Bisnis dan Cara Ternak Ayam Petelur Paling Menguntungkan !

7 min read

CAra Ternak Ayam Petelur

Bisnis Dan Usaha Ternak Ayam Petelur

Ternak Ayam Petelur merupakan salah satu jenis usaha atau bisnis yang kini sedang banyak dilakukan oleh banyak orang. Beternak ayam sudah bukan menjadi hal yang menjadi hobi saja, tetapi juga bisa menghasilkan uang. Karena bisnis ini memang memiliki peluang yang cukup luas dalam menghasilkan keuntungan. Bisnis ayam petelur ini memang menarik banyak orang dalam berbisnis.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengkonsumsi telur dalam jumlah yang banyak. mulai dari acara-acara besar yang membutuhkan telur, hingga untuk konsumsi sehari-hari dalam hal kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia. Sehingga memulai usaha ternak ayam rumahan, menjadi pilihan yang sangat cocok bagi para pebisnis pemula.

Lalu bagaimana langkah-langkah beternak ayam petelur yang menguntungkan ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen mengenai cara beternak ayam petelur yang dapat menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah :

Artikel Terkait
Pakan Ayam Petelur
Bibit Ayam Petelur
Harga Ayam Petelur

Cara Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Bisnis yang satu ini diklaim sebagai jenis bisnis/usaha yang memiliki prospek yang cukup banyak. dimulai dari telur ayam, yang banyak dijadikan kebutuhan pokok yang banyak dicari karena memiliki manfaat yang juga luas. Lalu, bagaimana cara memulai Usaha Ayam Petelur yang tepat, dengan langkah yang memadai dan hasilnya pun optimal.

1. Mengumpulkan Informasi

Bisnis yang satu ini adalah salah satu jenis bisnis, dengan rasio keuntungan yang besar. Walaupun hitungan kerugiannya pun juga cukup besar. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah mencari informasi sebanyak mungkin, dan mengumpulkannya selengkap mungkin. Misalnya berapa jumlah modal awal yang diperlukan, dan persiapan apa yang harus dilakukan.

Serta informasi lainnya yang penting, dalam hal memulai usaha ternak ayam petelur tersebut. jangan sampai Anda kebingungan ketika baru saja memulai usaha tersebut.

2. Membuat Perencanaan yang Matang

Setelah Anda mendapat informasi yang lengkap, kini saatnya untuk mulai merencanakan bisnis ini secara detail. Karena bisnis dalam bidang apapun tentu memerlukan perencanaan yang matang, tujuannya adalah untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Keseluruhan dari rencana ini harus sangat detail, dan sudah mencakup seluruh aspek binis yang penting.

Dimulai dari survey target pasar yang sudah meliputi pesaing, resiko yang tidak terduga, fluktuasi harga sampai biaya untuk survey dalam menjalankan bisnis tersebut. semuanya dilakukan agar bisnis yang Anda lakukan sekarang, memiliki arah serta tujuan yang jelas.

3. Menentukan Skala Usaha

Langkah berikutnya adalah menentukan skala usaha ternak ayam petelur ini, agar Anda bisa menyiapkan jumlah modal yang nanti dibutuhkan. Anda juga bisa sekaligus membuat prediksi tentang berapa jumlah ayam dan telur, yang nantinya dihasilkan untuk setiap tahunnya. Di tahap ini Anda juga harus sudah mulai menentukan bagaimana cara beternak ayam petelur.

Karena hal itu akan sangat berpengaruh pada hasil akhir. Menentukan skala usaha Anda, juga akan membantu merencanakan kembali segala halnya dengan lebih baik lagi.

4. Mempersiapkan Modal Usaha Ternak Ayam Petelur

Setelah aspek-aspek pendukung lainnya sudah Anda tentukan, kini saatnya untuk mulai mempersiapkan modal awal. Walaupun berhasil atau tidaknya usaha yang Anda lakukan ini tidak tergantung pada besar kecilnya jumlah modal, tetapi Anda tetap harus mempersiapkan modal di awal.

Jika ternyata modal yang Anda miliki tak terlalu banyak jumlahnya, maka sesuaikan segala kebutuhan utama dalam bisnis ayam petelur ini dengan jumlah modal yang dimiliki. Karena walaupun modal yang Anda miliki kecil atau bahkan pas-pasan, hasil akhir tetap tergantung pada usaha Anda dalam menjalankan dan mempertahankan bisnis tersebut.

Setelah semua hal di atas sudah Anda persiapkan dengan baik dan matang, kini saatnya untuk memulai budidaya ayam petelur yang baik dan benar. Pastikan langkah-langkah yang Anda ambil sudah tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Modal Ternak Ayam Petelur

Modal awal merupakan kebutuhan yang paling penting dalam memulai suatu bisnis/usaha. Tanpa adanya modal di tangan maka hal-hal yang harus Anda lakukan dalam bisnis peternak ini seperti membeli pakan, peralatan minum dan pakan, membeli bibit, dan kebutuhan yang lainnya tentu tak bisa dilakukan. Untuk langkah awal, sebaiknya Anda melakukan pemeliharaan dalam jumlah yang kecil dahulu.

Hal ini bisa mengurangi resiko dalam proses pembudidayaan tersebut. usaha ternak ayam petelur rumahan bisa menjadi pilihan yang pas. Karena skala bisnis tersebut termasuk skala kecil, yang tidak memerlukan modal dalam jumlah yang banyak.

Berikut ini perkiraan modal yang bisa menjadi perbandingan :

No

NAMA JUMLAH

HARGA

TOTAL
1 KANDANG

2

1.000.000 2.000.000
2 DOC AYAM

100

       7.500    750.000
3 PAKAN

 3

   272.500     817.500
4 SEKAM

 2,5

        5.000       12.500
5 TEMPAT PAKAN

  5

        7.000       35.000
6 TEMPAT MINUM

  5

        7.000        35.000
TOTAL 3.650.000

Penghitungan modal untuk usaha ternak ayam petelur ini tentunya akan disesuaikan kembali dengan jumlah ayam yang akan Anda pelihara. Semakin banyak jumlah ayamnya, maka jumlah modalnya juga akan semakin besar.

Cara Ternak Ayam Petelur

Bila ditekuni dengan baik dan benar maka bisnis ini akan sangat menjanjikan. Beternak hewan juga bisa menjadi ajang menyalurkan hobi Anda, atau menjadikannya sebagai usaha sampingan atau usaha tambahan pendapatan. Berikut ini beberapa cara beternak ayam petelur yang mudah dan tepat :

1. Mempersiapkan Lokasi untuk Menempatkan Kandang

Poin pertama yang harus Anda lakukan dalam beternak ayam petelur, adalah dengan menyiapkan lokasi kandang. Lokasi/tempat ini harus Anda pikirkan dengan baik dan tidak boleh sembarangan. Alasannya karena beternak ayam biasanya akan menimbulkan bau yang tak sedap, yang berasal dari kotoran ayam tersebut.

Bau ayam itu sendiri juga biasanya cukup mengganggu. Apalagi bila muncul resiko menularnya penyakit dari ayam-ayam itu, pada manusia. Untuk itu Anda harus mencari lokasi penempatan kandang yang tepat. Jangan sampai mengganggu penduduk sekitar. Berikut ini cara memilih lokasi untuk kandang yang tepat :

  • Pilih lokasi yang letaknya jauh dari pemukiman warga. Agar semua orang di lingkungan sekitar terhindar dari kemungkinan penyakit yang menular, serta bau tak sedap yang mengganggu. Selain itu, ayam juga bisa stres jika lokasi mereka terlalu dekat dengan pemukiman penduduk. Karena kebisingan yang asalnya dari pemukiman tersebut.
  • Usahakan pilih tempat yang jangkauannya mudah, dengan akses yang tidak sulit apalagi rumit. Supaya kegiatan perawatannya pun mudah. Karena jika akses menuju lokasi sulit maka proses perawatan pun akan menjadi terbengkalai.
  • Pilih lokasi kandang yang tetap, artinya jangan sampai berpindah-pindah.

2. Menentukan Jenis Kandang yang akan Digunakan

kandang ayam petelur
kandang ayam petelur | sumber : Ig @ramdanfarm

Sesudah Anda menemukan lokasi yang tepat untuk menempatkan Kandang Ayam Petelur tersebut, kini saatnya Anda memilih jenis kandang. Ukuran dari besar/kecilnya kandang yang Anda pilih, akan bergantung pada jumlah ayam yang nantinya akan Anda pelihara. Ada dua jenis kandang yang bisa Anda gunakan, seperti misalnya :

a. Kandang Umparan Atau Koloni

Jenis kandang yang satu ini akan sangat memungkinkan para peternak, dalam memasukkan seluruh ayam dan kemudian ayam-ayam itu disatukan di dalam satu kandang. Ukuran kandangnya sangat besar. Kandang ini sering digunakan oleh para peternak ayam pedaging.

Tekstur dari kandang ini terbilang sederhana, yang juga sering digunakan oleh para pebisnis ayam petelur. Sayangnya, jika Anda menggunakan kandang umparan ini maka telur yang dihasilkan, akan menjadi tidak teratur. Maka telur-telur itu bisa tidak terambil.

b. Kandang Baterai

Jenis kandang yang kedua yang bisa Anda pilih adalah kandang baterai. Kandang ini cocok sekali digunakan oleh para pebisnis ayam petelur. Karena satu kandang hanya ditempati oleh satu ekor ayam saja. Resiko telur yang berceceran dan tersembunyi tentu lebih kecil.

Namun bila ayam petelur yang nantinya akan Anda pelihara, dan menggunakan kandang ini maka lokasi tempat penempatan kandangnya pun harus sangat luas.

3. Memilih Bibit Unggul yang Tepat

bibit ayam petelur
bibit ayam petelur | sumber : [email protected]_ternak

Hal yang harus Anda perhatikan saat mulai beternak ayam adalah proses memilih bibit unggul. Ada dua jenis bibit unggul yang telah dikembangkan di Indonesia. Yaitu untuk ayam petelur coklat dan juga putih. Ciri dari kedua jenis ayam petelur itu, adalah :

  • Ciri dari ayam petelur berwarna putih adalah bulunya yang berwarna putih, tetapi warna dari telur yang dihasilkannya adalah putih yang kecoklatan. Untuk berat dewasa dari ayam ini mencapai 1,7 Kg saja.
  • Ciri kedua yaitu ciri pada ayam petelur yang berwarna coklat, adalah warna bulunya yang berwarna coklat, dan ketika ayam itu dewasa bobot tubuhnya mencapai 2,1 Kg.

Kandungan nutrisi dari kedua jenis ayam petelur itu tetap sama, walaupun secara fisik terdapat perbedaan. Ketika memilih bibit unggul, perhatikan juga kesehatan dari bibit tersebut. artinya tak boleh ada kecacatan apapun, bulunya harus menutup dengan rata, memiliki pertumbuhan yang terbilang normal, dan beli jenis bibit paling baik supaya bibit tersebut benar-benar jenis unggul.

Jika Anda membeli anakan, maka pastikan juga anakannya harus dilahirkan oleh jenis induk yang sehat. Bulu pada anakan tersebut harus tertutup dengan rata dan memiliki struktur yang halus. Ciri bibit unggul lainnya yaitu ukuran badan yang normal, memiliki nafsu makan yang baik, dan juga pastikan kembali bahwa tak ada sisa feses di bagian duburnya.

4. Memberi Pakan dan Minum

Pemberian Pakan Ayam Petelur
Pemberian Pakan Ayam Petelur | sumber : Ig @syinta_fbr

Bagi beberapa jenis pakan, dapat juga diberikan saat proses perawatan dilakukan. Misalnya jagung yang telah digiling atau dedak, sentrat, tepung ikan, dan sebagainya. Seluruh jenis pakan tersebut tentunya memiliki keunggulannya masing-masing. Yang terpenting adalah, pilih jenis pakan yang mengandung vitamin, protein, mineral, karbohidrat dan kalsium.

Usahakan untuk memberi pakan pada ayam-ayam tersebut dalam jumlah yang cukup. Karena kalau pemberian pakannya kurang, akan memengaruhi hasil produktivitas telur ayam itu sendiri. Sebaliknya, jika pemberian pakan dilakukan dalam jumlah yang berlebihan maka ayam-ayam itu akan mengalami penumpukan lemak. Yang nantinya akan menurunkan produksi telur.

Pemberian pakan biasanya akan dilakukan dalam dua fase, diantaranya fase starter dan juga fase finishing. Pemberian minum untuk ayam-ayam tersebut, juga tak luput dari perhatian Anda. Di awal proses perawatan, Anda bisa memberi minum pada bibit ayam yang berupa campuran dari obat anti stres dengan gula.

Obat anti stres ini biasanya diberikan pada bibit ayam yang datang dari sumber yang berbeda. Maka agar ayam itu tenang dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, Anda harus memberinya obat stres.

5. Perawatan di Bidang Kesehatan

Ayam petelur juga harus selalu dijaga dan dirawat kesehatannya, caranya yaitu dengan memberinya vaksinasi. Langkah dalam pemberian vaksinasi ini adalah untuk memberi tambahan nutrisi yaitu vitamin bagi ayam-ayam tersebut. kegunaan vaksinasi ini juga adalah untuk daya tahan ayam, supaya lebih kuat.

Selain memberikan vaksinasi, Anda juga harus selalu memeriksa kesehatan ayam tersebut. fungsi dari pemeriksaan kesehatan ayam ini adalah, langkah awal dalam deteksi dini ketika ayam-ayam itu terserang oleh penyakit. Bila ada ayam yang telah terjangkit penyakit menular, bisa langsung dipisahkan dengan ayam lainnya supaya tidak menular.

6. Memerhatikan Perawatan Kebersihannya

Perawatan berikutnya yang harus Anda lakukan ketika melakukan ternak ayam petelur pemula, adalah perawatan kebersihan. Sebagai pemula tentu Anda harus tahu hal ini. Khususnya dalam hal kebersihan kandang ayam tersebut. kebersihan kandang akan menjadi penunjang bagi kesehatan ayam-ayam itu sendiri.

Karena ayam yang kondisinya sehat, tentu akan menghasilkan telur yang kualitasnya baik. Kebersihan yang ada di sekitar kandang, juga harus selalu Anda perhatikan. Bagian tempat makanan dan minumannya juga harus selalu dibersihkan. Dalam membersihkan kandang, sebaiknya dilakukan setiap hari. Supaya kebersihannya selalu terjaga dengan baik.

7. Masa-masa Panen

Panen ayam petelur
Panen ayam petelur | sumber : rawpixel.com

Ketika masa panen tiba tentu hal itu menjadi hal yang Anda tunggu-tunggu. Biasanya waktu panen akan terjadi setiap tiga kali sehari. Waktunya bisa kapan saja, pagi, siang atau menjelang sore tiba. Namun perlu diingat bahwa telur yang dihasilkan setiap kali masa panen tiba, belum tentu memiliki kualitas yang baik.

Berikut ini beberapa ciri dari kualitas yang baik/buruk telur yang dihasilkan :

  • Ciri-ciri telur ayam yang kualitasnya baik/bagus adalah ukurannya normal dan berbentuk oval. Ukuran normal ini artinya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Kulitnya juga akan terlihat lebih tipis. Bila ditenggelamkan ke dalam air, maka telurnya akan tenggelam.
  • Ciri-ciri telur ayam yang tidak normal atau kualitasnya tidak baik adalah bentuknya lonjong, atau bisa juga gepeng. Ukurannya terlalu kecil atau besar, tidak seperti bentuk telur secara umum. Bagian kulit telurnya juga lebih tebal. Bila ditenggelamkan ke dalam air, maka telur abnormal ini akan melayang atau mengambang.

Manfaat Dari Beternak Ayam Petelur

Ada banyak manfaat dalam beternak jenis ayam petelur ini, selain bisa dijadikan bisnis dan menghasilkan keuntungan. Berikut ini manfaat dari beternak jenis ayam petelur :

1. Mengandung Protein Hewani

Ayam petelur baik untuk kesehatan manusia, sehingga banyak dari kita yang mengkonsumsi daging/telurnya. Karena keduanya mengandung protein hewani, yang penting bagi manusia. Misalnya untuk pembentukan kulit, tulang, darah, otot, dan juga tulang rawan. Anda juga bisa mengkonsumsi daging/telur untuk memperbaiki jaringan yang rusak di dalam tubuh.

2. Bisa Dibuat Menjadi Pupuk

Ketika Anda melakukan bisnis ternak ayam petelur ini, tentu nantinya akan menghasilkan limbah yang asalnya dari kotoran ayam tersebut. kotoran ayam ini juga bisa dimanfaatkan kembali, yaitu dijadikan pupuk kandang yang fungsinya adalah untuk menyuburkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga kotoran ini tak akan terbuang percuma.

3. Anti Serangga

Manfaat lainnya dari ternak ayam ini adalah lingkungan sekitarnya yang akan bebas dari serangga. Karena sebenarnya ayam juga memakan serangga yang berkeliaran di sekitarnya. Selain memakan pakan yang telah disiapkan. Maka lingkungan sekitar Anda pun bisa terbebas dari serangga yang mengganggu.