Pengertian Devisa : Manfaat, Fungsi, Jenis, dan Sumbernya

5 min read

Pengertian Devisa

Perekonomian suatu negara memang menjadi salah satu pembahasan menarik bagi siapapun. Kegiatan ekonomi yang dilaksanakan, Pelaku Ekonomi yang terlibat, dan jumlah kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara. Semuanya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Terlebih jika kita membandingkan kekayaan suatu negara. Pasti tidak terlepas dari yang namanya devisa.

Apa itu devisa negara ? Seringkali kita mendengar istilah ini ketika melihat berita seperti cadangan devisa Indonesia adalah sekian atau Tenaga Kerja Indonesia merupakan pahlawan devisa dan lain sebagainya.

Devisa ini juga dapat menjadi salah satu tolak ukur untuk mengetahui kekayaan atau cadangan cash dari suatu negara dalam melakukan transaksi khususnya di tingkat internasional.

Begitu pentingnya mengetahui segala hal mengenai devisa. Namun apa itu devisa ? dan seperti apa bentuk devisa negara ?

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara tuntas mengenai devisa mulai dari defnisi, manfaat, fungsi, jenis, hingga sumber devisa itu sendiri.

Pengertian Devisa

Terdapat beberapa Pengertian Devisa yang dapat kita pahami. Meski demikian semuanya memiliki arti yang sama.

Secara umum pengertian devisa adalah sejumlah mata uang asing atau Valuta Asing yang dipakai sebagai alat transaksi pada pembayaran internasional.

Pengertian lain menyatakan bahwa devisa adalah alat yang digunakan untuk melakukan perdagangan antar negara atau perdagangan internasional dan harus diakui secara internasional.

Sehingga secara garis besar devisa merupakan alat tukar dalam transaksi internasional yang disepakati dan diterima secara luas oleh dunia internasional.

Contoh devisa yang biasa digunakan yaitu US Dollar, Euro, Yen, Dollar Canada, Franch, Pound Sterling. Selain itu devisa juga bisa dalam bentuk emas ataupun surat berharga yang diakui secara internasional.

Cadangan Devisa

Adapun Cadangan Devisa adalah simpanan valuta asing yang dikelola oleh bank sentral dan otoritas Moneter. Devisa disimpan dalam bentuk aset berupa mata uang atau emas dan surat berharga.

Cadangan devisa ini dipakai sebagai jaminan atas diterbitkannya mata uang local dan cadangan dari berbagai perbankan yang disimpan di bank sentral (Bank Indonesia) oleh pemerintah atau Lembaga Keuangan.

 Seiring dengan perkembangan perekonomian secara nasional maka munculah 2 isilah terkait cadangan devisa. Pertama yaitu Official Foreign Exchange Reserve dan Kedua yait  Country Foreign Exchange Reserve. Keduanya memiliki ruang lingkup yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Untuk Official Foreign Exchange Reserve merupakan cadangan devisa yang dikelola dan diatur oleh bank sentral. Dengan kata lain cadangan devisa ini adalah milik negara.

Sedangkan Country Foreign Exchange Reserve adalah seluruh devisa yang dimiliki dan dikelola oleh individu, institusi, bada usaha, dan lembaga khususnya lembaga keuangan nasional yang dilihat secara moneter masih menjadi bagian dari asset nasional.

Cadangan devisa dikatakan mencukupi bagi suatu negara jika besaran cadangan tersebut cukup untuk pembiayaan impor paling tidak selama 3 bulan.

Bank Devisa

Cadangan devisa dari suatu negara biasanya dikelola langsung oleh bank sentral atau bank yang ditunjuk oleh bank sentral. Bank ini biasa disebut juga dengan bank devisa.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bank devisa adalah bank yang memiliki surat kewenangan dari bank sentral untuk melaksanakan aktivitas keuangan menggunakan valuta asing.

Jasa yang ditawarkan oleh bank devisa yang berkaitan dengan valuta asing seperti transfer atau transaksi menggunakan mata uang asing.

Contoh bank devisa adalah bank-bank umum yang melayani jasa-jasa tersebut.

Manfaat Devisa/Fungsi Devisa

Setelah mengetahui pengertian devisa dan turunannya, kita harus mengetahui bahwa manfaat devisa sangatlah banyak khususnya dalam perdaganagan internasional. Manfaat devisa disebut juga dengan fungsi devisa. Beberapa diantara manfaat atau fungsi devisa adalah sebagai berikut :

1. Sebagai alat tukar pada transaksi antar negara (internasional)

Tidak diragukan lagi bahwa fungsi utama devisa adalah sebagai alat pembayaran pada transaksi internasional. Transaksi seperti ekspor dan impor tentu saja memerlukan satuan mata uang yang sama-sama diterima antara negara yang berkaitan. Adanya devisa ini tentu memudahkan pada keberjalanan transaksi tersebut.

