10+ Contoh Surat Perjanjian (Kerjasama, Jual Beli, Kerja, Hutang, Kontrak, Dll)

15 min read

3. contoh surat perjanjian

Surat perjanjian akan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk kepentingan tertentu, seperti jual beli, sewa atau kontrak rumah maupun tanah, hutang piutang, pekerjaan dan lain-lain. Adanya surat perjanjian akan jadi bukti perjanjian antara dua belah pihak serta saksi-saksi yang terlibat. Contoh surat perjanjian akan berbeda-beda tergantung dari tujuannya masing-masing, apakah untuk jual beli, sewa, kontrak kerja dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa contoh dari surat perjanjian untuk beberapa keperluan berbeda agar kita bisa semakin paham surat mana yang harus digunakan untuk kepentingan tertentu.

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas mengenai beberapa contoh surat perjanjian. Contoh surat perjanjian disini diharapkan dapat menjadi referensi bagi anda. Simak ulasannya :

 

Baca Juga : 14 Contoh Surat Kontrak Kerja Karyawan Perusahaan di Berbagai Bidang

 

Beberapa Contoh Surat Perjanjian

Surat perjanjian akan berbeda-beda tergantung dari tujuannya masing-masing. Jika kita hendak membuat surat perjanjian sewa tanah, misalnya, isinya akan berbeda dari surat perjanjian hutang piutang. Berikut beberapa contoh surat perjanjian yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.


  1. Surat Perjanjian Kerjasama

Perjanjian kerjasama akan dibuat suatu perusahaan yang tengah berkembang dan tak bisa berdiri sendiri tanpa adanya ikatan dengan perusahaan yang lain. Hal ini bukan barang baru, di mana tiap perusahaan akan menjalin kerjasama dengan perusahaan lainnya supaya dapat saling menguntungkan. Kerjasama ini bisa dijalani atas inisiatif sendiri dengan cara mengirimkan surat permohonan kerjasama pada perusahaan lain. Sebuah perusahaan juga dapat menjalin kerjasama karena menerima surat permohonan kerjasama yang didapat dari perusahaan lain. Penulisan contoh surat perjanjian kerjasama terbilang mudah karena kita cukup cantumkan kedua belah pihak nama yang mewakili masing-masing perusahaan serta poin-poin penting yang jadi topik kerjasama. Berikut contohnya.

Surat Perjanjian Kerjasama Usaha

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Samsuri

Alamat             : Jl. Mawar No.1, Jakarta

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama

Nama              : Sanusi

Aamat              : Jl. Durian No.2, Jakarta

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Pihak Pertama dan Pihak Kedua memiliki perjanjian kerjasama dengan ketentuan seperti tercantum di bawah ini:

  1. Pihak Pertama akan menitipkan barangnya pada Pihak Kedua secara konsinyasi. Pihak Kedua mendapat 10 persen omset penjualan barang Pihak Pertama yang dititipkan
  2. Jumalh maksimal barang yang ditipkan Pihak Pertama pada Pihak Kedua ialah 100 item per desain
  3. Distribusi barang di area Jakarta dan sekitarnya akan diatur Pihak Kedua
  4. Pihak Pertama membantu promosi yang dilakukan Pihak Kedua, demikian pula sebaliknya
  5. Pihak Kedua melaporkan hasil penjualan pada Pihak Pertama tiap bulan, lalu di awal bulan berikutnya akan disertai penyerahan keuntungan sebesar 90 persen dari omset penjualan barang milik Pihak Pertama yang dititipkan pada Pihak Kedua

Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat sebagai ikatan di antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan bersama guna mencapai mufakat di kemudian hari.

Perjanjian ini dibuat dengan penuh kesadaran serta tanpa adanya paksaan pihak manapun. Jika di kemudian hari terjadi perselisihan dari pelaksanaan perjanjian ini maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Samsuri                                                                                                              Sanusi


  1. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Surat perjanjian jual beli ialah surat yang dibuat penjual serta pembeli dalam menjelaskan hak dan juga kewajiban dari kedua belah pihak. Salah satu contohnya adalah pada transaksi jual beli tanah. Contoh surat perjanjian ini berisi penyerahan tanah dari penjual ke pembeli serta berhak menerima uang yang setara nilai tanah yang dijual. Pembeli juga memiliki kewajiban dalam membayar uang seharga tanah serta mendapat tanah yang telah dibelinya. Setelah surat perjanjian ditandatangani, baik pembeli serta penjual akan sama-sama terikat guna melaksanakan hak serta kewajiban masing-masing sesuai perjanjian yang dibuat. Berikut adalah contohnya.

Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Bahwa pada 20 Januari 2019 telah disepakati antara Pihak Pertama sebagai penjual 1 unit mobil Honda Brio tahun 2009 serta Pihak Kedua sebagai pembeli.

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Desi

Pekerjaan        : Ibu Rumah Tangga

Alamat             : Jl. Belimbing No. 22, Jakarta Selatan

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama

Nama              : Suryani

Pekerjaan        : Karyawan

Alamat             : Jl. Apel No.33, Jakarta Selatan

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Pihak Pertama telah melakukan perjanjian dengan Pihak Kedua. Pihak Pertama menjual satu unit Mobil Honda Brio pada Pihak Kedua. Sesuai kesepakatan, mobil Honda Brio tersebut dijual seharga Rp 99.000.000 (sembilan puluh sembilan juta rupiah) secara kontan.

Demikian surat perjanjian ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun.

Jakarta Selatan, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                   Pihak Kedua,

Desi                                                                                                       Suryani


  1. Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh surat perjanjian yang terkait aktivitas kerja biasanya akan dibuat guna menyepakati pihak-pihak yang sama-sama terlibat dalam sebuah kerjasama. Pihak-pihak di dalamnya biasanya adalah Pihak 1 atau perusahaan serta Pihak 2 atau karyawan. Surat perjanjian kerja juga bisa terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Apabila perjanjian terjadi antara karyawan dan perusahaan, maka surat akan diberikan pada karyawan yang sudah melalui tahap training. Selama training, kita akan melihat serta mengalami sendiri pekerjaan yang sesuai bidangnya masing-masing. Setelah dirasa cukup serta kita yakin akan kemampuan diri sendiri, akan ada surat perjanjian kerja tertulis yang menjadi bukti bahwa karyawan dapat bekerjasama dengan perusahaan yang telah memiliki badan hukum.

Surat perjanjian ini terutama termasuk contoh surat perjanjian resmi karena memiliki sifat mengikat pada kedua belah pihak yang termasuk di dalamnya, yaitu perusahaan serta karyawan. Isinya adalah hak serta kewajiban dari masing-masing pihak. Surat ini dinyatakan sah secara hukum serta bisa diperkarakan pada ranah hukum Indonesia. Berikut adalah contohnya.

Surat Perjanjian Kerja CV Gunung Muria

Nomor : SPK-IM/____/__/____

Yang bertanda tangan di bawah ini:

  1. Nama : _____

Jabatan                       : _____

Alamat                         : ________________

Dalam hal ini selaku jajaran direksi CV Gunung Muria dan disebut Pihak Pertama

  1. Nama : _____

Tempat dan Tanggal Lahir                 : _____

Pendidikan Terakhir                            : _____

Jenis Kelamin                                     : _____

Agama                                                 : _____

Alamat                                                 : _________________

No. KTP/SIM                                       : ______

Telepon                                               : _____

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi serta disebut Pihak Kedua

Pasal 1

Mulai Bekerja

Kedua belah pihak setuju bahwa Karyawan akan mulai bekerja di tanggal (_________)

Pasal 2

Posisi dan Tugas

Perusahaan menunjuk Karyawan dan Karyawan telah menerima penugasan sebagai (______). Karyawan telah menyatakan bersedia serta berkewajiban dalam melakukan aktivitas sesuai jabatan yang telah ditentukan.

Pasal 3

Gaji dan Tunjangan

  1. Karyawan akan menerima gaji pokok sebesar Rp._______ per bulan
  2. Gaji karyawan akan dibayarkan paling lambat tanggal 30 di bulan yang bersangkutan
  3. Tunjangan karyawan meliputi tunjangan tetap serta tunjangan tidak tetap

Pasal 4

Berakhirnya Masa Kerja

  1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua bisa memutuskan Perjanjian sewaktu-waktu melalui pemberitahuan tertulis di bagian personalia paling lambat 30 hari sebelum pengunduran diri. Perusahaan dapat pula mengakhiri Perjanjian sesuai Peraturan Perusahaan.
  2. Pemutusan Hubungan Kerja karena adanya pelanggaran dari Pihak Kedua atau hal-hal yang menyebabkan kerugian pada Pihak Pertama, maka Pihak Pertama tak wajib memberi pesangon.

