Cara Budidaya Ikan Gabus di Berbagai Kolam (Terpal, Beton, Tanah, Dll)

8 min read

Budidaya Ikan Gabus

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya, misal seperti lele, nila atau bandeng, Budidaya Ikan Gabus memang terbilang belum populer. Padahal jika Anda serius dalam membudidayakan salah satu jenis ikan bernilai gizi tinggi ini maka omset yang bisa Anda dapatkan sangat menjanjikan.

Selain bernilai gizi tinggi sehingga sangat bagus untuk dikonsumsi khususnya anak-anak dan ibu hamil, ikan gabus juga bisa membantu proses penyembuhan berbagai jenis penyakit, mulai dari penyembuhan luka bakar, hepatitis hingga infeksi paru-paru. Sayangnya, popularitas ternak ikan gabus ini masih kalah tenar dengan ternak ikan air tawar lainnya, padahal ada beragam cara budidaya ikan gabus yang bisa dilakukan.

Bagaimana cara budidaya ikan gabus ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen mengenai cara beternak ikan gabus yang memiliki peluang untung besar :

Artikel Terkait
Harga Ikan Gabus
Umpan Ikan Gabus

Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Terpal

Budidaya Ikan Bawal kolam terpal
Budidaya Ikan gabus kolam terpal | sumber : semuaikan.com

Penggunaan kolam terpal untuk dijadikan sebagai tempat membudidayakan ikan semakin populer, salah satunya adalah untuk membudidayakan ikan gabus. Jika dibandingkan dengan jenis kolam lainnya, misal seperti kolam beton ataupun kolam tanah, maka tentu proses pembuatan kolam terpal lebih murah. Selain itu masih ada pula beberapa keunggulan lain dari budidaya ikan gabus kolam terpal, yaitu:

1. Cocok untuk Daerah Pesisir

Kolam terpal merupakan pilihan terbaik jika lokasi budidaya ikan gabus tersebut terletak di daerah pesisir atau berpasir yang sulit mendapatkan air.

2. Suhu Kolam Lebih Stabil

Kolam terpal dapat menahan perubahan suhu air kolam, sehingga suhu lebih stabil disebabkan karena adanya alas sekam yang ditaburkan ke dasar kolam.

3. Bisa Meminimalisir Bau Lumpur Pada Ikan Gabus

Ciri ikan air tawar adalah berbau lumpur atau bau tanah, namun jika Anda menggunakan kolam terpal ini maka ikan gabus yang dihasilkan tidak terlalu berbau.

4. Proses Panen Lebih Mudah Dilakukan

Beternak ikan gabus menggunakan kolam terpal membuat proses panen ikan bisa dilakukan lebih mudah dan cepat, sebab pada dasar kolam terpal tidak ada lumpur.

5. Ikan Jarang Terjangkit Penyakit atau Hama

Kolam terpal yang relatif lebih bersih membuat ikan gabus yang dibudidayakan menggunakan jenis kolam ini tidak mudah terjangkit penyakit atau hama.

Lalu bagaimana proses budidaya ikan gabus yang dilakukan menggunakan tempat yang terbuat dari kolam terpal? Nah, untuk langkah-langkahnya Anda bisa menyimak ulasan singkatnya berikut ini:

1. Pemilihan Lokasi dan Proses Pembuatan Kolam Terpal

Hal pertama yang harus diperhatikan saat akan membuat kolam terpal adalah pemilihan lokasi yang strategis sehingga Anda bisa rutin melakukan pengecekan kondisi dari kolam terpal ikan gabus tersebut. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa lokasi yang Anda pilih itu adalah lokasi yang bebas dari limbah.

  • Setelah menentukan lokasi, Anda tentunya harus membersihkan lahan tersebut terlebih dahulu.
  • Buat kolam terpal yang berukuran lebar 2 m dan panjang 5 m. Kolam terpal ini sebaiknya Anda buat setidaknya seminggu sebelum Anda mempersiapkan bibit ikan gabus.
  • Setelah itu, lakukan proses pengisian air ke dalam kolam dan tunggu sekitar 3-5 hari agar pakan alami bermunculan, contohnya seperti mikroorganisme, lumut dan cacing. Kolam terpal hanya membutuhkan air yang tingginya mulai dari 60-100 cm saja.
  • Biarkan air tersebut mengendap sehingga membuat kolam terlihat lumayan keruh (tidak terlalu jernih)

2. Proses Pembenihan Ikan Gabus

Proses pembenihan ikan gabus ini tentunya diawali dengan pemilihan indukan ikan gabus yang berkualitas sehingga bibit ikan gabus yang akan Anda budidayakan juga berkualitas. Ciri induk ikan gabus yang berkualitas, untuk induk jantan bentuk kepalanya lebih oval dan warna lebih gelap sedangkan induk betina bentuk kepalanya lebih bulat dan warna tubuhnya lebih terang.

  • Setelah memilih sekitar 30 pasang indukan yang memiliki berat minimal 1 kg untuk siap dilakukan proses pemijahan di dalam media yang telah Anda siapkan itu maka Anda hanya perlu menunggu telur ikan gabus bermunculan.
  • Kemudian lanjutkan dengan memasukkan telur ikan gabus ke dalam akuarium sehingga telur ikan gabus bisa menetas secara alami.
  • Pastikan akuarium tempat Anda menetaskan telur-telur ikan gabus hasil pemijahan tersebut bersuhu 28 derajat celcius. Bila perlu, gunakan pemanas air sehingga air kolam sesuai dengan suhu yang dibutuhkan telur-telur ikan gabus untuk menetas.
  • Setelah menetas dan siap dijadikan benih ikan gabus, biarkan 2 hari tanpa perlu diberi makan.
  • Setelah dua hari, beri makanan benih ikan gabus menggunakan naupulli artemia sebanyak 3 kali sehari.
  • Setelah dua minggu, benih ikan gabus siap ditebarkan ke kolam terpal

3. Proses Pemeliharaan dan Panen Ikan Gabus

Setelah benih ikan gabus ditebar ke dalam kolam terpal, lanjutkan dengan proses pemeliharaan. Berdasarkan banyak makalah budidaya ikan gabus, proses pemeliharaan ini adalah proses paling penting dan menentukan seberapa besar hasil panen ikan gabus yang akan Anda dapatkan.

Satu hal yang perlu Anda ingat pada saat menerapkan cara budidaya ikan gabus di kolam terpal ini  adalah proses pemberian pakan yang harus Anda lakukan sebanyak 2 hingga 3 kali secara teratur. Jangan pernah lupa atau terlambat memberi makan sebab ikan gabus ini bersifat kanibal sehingga bisa memakan sesamanya jika kelaparan.

Setelah ikan gabus yang Anda budidayakan tersebut sudah cukup besar ukurannya berarti ikan gabus siap untuk dipanen. Pada saat memanen Anda perlu menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti penyaring agar tangan Anda tidak terkena gigitan ikan gabus.


Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Beton

budidaya ikan gurame di kolam beton
budidaya ikan gabus di kolam beton

Selain di kolam terpal, budidaya ikan gabus juga bisa dilakukan di kolam beton, namun proses pembuatannya lebih lama sebab proses pengeringan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Meskipun lama proses pembuatannya, namun kolam beton memiliki beberapa keunggulan, mulai dari mudah dibersihkan, air kolam lebih bersih, ikan tidak berbau lumpur, hingga lebih awet untuk digunakan.

Berikut ini ada beberapa langkah cara budidaya ikan gabus di kolam beton yang perlu untuk dilakukan:

1. Proses Pembuatan Kolam

Sebelum membuat kolam beton Anda perlu melakukan perhitungan jumlah ikan yang harus Anda beli. Umumnya, untuk kolam beton dalam ruangan adalah satu ikan per galon air. Namun, jika kolam beton dilengkapi dengan dukungan tanaman yang cukup, maka Anda bisa mengisinya dengan satu atau dua ikan per inci.

2. Proses Penebaran Benih

  • Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menebarkan benih ikan gabus adalah memastikan kualitas dari benih yang akan Anda tebar. Untuk mengetahui kualitas benih Anda bisa melihatnya dari seberapa lincah gerakan dari benih ikan gabus tersebut. Selain itu periksa pula ukurannya, jika ukurannya tidak sama maka jangan langsung ditebarkan ke kolam beton.
  • Setelah benih ditebar, biarkan selama beberapa hari agar benih tersebut beradaptasi dengan lingkungan dan air di dalam kolam beton tersebut.
  • Jangan lupa untuk selalu melakukan pemantauan parameter air, oleh sebab itu diperlukan peralatan pengujian air yang bisa Anda gunakan untuk memantau kadar amonia, nitrat, nitrit dan pH air.

3. Pemberian Pakan

Jika Anda membudidayakan ikan gabus di kolam beton maka pasokan makanan alami seperti serangga yang jatuh ke dalam air kolam bisa dijadikan sebagai makanan tambahan ikan, namun tentu tidak cukup. Oleh sebab itu siapkan makanan dalam bentuk pellet yang bisa Anda beli di toko pasokan hewan peliharaan.

Beri makanan secara teratur 3 – 6 kali, namun jangan sampai berlebihan sebab makanan yang terlalu banyak bukan hanya tidak baik untuk kesehatan ikan, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan tangki serta bisa pula menyebabkan lonjakan bahan kimia. Selain itu, makanan berlebih dapat pula menyebabkan pertumbuhan alga yang tidak terkendali serta wabah hama bekicot.

4. Pengendalian Pertumbuhan Alga

Kolam beton untuk ternak ikan gabus juga harus selalu dibersihkan dari gangguan alga, agar cahaya matahari dapat terus langsung masuk ke arah kolam dan tidak terhalangi oleh alga atau ganggang. Oleh sebab itu, pertumbuhan alga harus bisa dikendalikan namun cara mengendalikannya bukan berarti dengan mengosongkan seluruh kolam dari alga.

Anda bisa mengendalikan pertumbuhan alga dengan cara memasukkan siput alga ke kolam beton. Siput alga bisa membersihkan alga dengan efisien, namun jangan terlalu banyak memasukkan siput alga ke dalam kolam, sebab siput bisa bereproduksi dalam jumlah yang sangat banyak.

5. Pergantian Air

Kolam beton untuk budidaya ikan gabus juga harus sering diganti airnya, setiap minggu sebaiknya Anda membuat sekitar sepertiga air yang ada dalam kolam tersebut dan kemudian ganti dengan air bersih. Proses pergantian air bersih bisa mencairkan bahan kimia dalam air sehingga dapat membuat perkembangan ikan gabus menjadi lebih sehat.

Selain itu, Anda juga perlu mengosongkan kerikil yang ada di kolam beton tempat Anda memelihara ikan gabus. Hal tersebut bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terakumulasi di bagian bawah. Jika Anda menerapkan cara beternak ikan gabus yang tepat maka biasanya setelah 5 hingga 6 bulan setelah penebaran benih dan dibesarkan di kolam pembesaran, Anda sudah bisa memanen ikan gabus.


Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Tanah

budidaya ikan gurame di kolam tanah
budidaya ikan gabus di kolam tanah

Dibanding dengan kolam beton dan kolam terpal, penggunaan kolam tanah adalah cara ternak ikan gabus yang paling populer. Proses pembuatan kolam tanah memang mudah sebab Anda hanya perlu menggali tanah dan kemudian mengisinya dengan air. Hanya saja, saat ini umumnya kolam tanah sudah dimodifikasi dengan pemberian lapisan batu pada dinding dan pasir pada dasar kolam tanah.

Tentu saja setiap tempat untuk membudidayakan ikan gabus memiliki keunggulan masing-masing. Budidaya ikan gabus di kolam tanah itu memiliki tiga keunggulan yaitu ikan bisa mendapatkan pasokan makanan alami, jika dilakukan proses pemupukan sebelum pengolahan kolam maka air yang dihasilkan lebih subur serta proses pergantian air biasanya bersumber dari sungai.

Ada beberapa tahapan cara budidaya ikan di kolam tanah yang perlu dilakukan yaitu:

1. Proses Pengeringan Kolam

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengeringkan kolam tanah. Langkah ini perlu dilakukan selama tiga hingga tujuh hari, proses pengeringan kolam selesai setelah Anda bisa melihat adanya permukaan tanah yang retak-retak. Tujuan dari pengeringan kolam tanah untuk menghilangkan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit.

Setelah tanah kering, lanjutkan dengan mencangkul untuk membalik tanah sehingga tanah kembali gembur. Cara ini juga bertujuan untuk membantu proses pembuangan gas beracun yang tertimbun dalam tanah. Pada saat proses pencangkulan, Anda perlu juga mengangkat lapisan lumpur hitam yang ada di dasar kolam, agar gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida berkurang.

2. Proses Pemberian Kapur

Setelah kolam tanah kering dan digemburkan lagi, lanjutkan dengan memberikan kapur yang bertujuan untuk menyeimbangkan keasaman kolam serta membantu memberantas mikroorganisme yang bersifat patogen. Kapur yang bisa digunakan adalah jenis kapur dolomit atau kapur tohor.

Proses pemberian kapur ini dilakukan dengan cara menebarkan kapur secara merata di dasar kolam. Kemudian Anda bisa membalikkan tanah kembali sehingga kapur bisa meresap ke dalam. Proses pemberian kapur ini dilakukan dengan menggunakan dosis 250 hingga 750 gram kapur per meter persegi.

3. Proses Pemberian Pupuk

Setelah proses pemberian kapur, lanjutkan lagi dengan proses pemberian pupuk organik yang bisa juga ditambah dengan urea serta TSP. Tujuan dari pemupukan ini untuk dapat menyediakan pakan alami dalam bentuk fitoplankton dan cacing.

Pada saat proses pemupukan ini sebaiknya dosis pupuk kompos atau pupuk kandang yang digunakan adalah 250-500 gram per meter persegi. Sementara itu untuk dosis pupuk urea yang digunakan adalah 15 gram per meter persegi, sedangkan pupuk TSP yang digunakan adalah 10 gram per meter persegi.

4. Pengisian Kolam

Setelah itu, lanjutkan dengan proses pengisian kolam, isi kolam tanah secara bertahap, awali isi dengan 30-40 cm air kemudian biarkan selama 1 minggu. Setelah fitoplankton sudah mulai tumbuh yang ditandai degan air kolam tanah berwarna kehijauan, maka itu saatnya pula untuk menebarkan benih ikan. Kemudian isi air kolam sesuai dengan batas ideal.

5. Penebaran Benih Ikan Gabus

Penebaran benih ikan baru bisa dilakukan saat semua proses pembuatan kolam tanah selesai, termasuk hingga fitoplankton sudah mulai tumbuh dalam kolam tanah. Benih ikan gabus yang ditebarkan juga sudah berumur 2 minggu dan usahakan untuk menebarkan benih ikan gabus di pagi hari. Tunggu hingga 2 hari dan kemudian Anda bisa memberi Pakan Ikan Gabus.

6. Pemberian Pakan Ikan Gabus

Proses pemberian ikan gabus dimulai dengan memberikan pakan dalam bentuk pelet yang mengandung protein sebesar 15%, lemak 15%, dan karbohidrat 10%. Selain itu, Anda juga bisa memberikan pakan ikan tambahan dalam bentuk ikan teri, anak rayap, sisa daging serta dapat pula dalam bentuk ampas dapur.

Proses pemberian pakan itu juga dapat pula dalam bentuk campuran ikan teri sebanyak 20%, dedek sebanyak 50%, ampas tahu sebanyak 10%, jagung yang telah digiling dan dijemur hingga kering sebanyak 10%. Jangan lupa untuk melakukan pengontrolan sesering mungkin, sebab ikan gabus bersifat kanibal sehingga Anda perlu memberikan makanan tepat waktu agar mereka tidak saling memangsa.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Budidaya Ikan Gurame Budidaya Ikan Lele
Budidaya Ikan Bawal Budidaya Ikan Patin
Budidaya Ikan Mujair Budidaya Ikan Bandeng
Budidaya Belut Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Gabus Dalam Drum

Budidaya Ikan Gabus dalam drum
Budidaya Ikan Gabus dalam drum | sumber : kangjamal.com

Berdasarkan sejumlah analisa budidaya ikan gabus, Anda juga dapat membudidayakan ikan bernilai gizi tinggi itu di dalam drum/tong plastik. Langkah pertama budidaya ikan gabus di dalam drum adalah dengan membersihkan drum sehingga dapat digunakan memelihara ikan gabus dalam drum tersebut. Meskipun terlihat sederhana, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Kualitas Air Harus Selalu Terjaga

Jika air dalam drum terlalu kotor maka akan bisa muncul jamu yang dapat berakibat fatal membunuh ikan gabus di dalamnya.

2. Pemberian Makanan Harus Dilakukan Tepat Waktu dan Teratur

Jangan sampai ikan gabus yang di ternak dalam drum kekurangan makanan, oleh sebab itu dibutuhkan pemberian makanan yang teratur dan tepat waktu agar ikan gabus yang bersifat kanibal tersebut tidak saling memangsa.

3. Gunakan Drum yang Terbuat Dari Plastik

Jangan menggunakan tong atau drum yang terbuat dari besi, melainkan gunakan drum plastik untuk membudidayakan ikan gabus. Hal tersebut disebabkan karena sisa karat atau bahan kimia yang menempel pada besi drum dapat mencemari air yang mengakibatkan ikan gabus mengalami keracunan.

4. Lapisi Bagian Dalam Drum Dengan Jaring Berukuran Besar

Sebelum dimasukkan air, Anda juga perlu melapisi bagian dalam drum dengan menggunakan jaring berukuran besar. Cara ini dapat memudahkan Anda pada saat akan memanen, sebab Anda hanya perlu menarik jaring dari dalam tong dan ikan gabus yang siap dipanen itu akan langsung terangkat semua.

Sama halnya dengan budidaya ikan gabus lainnya, tentu ada keunggulan dan kekurangan dari cara pembudidayaan ini, diantaranya seperti berikut ini: Keunggulannya, lebih hemat tempat dan proses panen ikan gabus lebih mudah untuk dilakukan.

Sedangkan untuk kekurangannya, beternak ikan dalam drum membuat Anda harus lebih ekstra dalam menjaga kualitas air serta resiko kematian ikan gabus lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan karena tempat yang terlalu sesak sehingga ikan kekurangan oksigen, oleh sebab itu maksimal benih ikan yang ditebar dalam drum tidak boleh lebih dari 200 benih ikan gabus.