Dilihat dari kondisi tersebut devisa dapat disebut sebagai mata uang kedua yang digunakan suatu negara. Jika di Indonesia berarti mata uang setelah rupiah.

2. Digunakan sebagai alat untuk membayar cicilan hutang luar negeri

Pendapatan devisa bagi negara seperti halnya pendapatan rumah tangga harus diatur dengan sangat hati-hati. Karena selain digunakan untuk pembiayaan juga dapat digunakan sebagai alat dalam pembayaran hutang luar negeri.

Sehingga perlunya pengaturan cadangan devisa baik input maupun outputnya. Hal ini dikarenakan jika devisa terlalu banyak digunakan maka akan terjadi penurunan drastis pada cadangan devisa. Terlebih apabila pembiayaan hutang telah jatuh tempo maka akan terjadi ketidakstabilan ekonomi nasional.

Maka dari itu perencanaan penggunaan devisa dan prakiraan pemasukan devisa harus dikelola secara detail dan bijaksana.

3. Untuk menstabilkan mata uang suatu negara

Pada pembahasan Kebijakan Moneter tentunya kita sudah mengetahui bahwa pengeluaran jumlah mata uang yang beredar harus memiliki jaminan dari asset negara. Jika tidak maka penurunan nilai mata uang tidak bisa dihindari. Nah salah satu jaminan yang digunakan disini adalah cadangan devisa yang dimiliki.

Semakin baik kecukupan cadangan devisa suatu negara maka akan memudahkan dalam pengendalian dan menstabilkan mata uang pada suatu negara.

4. Dipakai untuk pembiayaan kegiatan/program terkait hubungan antar negara

Tidak hanya digunakan untuk transaksi antar negara, devisa juga memiliki fungsi dalam memperlancar hubungan antar negara. Sebagai contoh adalah jika dilaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri atau program untuk meningkatkan hubungan diplomatik internasional maka menggunakan devisa yang dimiliki.

Selain itu pemanfaatan hal administrasi seperti kantor kedutaan atau sejenisnya juga menggunakan devisa negara. Sehingga tidak mengapa jika peroleh devisa dari transaksi internasional digunakan untuk kegiatan kenegaraan.

5. Sumber pendapatan bagi negara yang dimanfaatkan untuk pembangunan nasional

Devisa dapat dikatakan sebagai sumber Pendapatan Nasional yang diperoleh dari berbagai aktivitas ekonomi. Tentu saja pendapatan ini dapat digunakan untuk mendorong perekonomian nasional dengan melakukan pembangunan. Alhasil dengan pembangunan maka roda perekonomian akan berputar dan banyak investasi yang masuk. Kondisi ini akan menarik devisa lebih banyak lagi dan seterusnya.

Banyaknya manfaat devisa di atas membuat setiap negara berlomba-lomba untuk memperoleh devisa sebanyak-banyaknya melalui berbagai macam sumber devisa.

cadangan devisa
cadangan devisa

Jenis Jenis Devisa

Devisa berdasarkan jenis nya dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Devisa berdasarkan sumber.
  2. Berdasarkan wujudnya.

Berdasarkan Sumber

Devisa berdasarkan sumbernya dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Devisa Kredit

Pengertian devisa kredit adalah devisa yang bersumber dari pinjaman atau kredit luar negeri. Devisa ini memiliki syarat harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.

Contoh devisa kredit adalah pinjaman luar negeri seperti dari Bank Dunia atau Pinjaman antar negara. Devisa kredit ini nantinya disalurkan ke masyarakat atau pemerintah dalam bentuk kredit.

2. Devisa Umum

Pengertian devisa umum yaitu devisa yang didapatkan tanpa adanya aturan untuk mengembalikan. Devisa umum berasal dari Kegiatan Ekonomi seperti perdagangan internasional (ekspor impor), hasil penyediaan jasa, dan juga penyelenggaraan pasar modal.

Berdasarkan Wujud

Jika dilihat berdasarkan wujudnya, devisa dikategorikan menjadi 2 yaitu :

1. Devisa Kartal

Wujud dari devisa kartal adalah uang kertas dan uang logam. Bentuk devisa ini biasa digunakan sebagai alat tukar di masyarakat.

2. Devisa Giral

Adapun bentuk devisa giral adalah devisa yang memiliki wujud berupa surat-surat berharga. COntoh surat berharga disini seperti cek, wesel, International Money Order (IMO), dan surat berharga lainnya.

Pada keadaan tertentu devisa giral dapat dikonversi menjadi devisa kartal sesuai dengan kesepakatan.

Sumber Sumber Devisa

Setelah mengetahui peran devisa bagi perekonomian negara maka hal berikut yang perlu diketahui adalah mengenai sumber devisa. Pemerintah dan pelaku ekonomi lainnya harus mengetahui sumber-sumber devisa mana yang berpotensi untuk menambah cadangan devisa. Adapun sumber-sumber devisa tersebut diantaranya :

1. Kegiatan ekspor

Hasil dari kegiatan ekspor atau menjual barang ke luar negeri merupakan sumber devisa. Oleh karenanya valuta asing yang berasal dari kegiatan ekspor barang disebut devisa. Bahkan bisa jadi untuk Indonesia sendiri kegiatan ekspor ini menjadi sangat potensial bagi cadangan devisa.

Sebagai contoh di Indonesia devisa diperoleh dari kegiatan eskpor hasil perkebunan ke luar negeri (the, kakao, kopi, cengkeh, dll). Hal ini berlaku juga pada sector yang lainnya

Sehingga semakin banyak produk yang diekspor maka semakin tinggi devisa yang akan diperoleh suatu negara.

2. Perdagangan jasa

Tidak hanya produk berupa barang saja namun perdagangan jasa juga mampu menjadi sumber devisa bagi negara. Biasanya perdagangan jasa ini ditawarkan oleh negara maju atau negara yang memiliki sedikit sumber daya alam.

Sebagai contoh negara singapura menawarkan jasa perdagangan sebagai sumber potensial devisanya. Contoh lain adalah seperti jasa pengiriman barang, airport, pelabuhan, kapal laut, pelayaran internasional dan lain sebagainya.

3. Kegiatan pariwisata

Semakin banyak tempat wisata dan kunjungan wisawata ke suatu negara khususnya turis asing maka akan menambah devisa negara. Devisa berasal dari proses pertukaran mata uang. Selisih atau potongan dari pertukaran inilah yang akan masuk sebagai devisa negara.

4. Pinjaman luar negeri (bantuan luar negeri)

Walaupun merupakan pinjaman dengan kewajiban untuk mengembalikan namun pinjaman luar negeri tetap masuk pada kategori sebagai sumber devisa. Pinjaman luar negeri ini biasanya dimanfaatkan untuk pembangunan, membiayai kegiatan impor, atau bahkan menutup hutang dari sumber lainnya.

5. Hibah dan hadiah dari luar negeri

Pada kondisi tertentu negara dapat memperoleh bantuan atau hibah atau sumbangan dari luar negeri. Bentuknya bisa beragam namun seringkali berupa mata uang yang masuk ke dalam cadangan devisa negara.

Kondisi suatu negara memperoleh bantuan biasanya ketika sedang terkena musibah seperti bencana alam ataupun kondisi perang.

Adapun jika bantuan berupa barang maka negara tersebut dapat menghemat devisanya karena tidak perlu mengeluarkan devisa untuk mengcover barang yang diperlukan.

6. Penerimaan Deviden dari investasi atau Bunga dari Luar Negeri

Jika ada warga negara Indonesia yang memiliki investasi di pasar uang atau pasar modal di perusahaan luar negeri maka akan memperoleh bagi hasil berupa devisa.

7. Pungutan bea masuk

Pada kebijakan ekspor impor terdapat bea masuk atau pungutan biaya. Bea masuk ini diterapkan ketika ada barang masuk ke dalam negeri dan dapat dijadikan sebagai tambahan devisa. Semakin banyak barang yang masuk ke dalam negeri maka semakin banyak penerapan bea masuk atau memperbesar sumber devisa negara.

Oleh karena itu peraturan terhadap penyelundupan barang harus diterapkan secara tegas agar menghindari hilangnya bea masuk tersebut.

8. Warga Negara yang Bekerja di Luar Negeri

Pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri tentu saja akan menambah devisa bagi negara. Devisa ini diperoleh saat warga negara yang berada di luar negeri mengirimkan sejumlah dana yang nantinya akan ditukar dan prosesnya melalui bank.

Maka secara otomatis selisih atau potongan dari pertukaran ini akan menjadi devisa. Semakin banyak warga negara yang memperoleh penghasilan di luar negeri dan mengirimkan dananya ke dalam negeri maka semakin besar devisa yang diperoleh.

Oleh karenanya ada yang mengatakan bahwa Tenaga Kerja Indonesia disebut juga dengan pahlawn devisa.