Panduan Cara Budidaya Ikan Mas Koki dan Ikan Mas Konsumsi

7 min read

budidaya ikan mas

Permintaan terhadap ikan mas cukup besar di pasar. Pusat budidaya ikan mas diantaranya berada di daerah : Bogor, Bandung, Cianjur, dan Tasikmalaya. Potensi budidaya ikan ini masih terbilang tinggi. Oleh karenanya banyak orang yang mulai melirik potensi dari bisnis ikan mas ini.

Tidak hanya ikan mas konsumsi saja yang menggiur banyak orang namun juga ikan mas koki yang tidak kalah bila diperbandingkan tingkat keuntungannya. Meskipun merupakan Ikan Mas Hias namun apabila tepat sasaran target pasarnya juga mampu mendulang keuntungan yang bukan main.

Meski memiliki potensi luar biasa namun masih banyak yang belum tau bagaimana cara membudidayakan ikan mas dan ikan koki yang baik agar cepat besar dan menguntungkan. Oleh karena itu mai simak uraian Jurnal Manajemen seputar Budidaya Ikan Mas berikut ini :

Artikel Terkait Artikel Terkait
Umpan Ikan Mas Ciri Ikan Mas
Makanan Ikan Mas Harga Ikan Mas

Budidaya Ikan Mas Konsumsi

1. Pembenihan Ikan Mas

gambar pembenihan ikan mas
gambar pembenihan ikan mas | sumber : news.kkp.go.id

Proses pertama cara budidaya ikan mas adalah melakukan pembenihan. Yang harus benar-benar diperhatikan adalah pemilihan calon induk ikan mas untuk pembibitan. Anda harus memilih calon indukan yang memiliki kualitas baik agar pembenihan ikan mas berhasil.

Calon indukan yang dipilih kemudian akan ditempatkan pada sebuah kolam pembibitan. Indukan ikan mas jantan dan indukan ikan mas betina akan dipisahkan agar kedua indukan tersebut siap untuk proses pemijahan..

2. Pemilihan Calon Indukan Ikan Mas

indukan ikan mas
indukan ikan mas | sumber : youtube.com

Tahapan kedua dalam teknik budidaya ikan mas adalah pemilihan calon indukan yang berkualitas baik adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ciri calon indukan yang berkualitas diantaranya :

  • Minimal berat untuk indukan jantan adalah 0,5 kg/ekor, dan umur idealnya adalah 8 bulan.
  • Indukan betina setidaknya memiliki berat minimal 2 kg, dan umur idealnya adalah 1,5 sampai 2 tahun.
  • Tidak memiliki cacat, sirip yang sehat dan tidak rusak.
  • Pada umumnya indukan berkualitas baik ukuran kepalanya lebih kecil dari badannya.
  • Sisiknya berbentuk simetris dan warnannya cerah.
  • Insangnya bersih dan sehat, tidak terdapat bintik-bintik pada insang.
  • Matanya nampak segar dan bersih.

Cara Membedakan Indukan Ikan Mas Jantan dan Ikan Mas Betina :

  • Ikan mas jantan kepalanya tidak melebar, melainkan meruncing dan berukuran lebih kecil dari ikan mas betina.
  • Ikan mas jantan memiliki sirip yang lebih panjang, khususnya sirip pada dada. Sedangkan ikan mas betina relatif pendek.
  • Ikan mas jantan memiliki bentuk badan lebih ramping/kecil dari ikan mas betina. Pada ikan mas betina umumnya memiliki bentuk badan yang lebih gemuk dan tebal.
  • Ikan mas jantan memiliki pergerakan yang lebih gesit dan responsif dari ikan mas betina.

3. Pemeliharaan Indukan

Usahakan agar indukan jantan dan indukan betina dipelihara dengan terpisah, yaitu dengan dua kolam yang berbeda. Sumber perairan untuk mengisi kolam sebaiknya dilakukan secara parallel.

Untuk tingkat kedalaman perairan kolam sekitar 60 sampai 80 cm. Luas kolam yang dibutuhkan untuk indukan ikan mas umumnya adalah sebesar 5 m2 untuk masing-masing berat ikan mas yang berada di kolam indukan. Suhu ideal untuk kolam indukan adalah suhu udara normal, yaitu sekitar 25 sampai 30 derajat celcius.

Selain itu, sirkulasi dan kapasitas untuk kolam indukan juga harus dalam keadaan baik. Pakan yang diberikan untuk indukan ikan mas harus pakan yang memiliki nutrisi seperti mengandung protein dan lemak. Untuk pakan lainnya, biasanya berasal dari limbah pertanian misalnya dedak jagung, padi, atau gandum.

4. Proses Pemijahan Ikan Mas

pemijahan ikan mas
pemijahan ikan mas | sumber : alamtani.com

Selain dapat dilakukan secara alami, pemijahan atau perkawinan ikan mas juga bisa dilakukan dengan cara buatan. Pada proses pemijahan alami, prosesnya seperti perkawinan biasa yaitu terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma. Sedangkan dalam pemijahan buatan, berupa proses penyuntikan hormon atau hipfisa, proses ini dinamakan in vitro.

5. Persiapan Tempat Pemeliharaan

pada proses budidaya ikan mas, tempat pemiliharaan dibagi menjadi dua jenis, yaitu di kolam tanah dan kolam air deras.

a. Kolam Tanah

cara budidaya ikan koi di kolam tanah
cara budidaya ikan mas di kolam tanah

Kolam tanah merupakan jenis kolam yang paling sering dipilih untuk melakukan proses pemeliharaan ikan mas. Hal tersebut disebabkan kolam tanah relatif lebih murah dan mudah dibuat.

Cara budidaya/pembesaran ikan mas di kolam tanah adalah sebagai berikut :

  • Bajaklah terlebih dulu dasar kolam sebelum dibuat kolam.
  • Setelah dibajak, biarkan kering selama tujuh hari
  • Lakukanlah pemupukan, pengairan, dan pengapuran.
  • Proses menyiapkan kolam tanah ini biasanya menghabiskan waktu selama 14 sampai 20 hari.

b. Kolam Air Deras

kolam air deras
gambar kolam air deras | sumber : ilmubudidaya.com

Kolam air deras merupakan jenis kolam yang menggunakan teknik aliran aie yang deras dan cenderung cepat. Untuk membuat kolam air deras membutuhkan debit air yang besar, agar aliran air pun deras dan cepat.

Hal-hal penting dalam pembuatan kolam air deras adalah sebagai berikut :

  • Kadar oksigen yang tinggi.
  • Ikan dapat bergerak gesit dan aktif dan pertumbuhannya akan terpacu karena nafsu tinggi.
  • Frekuensi air kolam harus dipastikan berkisar antara 25-100 liter/detik.
  • Pakan ikan harus mengandung protein setidaknya sebesar 25 samai 30 persen.

c. Kolam Terpal

budidaya ikan koi di kolam terpal
budidaya ikan mas di kolam terpal

Budidaya ikan mas di kolam terpal juga bisa dilakukan. Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat kolam terpal diantaranya : terpal, cangkul, pasak, meteran, dan bambu. Selanjutnya pembuatan kolam terpal bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Sesuaikan ukuran untuk membuat kolam. Pada umumnya ukuran untuk kola mini adalah 2 x 3 x 1 meter, dengan menggunakan terpal seluas 4 x 5 meter.
  2. Tancapkan bambu pada lahan yang telah disiapkan dan diukur dengan meteran.
  3. Jika kolam sudah diukur, selanjutnya Anda bisa menggali lubang dengan cangkul yang telah disiapkan.
  4. Setelah itu, masukkan terpal yang sudah diukur ke dalam kolam.

Cara budidaya ikan mas di kolam terpal pada dasarnya ukuran kolam bergantung keinginan Anda. Jika Anda ingin budidaya dengan jumlah yang besar, maka dibuat kolam ikan yang berukuran besar. Namun, jika ingin melakukan budidaya ikan mas dalam jumlah kecil, maka kolam ikan pun disesuaikan untuk tidak terlalu besar.

d. Kolam beton

contoh budidaya ikan nila kolam beton
contoh budidaya ikan mas kolam beton

Untuk budidaya ikan mas di kolam beton, tahapan dalam pembuatan kolamnya adalah sebagai berikut

1) Persiapan Kolam

kolam beton untuk ikan mas pada dasarnya tidak keseluruhan terbuat dari beton, melainkan haya bagian dinding kolam saja, sedangkan bagian dalamnya dari tanah. Kolam beton dibuat dengan ukuran sekitar 8 x 5 x 1 metr. Kemudian dilakukan pengeringan kolam untuk menghilangkan hama dan bibit penyakit yang berasal dari tanah atau dasar kolam.

Pada umumnya pengeringan kolam memakan waktu sekitar tiga hari sampai dasar kolam benar-benar kering. Kolam yang sudah kering ditandai dengan kondisi tanah yang sudah retak-retak.

2) Pembuatan Kakaban

Kolam dipasang kakaban tujuannya adalah agar telur ikan mas dapat menempel, karena pada dasarnya telur ikan mas sifatnya mengapung di permukaan air. Pemasangan kakaban harus diperhatikan jaraknya dengan permukaan air, yaitu sekitar 5 cm.

Jarak antar kakaban sekitar 35 cm. Untuk ukuran kakaban sendiri adalah sekitar 150 cm untuk panjangnya, lebar 30 cm, dan tinggi 48 cm.

3) Pengisian Air Kolam

Jika kakaban sudah dipasang, tahap selanjutnya adalah melakukan pengisian air ke dalam kolam beton. Air yang digunakan adalah air irigasi, diisi dengan ketinggian 5 cm.

e. Budidaya Ikan Mas di Sawah

Selain melakukan budidaya ikan mas di kolam tanah, beton, dan terpal. Budidaya ikan mas juga bisa dilakukan di sawah. Langkah pertamanya adalah Anda harus menyiapkan terlebih dulu lahan sawah yang akan dijadikan kolam pembesaran ikan mas.

Sesuaikanlah luas lahan dengan jumlah bibit ikan yang akan ditebar. Lahan harus diolah terlebih dahulu, kemudian diberi pupuk kandang. Kemudian lahan digenangi air setinggi 20 cm selama satu minggu.

6. Pemeliharaan Benih

Fase pemeliharaan benih dibagi menjadi tahapan-tahapan sebagai berikut :

  • Pemeliharaan tahap pertama : yaitu ketika larva ikan mas telah berumur sekitar 7 hari. Pindahkanlah larva dari kolam penetasan ke kolam pemeliharaan. Pada proses ini, kolam harus dilakukan penjemuran, pemupukan genangan air, dan pengapuran. Kedalam kolam sebaiknya sekitar 60 cm, beri saringan pada sirkulasi untuk mencegah hama.
  • Pemeliharaan tahap kedua : ini merupakan tahap kelanjutan dari tahap pertama pada kolam yang sama. Pada tahap kedua ini dilakukan pengurangan tingkat penebaran benih. Hal ini dilakukan selama sekitar 4 minggu, pada proses ini akan dihasilkan benih ikan mas berukuran 3 dampai 5 cm.
  • Pemeliharaan tahap ketiga : tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap kedua, penebaran benih pun semakin dikurangi. Pada proses ini akan dihasilkan ukuran benih ikan mas berukuran sekitar 5 sampai 8 cm.
  • Pemeliharaan tahap keempat : ini merupakan tahapan terakhir, pada proses ini akan berlangsung sekitar 4 minggu terakhir. Pada proses ini akan dihasilkan ukuran bibit berukuran 8 sampai 12 cm. berat ikan mas sendiri akan semakin bertambah yaitu sekitar 80 sampai 100 gr/ekor.

7. Pemberian Pakan

Pada dasarnya pakan ikan mas dibagi menjadi dua jenis yaitu : pakan alami dan pakan buatan. Makanan alami merupakan makanan yang sudah ada secara alami, sedangkan makanan buatan merupakan makanan yang melalui serangkaian proses pembuatan oleh manusia. Pakan buatan akan diolah dengan bahan-bahan tertentu untuk memenuhi gizi ikan.

Takaran pakan untuk ikan adalah sekitar 3 sampai 5 persen dari berat total ikan yang dipelihara. Pemberian pakan juga sebaiknya dilakukan secara bertahap.

8. Proses Panen Ikan Mas 

panen ikan mas
panen ikan mas | sumber : sumber : thegorbalsa.com

Untuk melakukan panen ikan mas dilakukan secara bertahap yaitu :

  • Menyurutkan air pada kolam ikan, yaitu dengan menutup saluran masuk air dan membuka pintu pembuangan air kolam.
  • Memasang seser di bagian pintu pembuangan agar ikan mas tidak ikut terbuang bersama air.
  • Menangkap ikan-ikan mas dengan perlahan ketika proses penyurutan air.

9. Pasca Panen

Tahap pasca panen dilakukan setelah panen, saat para petani ikan mas mulai memasarkan ikan hasil panen. Bersihkanlah kolam dan siapkan kembali indukan jantan dan betina yang sehat untuk dilakukan kembali proses pemijahan.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Ikan Mas Koki Jenis Ikan Louhan
Jenis Ikan Koi Ikan Hias Kecil

Budidaya Ikan Mas Koki

budidaya ikan mas koki
budidaya ikan mas koki | sumber : ig @jakartagoldfishcentre

Pada dasarnya cara budidaya Ikan Mas Koki bisa dilakukan di akuarium. Namun budidaya ikan mas koki di kolam terpal juga bisa dilakukan seperti budidaya ikan mas konsumsi di atas. Yang penting untuk dilakukan adalah dengan menyiapkan berbagai macam perlengkapan untuk melakukan budidaya ikan koki itu sendiri. Siapkanlah 4 akuarium setidaknya berukuran  8 0 x 40 x 40 cm.

1. Mengisi Air ke Akuarium Untuk Budidaya Ikan Mas Koki

Isilah akuarium yang sudah disiapkan dengan air dengan ketinggian sekitar 20 cm. Sebelumnya, sebaiknya air harus diendapkan terlebih dulu agar pH nya menurun. Karena pada umumnya kadar pH yang ideal untuk budidaya ikan mas koki adalah pH 7,2 sampai 7,4. Sedangkan suhu idealnya adalah 24 sampai 26 derajat celcius.

Kandungan zat oksigen dalam air sebaiknya sekitar 2 sampai 5 ppm. Kandungan CO2 maksimal hanya 10 ppm, serta kandungann nitrit maksimal hanya 0,2 ppm. Sebaiknya khusus untuk kandungan oksigen harus stabil, maka gunakanlah aerator untuk menstabilkannya.

Setelah akuarium diisi air, selanjutnya tambahkanlah tanaman eceng gondok. Eceng gondok bermanfaat sebagai tempat telur ikan mas koki menempel. Selain itu, eceng gondok juga dapat meningkatkan rangsangan saat proses pemijahan berlangsung.

2. Menyeleksi Ikan Koki

seleksi ikan mas koki
seleksi ikan mas koki | sumber : elaveriguador.blogspot.com

Untuk melakukan pemijahan, memilih indukan ikan koki yang berkualitas baik adalah penting untuk dilakukan. Ciri indukan ikan koki diantaranya adalah : indukan ikan koki harus memiliki kesehatan yang bagus, gerakannya gesit dan lincah, dan sudah masak telur.

Kriteria indukan ikan koki jantan yang baik adalah ikan ketika diurut bagian perutnya akan mengeluarkan cairan putih berupa sperma, juga terdapat benjoan kecil putih di dekat insang, atau terkadang ditemukan pada jari pertama pada sirip dada dan sirip dubur.

Sedangkan ciri indukan koki betina yang siap untuk proses pemijahan antara lain : saat diurut di bagian perutnya, ikan koki betina akan mengeluarkan cairan berwarna kuning. Selain itu, ikan koki betina biasanya memiliki tubuh yang buncit, dan dubur yang bulat.

3. Sistem Pemijahan Ikan Koki

Untuk melakukan proses pemijahan ikan mas koki, ikan koki betina jumlahnya harus lebih banyak dibanding ikan koki jantan saat dilakukan proses pemijahan. Perbandingan idealnya adalah 1 : 2.

Pada proses pemijahan, memakan waktu yang cukup lama. Hal tersebut disebabkan induk jantan ikan mas koki dan induk betinanya akan saling kejar-kejaran saat akan melakukan pemijahan/perkawinan.

Setelah kedua indukan ikan koki melakukan proses perkawinan, masing-masing indukan ikan akan mengeluarkan sperma dan sel telur. Setelah itu, kedua indukan tidak akan melakukan kejar-kejaran lagi karena proses pemijahan sudah selesai.

Yang harus dilakukan setelah melakukan proses pemijahan adalah memisahkan indukan ikan koki jantan dan indukan ikan koki betina. Hal tersebut dilakukan karena adanya kemungkinan telur-telur yang dihasilkan akan dimakan indukan jika sedang merasa lapar.

4. Penetas Telur Ikan

telur ikan mas koki
telur ikan mas koki | sumber : youtube.com

Pada proses penetasan telur ikan koki akan memakan waktu biasanya sekitar 2 sampai 4hari. Dari sekian banyak telur yang dihasilkan ikan koki, biasanya terdapat telur-telur  ikan koki yang gagal menetas.

Telur ikan koki yang tidak menetas tersebut biasanya akan membusuk dan berjamur. Ambillah telur-telur ikan koki yang tidak menetas tersebut agar tidak mengotori akuarium.

Setelah telur-telur ikan koki menetas, Anda harus benar-benar memperhatikan kondisi kebersihan air akuarium. Hal tersebut disebablan larva ikan koki sangat sensitive, dan mudah mati. Suhu air yang baik untuk larva ikan koki tersebut adalah 24 sampai 28 derajat celcius.

Selain suhu air, ketersediaan oksigen juga penting untuk diperhatikan. Jika perlu, gunakan aerator untuk menambah kadar oksigen dalam air.

Pada umumnya, ketika pertama kali menetas anakan ikan koki memiliki gumpalan kuning telur yang menempel, gumpalan tersebut menjadi sumber makanan bagi larva ikan koki itu sendiri. Jika butiran kuning tersebut sudah menghilang, Anda bisa mulai memberikan makanan untuk larva ikan koki, yaitu berupa kuning telur rebus yang dipotong kecil-kecil.