Fakta Menarik Tentang HRD yang Perlu Anda Ketahui

5 min read

HRD

Human Resource Development/Human Resource Departement atau biasa disebut sebagai HRD merupakan istilah yang sangat sering digunakan dalam lingkungan kerja atau perusahaan. Istilah ini terkadang juga disamakan dengan human capital, meskipun human capital mempunyai cakupan yang lebih sempit. Dalam sebuah perusahaan, human resource development mempunyai peran yang sangat penting.

Sebagai salah satu departemen khusus di perusahaan, human resource development atau human resource departement secara umum bertanggung jawab pada pengembangan sumber daya manusia. Dalam menjalankan tugasnya, departemen ini akan melibatkan pelatihan demi meningkatkan mutu dan efektivitas individu maupun organisasi.

Pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas secara tuntas mengani informasi tentang HRD yang belum banyak diketahui. Simak penjelasanya berikut ini :

Pengertian HRD Menurut Para Ahli

Sebelumnya telah disampaikan konsep global mengenai human resource. Setelah mengetahui konsep tersebut, Anda tentu mempunyai sedikit gambaran tentang apa itu HRD. Para ahli ternyata mempunyai pendapat yang berbeda mengenai pengertian human resource. Untuk memahami lebih lanjut mengenai divisi HR, berikut ini pengertian human resource menurut para ahli.

  1. Leonard Nadler

Dalam pandangan Nadler, human resource development adalah serangkaian kegiatan terorganisir yang diselenggarakan dalam waktu khusus serta dirancang dengan tujuan untuk membuat perubahan perilaku. Berdasarkan pengertian tersebut, divisi human resource bertanggung jawab terhadap perilaku karyawan yang mempengaruhi kinerja dan etos kerja sehingga sesuai dengan visi misi perusahaan.

  1. T.V. Rao

Menurut Rao, HRD adalah sebuah proses di mana karyawan dalam organisasi tertentu terlibat untuk memperoleh kemampuan yang diperlukan sehingga dapat melakukan berbagai fungsi yang berhubungan dengan peran masa depan mereka sebagai individu. Dalam proses tersebut, karyawan bisa mengenali serta memanfaatkan potensi untuk pengembangan organisasi.

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa human resource memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Karyawan sebagai motor penggerak sebuah organisasi harus mampu mengenali dan menggali potensi masing-masing, dan ini merupakan tugas human resource untuk membantu karyawan memanfaatkan potensi semaksimal mungkin.

  1. M. Khan

Khan mempunyai pendapat yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, human resources development adalah proses untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, serta etos kerja positif yang dimiliki oleh setiap karyawan dan seluruh orang yang terlibat dalam seluruh tingkatan organisasi atau bisnis.

Berdasarkan pengertian menurut Khan, human resource turut berperan serta dalam peningkatan kemampuan karyawan. Etos kerja serta pengetahuan setiap orang yang terlibat juga menjadi tanggung jawab human resources sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Perbedaan HRD dan Personalia

Apakah perbedaan antar HR dan personalia? Banyak orang yang menganggap bahwa HR dan personalia merupakan dua hal yang sama karena keduanya mempunyai deskripsi pekerjaan yang hampir serupa, yaitu mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan karyawan. Namun ternyata HR dan personalia mempunyai perbedaan, terutama dalam tugas dan wewenang.

Pada dasarnya HR merupakan divisi yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan karyawan. Tugas HR meliputi proses rekrutmen, evaluasi, konsultasi, administrasi, bahkann PHK. Biasanya divisi HR dimiliki oleh perusahaan dengan skala besar.

Sementara itu, personalia merupakan rangkaian kegiatan pengelolaan SDM untuk beberapa urusan yang berhubungan dengan hal-hal administratif. Personalia juga mengurusi hubungan antara perusahaan dan karyawan. Termasuk ke dalam tugas personalia adalah terkait absensi, pinjaman karyawan, serta filing dokumen.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa HR mempunyai cakupan yang lebih luas daripada personalia. HR bertugas mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan karyawan dan bersifat lebih kompleks. HR juga menangani pegawai, karyawan, manajer serta pegawai dari berbagai level.

Sementara itu, personalia berfokus pada hal-hal yang bersifat administratif seperti presensi dan penggajian. Terlebih lagi, HR biasa dijumpai pada perusahaan berskala besar sementara personalia terdapat pada setiap organisasi perusahaan meskipun berskala kecil. Meskipun personalia mempunyai cakupan yang lebih khusus, HR akan kesulitan untuk melaksanakan fungsinya dengan baik.

