Hukum Permintaan : Pengertian, Faktor, Skedul, Kurva, Contoh, Dll

6 min read

hukum permintaan

Pada konsep ekonomi dan pemasaran khususnya pada transaksi jual beli maka kita ketahui terdapat permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran ini akan menemui titik temu pada titik keseimbangan pasar sehingga terjadilah transaksi. Untuk mengetahui hal ini konsep dari Materi hukum permintaan dan penawaran dalam ekonomi harus terlebih dahulu dipelajari.

Bunyi hukum permintaan dan penawaran harus dipahami sebelum berbicara mengenai konsep ekonomi maupun pemasaran lainnya seperti ekspor-impor, keseimbangan pasar, ekonomi mikro, makro dan lain sebagainya.

Pembahasan Jurnal Manajemen kali ini akan fokus pada konsep dan hukum permintaan. Pembahasan akan meliputi definisi permintaan, hukum permintaan dan contohnya, skedul dan kurva permintaan, jenis-jenis permintaan, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan dan pergeseran kurva permintaan.

Baca Juga : Hukum Penawaran (Pengertian, Faktor, Skedul, Kurva, Dll)

Pengertian Permintaan

Sebelum membahas mengenai Hukum Permintaan, maka yang perlu diketahui adalah mengenai definisi dari permintaan itu sendiri.

Apa yang dimaksud dengan permintaan ?

Pengertian Permintaan adalah sejumlah produk baik barang maupun jasa yang diminta atau diinginkan oleh konsumen/pembeli kepada penjual/produsen untuk mencukupi kebutuhan pada tingkat harga dan periode waktu tertentu.

Sebagai contoh dari permintaan ini adalah ketika kita memerlukan sembilan bahan pokok di pasaran.

Permintaan ini muncul karena adanya kebutuhan dan keinginan individu atau sekelompok orang terhadap suatu produk tertentu. Bisanya produk baik berupa barang atau jasa yang diminta di pasaran akan berbeda antara satu dengan lainnya.

Berdasarkan pengertian permintaan di atas maka dapat ditemukan 2 variabel di dalamnya. Pertama yaitu variabel jumlah permintaan dan kedua yaitu variabel tingkat harga. Untuk Variabel waktu kita anggap konstan.

Kedua variabel ini saling terkait antara satu sama lain. Variabel jumlah permintaan menjadi variabel yang terikat atau dependent variable. Sedangkan variabel tingkat harga digolongkan menjadi variabel bebas (Independent variable) yang mempengaruhi variabel terikat yakni jumlah permintaan.

Hukum Permintaan

Dari definsi permintaan yang telah dibahas sebelumnya maka terdapat fakta di lapangan yang akhirnya menghasilkan hukum permintaan.

Bagaimana bunyi hukum permintaan ?

Bunyi Hukum Permintaan menyatakan bahwa “ Semakin tinggi tingkat harga maka barang yang diminta akan berkurang. Begitupula sebaliknya apabila harga suatu barang turun maka jumlah barang yang diminta akan naik”.

Hukum permintaan akan berlaku apabila faktor-faktor lain selain harga bersifat tetap atau ceteris paribus. Misalkan pendapatan masyarakat tetap, harga barang lain tetap, selera masyarakat terhadap suatu barang tetap, dan tidak ada barang pengganti atau barang substitusi.

Dari Hukum permintaan di atas juga menunjukkan bahwa hubungan jumlah permintaan dan tingkat harga berbanding terbalik. Kondisi ini disebabkan karena :

  • Kenaikan harga berdampak pada menurunnya daya beli konsumen sehingga menurunkan jumlah permintaan.
  • Kondisi naiknya harga juga dapat menyebabkan konsumen untuk mencari barang pengganti dengan harga yang lebih murah dibandingkan barang sebelumnya.

Melihat kondisi di atas maka tingkat harga sangat berpengaruh terhadap jumlah permintaan.

Contoh Hukum Permintaan

Pada hukum permintaan dalam kondisi ceteris paribus tingkat harga menjadi penentu konsumsi. Terdapat berbagai contoh mengenai penerapan hukum permintaan ini di masyarakat. Contoh hukum permintaan diantaranya :

  • Ketika terjadi peningkatan harga komoditas cabai maka membuat permintaan cabai di pasaran akan menurun. Konsumen cenderung akan menahan diri untuk tidak membeli cabai dan memilih barang pengganti seperti tomat atau sambal instan.
  • Pada momen tertentu di berbagai retail dan pusat perbelanjaan memberikan bazar dan diskon besar-besaran. Hal ini akan meningkatkan permintaan akan barang yang diberi diskon tersebut.

Akan tetapi apabila faktor lain selain harga berubah atau kondisi ceteris paribus tidak terpenuhi maka hukum permintaan tidak berlaku.

Sebagai contoh ketika faktor selain harga berubah yaitu “Pada saat Lebaran dimana mayoritas harga barang naik akan tetapi permintaan tetap mengikuti kenaikan harga tersebut. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan barang pada saat lebaran sangat utama bagi konsumen”

Contoh lain yaitu “Kebutuhan akan barang yang bersifat vital bagi kebutuhan hidup manusia seperti nasi dan bahkan pulsa untuk akses internet. Berapapun kenaikannya maka permintaan akan tetap mengikuti”.

Skedul Permintaan & Kurva Permintaan

Pada setiap ulasan mengenai permintaan maupun penawaran sudah dapat dipastikan kita akan menemui istilah skedul dan kurva. Dalam pembahasan kali ini berarti skedul permintaan dan kurva permintaan.

Apa itu skedul permintaan ?

Skedul permintaan pada umumnya disajikan dalam bentuk tabel dimana data yang tersaji berisi tentang jumlah produk yang diminta pada tingkatan harga masing-masing.

Contoh skedul permintaan adalah sebagai berikut :

Harga (Rp)

Permintaan (Unit)

20.000

100

40.000

80

60.000

60

80.000

40

100.000

20

Apabila skedul permintaan telah tersusun maka langkah selanjutnya adalah membuat kurva permintaan. Kurva permintaan disebut juga dengan demand curve yang menggambarkan keterkaitan antara tingkat harga dengan jumlah permintaan.

Sesuai dengan hukum permintaan yang berlaku maka bentuk kurva permintaan memiliki trend negatif yaitu berbentuk miring dari kiri atas ke kanan bawah atau sebaliknya.

Contoh kurva permintaan berdasarkan skedul permintaan sebelumnya yaitu seperti di bawah ini :

Kurva Permintaan
Kurva Permintaan

Tabel skedul dan kurva di atas mengindikasikan bahwa ketika harga Rp 100.000 maka permintaan hanya 20 unit. Namun ketika harga turun hingga Rp 20.000 maka permintaan meningkat hingga 100 unit.

Jenis-Jenis Permintaan

Terdapat 2 jenis permintaan yaitu permintaan berdasarkan daya beli dan permintaan berdasarkan jumlah transaksi. Setiap permintaan tersebut dikategorikan menjadi berbagai permintaan. Lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini :

1. Permintaan Berdasarkan Daya Beli

Jenis permintaan berdasarkan daya beli dikategorikan menjadi 3 permintaan yaitu permintaan efektif, permintaan absolut dan permintaan potensial.

a. Permintaan Efektif

Pengertian permintaan efektif adalah permintaan atas suatu produk baik barang maupun jasa yang berlandaskan daya beli. Pada permintaan ini apabila konsumen benar-benar membutuhkan suatu produk maka dia memiliki kemampuan untuk membelinya.

b. Permintaan Absolut

Definisi permintaan absolut adalah permintaan terhadap produk (barang/jasa) yang tidak diiringi oleh daya beli. Dalam kondisi permintaan ini dapat dikatakan bahwa konsumen tidak memiliki kemampuan untuk membeli/membayar produk yang diinginkannya.

Contoh dari permintaan absolut adalah apabila ada seorang yang menginginkan untuk membeli baju baru karena musim lebaran namun uang yang dimilikinya tidak cukup untuk membeli baju tersebut. Maka dengan segala kondisi orang tersebut tidak jadi membeli baju baru.

c. Permintaan Potensial

Arti dari permintaan potensial adalah permintaan pada suatu produk (barang/jasa) yang meski disertai dengan daya beli namun konsumen masih mempertimbangkan apakah akan melakukan transaksi atau tidak.

Sebagai contoh pak Haji Yusuf memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah baru. Akan tetapi beliau masih mempertimbangkan keinginan untuk membeli rumah tersebut.

2. Permintaan Berdasarkan Jumlah Transaksi

Untuk permintaan berdasarkan jumlah transaksi dibagi menjadi 2 jenis yaitu permintaan individu dan permintaan kelompok.

a. Permintaan Individu

Definisi permintaan individu ialah permintaan yang berasal dari 1 orang terhadap suatu produk baik barang maupun jasa yang diperuntukkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Contoh permintaan jenis ini adalah ibu rumah tangga yang membeli sembilan bahan pokok yang nantinya akan dikonsumsi oleh keluarga sehari-hari.

b. Permintaan Kelompok

Pengertian permintaan kelompok adalah permintaan akan barang maupun jasa yang berasal dari sekelompok orang atau masyarakat secara bersama-sama.

Sebagai contoh sekelompok masyarakat di area transmigrasi memerlukan bahan bangunan untuk memulai pembangunan di daerahnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

1. Harga Barang itu Sendiri

Sesuai dengan hukum permintaan yang berlaku dimana semakin tinggi harga barang yang diminta maka semakin turun jumlah permintaannya. Begitupula sebaliknya apabila harga barang yang diminta semakin turun maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan naik.

Melihat dari konsep hukum permintaan, masyarakat cenderung membeli suatu produk dengan harga murah. Terlebih di negara berkembang dimana masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah masih mendominasi maka faktor harga sangat penting dibandingkan dengan kualitas produk yang diminta.

2. Harga Barang Pengganti/Substitusi

Faktor berpengaruh lainnya adalah dari harga barang pengganti atau harga barang substitusi. Apabila harga barang pengganti meningkat maka konsumen akan tetap memilih barang yang semula akan diminta. Akan tetapi bila harga barang pengganti turun maka membuat konsumen beralih ke barang pengganti karena harganya yang lebih murah.

Contohnya apabila konsumen biasa mengkonsumsi cabai untuk keperluan dapurnya dan jika harga cabai di pasaran naik maka konsumen akan beralih ke produk lain seperti tomat.

3. Harga Barang Pelengkap/Komplementer

Selain harga barang pengganti ada juga harga barang pelengkap yang mempengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga pelengkap semakin mahal maka jumlah barang utama yang diminta akan turun dan begitupula sebaliknya.

Sebagai contoh sepeda motor memiliki bensin sebagai barang komplementernya. Apabila terjadi kelonjakan harga BBM maka permintaan akan sepeda motor dapat menurun.

4. Jumlah Penduduk

Semakin banyak penduduk di suatu wilayah atau negara sudah tentu akan menimbulkan permintaan yang banyak pula.  Sehingga faktor jumlah penduduk menjadi sangat berdampak pada jumlah permintaan suatu produk.

Sebagai contoh perusahaan smartphone merk xiaomi menarget India sebagai pangsa pasar utama. Hal ini dikarenakan selain India memiliki jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan penduduknya setiap tahun juga tinggi. Sehingga kondisi saat ini dan prediksi pasar masa mendatang dapat fokus di suatu wilayah.

5. Intensitas Kebutuhan

Tingkat kebutuhan dari suatu produk baik barang maupun jasa yang diperlukan masyarakat akan mempengaruhi jumlah permintaan. Semakin penting suatu produk maka semakin tinggi permintaannya. Sama halnya juga semakin mendesak kebutuhan akan produk maka semakin mendesak pula permintaannya.

Sebagai contoh di negara 4 musim dimana terdapat musim dingin. Kebutuhan penting dan mendesak pada musim ini adalah baju hangat. Jika tidak menggunakan baju hangat maka dikhawatirkan akan terkena hipotermia. Pada musim dingin permintaan akan baju hangat pastilah sangat tinggi. Meski harga naik dari biasanya maka masyarakat negara tersebut akan tetap membelinya.