Pasal 5

Lain-lain

Ketentuan lainnya yang belum tertuan gdalam Perjanjian Kerja ini akan mengacu pada Peraturan Perusahaan.

Pasal 6

Penutup

Demikian surat perjanjian ini telah dibuat, disetujui serta ditandatangani Pihak Pertama dan Pihak Kedua serta dibuat rangkap dua. Masing-masing memiliki kekuatan hukum sama dan disahkah Undang-undang.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Direksi                                                                                                             Karyawan


  1. Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Contoh surat perjanjian kontrak rumah akan sangat bermanfaat bagi kita, baik sebagai penyewa ataupun pemilik dari rumah yang disewakan. Urusan kontrak rumah sebaiknya memang tak sekedar dilakukan secara lisan serta berlandaskan kepercayaan, namun tetap harus ada hitam di atas putih. Agar dapat menghindari hal-hal yang tak diinginkan pada kemudian hari, tak ada salahnya apabila kita menuangkan perjanjian secara tertulis. Jika salah satu pihak lalai atas kewajibannya, maka surat perjanjian akan jadi acuannya. Sewa menyewa sendiri ialah sebuah perjanjian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1548 KUHPerdata. Ini menjadikan surat perjanjian kontrak rumah akan membuat penyewa serta yang menyewakan sama-sama merasa nyaman karena dilindungi hukum. Berikut adalah contoh surat perjanjian kontrak rumah.

Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Pada hari ini, _____ tanggal ________, di _________, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: _________________

Tempat dan tanggal lahir: ____________

Pekerjaan: ______________

Alamat: _____________

Nomor KTP: __________

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama: _________

Tempat dan tanggal lahir: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: _______________

Nomor KTP: ______________

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama serta Pihak Kedua telah menerangkan hal-hal di bawah ini:

  1. Pihak Pertama ialah pemilik sah dari rumah tmepat tinggal dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor: __/_____ atas nama _________, yang ada di alamat ________________.
  2. Pihak Pertama akan menyewakan rumah tersebut pada Pihak Kedua, dan Pihak Kedua bermaksud menyewa rumah dari Pihak Pertama.

Untuk maksud tersebut, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat mengikatkan diri dalam Perjanjian Sewa Rumah dan mengacu pada ketentuan serta syarat sebagaimana terlampir.

Demikian surat perjanjian kontrak rumah ini dibuat tanpa paksaan dari siapapun dan untuk digunakan sebenar-benarnya.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

__________                                                                                                    ___________


  1. Surat Perjanjian Hutang

Saat kita melakukan kegiatan terkait hutang piutang, pastinya akan diperlukan contoh surat perjanjian yang benar agar dapat dijadikan acuan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan salah satu atau bahkan kedua belah pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Bahkan walau kita telah mengenal baik pihak yang berhutang, tetap saja masih terbuka peluang untuk melakukan kecurangan. Adanya surat perjanjian apalagi yang dilengkapi jaminan serta disaksikan saksi-saksi akan memastikan kedua belah pihak sama-sama terhindar dari kejadian yang tak diharapkan. Pastikan kita kenal orang yang berurusan hutang piutang dengan kita dan orang tersebut memiliki kartu identitas valid. Berikut adalah contoh surat perjanjian khusus untuk hutang disertai jaminan dan saksi.

Surat Perjanjian Hutang

Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Satu bulan Januari tahun Dua Ribu Sembilan Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini telah menyetujui untuk mengadakan perjanjian hutang, yaitu:

Nama              : Andrew

Umur               : 29 Tahun

Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat             : Jl. Kakaktua No.11, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama              : Safitri

Umur               : 29 Tahun

Pekerjaan        : Pegawai Negeri Sipil

Alamat             : Jl. Merpati No.23, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Melalui surat perjanjian ini, kedua belah pihak telah menyetujui berbagai ketentuan di bawah ini:

  1. Pihak Pertama menerima uang tunai Rp800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dari Pihak Kedua di mana uang tersebut merupakan hutang atau pinjaman
  2. Pihak Pertama telah memberikan jaminan berupa surat tanah yang nilainya dianggap setara dengan jumlah hutang pada Pihak Kedua
  3. Pihak Pertama telah berjanji akan melunasi hutangnya pada Pihak Kedua dengan tenggang waktu 12 (dua belas) bulan sejak ditandatanginya surat ini
  4. Jika di kemudian hari Pihak Pertama tidak dapat membayar hutangnya, maka Pihak Kedua akan memiliki hak penuh atas surat tanah yang dijadikan barang jaminan, baik untuk dimiliki pribadi atau dijual pada orang lain
  5. Surat perjanjian dibuat 2 (dua) rangkap dengan materai cukup dan masing-masing memiliki kekuatan hukum setara, satu untuk Pihak Pertama dan satu untuk Pihak Kedua
  6. Surat dibuat dan ditandatangani Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara sadar serta tanpa adanya paksaan dari siapapun

Demikian surat perjanjian ini dibuat bersama di depan para saksi, dalam keadaan sehat jasmani serta rohani dan akan digunakan sebagai pegangan hukum masing-masing pihak.

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Andrew                                                                                                            Safitri

Saksi-saksi:

  1. Siti Badriah
  2. Muchlis
  3. Firman
  4. Setyadi

 

Baca Juga : 10 Contoh Surat Serah Terima Barang [Referensi Resmi]

 

  1. Surat Perjanjian Sewa Rumah

Tidak semua orang di Indonesia menempati sebuah hunian karena membeli. Beberapa di antaranya menyewa bangunan rumah atau kontrakan. Alasannya beragam, mulai dari dana yang belum mencukupi untuk membeli atau membangun rumah, jarak yang lebih dekat dengan lokasi kerja, dan lain sebagainya. Sewa rumah ini tentu membutuhkan perjanjian hitam di atas putih. Contoh surat perjanjian sewa rumah wajib dibuat dengan disertai saksi agar status hukumnya kuat. Baik pihak penyewa maupun yang menyewakan rumah akan sama-sama terlindung oleh hukum. Berikut adalah contoh surat perjanjian sewa rumah yang benar serta dapat dijadikan acuan dalam pembuatannya.

Surat Perjanjian Sewa Rumah

Pada hari ini Senin, tanggal 21 Januari 2019 di Jakarta, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                      : Sartono

Tempat dan Tanggal Lahir     : Jakarta, 17 April 1959

Pekerjaan                                : Pegawai Negeri Sipil

Alamat                                     : Jl. Manggis No.33, Jakarta Selatan

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama                                      : Ahmadi

Tempat dan Tanggal Lahir     : Medan, 20 Agustus 1959

Pekerjaan                                : Pegawai Negeri Sipil

Alamat                                     : Jl. Jambu No.19, Jakarta Selatan

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama serta Pihak Kedua lebih dulu menerangkan beberapa hal berikut:

  1. Pihak Pertama ialah pemilik sah dari rumah tempat tinggal yang berdiri di atas tanah dengan SHM Nomor _______/________ atas nama Sartono yang bertempat di Jalan Manggis No.72
  2. Pihak Pertama bermaksud menyewakan rumah tersebut pada Pihak Kedua dan Pihak Kedua bermaksud menyewa rumah milik Pihak Pertama

Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk sama-sama mengikatkan diri dalam Perjanjian Sewa Rumah. Ketentuan serta syarat-syarat diatur dalam pasal-pasal terlampir.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Sartono                                                                                                              Ahmadi


  1. Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Transaksi jual beli rumah wajib mencantumkan contoh surat perjanjian jual beli. Ini akan jadi dokumen yang sah sebagai hitam di atas putih dan memiliki kekuatan di mata hukum. Adanya surat perjanjian jual beli rumah akan jadi tanda dijualnya sebuah properti yaitu rumah dari penjual kepada pembeli serta pengalihan hak serta kewajiban atas rumah dari penjual pada pembeli. Adanya surat perjanjian sekaligus akan jadi bukti bahwa penjual telah memberikan rumah pada pembeli dan pembeli memberikan sejumlah uang pada penjual sesuai harga rumah yang disepakati bersama. Berikut adalah contoh surat perjanjian jual beli rumah tersebut.

Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Pada hari ini Senin tanggal 21 Januari 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Suryono

Umur               : 50 Tahun

Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat             : Jl. Kupang No.5, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama              : Anang

Umur               : 30 Tahun

Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat             : Jl. Markisa No.23, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama selaku penjual telah melakukan transaksi jual beli dengan Pihak Kedua selaku pembeli, dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal I

Pihak Kedua telah menyerahkan uang sejumlah Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) sebagai biaya pembelian sebidang tanah serta bangunan rumah di atasnya.

Pasal II

Jika di suatu hari terjadi perselisihan karena sebidang tanah serta rumah tersebut maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak akan membawa masalahnya ke pengadilan melainkan akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Pasal III

Perjanjian ini dibuat secara sadar serta tanpa adanya paksaan dari siapapun.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                   Pihak Kedua,

Suryono                                                                                                Anang

Saksi-saksi:

  1. Supriyanto
  2. Budiman
  3. Wagiman
  4. Siti Lestari

  1. Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Mobil termasuk dalam alat transportasi yang mahal harganya. Hanya kalangan menengah ke atas yang bisa membelinya. Rentang harga di atas ratusan juta ini membuat transaksi jual beli mobil membutuhkan surat pernyataan khusus. Contoh surat pernyataan jual beli mobil terutama berisi penegasan adanya transaksi jual beli yang dilakukan Pihak Pertama serta Pihak Kedua. Surat pernyataan juga akan berisi harga mobil, tempat pembelian, apakah mobil dibeli secara tunai atau cicil hingga adanya saksi-saksi. Perjanjian ini juga mencakup garansi kerusakan, layanan purna jual maupun hal-hal lain yang dirasa penting terkait transaksi jual beli yang terjadi.

Contoh surat perjanjian khusus jual beli mobil ini akan memiliki kekuatan di mata hukum. Jika suatu hari terjadi perselisihan akibat dari transaksi yang terjadi, maka cara-cara menengahi perselisihan tersebut dapat mengacu pada pasal-pasal yang tertulis dalam surat perjanjian. Selain itu, surat perjanjian juga akan ditandatangani pihak-pihak terkait transaksi jual beli tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, sehingga baik pembeli maupun penjual akan sama-sama tahu apa yang tertulis dalam perjanjian tersebut. Berikut contoh surat khusus perjanjian jual beli mobil yang sebaiknya dipahami baik oleh penjual maupun pembeli.

Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Pada hari ini Senin tanggal 21 Januari 2019 , kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                      : Cahyono

Tempat dan Tanggal Lahir     : Bandung, 16 Juli 1988

Pekerjaan                                : Wiraswasta

Alamat                                     : Dusun Bambu RT 1 RW 5

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama                                      : Wiwid

Tempat dan Tanggal Lahir     : Banten, 22 Januari 1976

Pekerjaan                                : Karyawan Swasta

Alamat                                     : Jl. Belimbing No.77, Jakarta Barat

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah saling setuju dalam mengadakan perjanjian jual beli. Ketentuan-ketentuan dalam transaksi jual beli diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut.

Pasal I

Pihak Pertama telah menjual pada Pihak Kedua sebuah mobil Honda Brio warna heram atas nama Cahyono keluaran 2017. Keadaan dan batas jual beli diketahui Pihak Pertama dan Pihak Kedua sehingga tidak lagi harus diuraikan dalam perjanjian ini.

Pasal II

Jual beli telah dilakukan dengan harga Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) secara kontan.

Pasal III

Pihak Pertama memberi jaminan pada Pihak Kedua bahwa Pihak Pertama ialah satu-satunya yang berhak dalam penjualan mobil dan mobil tersebut tidak tengah dalam sengketa, sitaan maupun dibebani hak apapun.

Pasal IV

Hak dalam memiliki serta menggunakan mobil telah berpindah sepenuhnya dari Pihak Pertama ke Pihak Kedua saat seluruh pembayaran dinyatakan lunas serta Pihak Pertama memiliki kewajiban dalam menyerahkan semua tanda bukti hak pada Pihak Kedua berupa tanda terima serta kwitansi.

Pasal V

Segala sesuatu yang muncul dari perjanjian ini serta akibatnya akan diselesaikan dengan cara musyawarah. Jika tidak mencapai mufakat, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Pengadilan Negeri.

Saksi-saksi dalam perjanjian ini ialah:

  1. Eva bertempat tinggal di Bandung
  2. Mujiyanto bertempat tinggal di Bandung
  3. Mukidi bertempat tinggal di Jakarta

Demikian perjanjian jual beli mobil ini dibuat sebagai bukti yang sah bagi kedua belah pihak serta secara sadar tanpa ada paksaan dari siapapun.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Cahyono                                                                                                         Wiwid

Saksi-saksi:

  1. Eva
  2. Mujiyanto
  3. Mukidi

  1. Surat Perjanjian Sewa Tanah

Contoh surat perjanjian sewa tanah ialah bukti utama yang wajib dimiliki saat melalui proses sewa menyewa sebidang tanah. Tak sekedar memberi rasa aman serta nyaman untuk si penyewa, surat ini juga akan sangat bermanfaat untuk pihak yang memiliki tanah. Surat perjanjian atau sering juga disebut akta perjanjian ini akan berfungsi dalam menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Salah satu manfaatnya adalah mengatasi adanya pihak yang ingkar janji dalam transaksi sewa tanah. Ada baiknya jika surat ini dibuat sebelum masa berlaku sewa tanah. Ini akan membuat masing-masing pihak sadar akan hak dan kewajiban masing-masing. Berikut adalah contoh suratnya.

Surat Perjanjian Sewa Tanah

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama  : Wartini

Umur : 59 Tahun

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat: Jl. Duren No.56, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama atau Pemilik

Nama : Suryono

Umur : 43 Tahun

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat : Jl. Manggis No.33, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Kedua atau Penyewa

Kedua belah pihak telah sepakat dalam pembuatan Surat Perjanjian Sewa Tanah. Syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal I: Pokok Perjanjian

  1. Pihak Pertama ialah yang memiliki hak penuh atas sebidang tanah dengan SHM Nomor _____/______ yang berada di Jakarta Selatan.
  2. Pihak Pertama hendak menyewakan tanah tersebut pada Pihak Kedua
  3. Tanah tersebut disewa Pihak Kedua dan masa sewa akan berakhir pada 25 Desember 2019 dan pihak Kedua telah membayar uang sewa sebesar Rp12.000.000 (dua belas juta rupiah) untuk satu tahun yang dibayar lunas pada Senin, 21 Januari 2019
  4. Pihak Kedua memiliki hak dalam membangun serta memanfaatkan tanah sewa sesuai kepentingan pribadinya masing-masing
  5. Pihak Pertama menyatakan sebenar-benarnya sebagai pemilik sah satu-satunya serta tidak ada orang atau pihak lain yang turut memiliki hak atas tanah yang disewakan. Pihak Pertama menjamin atas dibayarkannya dana sewa serta dilaksanakannya Surat Perjanjian Sewa Tanah. Pihak Kedua bisa menempati tanah tersebut serta menggunakannya selama dalam masa sewa.
  6. Pada akhir periode masa sewa akan diadakan kembali pertemuan guna membahas perpanjangan sewa atau objek bangunan yang dibangun Pihak Kedua. Perjanjian ini turut menyepakati segala biaya objek bangunan serta apapun yang melekat di dalamnya seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) akan dibayarkan Pihak Pertama. Apabila Pihak Pertama tidak berkeinginan untuk memiliki, tidak mau atau tidak mampu mengganti biaya pendirian bangunan rumah tinggal, Pihak Kedua wajib mengembalikan bentuk tanah sewa kembali menjadi sepetak tanah sebagaimana awalnya ketika perjanjian ditandatangani.
  7. Jika di kemudian hari terjadi sengketa, maka akan diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.

Pasal II: Peralihan

  1. Selama Surat Perjanjian Sewa Tanah masih dalam masa berlaku, Pihak Kedua tidak boleh memindahkan Hak Penyewaaan baik secara keseluruhan maupun sebagian pada Pihak Ketiga, kecuali telah mendapat persetujuan tertulis dari Pihak Pertama terlebih dahulu.
  2. Jika Pihak Kedua mengakhiri masa sewa sebelum resmi berakhir, uang sewa yang diterima Pihak Pertama takkan dapat dikembalikan.
  3. Jika Pihak Kedua melanggar ketentuan tersebut maka Pihak Pertama dapat secara sepihak membatalkan Perjanjian Sewa Tanah dan memperhitungkan uang yang telah dibayarkan serta mengambil alih objek sewa.

Pihak Pertama,                                                                                   Pihak Kedua,

Wartini                                                                                                 Suryono


  1. Surat Perjanjian Kerjasama Usaha

Contoh surat perjanjian kerjasama usaha yang baik harus memenuhi sejumlah syarat tertentu. Kedua belah pihak haruslah sama-sama tahu dan setuju akan isi serta keputusan yang tertulis dalam surat perjanjian. Hal ini dilakukan supaya terhindar dari kontroversi yang terjadi di kemudian hari bagi kita maupun partner usaha. Pihak Pertama maupun Pihak Kedua diharapkan untuk sama-sama hadir saat surat perjanjian dibuat agar mereka paham apa isi yang tertuang di dalamnya dan bisa menyetujuinya. Nantinya, surat perjanjian akan dibuat rangkap dua, masing-masing untuk Pihak Pertama dan Pihak Kedua, serta keduanya memiliki kekuatan hukum yang sama. Berikut adalah contohnya.

Surat Perjanjian Kerjasama Usaha

Pada hari Senin, 21 Januari 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Edy Sumaryadi

No. KTP : _________

Alamat : Jl. Duku No.30, Jakarta Selatan

No. Telp : __________

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama : Wagiman

No. KTP : _________

Alamat : Jl. Beringin No.77, Jakarta Selatan

No. Telp : ____________

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Kedua belah pihak telah setuju melakukan kerjasama yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal I : Masa Perjanjian Usaha

Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyatakan setuju dalam melakukan kerjasama usaha sejak kesepakatan dibuat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan

Pasal II : Jenis Pekerjaan

Pihak Pertama ialah UKM Maju Mulia yang bertugas menjadi supplier bahan baku untuk Pihak Kedua yaitu PT Tirta Sejahtera sehingga usaha masing-masing akan dapat berjalan secara lancar hingga masa waktu perjanjian telah habis.

Pasal III : Modal Usaha

Modal usaha yang dikeluarkan untuk usaha ini ialah Rp100.000.000 (Seratus juta rupiah) dan masing-masing pihak memberikan 50 persen dari total modal yang dibutuhkan dengan cara mengirimkannya ke rekening bank.

Demikian Surat Perjanjian Kerjasama Usaha ini dibuat sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                   Pihak Kedua,

Edy Sumaryadi                                                                                   Wagiman


  1. Surat Perjanjian Hutang Piutang

Saat melakukan perjanjian hutang piutang, baik pihak yang berhutang maupun yang memberi hutang dapat membuat contoh surat perjanjian hutang piutang. Surat ini akan memiliki kekuatan hukum apabila terjadi perselisihan di kemudian hari. Hutang piutang juga dapat dilampirkan jaminan yang nantinya diserahkan pada pihak pemberi pinjaman. Bentuk jaminan ini beragam, dapat berupa barang bergerak seperti motor dan mobil atau barang tidak bergerak seperti rumah maupun Surat-Surat Berharga. Salah satu jaminan yang terbilang sering digunakan ialah sertifikat tanah atau rumah. Berikut adalah contoh dari surat perjanjian hutang piutang yang sering digunakan ketika seseorang berhutang pada orang lain.

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Pada hari ini, Senin tanggal 21 Januari 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama              : Anton Wijaya

Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat             : Jl. Bangau No.124, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama              : Subari

Pekerjaan        : Karyawan Swasta

Alamat             : Jl. Indonesia Raya No. 11, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Melalui surat perjanjian ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah menyepakati ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. Pihak Kedua menerima uang tunai sebanyak Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dari Pihak Pertama dan uang tersebut merupakan pinjaman atau hutang
  2. Pihak Kedua bersedia memberi jaminan berupa sertifikat tanah yang nilainya dianggap setara dengan uang pinjaman dari Pihak Pertama
  3. Pihak Kedua akan melunasi pinjamannya pada Pihak Pertama dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Hutang Piutang Ini
  4. Jika di kemudian hari nanti Pihak Kedua tidak dapat membayar hutangnya, maka Pihak Pertama memiliki hak penuh terhadap barang jaminan yang diberikan Pihak Pertama, baik untuk dimiliki sendiri maupun dijual pada pihak lain
  5. Surat Perjanjian Hutang Piutang ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dengan materai cukup serta masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama.
  6. Surat Perjanjian Hutang Piutang dibuat serta ditandatangani Pihak Pertama serta Pihak Kedua secara sadar serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Demikian surat perjanjian ini dibuat bersama di hadapan para saksi dalam keadaan sehat baik jasmani serta rohani agar dapat dijadikan pegangan hukum masing-masing pihak.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                   Pihak Kedua,

Anton Wijaya                                                                                        Subari


  1. Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Tanah termasuk dalam investasi yang menguntungkan karena harga yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tidak heran jika ada semakin banyak orang yang ingin membeli tanah untuk kemudian dijual kembali di masa yang akan datang. Jual beli tanah tentu akan membutuhkan surat perjanjian khusus. Contoh surat perjanjian jual beli tanah ini terbilang penting sebagai bukti bahwa pembeli telah membayarkan sejumlah uang pada penjual dan penjual telah memberikan tanah yang dimaksud pada pembeli. Surat perjanjian menjadi bukti pengalihan hak dan kewajiban atas tanah dari penjual ke pembeli setelah pembayaran lunas. Surat ini nantinya akan memiliki kekuatan di mata hukum dan bisa digunakan saat terjadi sengketa atas tanah di kemudian hari. Berikut adalah contohnya.

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Wahyudi

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat : Jl. Duku No.22, Jakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama : Sartono

Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil

Alamat : Jl. Merak No.38, Banten

Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama telah menjual tanah seluas 2800 meter persegi pada Pihak Kedua senilai Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pihak Pertama akan memberi sertifikat tanah atas nama Pihak Kedua
  2. Pihak Pertama menjaminkan tanah selama sertifikat masih dalam proses

Demikian surat perjanjian ini dibuat Pihak Pertama dan Pihak Kedua tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 21 Januari 2019

Pihak Pertama,                                                                                               Pihak Kedua,

Wahyudi                                                                                                          Sartono


Ciri-ciri Surat Perjanjian

Ada beberapa ciri-ciri khusus dari surat perjanjian yang bisa kita temukan di tiap jenis contoh surat perjanjian. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Surat perjanjian haruslah cocok sesuai hukum yang berlaku, mengikat kepentingan umum, kesusilaan serta ketertiban
  2. Objek dari surat perjanjian yang disebutkan dalam kontrak haruslah jelas
  3. Terjadi kesepakatan atas dasar keikhlasan, bukan atas dasar paksaan, kekhilafan maupun penipuan
  4. Orang-orang yang menjadi pihak-pihak terlibat dalam surat perjanjian haruslah mereka yang cakap di bidangnya
  5. Judul kontrak harus ditulis secara jelas, singkat dan padat
  6. Pihak-pihak yang disebutkan dalam surat perjanjian harus dituliskan identitasnya secara jelas
  7. Harus ada latar belakang kesepakatan antar kedua belah pihak
  8. Mengandung perjanjian kontrak yang sifatnya jelas. Isi kontrak biasanya adalah pasal-pasal maupun ayat-ayat yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak
  9. Terdapat mekanisme solusi jika terjadi sengketa di kemudian hari
  10. Ditandatangani kedua belah pihak
  11. Ada saksi yang turut menyaksikan serta menandatangani surat perjanjian
  12. Terdapat duplikat dari surat kontrak

Fungsi dan Manfaat Surat Perjanjian

Fungsi dari contoh surat perjanjian ialah sebagai barang bukti bahwa kita telah menyelenggarakan perjanjian jual beli. Fungsi lainnya ialah menggugat apabila salah satu pihak menyalahi isi perjanjian yang telah disepakati bersama. Manfaat surat perjanjian secara umum ialah:

  1. Menjamin ketenangan untuk pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian
  2. Mencegah timbulnya masalah yang tidak dikehendaki di kemudian hari
  3. Membuat segala sesuatunya sah di mata hukum
  4. Memudahkan cara penyelesaian suatu masalah agar sesuai hukum yang berlaku

Pentingnya contoh surat perjanjian ini membuat kita sebaiknya paham bagaimana tata cara penulisan, format penulisan serta apa saja isi yang harus ada di dalamnya. Surat perjanjian bisa dibuat sendiri tanpa bantuan notaris, asal dua belah pihak sama-sama paham isi dan sepakat dengan persetujuan yang ada di dalamnya. Jangan lupa untuk menyimpan surat perjanjian di tempat yang aman karena akan diperlukan suatu saat nanti terutama jika ada sengketa terkait perjanjian yang telah dibuat.