Syarat Menjadi HRD

Dari pengertian yang telah disampaikan, Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa tanggung jawab divisi human resource dalam sebuah organisasi sangat besar karena berhubungan dengan sumber daya manusia. Agar dapat menjalankan peranan yang begitu penting, diperlukan kemampuan khusus bagi seseorang yang ingin termasuk ke dalam divisi human resource.

Setiap karyawan atau anggota organisasi mempunyai deskripsi kerja yang berbeda-beda. Adapun staf divisi human resource mempunyai tanggung jawab dan wewenang yang cukup luas karena berhubungan dengan sumber daya manusia pada organisasi tersebut.

Apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi staf human resource? Pada dasarnya persyaratan terbagi menjadi dua, yaitu syarat akademik dan non akademik. Persyaratan akademik mencakup ijazah serta sertifikat pelatihan, sedangkan persyaratan non akademik meliputi kemampuan soft skill yang mungkin berguna untuk menunjang karir sebagai staf human resource.

Berikut ini beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk menjalani karir sebagai staf human resource:

  1. Ijazah dan Sertifikat

Jika Anda memutuskan untuk bekerja dalam bidang human resource, tentu saja Anda perlu mengambil studi dengan jurusan yang sesuai. Jurusan yang paling sesuai untuk proses rekrutmen sebagai staf human resource adalah jurusan psikologi, meskipun tidak menutup kemungkinan jurusan lain seperti komunikasi dan ilmu sosial juga dipertimbangkan. Hal ini tergantung dari kebijakan perusahaan.

Sertifikat kursus dan pelatihan berguna untuk mempermudah langkah Anda dalam meniti karir dalam bidang human resource. Berbagai lembaga pendidikan telah secara khusus membuka program kursus dan pelatihan dalam bidang HR, perkembangan organisasi, dan komunikasi yang nantinya dapat menunjang karir Anda.

  1. Soft Skill

Ketika menjalani karir dalam bidang HR, Anda membutuhkan skill dan keterampilan khusus sehingga Anda tidak akan menemui kesulitan. Soft skill termasuk ke dalam syarat non akademik yang sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh staf human resource. Beberapa keterampilan yang harus dimiliki oleh karyawan HR antara lain:

  • Multitasking

Pada dasarnya multitasking merupakan keterampilan yang sangat bermanfaat untuk anggota organisasi dalam berbagai bidang. Khususnya dalam bidang human resource, Anda harus menangani beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Misalnya, Anda harus menangani karyawan yang bermasalah sedangkan pada waktu yang hampir bersamaan Anda harus mengurus masalah gaji karyawan.

Terlebih lagi, Anda juga bertanggung jawab dalam proses rekrutmen karyawan baru yang mana hal ini membutuhkan kemampuan multitasking yang tinggi. Tanpa kemampuan tersebut, akan sulit bagi Anda untuk menjalani karir dengan baik.

  • Fokus

Seorang karyawan HR harus mempunyai fokus yang tinggi. Seorang staf human resource yang profesional harus mampu membedakan antara kepentingan karyawan dan manajemen perusahaan. Terkadang Anda diharuskan untuk mengambil keputusan yang sulit karena harus bersikap adil pada kedua belah pihak. Di saat seperti ini, Anda harus tetap fokus agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

  • Berpikir ke depan

Staf human resource profesional mampu untuk berpikir ke depan. Kondisi sumber daya manusia dalam organisasi berada di bawah tanggung jawabnya, baik sejak proses rekrutmen. Dengan keterampilan berpikir ke depan, karyawan HR mampu merancang skema rekrutmen, penggajian, serta pelatihan yang baik bagi seluruh anggota organisasi.

  • Orientasi tim

Berorientasi pada tim menjadi keterampilan yang harus dimiliki oleh staf human resource. Staf divisi HR dituntut untuk mampu memahami dinamika tim serta problematika yang dihadapi. Dengan berorientasi pada tim, diharapkan karyawan HR dapat mempertahankan keutuhan serta kinerja tim sehingga semangat kerja tetap terjaga.