6. Selera Masyarakat

Keinginan atau selera masyarakat terhadap suatu produk dapat berefek terhadap jumlah produk yang diminta. Apabila pada suatu momen masyarakat sedang menyukai barang atau jasa tertentu maka permintaan terhadap barang/jasa tersebut akan meningkat.

Contohnya pada awal kemunculan smartphone. Secara masif selera masyarakat terhadap handphone bergeser dari handphone GSM ke smartphone. Dari awal kemunculan smartphone hingga saat ini permintaan terhadap smartphone kian meningkat. Bahkan 1 orang bisa memiliki lebih dari 1 smartphone.

7. Pendapatan Masyarakat

Perolehan pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya jumlah permintaan. Apabila perolehan pendapatan tinggi maka jumlah permintaan juga akan mengikuti. Begitupula sebaliknya jika pendapatan menurun maka jumlah permintaan akan menurun. Sehinga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara permintaan dan pendapatan ini berbanding lurus.

Sebagai contoh sebagai seorang wirausahawan, bapak Anton memperoleh hasil Rp 1 juta per pekan. Dari hasil tersebut pak anton biasa membeli gula pasir 5 kg. Kemudian pada pekan depan pendapatan pak Anton meningkat menjadi RP 3 juta. Pada kondisi ini pak Anton kemudian membeli gula pasir untuk keseharian lebih banyak dari biasanya yaitu 7 kg.

8. Perkiraan Harga Di Masa Datang

Pada suatu kondisi tertentu jumlah permintaan dapat ditentukan dengan perkiraan harga di masa datang. Jika konsumen memperkirakan harga suatu produk akan naik di masa mendatang maka jumlah permintaan saat ini akan naik. Sedangkan bila perkiraan harga produk tersebut di masa mendatang akan turun maka jumlah permintaan sekarang akan turun.

Contoh kasusnya adalah ketika kebijakan kenaikan harga BBM diputuskan akan naik pada besok lusa. Maka yang akan terjadi adalah sebelum kenaikan harga BBM banyak masyarakat yang antree di SPBU bahkan sampai detik-detik terakhir sebelum terjadi kenaikan harga BBM.

Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan dapat bergeser ke kanan ataupun ke kiri khususnya jika kondisi ceteris paribus tidak terpenuhi. Kurva akan bergeser ke kanan apabila pendapatan seseorang/masyarakat bertambah sehingga menyebabkan permintaan bertambah. Sebaliknya kurva akan bergeser ke arah kiri apabila pendapatan seseorang/masyarakat menurun sehingga permintaan akan menurun pula.

Untuk lebih jelasnya maka perhatikan gambar di bawah ini :

pergeseran kurva permintaan
pergeseran kurva permintaan

Pada gambar di atas tanda D0 merupakan kurva permintaan awal sebelum terjadi kenaikan maupun penurunan pendapatan. Dapat dilihat pada kurva permintaan awal untuk jumlah barang yang diminta sebanyak 80 unit (Titik Q0) dengan harga Rp 6.000.

Kemudian ketika terjadi kenaikan pendapatan kurva bergerak ke arah kanan yaitu dengan ditunjukkan pada kurva D2. Peningkatan pendapatan ini membuat jumlah barang yang diminta pada tingkat harga Rp 6.000 menjadi 100 unit (Titik Q2) dari yang semula hanya 80 unit (Q0).

Sedangkan ketika terjadi penurunan pendapatan maka kurva bergeser ke arah kiri. Kurva permintaan ini ditunjukkan pada kurva D1. Karena pendapatan turun maka jumlah barang yang diminta juga berkurang pada tingkat harga Rp 6.000. Jumlah harga yang diminta berkurang dari 80 unit (Q0) menjadi hanya 60 unit (Q1).

 

Demikian pembahasan mengenai hukum permintaan dan turunannya. Semoga kita bisa mengambil manfaat hukum permintaan dan penawaran di dalam pembelajaran dan kehidupan kita. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus update informasi dari Jurnal Manajemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *