6 Unsur-Unsur Manajemen, Penjelasan Dan Contoh Penerapannya

8 min read

unsur manajunsur unsur manajemenemen

Dalam semua kegiatan bisnis, pasti tidak bisa dipisahkan dengan manajemen, mulai dari merancang, mengelola dan menjalankan bisnis agar dapat tercapai target sesuai dengan yang diinginkan. Baik itu dengan manajemen yang sederhana dalam bisnis skala kecil maupun dengan ilmu manajemen yang profesional dalam bisnis skala besar di suatu perusahaan.

Seperti diketahui bahwa secara umum manajemen berfungsi untuk perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengawasan (controlling). Dengan manajemen yang baik maka diharapkan bisnis dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien, sehingga dapat  terhindar dari resiko kerugian atau kegagalan bisnis.

Manajemen yang baik dibutuhkan untuk memastikan agar proses produksi, distribusi, dan penjualan bisa berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan rendahnya Produktivitas, penurunan keuntungan bahkan kegagalan bisnis.

Beberapa bidang yang dilakukan dalam manajemen sebuah bisnis antara lain manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional, Manajemen Distribusi.

Dari semua bidang tersebut terdapat unsur unsur manajemen yang harus dipenuhi dan mendukung aktivitas manajemen. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas secara tuntas mengenai unsur unsur manajemen.

Unsur Unsur Manajemen Menurut Para Ahli

Agar penerapan fungsi manajemen bisa berjalan dengan baik maka dibutuhkan Unsur-Unsur Manajemen. Masing-masing unsur  tersebut saling melengkapi dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Unsur-unsur manajemen sangat penting keberadaan dan peranannya yang berguna untuk  peningkatan sistem manajerial dan tercapainya target serta tujuan perusahaan.

Untuk menjawab pertanyaan tentang sebutkan dan jelaskan unsur unsur manajemen, berikut ini unsur unsur manajemen menurut para ahli, yaitu :

  1. Menurut George R. Terry dalam bukunya Principle of Management mengatakan ada enam unsur manajemen, yaitu men and woman, materials, machines, methods, money, market
  2. Menurut Harrington Emerson,  ada 5 unsur manajemen, yaitu  man, money, materials, machines, methods.
  1. Menurut Soekarno Kartowardojo, ada 6 unsur manajemen, yaitu man, money, methods, material, machines, market

Penjelasan Unsur Unsur Manajemen

Untuk menjelaskan unsur unsur manajemen tersebut, berikut ini adalah penjelasan unsur unsur manajemen 6m, antara lain :

  1. Man (sumber daya manusia)

Sumber daya manusia adalah faktor yang paling vital dan menentukan dalam manajemen. Manusia yang membuat perencanaan dan sekaligus melaksanakan proses untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa adanya manusia maka tidak akan ada perencanaan dan proses kerja dalam manajemen. Bahkan dalam dunia yang serba otomatis tidak ada organisasi manapun yang dapat berkembang tanpa sumber daya manusia.

Pada unsur sumber daya manusia ini harus diperhatikan beberapa hal, yaitu :

  • Jumlahnya, harus sesuai dengan kebutuhan dan formasi
  • Persyaratan, seperti keahlian, kemampuan, ketrampilan, pendidikan, pengalaman
  • Komposisi, seperti pimpinan, pelaksana, bagian teknis, administrasi dll
  1. Money (uang)

Untuk menjalankan aktivitasnya, manajemen membutuhkan biaya, baik untuk pembelian dan perawatan alat-alat,  pembelian bahan baku / material, pembayaran gaji tenaga kerja dan lain sebagainya. Pengelolaan uang yang baik akan berpengaruh terhadap sukses tidaknya sebuah manajemen yang dilakukan. Oleh karena itu, pengelolaan uang harus dilakukan secara rasional agar tujuan yang telah ditetapkan bisa tercapai.

  1. Materials (bahan baku)

Untuk memproduksi suatu barang, perusahaan membutuhkan bahan baku.  Ketersediaan bahan baku sangat vital dalam proses produksi, baik berupa bahan setengah jadi (raw material) maupun bahan jadi.

Untuk bisa memproduksi barang yang baik sesuai dengan keinginan, selain dibutuhkan manusia yang ahli di bidangnya juga harus menggunakan bahan atau materi-materi yang baik dan berkualitas.

  1. Machines (mesin)

Mesin digunakan dalam proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Mesin dan peralatan kerja lainnya sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan yang sulit menjadi lebih cepat dan efisien, serta berperan dalam meningkatkan hasil dan keuntungan. Dengan perkembangan teknologi, penggunaan mesin semakin canggih dan modern, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam proses produksi dan pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif dengan hasil lebih banyak.

  1. Methods (metode)

Dalam manajemen diperlukan adanya beberapa metode untuk menentukan bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan. Serangkaian prosedur dan instruksi ditetapkan dengan mempertimbangkan pada tujuan yang hendak dicapai, fasilitas yang tersedia, waktu, uang, dan kegiatan bisnis. Metode-metode tersebut ditetapkan sebagai Standar Operasional yang baku (SOP), yang berperan untuk meningkatkan penggunaan semua sumber daya dan faktor-faktor  produksi, sehingga semua pekerjaan bisa berjalan secara Efektif dan Efisien.

  1. Market (pasar)

Untuk bisa memasarkan hasil produksinya dengan baik, perusahaan wajib memahami pemasaran dengan baik.  Pemasaran produk sangat penting untuk kelangsungan proses produksi dari perusahaan itu sendiri. Proses produksi suatu barang akan terhenti apabila barang-barang yang diproduksi tidak laku atau tidak minati oleh konsumen. Artinya pasar sangat penting untuk dikuasai demi kelangsungan proses produksi perusahaan.

Pemasaran yang baik memungkinkan barang atau jasa yang dihasilkan mempunyai pangsa pasar. Penguasaan pasar yang baik berperan penting agar barang atau jasa dapat didistribusikan ke seluruh konsumen dengan tetap menjaga dan memperhatikan kualitas dan harga. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Barang / jasa yang berkualitas rendah dengan harga yang relatif mahal tidak akan dibeli konsumen.

Contoh Unsur Manajemen

Enam unsur manajemen tersebut merupakan unsur unsur manajemen yang sangat diperlukan bagi badan usaha atau organisasi dan mutlak harus ada dalam suatu organisasi. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan untuk menentukan arah organisasi dan sebagai dasar menjalankan aktivitas agar sesuai dengan apa yang diinginkan.

Semua unsur tersebut dikelola dengan optimal, terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik agar berdaya guna dan berhasil guna dalam menunjang terwujudnya tujuan organisasi.

Aplikasi Unsur Manajemen

Berikut ini beberapa contoh unsur manajemen dalam penerapannya  :

Seorang pimpinan bertugas memberikan pengarahan kepada bawahannya tentang strategi mencapai hasil kerja sesuai target yang ditetapkan dan bawahannya bekerja secara profesional untuk mendapatkan kepuasan kerja dan dipantau kinerjanya sehingga mendapat apresiasi dari pimpinannya. Manajemen bisa beroperasi karena adanya sumberdaya manusia  yang saling bekerja sama di dalamnya untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur uang  dalam manajemen digunakan tidak hanya untuk membiayai kegiatan operasional organisasi suatu perusahaan saja, tetapi juga digunakan untuk kegiatan operasional lembaga pemerintah, Lembaga Sosial, yayasan-yayasan dll. Jadi uang digunakan untuk membayar  gaji karyawan, membeli bahan baku, mesin-mesin, alat-alat, operasional organisasi, meningkatkan pelayanan, membiayai suatu proyek dll.

Sudah sering kita lihat bahwa dalam suatu organisasi atau perusahaan biasanya menggunakan mesin-mesin dalam kegiatan operasionalnya, seperti mesin untuk produksi suatu barang, komputer, printer, kalkulator, scanner dll . Penggunaan mesin dan alat-alat tersebut untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan yang dilakukan sehingga lebih efektif dan efesien.