Wewenang HRD

Karyawan divisi human resource mempunyai cakupan tugas dan wewenang yang cukup luas. Jika Anda berencana untuk menjadi karyawan HR profesional, ada baiknya Anda mengetahui tugas dan wewenang dari divisi human resource. Meskipun setiap organisasi mempunyai kebijakan berbeda terkait deskripsi kerja HR, secara umum berikut ini wewenang serta tugas yang dibebankan:

  1. Rekrutment dan Seleksi Karyawan Baru

Proses rekrutmen dan seleksi merupakan momen penting bagi sebuah organisasi. Hal ini berkaitan dengan seleksi sumber daya baru yang akan terlibat dalam perkembangan sebuah organisasi. Sebelumnya, staf HR harus mampu mengidentifikasi jumlah karyawan yang dibutuhkan. Ketika proses seleksi berlangsung, mereka harus mampu untuk mencari calon karyawan dengan kriteria yang sesuai kebutuhan.

  1. Pelatihan dan Pengembangan

Setelah proses rekrutmen dan seleksi, tanggung jawab divisi HR yang selanjutnya adalah pelatihan dan pengembangan karyawan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa karyawan baru maupun lama benar-benar cakap dalam menjalankan tugas. Proses pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahuan karyawan untuk mendukung tugasnya.

  1. Penggajian

Pada beberapa perusahaan, tugas penggajian dibebankan pada divisi human resource. Staf HR mempunyai wewenang untuk menyusun kompensasi bagi karyawan namun tidak membebani perusahaan. Dalam hal ini, beberapa pertimbangan seperti jenis pekerjaan dan peraturan pemerintah perlu dilibatkan.

  1. Penilaian kerja

Staf HR tidak hanya bertanggung jawab pada proses rekrutmen tetapi juga penilaian kerja rutin. Melalui penilaian kerja tersebut, HRD dapat menentukan kecakapan seorang karyawan berdasarkan kinerja serta kontribusi karyawan terhadap perusahaan.

Struktur Organisasi HRD

Sebagai sebuah organisasi di dalam organisasi, divisi HR mempunyai struktur tertentu. Di bawah ini struktur organisasi yang dimiliki oleh bidang HR:

  • HR Manager

Pada tingkatan teratas, HR manager mempunyai tanggung jawab untuk mengelola serta mengembangkan sumber daya manusia terutama dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawai kegiatan SDM. HR Manager juga bertanggungjawab terhadap kegiatan pembinaan serta penyusunan dan evaluasi anggaran.

  • Recruitment Staff

Di bawah HR Manager terdapat staf rekrutmen yang bertanggung jawab terhadap kegiatan seleksi dan rekrutmen karyawan baru serta berkoordinasi dengan divisi lain untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan karyawan. Anggota ini juga bertugas untuk menyiapkan kontrak kerja dengan karyawan serta mengupdate setiap kontrak yang akan habis.

  • General Affair Supervisor

General Affair Supervisor mempunyai kedudukan sejajar dengan Recruitment Staff dan berada di bawah HR Manager. Staf ini bertugas melakukan survei untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Selain itu, karyawan pada bagian ini juga bertugas untuk menganalisa kebutuhan anggaran serta menyiapkan laporan keuangan bulanan.

  • Compensation and Benefit Supervisor

Dalam struktur organisasi, Compensation and Benefit Supervisor berada di bawah HR Manager dan sejajar dengan Recruitment Staff serta General Affair Supervisor. Yang menjadi wewenang bagian ini adalah melakukan proses payroll karyawan serta menganalisis sistem remunerasi perusahaan. Selain itu,, bagian ini juga melakukan verifikasi daftar hadir, lembur, cuti, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan gaji.

Berapa Gaji HRD?

Dengan deskripsi pekerjaan yang cukup banyak, Anda mungkin penasaran dengan penghasilan para staf HR. Pada dasarnya masalah gaji sangat bervariasi dan tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan perusahaan, lama bekerja, kemampuan penggajian perusahaan, batas upah minimum, serta beberapa pertimbangan lainnya.

Meskipun demikian, ada kisaran yang bisa Anda gunakan sebagai pertimbangan. Menurut situs pencari kerja, staf HRD mempunyai gaji rata-rata sekitar Rp 3,5 juta. Sementara untuk Fresh Graduate, penghasilan yang diperoleh berada pada kisaran Rp 2,8 juta. Posisi Manager mempunyai rata-rata gaji yang relatif tinggi yaitu berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 12 juta.

Demikian pembahasan mengenai HRD (Human Resources Departement/Development) yang dapat Jurnal Manajemen sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.