By | October 3, 2017

 Pengertian Modal Kerja

Modal kerja hingga kredit modal kerja merupakan bagian dari manajemen keuangan. Berbagai definisi modal kerja telah dijabarkan secara umum dan dikemukakan oleh para ahli.

Modal kerja adalah salah satu elemen aktiva yang berperan signifikan pada perusahaan. Hal ini dikarenakan modal kerja sebagai pemenuhan keperluan anggaran dalam melaksanakan aktivitas perusahaan.

Secara sederhana modal kerja diartikan sebagai investasi aktiva lancar bagi perusahaan.

  1. Pengertian Modal Kerja Secara Umum

Secara umum Modal Kerja memiliki arti sebagai kelebihan aktiva lancar pada kewajiban (hutang) jangka pendek. Kelebihan tersebut merupakan modal kerja bersih.

Definisi lain menyatakan bahwa modal kerja adalah modal yang dibutuhkan dalam pembiayaan segala aktivitas agar usaha terlaksaana berdasarkan rencana yang telah dibuat.

Modal kerja dalam hal ini merupakan modal yang tidak digunakan untuk investasi melainkan untuk kegiatan operasional.

Pada laporan neraca, rumus modal kerja diperoleh dengan mengurangkan harta lancar dengan kewajiban yang perlu dibayar.

Contoh modal kerja yang dapat diketahui adalah seperti aktiva jangka pendek. Aktiva jangka pendek yang dimaksud seperti kas, surat berharga, piutang dan aktiva lancar yang lain. Dalam hal ini nilai m0dal kerja sangat tergantung pada aktiva lancar dan hutang segera.

  1. Definisi Modal Kerja Menurut Para Ahli

Modal kerja ialah suatu investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendek seperti kas ataupun sekuritas yang gampang dijual, persediaan dan piutang. Sedangkan modal kerja bersih merupakan pengurangan aktiva lancar dengan hutang lancar.

~Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston~

Modal kerja adalah penjumlahan dari aktiva lancar. Aktiva lancar tersebut adalah modal kerja kotor. Pengertian ini bersifat kuantitatif dikarenakan jumlah dana yang dipakai dalam tujuan operasi jangka pendek. Ketersediaan modal kerja sangat tergantung pada tingkat liquiditas aktiva lancar (kas, surat berharga, persediaan, dan piutang)

~Jumingan (2006)~

 

Modal kerja adalah jumlah aktiva lancar pada neraca perusahaan. Konsep modal kerja bersih yaitu pengurangan antara aktiva lancar atau aset saat ini dengan pasiva lancar/hutang lancar. Sehingga diketahui bahwa terdapat m0dal kerja bersih dan m0dal kerja kotor.

~William H. Husband dan James C. Dockerey~

 

Baca Juga : Contoh Tugas Manajemen Pemasaran Pada Perusahaan

 

Konsep Modal Kerja

Berdasarkan berbagai pengertian sebelumnya terdapat tiga konsep modal kerja. Tiga konsep tersebut sebagai berikut :

  1. Konsep Kuantitatif

Kuantitatif fokus pada kuantum yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan perusahaan pada pembiayaan operasi rutin. Selain itu menunjukkan jumlah dana yang ada dalam sasaran operasi jangka pendek. Konsep ini menyatakan m0dal kerja merupakan jumlah aktiva lancar.

  1. Konsep Kualitatif

Kualitatif menyatakan pengertian modal kerja adalah selisih aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Definisi tersebut berarti jumlah aktiva lancar dari pemilik perusahaan atau pinjaman jangka panjang. Kualitatif pada intinya menitikberatkan pada m0dal kerja.

  1. Konsep Fungsional

Konsep ini menitikberatkan pada fungsi dana yang ada untuk menciptakan laba dari usaha pokok perusahaan.

 

Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja adalah manajemen pada aktiva dan pasiva lancar. Menurut Muslich (2005) modal kerja memberitahu terkait besaran investasi yang dijalankan perusahaan pada aktiva lancar dan hutang lancar yang di klaim oleh perusahaan.

Selain itu hal penting lainnya adalah investasi pada piutang barang atau aktiva liquid yang sangat sensitif pada tingkat produktivitas dan penjualan.

 

Baca Juga : 3 Fungsi Manajemen Pemasaran Dalam Perusahaan

 

Tujuan Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja memiliki beberapa tujuan (kashmir, 2012) yang perlu diketahui, yaitu :

  1. Dalam rangka pemenuhan profitabiltas bagi perusahaan
  2. Adanya ketersediaan m0dal kerja maka perusahaan akan mampu membayar kewajiban sesuai dengan waktu yang ditentukan
  3. Bila rasio keuangan menunjukkan trend positif maka perusahaan dapat memperoleh suntikan dana dari kreditor
  4. Untuk mengoptimalkan aktiva lancar dalam peningkatan penjualan dan profit.
  5. Sebagai proteksi bila krisis m0dal kerja melanda dikarenakan nilai aktiva lancar yang fluktuatif

 

Perputaran Modal Kerja

Perputaran modal kerja merupakan rasio yang dipakau dalam pengukuran atau penilaian tingkat efektifitas m0dal kerja pada periode tertentu. Rasio tersebut dapat dihitung melalui perbandingan penjualan dengan m0dal kerja (rata-rata).

Rumus perputaran modal kerja sebagai berikut (Kasmir, 2012) :

 

Jenis Modal Kerja

Terdapat dua jenis modal kerja yang dikemukakan oleh Munawir (2010) :

  1. Bagian permanen (tetap) yang merupakan minimum jumlah yang seharusnya tersedia supaya perusahaan dapat beroperasi tanpa masalah keuangan.
  2. Jumlah m0dal kerja variabel dengan jumlah yang bergantung kepada kegiatan secara musiman dan keperluan selain kegiatan biasa.

