Fungsi Pajak : Pengertian dan Penjelasan Disertai Contoh

5 min read

Fungsi Pajak

Apa yang Anda ketahui tentang pajak ? Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu Anda harus taat pajak demi pembangunan Indonesia yang lebih baik lagi. Akan tetapi, sebelum itu apakah Anda mengetahui apa itu pajak? Sudahkah Anda mengetahui apa sebenarnya Fungsi Pajak ?

Secara singkat dapat dipahami pengertian pajak sebagai pungutan wajib oleh rakyat yang mana nantinya akan digunakan untuk masyarakat luas pula. Pajak tidak dapat dirasakan secara langsung manfaatnya, melainkan akan digunakan untuk kepentingan bersama. Adapun informasi tentang fungsi pajak dan contohnya di antaranya dapat diuraikan para artikel Jurnal Manajemen sebagai berikut :

Pengertian Pajak

Pada hakikatnya pajak merupakan iuran wajib yang mesti dibayarkan oleh rakyat kepada negara yang mana aturan terkait iuran tersebut dimuat dalam undang-undang. Adapun tujuan dari iuran wajib tersebut adalah untuk kepentingan pemerintah maupun kesejahteraan masyarakat umum. Anda selaku pemberi iuran wajib tidak akan mendapatkan imbalan langsung melainkan dirasakan secara bersama-sama.

Pajak juga dapat dimaknai sebagai suatu kontribusi wajib oleh rakyat bagi negara yang terhutang secara pribadi maupun badan serta bersifat memaksa berdasarkan undang-undang. Adapun pembayar pajak tidak akan mendapatkan imbalan secara langsung. Alih-alih demikian, pembayar pajak akan merasakan manfaatnya secara bersama-sama dengan masyarakat Indonesia lainnya.

Selain itu, pajak juga dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk pungutan rakyat kepada pemerintah berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pajak juga dapat diartikan sebagai suatu bentuk iuran atau pungutan wajib bagi rakyat sesuai dengan yang dimuat dalam undang-udang dan akan mendapatkan sanksi apabila tidak membayarkan pajak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Pajak merupakan suatu sumbangan pada keuangan umum negara. Dengan adanya pajak, maka pembangunan segala fasilitas umum maupun infrastruktur lainnya di negara Indonesia dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Lantas, sudahkah Anda membayar pajak ?

Ciri-Ciri Pajak

Pajak memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat Anda ketahui. Adapun ciri-ciri pajak di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Pajak memiliki sifat memaksa

Ciri-ciri pajak yang pertama ialah memiliki sifat memaksa bagi tiap-tiap warga negara. Apabila seseorang telah memenuhi syarat subjektif serta syarat objektif wajib pajak, maka ia akan dipaksa untuk membayar pajak.

Pada Undang-Undang yang memuat tentang pembayaran pajak telah dijelaskan bahwa jika seseorang dengan sengaja tidak lantas membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ia akan mendapatkan ancaman berupa sanksi administratif maupun hukuman secara pidana. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda membayarkan pajak tepat pada waktunya?

2. Pajak merupakan kontribusi wajib bagi warga negara Indonesia

Ciri berikutnya dari pajak ialah merupakan kontribusi nyata yang wajib dikenakan bagi setiap warga negara Indonesia. Hal ini dapat disimpulkan bahwa setiap orang mempunyai kewajiban untuk membayarkan pajak. Akan tetapi, peraturan wajib pajak itu sendiri pun berlaku bagi mereka yang sudah memenuhi syarat mutlak untuk dikenakan wajib pajak.

Syarat mutlak wajib pajak tersebut maksudnya ialah warga negara Indonesia yang telah memiliki Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yakni lebih dari nominal Rp.2.050.000,00 setiap bulannya. Jadi, apabila Anda merupakan pegawai negeri maupun pegawai swasta yang memiliki penghasilan setiap bulannya lebih dari nominal Rp.2.050.000,00 tersebut maka Anda wajib membayar pajak.

Jika Anda merupakan seorang wirausaha, maka setiap penghasilan Anda akan dikenakan pajak sebesar 1% dari total penghasilan kotor maupun bruto yakni berdasarkan PP 46 tahun 2013.

3. Akar pajak ialah Undang-Undang

Ciri berikutnya dari pajak ialah memilki akar dari Undang-Undang. Pajak berasal dari Undang-Undang. Hal ini dapat dimaknai bahwa pajak tersebut diatur dalam Undang-Undang negara Indonesia. Terdapat beberapa Undang-Undang yang mengatur tentang mekanisme perhitungan, pembayaran maupun pelaporan pajak sekalipun.

4. Pajak tidak memberikan keuntungan langsung secara finansial

Ciri berikutnya dari pajak ialah pajak itu sendiri tidak memberikan imbalan finansial secara langsung kepada wajib pajak tersebut. Hal ini karena pajak berbeda dengan retribusi. Jika Anda melakukan retribusi, maka Anda akan mendapatkan manfaat langsung. Seperti halnya ketika Anda memarkirkan sepeda motor Anda di swalayan.

Lain halnya dengan retribusi, apabila Anda membayar pajak maka Anda tidak serta-merta mendapatkan imbalan finansial secara langsung. Jadi, pajak merupakan suatu sarana pemerataan pendapatan tiap-tiap warga negara Indonesia. Ketika Anda membayar pajak, Anda tidak akan secara langsung mendapatkan manfaat dari pajak yang Anda bayarkan tersebut.

Alih-alih mendapatkan imbalan atau manfaat langsung dari pajak, Anda justru akan menikmati manfaat dari wajib pajak berupa perbaikan jalan raya di lingkungan Anda, pemerolehan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga Anda, beasiswa pendidikan bagi anak-anak Anda hingga pemerolehan fasilitas pemerintah lainnya.

Fungsi Fungsi Pajak

Bagi Anda yang kesulitan untuk menjawab pertanyaan berupa jelaskan fungsi pajak, maka ada baiknya Anda menyimak 4 fungsi pajak sebagai berikut.

1. Pajak berfungsi sebagai stabilitas

Fungsi pajak di Indonesia yang pertama ialah sebagai stabilitas. Pajak memiliki peranan penting dalam upaya menentukan kestabilan ekonomi suatu negara. Pajak bisa digunakan sebagai solusi inflasi maupun deflasi. Pemerintah dapat membuat peraturan terkait pajak sesuai dengan rencana solusi permasalahan yang ada.

2. Pajak memiliki fungsi sebagai redistribusi pendapatan

Fungsi pajak berikutnya ialah sebagai redistribusi pendapatan. Fungsi pajak sebagai redistribusi pendapatan tidak lain guna membuat pendapatan masyarakat luas menjadi semakin merata. Jadi, dengan adanya pajak itu pula pemerintah bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas.

Di samping itu, pemerintah juga bisa menerapkan tarif pajak yang tinggi bagi barang-barang mewah. Dengan demikian, pajak tidak hanya bisa menekan gaya hidup konsumtif saja melainkan juga bisa memeratakan pendapatan.

3. Pajak berfungsi untuk mengatur

Fungsi pajak selanjutnya ialah sebagai penagtur. Pajak digunakan untuk mengatur serta melaksanakan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah dalam kajian bidang ekonomi dan sosial. Misalnya, adanya pajak dengan tarif yang cukup tinggi dikenakan bagi minuman keras yang mana juga memiliki niat terselubung berupa pengurangan konsumsi minuman keras.

4. Pajak berfungsi untuk anggaran atau budgeting (fungsi pajak budgetair)

Fungsi pajak terakhir ialah sebagai anggaran atau budgeting. Fungsi anggaran tersebut bisa berupa pembangunan layaknya penyediaan fasilitas layanan pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur lainnya. Fungsi pajak dalam pembangunan tersebut kiranya dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Jenis-Jenis Pajak

Di negara Indonesia, Pajak memiliki berbagai macam jenisnya. Adapun Jenis-Jenis Pajak yang ada di negara Indonesia di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Pajak berdasarkan kategori pihak yang menanggung

Jika dilihat berdasarkan kategori pihak yang menanggung, pajak terbagi menjadi dua jenis yakni pajak langsung dan pajak tidak langsung.

a. Pajak langsung

Pajak langsung adalah salah satu jenis pajak yang dilihat berdasarkan kategori pihak yang menanggung yakni pada pembayarannya harus dan wajib ditanggung sendiri oleh wajib pajak. Pajak langsung tersebut tidak dapat dialihkan pembayarannya kepada pihak lainnya serta akan dikenakan secara berulang-ulang pada waktu-waktu ertentu.

Adapun contoh dari pajak langsung di antaranya Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

b. Pajak tidak langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang mana pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lainnya dan hanya akan dikenakan pada hal-hal tertentu saja serta kejadian-kejadian lainnya. Adapun contoh dari pajak tidak langsung yang ada di Indonesia di antaranya Bea Materai, Bea Cukai, Pajak Penjualan, PPN, PPh-BM dan lainnya.

2. Pajak berdasarkan kategori sifatnya

Jenis pajak juga dapat dilihat berdasarkan kategori sifatnya. Adapun jenis pajak berdasarkan sifatnya terbagi menjadi dua yakni pajak subjektif dan pajak objektif.

a. Pajak subjektif

Pajak subjektif adalah salah satu jenis pajak berdasarkan kategori sifatnya yang mana pengenaan pajak pada permulannya memperhatikan pribadi wajib pajak (subjek pajak). Apabila telah diketahui kondisi subjek pajak tersebut, maka barulah diperhatikan keadaan objektifnya yakni sesuai bebannya apakah layak dikenai wajib pajak atau tidak. 

b. Pajak objektif

Pajak objektif merupakan salah satu jenis pajak berdasarkan kategori sifatnya yang mana pengenaan pajak pada permulaannya dengan memperhatikan objeknya baik itu berupa keadaan maupun perbuatan dan peristiwa yang bisa menyebabkan timbulnya kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak. Jika telah diketahui objeknya, maka barulah dicari subjeknya yang memiliki hukum dengan objek tersebut.

3. Pajak berdasarkan pihak yang memungut pajak

Jenis pajak juga dapat dibedakan berdasarkan pihak yang memungut pajak. Adapun jenis-jenis pajak berdasarkan kriteria tersebut terbagi menjadi dua macam yakni pajak pajak pusat dan pajak daerah.

a. Pajak pusat

Pajak pusat merupakan salah satu jenis pajak yang dilihat berdasarkan kriteria pihak yang melakukan pemungutan terhadap pajak itu sendiri. Pajak pusat adalah jenis pajak yang dikelola oleh pemerintah pusat yang mana dalam hal tersebut sebagian dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak-Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Adapun pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak – Kementerian Keuangan Republik Indonesia di antaranya ialah sebagai berikut.

b. Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Penghasilan (PPh) merupakan pajak yang dikenakan kepada orang secara pribadi atau badan usaha atas adanya penghasilan yang diterima maupun diperoleh dalam suatu tahun pajak.

c. Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas adanya konsumsi barang kena pajak maupun jasa kena pajak.

d. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dipungut dalam sector perhutanan, pertambangan dan perkebunan.

e. Pajak daerah

Pajak daerah merupakan jenis pajak yang dikelola oleh pemerintah daerah baik itu pada tingkat kabupaten maupun kota serta dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah. Fungsi pajak daerah tidak lain adalah untuk memaksimalkan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut Adapun pajak yang termasuk ke dalam pajak daerah di ataranya ialah sebagai berikut.

f. Pajak provinsi

Pajak provinsi merupakan jenis pajak daerah yang keuangannya dikelola oleh pemerintah pada tingkat provinsi. Adapun yang termasuk ke dalam pajak provinsi di antaranya pajak rokok, pajak BBM, pajak air permukaan, bea balik nama kendaraan bermotor dan kendaraan alas air san sebagainya.

g. Pajak kabupaten atau kota

Pajak kabupaten atau kota adalah salah satu jenis pajak provinsi yang mana keuangannya dikelola oleh pemerintah kabupaten atau kota tersebut. Adapun yang termasuk ke dalam pajak kabupaten atau kota di antaranya ialah pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak air tanah, pajak parkir dan sebagainya.