Anda hanya membeli benih dalam jumlah kecil, buatlah kolam dengan ukuran kecil saja. Sebaliknya apabila Anda ingin membeli benih dalam skala besar maka kolam yang harus dibuat juga haruslah besar.

  1. Membeli Benih

Apabila kolam sudah tersedia tentu langkah berikutnya adalah membeli benih ikannya. Pemilihan benih juga harus memilih benih yang unggul. Pilihlah benih yang memiliki pergerakan yang lincah dan aktif. Selain itu kondisi fisik dari benih juga harus diperhatikan apakah memiliki cacat atau tidak. Hal tersebut perlu dilakukan karena pemilihan bibit yang unggul merupakan kunci sukses panen yang optimal.

  1. Pengisian Air

Dalam pengisian Air kolam terdapat aturan tersendiri. Kondisi ideal atau ketinggian air yang ideal adalah berkisar dari 100 hingga 120 cm. Tingkat keasaman air kolam juga harus di cek dan disesuaikan dengan habitat ikan nila yaitu sekitar 7 sampai 8 dalam pH. Selain itu suhu kolam terpal juga harus terjaga yaitu antara 25 sampai 30 derajat ukuran celsius.

  1. Penyebaran Benih

Sebelum benih ditaburkan ke dalam kolam terpal terlebih dahulu Anda siapkan pakan alami untuk benih. Pakan alami tersebut adalah mikro organisme air yang ada pada kolam. Untuk menumbuhkan mikro organisme perlu dilakukan pemupukan pada dasar kolam dengan pupuk organik dan juga air secukupnya. Setelah mikro organisme tumbuh barulah masukan benih perlahan ke kolam terpal Anda.

  1. Pakan

Hal yang terpenting dalam masa pertubuhan ikan tentu saja terkait dengan pakan. Pemberian pakan secara teratur dan kualitas pakan yang unggul adalah faktor penentu keberhasilan budidaya Anda. Dalam pemberian pakan baiknya dilakukan pada saat tidak terlalu panas yaitu pada saat pagi hari dan juga pada sore hari menjelang malam.

  1. Perawatan

Perawatan yang perlu Anda lakukan adalah memberikan pakan teratur serta yang paling penting adalah penggantian air kolam. Dengan dilakukannya penggantian air ini akan membuat kebersihan terjaga sehingga membuat ikan dapat terjaga kesehatannya. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah melakukan sortir secara berkala agar laju pertumbuhan ikan dapat optimal.

  1. Masa Panen

Tahap yang paling menyenangkan dalam budidaya tentu adalah pada saat memanen. Waktu yang dibutuhkan untuk memanen ikan nila ini sekitar 4 bulan hingga 6 bulan setelah penebaran benih. Lama tidaknya waktu panen selain dipengaruhi oleh faktor kesehatan ikan juga tergantung pada jenis ikan apa yang dibudidayakan.

Harga Jual Ikan Nila Merah

jual ikan nila
jual ikan nila | source : ig @hobinandur

Perawatan ikan nila yang cukup mudah dan juga pemasaran juga mudah membuat harga ikan nila merah tidak begitu mahal di pasaran. Meskipun murah namun ikan ini memiliki rasa yang nikmat dan juga daging yang lezat. Harga ikan nila jenis ini memiliki harga yang lebih daripada nila hitam. Hal tersebut karena berbagai macam kelebihan yang ada dalam nila merah ini.

Untuk harga ikan ini tentu memiliki perbedaan pada setiap tempat di Indonesia. Harganyapun seringkali mengalami kenaikan dan penurunan. Akan tetapi kenaikan dan penurunan tersebut tidak terlalu signifikan. Harga ikan ini dalam kondisi segar di berbagai daerah di Indonesia berkisar mulai dari angka 24 ribu rupiah sampai 32 rubu rupiah tergantung dengan stok ikan di daerah tersebut.

Harga Benih Nila Merah

Sementara untuk harga bibit ikan nila merah juga tidak terlalu mahal. Pada umumnya para pembudidaya memilih benih dengan ukuran 5 sampai dengan 7 cm. Bibit ikan ukuran ini memiliki ketahanan yang bagus pada penyakit dan perubahan suhu. Untuk penjualan benih biasanya dibedakan berdasarkan ukuran benih dari mulai ukuran 2-3 cm hingga 5-7 cm.

Harga bibit ikan nila merah 2-3 cm per box dengan isi 8000 ekor memiliki harga Rp 1.250.000, ukuran 3-4 cm isi 6000 ekor per box memiliki harga Rp 1.250.000, ukuran 3-5 cm isi 5000 ekor dihargai Rp 1.300.000, ukuran 4-6 cm isi 4000 ekor dihargai Rp 1.300.000, ukuran 5-7 cm dengan isi 3000 ekor per box dihargai dengan Rp 1.350.000. Harga ini dapat sewaktu-waktu berubah tergantung dengan stok ikan nila.

Meskipun harga ikan ini sering naik turun tetapi permintaan akan ikan ini tak pernah sepi. Bahkan sebenarnya stok ikan yang ada belum mencukupi permintaan pasar akan kebutuhan ikan nila ini. Hal itu tentu membuka peluang bagi orang yang ingin memulai budidaya ikan jenis ini. Dengan perawatan dan pengelolaan yang cukup mudah tentu bukan hal yang tidak mungkin untuk ditekuni siapa saja.

Umpan Ikan Nila Merah

pakan ikan nila
pakan ikan nila

Ikan nila memang sangat diminati oleh banyak orang sebagai konsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan ikan ini Anda bisa memperolehnya dengan membeli di pasar ikan atau depot penjualan ikan. Namun selain membeli di pasar ikan, Anda juga bisa mendapatkan ikan ini dengan cara memancing di sungai, danau, situ, rawa, ataupun pemancingan. Berikut ini adalah umpan ikan nila yang jitu :

  1. Cacing Merah

Umpan pancing yang pertama adalah menggunakan umpan cacing. Cacing yang disukai ikan ini adalah jenis cacing merah atau juga menggunakan cacing yang ada pada pohon pisang yang telah membusuk. Umpan yang satu ini memang dikenal cukup ampuh akan tetapi terdapat kelemahan pada umpan ini yaitu cacing ini mudah sekali putus dan lepas saat digunakan memancing.

  1. Lumut

Umpan jitu berikutnya adalah menggunakan umpan lumut. Lumut yang bisa digunakan adalah lumut sawah ataupun lumut yang ada di pinggir sungai. Menggunakan umpan lumut ini cukup efektif untuk memancing nila karena bentuknya yang serabut dapat memancing perhatian nila untuk mendekatinya. Dengan begitu peluang umpan untuk disambar ikan tentu cukup besar.

Selain lumut sawah dan sungai, Anda juga bisa menggunakan lumut yang biasa ada di pertambakan. Lumut ini memiliki kontur yang kasar dan memiliki warna hijau muda. Cara menggunakan lumut ini harus ditaburi garam dulu agar teksturnya lebih lembek dan mudah dipasang pada kail joran. Dengan menggunakan lumut ini juga sangat efektif untuk memancing ikan ini.

  1. Udang Rebon

Pakan udang rebon merupakan udang dengan ukuran tubuh yang kecil. Udang ini juga bisa menjadi salah satu umpan yang cukup jitu memancing ikan ini. Cara memakainya cukup tusukan kail pada ekor udang. Dalam menusukkan kail usahakan agar udang masih dalam keadaan hidup agar dapat memancing perhatian ikan untuk mendekat. Sekali pancing Anda bisa menggunakan 2 kail sekaligus.

  1. Kroto

Umpan berikutnya untuk ikan nila merah adalah menggunakan kroto. Kroto merupakan salah satu umpan yang paling ampuh untuk menaklukan nila merah. Untuk membuat umpan dengan kroto ini harus dicampurkan dengan tepung kanji. Kemudian masak adonan tepung kanji dan kroto hingga matang yang ditandai dengan perubahan tekstur mirip lem. Kemudian tunggu adonan dingin dan umpan bisa digunakan.

Untuk mendapatkan kroto ini Anda bisa mendapatkannya di toko pakan burung atau juga dapat mencari di pohon sekitar Anda. Kroto yang dipakai sebagai umpan adalah kroto yang masih berbentuk telur. Namun apabila Anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan telur kroto dalam jumlah banyak, dapat Anda siasati dengan menggunakan getah nangka agar telur kroto dapat menempel sebagai umpan.