Meskipun demikian, penggunaan mesin dan alat-alat tersebut sangat tergantung pada manusia, bukan manusia yang tergantung oleh mesin.

Suatu perusahaan juga membutuhkan bahan baku atau material untuk diolah menghasilkan produk yang akan dijual kepada konsumennya. Misal dalam pabrik pengolahan makanan dibutuhkan bahan-bahan baku yang nanti diproses dan diolah menjadi produk yang siap dijual ke konsumen.

Untuk meningkatkan penjualannya, perusahaan perlu mempunyai  metode atau cara-cara untuk menarik minat konsumen. Marketing manager memberikan suatu metode kepada sales marketing tentang suatu cara untuk meningkatkan penjualan agar tercapai target yang sudah ditetapkan perusahaan. Metode pemasaran yang dilakukan harus tetap memperhatikan kualitas produk dan harga yang ditawarkan, sehingga produk bisa diterima pasar dengan baik dan memberikan kepuasan kepada konsumen.

Penerapan Unsur Unsur Manajemen Dalam Manajemen Strategik

Dalam kaitannya dengan manajemen strategik, unsur-unsur  manajemen ini digunakan sebagai satu kesatuan yang saling  berkaitan dan saling mempengaruhi serta bergerak secara bersamaan menuju arah yang sama pula. Manajemen strategik merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mendasar dan komprehensif dalam pengambilan keputusan, serta  cara penerapannya, yang dibuat oleh pimpinan manajemen dan dilaksanakan oleh seluruh pihak-pihak terkait di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Jadi dilakukan penerapan unsur unsur manajemen strategik secara bersamaan dengan cara mengintegrasikannya dengan seluruh aspek manajemen  untuk mencapai keberhasilan organisasi.

Penerapan Unsur Manajemen Dalam Fungsi Produksi dan Pemasaran

Unsur-unsur manajemen dalam fungsi produksi dikerjakan oleh orang-orang  dalam organisasi yang bertugas menghasilkan barang dan  jasa yang nantinya akan didistribusikan kepada konsumen. Produk yang dihasilkan harus sesuai dengan karakteristik yang diinginkan konsumen, baik ukuran, kualitas, kuantitas, maupun harganya. Jadi pada akhirnya konsumen adalah penentu segala-galanya.

Hasil produksi didistribusikan kepada konsumen dengan metode pemasaran yang telah ditetapkan. Pemasaran di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan penetapan harga, cara promosi, dan distribusi produk. Dalam pemasaran dilakukan analisa pasar, analisa kecenderungan pasar, analisa peluang pasar, dan analisa segmentasi pasar, sehingga  setiap perubahan yang terjadi dengan perilaku konsumen dapat diketahui dengan cepat dan tepat.

Dari hasil analisa pemasaran yang telah dilakukan kemudian dibahas dan dirumuskan dalam rapat manajemen puncak untuk menetapkan strategi pemasaran sehingga produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen.

Pemasaran merupakan aktivitas yang menghasilkan uang, sedangkan di luar pemasaran merupakan aktivitas yang mengeluarkan uang. Berdasarkan data dari laporan keuangan perusahaan, dilakukan beberapa analisa untuk mengetahui apakah fungsi keuangan berjalan dengan efektif atau tidak. Analisa bisa berupa analisia rasio, analisa break event, analisa potensi, analisa nilai sekarang, analisa nilai akan datang, dan berbagai analisa lainnya.

Meskipun telah dilengkapi dengan berbagai mesin-mesin dan peralatan modern, semua fungsi manajemen tidak akan berjalan dengan semestinya tanpa adanya kualitas sumberdaya manusia yang baik.

Dengan kualitas sumberdaya manusia yang baik, maka semakin baik pula kinerja dan produk yang dihasilkan yang berimplikasi pada kualitas proses manajemen strateginya. Analisis sumberdaya manusia yang meliputi  rekrutmen, pelatihan dan  pengembangan dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional dan obyektif, bukan berdasarkan pertimbangan kenalan, hubungan  baik, keluarga, suka dan tidak suka, serta belas kasihan.

Unsur-Unsur Manajemen Dalam Bidang Pendidikan

Keberhasilan lembaga pendidikan berkaitan dengan manajemen yang diterapkan, dalam melaksanakan fungsi perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, personalia, profesionalitas dan pengawasan. Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan untuk mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, machines, method,  dan market, untuk mencapai tujuan dalam bidang pendidikan yang efektif dan efisien.

Manajemen pendidikan berbeda dengan pendidikan, karena tidak semua kegiatan pencapaian tujuan pendidikan adalah manajemen  pendidikan. Perlu diketahui manajemen pendidikan dimaksudkan untuk mengelola semua unsur  pendidikan sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan dengan cara-cara yang efektif dan efisien.

Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai pelayanan atau pengabdian terhadap dunia  pendidikan. Karena pada dasarnya manajemen pendidikan dikenakan pada  pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian dalam tugas  penyelenggaraan pendidikan

Dengan demikian, makna manajemen pendidikan adalah proses terus-menerus yang dilakukan oleh organisasi melalui fungsi unsur unsur manajemen pendidikan, yang di dalamnya terdapat upaya saling memengaruhi, saling mengarahkan dan saling mengawasi sehingga seluruh tujuan organisasi pendidikan dapat tercapai sesuai harapan.

Pengarahan yang dilakukan berkaitan dengan pengertian manajemen pendidikan adalah mengarahkan orang-orang agar melaksanakan aktivitas kependidikan untuk mencapai tujuan  pendidikan. Setiap orang diarahkan untuk mengelola sarana dan  prasarana pendidikan, alat-alat pendidikan, metode, desain kurikulum, kebendaharaan, kesekretarian, dan mengatur strategi  pendidikan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

unsur manajemen pendidikan
unsur manajemen pendidikan

Unsur Unsur Pendidikan

Dalam manajemen pendidikan terdapat aktivitas yang mengintegrasikan sumber-sumber pendidikan dengan memusatkan diri pada target yang ditetapkan. Dalam proses pelaksanaan semua itu, terjadi kerja sama, pembagian tugas, Hak dan Kewajiban, serta otoritas yang berbeda. Para pengelola lembaga pendidikan merupakan bagian-bagian yang saling terkait, seperti guru berkaitan dengan anak didik atau murid. Guru dan murid berkaitan dengan materi dan Metode Pembelajaran, dan seterusnya tanpa ada yang memisahkan sehingga tujuan dapat dicapai dengan cara yang efektif dan efisien.

Dalam proses pendidikan melibatkan banyak unsur-unsur pendidikan yang meliputi :

  1. Peserta didik (subjek yang dibimbing)

Peserta didik adalah subjek atau pribadi yang ingin diakui keberadaannya.

Ciri khas peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik adalah :

a. Individu yang unik karena memiliki potensi fisik dan psikis yang khas

b. Individu yang sedang berkembang.

c. Individu yang membutuhkan bimbingan dan butuh perlakuan manusiawi.

d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri

  1. Pendidik (orang yang membimbing)

Pendidik bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan peserta didik. Dalam hal ini yang bertanggung jawab terhadap pendidikan adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan masyarakat, karena peserta didik   mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

  1. Interaksi edukatif (interaksi peserta didik dengan pendidik)

Terjadi komunikasi timbal balik secara intensif antara peserta didik dengan pendidik yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

  1. Tujuan pendidikan (arah di mana bimbingan ditujukan)

Tujuan pendidikan untuk menciptakan individu yang berkualitas dan berkarakter.

Pendidikan berfungsi untuk memberikan arah kegiatan pendidikan sesuai dengan yang ingin dicapai.

  1. Materi pendidikan (pengaruh yang diberikan dalam bimbingan)

Materi pendidikan berupa bahan atau pengalaman yang disusun menadi kurikulum, yaitu menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.

  1. Alat dan metode (cara yang digunakan dalam bimbingan)

Merupakan segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat mengacu pada jenisnya sedangkan metode mengacu pada efisiensi dan efektifitasnya.

  1. Lingkungan pendidikan (tempat di mana bimbingan berlangsung)

Lingkungan pendidikan meliputi tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Proses Sinergis Antara Personal Lembaga Pendidikan

Dalam manajemen pendidikan terdapat  proses sinergis diantara personal lembaga pendidikan dalam kaitannya dengan tugas dan fungsinya masing-masing, yaitu :

  1. Pengarahan dan pengintegrasian segala aktivitas, baik personal, materiil  dan spiritual yang berhubungan dengan  pencapaian tujuan pendidikan.
  2. Proses seluruh pelaksanaan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian,  pengarahan, pengoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan  pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personal, materiil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
  3. Pada proses bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan.
  4. Pelaksanaan kepemimpinan untuk mewujudkan aktivitas kerja sama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
  5. Keberjalanan pelaksanaan semua kegiatan sekolah dari kegiatan-kegiatan besar, seperti perumusan kurikulum, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol, dan seterusnya, sampai pada kegiatan-kegiatan kecil dan sederhana, seperti menjaga sekolah, menyapu halaman, dan sebagainya.
  6. Proses pembinaan atau supervisi pendidikan.
  7. Pengawasan seluruh kinerja kependidikan.

Komponen Sistem yang Dikelola Lembaga Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem, yang harus dikelola secara keseluruhan, meliputi :

  1. Kinerja para pegawai lembaga pendidikan
  2. Pengadministrasian kegiatan pendidikan
  3. Aktivitas para pendidik, yang merupakan tugas dan kewajibannya
  4. Kurikulum sebagai konsep dan tujuan pendidikan
  5. Sistem pembelajaran dan metode belajar mengajar
  6. Pengawasan dan supervisi pendidikan
  7. Evaluasi pendidikan
  8. Pembiayaan pelaksanaan pendidikan dari segi fasilitas, alat-alat, sarana, dan prasarana pendidikan

Langkah dalam Penerapan Fungsi Manajemen pada Lembaga Pendidikan

Tujuan yang ditetapkan dalam pendidikan akan mudah dicapai apabila diterapkan manajemen pendidikan sebaik mungkin, terutama melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Adanya para pelaku pendidikan yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya.
  2. Menyiapkan dana pendidikan yang cukup.
  3. Menerapkan metode kependidikan yang tepat.
  4. Menyiapkan material atau alat-alat pendidikan yang memadai.
  5. Menyiapkan sarana dan prasarana yang efektif bagi pelaksanaan pendidikan.
  6. Memadukan proses kependidikan antara teori dan praktik.
  7. Menerapkan desain pembelajaran yang sesuai dengan kondisi objek-objek pendidikan.
  8. Sistem kontrol yang melekat terhadap tugas dan fungsi kelembagaan pendidikan, dalam hubungannya dengan internal dan eksternal lembaga.
  9. Menyiapkan daya serap pasar yang baik bagi lulusan lembaga pendidikan

Masalah yang sangat serius dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Kualitas pendidikan dalam proses pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat penyediaan sumberdaya manusia sebagai modal utama  pembangunan di berbagai  bidang.  Semakin canggih suatu sistem  pendidikan maka  diperlukan  para   pengelola  pendidikan  yang semakin professional. Karena manajemen pendidikan mempunyai fungsi  terpadu dengan proses pendidikan khususnya dalam pengelolaan proses pembelajaran.

Demikian penjelasan singkat mengenai unsur-unsur manajemen dan contoh penerapannya, yang akan menjawab pertanyaan tentang sebutkan unsur unsur manajemen dan semoga bisa dijadikan materi dalam penyusunan makalah unsur unsur manajemen.