 

Fungsi Modal Kerja

Manulang (2005) menyatakan mengenai peranan dan fungsi m0dal kerja khususnya pada perusahaan yang bergerak di industri. Fungsinya adalah sebagai berikut :

  1. Keterjaminan keberlanjutan aktivitas operasional
  2. Mendukung manajemen perusahaan pada decision making
  3. Menyajikan informasi bagi kreditur jangka pendek mengenai tingkat keamanaan keuangan perusahaan
  4. Segala aktivitas internal maupun eksternal perusahaan sangat dipengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

 

Penggunaan Modal Kerja

M0dal kerja dapat digunakan untuk keperluan tertentu. Adapun kegunaannya antara lain :

  1. Biaya operasional perusahaan termasuk gaji dan upah karyawan

Pemanfaatan yang digunakan untuk biaya operasional beserta gaji yang diberikan kepada karyawan. Beberapa perusahaan memanfaatkan untuk penambahan atau kenaikna gaji atau bonus bagi karyawan yang berprestasi.

  1. Pembelian barang baku dan dagangan

Adanya kelebihan dalam aktiva lancar setelah dikurangi dengan hutang jangka pendek dapat digunakan untuk penambahan inventaris. Selain itu juga dapat dimanfaatkan dalam pembelian barang baku atau barang dagangan.

  1. Meminimalisir kerugian dari penjualan surat berharga

Sebagai dana cadangan ataupun dana antisipasi untuk meminimalisir kerugian perusahaan. Biasanya kerugian yang diatasi adalah akibat dari penjualan surat berharga namun terjadi kerugian. Kelebihan m0dal kerja digunakan untuk menutupi kerugian tersebut.

  1. Pembentukan dana

Pembentukan dana atau anggaran yang dimaksud adalah digunakan untuk jangka panjang. Sebagai contoh membentuk dana pensiun, dana ekspansi atau melunasi obligasi. Pembentukan ini merubah aktiva lancar menjadi tetap.

  1. Pembiayaan aktiva tetap

Kelebihan aktiva lancar dapat dipergunakan untuk membeli aktiva tetap. Aktiva tetap untuk jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan mesin.

 

Baca Juga : Pengertian Distribusi, Saluran, Fungsi, Kegiatan dan Contohnya

 

Cara Menghitung Modal Kerja

Pada intinya rumus modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Namun ada beberapa tahapan pada cara menghitung modal kerja. Berikut tahapan dalam menghitung m0dal kerja :

  1. Menghitung Modal Kerja Kotor/Aktiva Lancar

Aktiva lancar dalam perusahaan merupakan aktiva yang dikonversi sebagai uang tunai pada periode setahun. Selain uang tunai aktiva lancar dapat berupa akun jangka pendek seperti piutang dagang, persediaan dan biaya yang dibayar di muka.

  • Aktiva lancar biasanya ditampilkan pada laporan neraca perusahaan.
  • Apabila tidak ditemukan keterangan aktiva lancar maka teliti dengan membaca di setiap barisnya.
  • Semua akun yang memiliki kesesuaian dengan pengertian aktiva lancar kemudian dijumlahkan hingga ditemukan nominalnya.
  • Jumlahkan juga setiap akun seperti piutang dagang, persedian, kas dan akun lainnya yang masuk pada keterangan uang tunai
  1. Menghitung Hutang Lancar

Hutang lancar merupakan kewajiban yang memiliki batas waktu satu tahun. Akun pada hutang lancar seperti hutang dagang, wesel bayar, dan hutang yang perlu dibayar.

  • Pada neraca hutang lancar perlu ditampilkan. Apabila tidak ditemukan maka dapat diketahui dengan penjumlahan setiap akun hutang lancar seperti hutang pajak, hutang jangka pendek, dan hutang dagang.
  1. Menghitung Modal Kerja Bersih

Tahap terakhir adalah menghitung m0dal kerja bersih. Caranya cukup mudah yaitu dengan mengurangkan aktiva lancar dengan hutang lancar yang telah diketahui sebelumnya.

  • Sebagai contoh, perusahaan memiliki aktiva lancar sebesar Rp 50.000.000 dan hutang lancar Rp 24.000.000. Berdasarkan rumus m0dal kerja, maka perusahaan memiliki m0dal kerja sebesar Rp 26.000.000. M0dal kerja ini dapat dipakai untuk membayar hutang lancar. Apabila terdapat kelebihan maka dapat digunakan untuk memenuhi keperluan lain seperti aktivitas operasional, membayar hutang jangka panjang atau menjadi deviden.
  • Apabila ditemukan aktiva lancar lebih kecil dibandingkan hutang lancar. Maka hal ini dikatakan sebagai defisit m0dal kerja. Kondisi ini menunjukkan kondisi perusahaan insolven. Permasalahan ini dapat diatasi dengan penambahan hutang jangka panjang. Keadaan ini juga sebagai pertanda bahwa bukan saat yang tepat dalam menanamkan investasi pada perusahaan.
  • Contoh modal kerja yang defisit : perusahaan mempunyai hutang lancar sebesar Rp 120.000.000 namun hanya mempunyai aktiva lancar Rp 100.000.000. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki kemampuan dalam pembayaran hutang jangka pendek. Lebih lanjut perusahaan perlu menjual aktiva tetap sebesar Rp 20.000.000 atau sumber modal kerja lainnya untuk menutup defisit.

 

One Reply to “Modal Kerja : Pengertian, Manajemen, Konsep, Jenis, dan Contoh”

  1. Pingback: Pengertian Manajemen Kas dan Penjelasannya Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *