By | May 23, 2018
cara menghitung pajak penghasilan

Pajak diartikan sebagai sumber penghasilan negara yang berasal dari rakyat. Rakyat yang membayar pajak bisa mengatasnamakan perseorangan atau badan usaha. Nantinya uang yang diperoleh dari pajak akan dialokasikan untuk membiayai kepentingan negara di dalam berbagai bidang mulai dari pembangunan nasional, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, hingga keperluan belanja lembaga pemerintahan. Pajak terdiri dari beragam jenis, salah satunya pajak penghasilan. Melalui pengetahuan mengenai pajak penghasilan diharapkan dapat mulai melakukan Manajemen terhadap perhitungan pajak dari penghasilan yang diperoleh.

Pengertian Pajak Penghasilan

Berdasarkan Undang-Undang nomor 36 tahun 2008 yang membahas pajak penghasilan, tepatnya pasal 4 ayat 1, pajak penghasilan didefinisikan sebagai pajak yang dikenakan pada penghasilan yang diterima oleh perseorangan atau badan usaha dalam jangka waktu satu tahun. Besarnya pajak penghasilan ditentukan oleh peraturan atau undang-undang yang telah mengatur cara menghitung pajak penghasilan.

Sedangkan, pengertian penghasilan yang dimaksud dalam pajak penghasilan adalah penghasilan yang diterima oleh orang yang masuk ke dalam kategori Wajib Pajak. Dari penghasilan tersebut bisa didapatkan dari dalam wilayah Indonesia atau luar wilayah Indonesia. Penghasilan yang didapatkan akan menambah kekayaan serta kemampuan ekonomi Wajib Pajak. Penghasilan tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan konsumtif demi kelangsungan hidup Wajib Pajak yang bersangkutan.

 

Baca Juga : Langkah Mudah Memulai Perencanaan Keuangan Pribadi

 

Menurut pasal 21 pada Undang-Undang Pajak Penghasilan, penghasilan yang bisa dikenakan pajak meliputi upah, haji, tunjangan, honor, dan pembayaran lain yang diberikan kepada Wajib Pajak yang meliputi perorangan dan badan usaha. Penghasilan tersebut diberikan kepada Wajib Pajak atas jasa, jabatan, pekerjaan, atau kegiatan yang telah dilakukan oleh Wajib Pajak yang bersangkutan.

 

Wajib Pajak Penghasilan

Wajib pajak penghasilan merupakan orang atau badan individu yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan sesuai dengan tata cara menghitung penghasilan kena pajak yang ditetapkan oleh pemerintah. Pihak-pihak yang masuk ke dalam kategori wajib pajak penghasilan, antara lain:

  • Pegawai

Pegawai yang dimaksud dalam wajib pajak penghasilan meliputi pegawai negeri sipil serta pegawai swasta yang sudah memiliki NPWP serta menerima gaji tetap setiap bulan.

  • Pensiun

Orang yang memiliki uang pensiun, uang pesangon, atau tunjangan hari tua memiliki kewajiban membayar pajak penghasilan sesuai aturan cara menghitung pajak penghasilan perorangan. Bahkan, ahli waris dari orang yang memiliki dana pensiun juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan setiap satu tahun sekali.

cara menghitung pajak penghasilan pribadi

  • Pemilik Badan Usaha

Pajak penghasilan tidak hanya berlaku pada penghasilan perorangan, tetapi badan usaha. Sehingga, orang-orang yang akan mendirikan badan usaha harus memiliki NPWP serta memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan sesuai cara menghitung pajak penghasilan usaha pribadi.

Sebaliknya, ada pula pihak-pihak yang tidak diwajibkan untuk membayar pajak penghasilan walau mereka menerima gaji, upah, atau honor. Pihak-pihak yang tidak memiliki kewajiban membayar pajak penghasilan, antara lain:

  • Perwakilan Organisasi Internasional

Orang-orang yang bekerja di Indonesia atas nama perwakilan organisasi internasional, seperti organisasi yang berada di bawah naungan PBB, tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Hal tersebut dikarenakan penghasilan yang diperoleh oleh perwakilan organisasi internasional bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari organisasi internasional yang bersangkutan. Pajak penghasilan tidak berlaku pula bagi perwakilan organisasi internasional yang bukan Warga Negara Indonesia. Peraturan tersebut sudah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui Undang-Undang Pajak Penghasilan.

  • Pejabat Diplomatik

Pajak penghasilan tidak berlaku bagi orang-orang yang bekerja atau tinggal di Indonesia untuk keperluan diplomatik seperti duta besar atau konsulat. Duta besar, konsulat, atau orang-orang yang bekerja untuk keperluan diplomatik tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan karena mereka bukanlah Warga Negara Indonesia. Penghasilan yang mereka dapatkan selama tinggal di Indonesia bukan berasal dari Indonesia, tetapi dari Kementrian Luar Negeri negara yang bersangkutan. Selain itu, mereka tidak harus membayar pajak penghasilan sebagai wujud kerja sama timbal balik antara Indonesia dengan negara yang bersangkutan.

Artikel TerkaitArtikel Terkait
Pengertian, Fungsi dan Tujuan Akuntansi ManajemenPengertian Biaya Peluang dan Cara Menghitungnya
Modal Kerja : Pengertian, Manajemen, Konsep, Jenis, dan ContohPengertian Audit Internal : Tujuan, Fungsi, Ruang Lingkup

Tata Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Berdasarkan Undang-Undang nomor 7 tahun 1983, tata cara menghitung pajak penghasilan pribadi didasarkan pada jumlah penghasilan yang didapatkan setiap tahun. Berikut rincian bagaimana cara menghitung pajak penghasilan setiap tahun.

Langkah pertama dalam cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi adalah dengan menghitung besarnya penghasilan yang dikenakan pajak. Berikut ini panduan cara menghitung penghasilan kena pajak.

  • Penghasilan Rp 0,- sampai dengan Rp 50.000.000,- sebesar 5%
  • Apabila Penghasilan lebih dari Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- sebesar 15%
  • Jika Penghasilan lebih dari Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- sebesar 25%
  • Penghasilan lebih dari Rp 500.000.000,- sebesar 30%

Cara menghitung pajak penghasilan pribadi yang selanjutnya adalah mengalikan hasil penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan dengan tarif 5%. Kemudian, hasil dari pembagian pajak penghasilan dengan tarif 5% dikalikan lagi dengan tarif 15%. Selain itu, ada cara menghitung pajak penghasilan karyawan tambahan yang berlaku bagi orang-orang yang tidak memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yaitu dengan menambahkan 20% pajak penghasilan yang sudah dihitung dengan cara menghitung pajak penghasilan di atas.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini ada contoh cara menghitung pajak penghasilan yang bisa dipelajari dengan mudah.

Sebut saja Pak Minho merupakan karyawan yang sudah memiliki NPWP. Setiap tahunnya Pak Minho memperoleh penghasilan sebesar Rp 75.000.000. Sehingga, besarnya pajak penghasilan yang harus dibayarkan setiap tahun adalah sebagai berikut.

Rp 50.000.000,- x 5% = Rp 2.500.000,-

Rp 25.000.000,- x 15% = Rp 3.750.000,-

Sehingga, besarnya pajak penghasilan yang harus dibayarkan Pak Minho setiap tahuan adalah Rp 6.750.000,-.

Sedangkan, jika Pak Minho tidak memiliki NPWP, besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar dihitung dengan cara di bawah ini.

Rp 50.000.000,- x 5% x 120% = Rp 3.000.000,-

Rp 25.000.000,- x 5% x 120% = Rp 4.500.000,-

Besarnya pajak penghasilan Pak Minho adalah Rp 7.500.000,-.

  Semoga bermanfaat…jangan lupa share untuk menambah wawasan bersama^^

Incoming search terms:

  • cara menghitung pajak penghasilan dari modal kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *