Cara Ternak Ayam Potong Pemula : Sistem, Kalkulasi, dan Bisnis

6 min read

Ternak Ayam Potong

Terdapat berbagai jenis bisnis ternak unggas yang biasa dilakukan, namun terdapat satu jenis bisnis ternak unggas yang cukup menjanjikan, yaitu ternak ayam potong. Bisnis ternak ayam potong memanglah bisnis ternak ayam yang khusus untuk menghasilkan daging ayam yang berkualitas, ayam ini biasa dikenal dengan sebutan ayam pedaging atau ayam broiler.

Sebelum ayam broiler dikenal sebagai unggas yang diambil dagingnya, ayam buras telah lebih dulu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan daging ayam di Indonesia. Namun karena ayam buras tergolong cukup lama dalam masa produksinya, sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan permintaan daging ayam di pasar.

Cara Ternak Ayam Potong Pemula

Tentu banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis budidaya ayam pedaging atau ayam potong. Terutama bagi para pemula yang baru ingin memulai menjalankan bisnis semacam ini, perlu kalkulasi ternak ayam potong yang matang. berikut merupakan langkah-langkah Cara Beternak Ayam Potong yang bisa Anda lakukan:

1. Menentukan Lokasi Kandang

Cara ternak ayam potong yang pertama yaitu menentukan lokasi kandang. Sebaiknya Anda memilih lokasi pembuatan kandang di tempat yang mudah dijangkau dan diakses oleh kendaraan. Sangat disarankan juga untuk memilih lokasi yang tidak bising, jauh dari pemukiman penduduk, dan dekat dengan sumber air.

2. Pembuatan Kandang

Setelah Anda menentukan lokasi kandang yang sesuai, selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam beternak ayam potong yaitu pembuatan kandang. Terdapat dua jenis kandang yang sering dibuat oleh para peternak. Masing-masing tipe kandang ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

a. Kandang Tanpa Panggung atau Melantai

gambar kandang litter
gambar kandang litter | sumber : duniabinatang.net

Kandang melantai merupakan jenis kandang yang paling sering digunakan oleh para peternak. Kandang jenis ini proses pembuatannya mudah dan biaya pembuatannya juga tergolong murah.

Kandang jenis ini memiliki perawatan yang lebih rumit, sebab setiap masa satu kali panen, alas kandang yang berupa sekam perlu diganti. Lantai kandang juga perlu dikeringkan untuk dipasang sekam yang baru.

b. Kandang Berbentuk Panggung

Kandang Ayam Petelur postal
gambar Kandang Ayam postal | sumber : chickenfarm11.blogspot.com

Jenis kandang berbentuk panggung memiliki biaya yang lebih mahal dalam proses pembuatannya, namun jenis kandang ini memiliki kelebihan yaitu mudah dalam proses pembersihannya. Jenis kandang ini tidak memerlukan alas karena kotoran ayam akan langsung jatuh ke bawah.

Penggunaan jenis kandang tidaklah memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, maupun kesehatan ayam. Kedua tipe kandang tersebut sama-sama baik untuk digunakan, hanya saja terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing.

3. Pemilihan Bibit Ayam Unggul

gambar bibit ayam potong
gambar bibit ayam potong | sumber : ig @ternak_ayampotong_broiler

Dalam menjalankan usaha ternak ayam potong, salah satu hal yang harus Anda lakukan yaitu pemilihan bibit ayam yang unggul. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan bibit unggul ayam ras atau broiler.

  • Bibit ayam yang dipilih harus memiliki bentuk tubuh yang bulat, gemuk, atau berisi
  • Pastikan bulu bibit ayam tersebut tidak terlihat kusam, sehat, dan mengkilap
  • Pilihlah bibit ayam yang memiliki gerakan aktif, sehat, dan tidak mengalami cacat fisik atau sakit
  • Pastikan juga bahwa di daerah anus tidak kotor, mata tajam, dan hidung juga bersih

Bibit ayam potong tersebut diperoleh dari supplier yang dibeli per box dengan isi 100 ekor dan mendapatkan tambahan 2-5 ekor per box.

4. Pemberian Pakan

Pakan ayam tambahan
Pakan ayam tambahan

Pemberian pakan ayam potong terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan, baik dari segi kandungan nutrisi pakan dan waktu pemberian pakan. Nutrisi ayam potong harus terpenuhi agar ayam bisa tumbuh secara maksimal dan menghasilkan daging yang berkualitas.

Pemberian pakan bisa dilakukan dengan sistem adibilitum, yakni makanan yang selalu tersedia tanpa batas. Sehingga, Anda harus rutin melakukan pengecekan ketersediaan pakan di dalam kandang.

Pellet, crumbles (putiran pecah) dan bentuk tepung merupakan jenis pakan yang bisa diberikan untuk ayam potong. Pakan yang berkualitas harus memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Saat ini pakan ayam potong telah tersedia di toko-toko penjual alat dan obat-obatan ternak.

Pakan merupakan bagian terpenting dalam proses pemeliharaan ayam potong. Keberhasilan dalam budi daya ayam potong 70% dipengaruhi oleh pakan yang diberikan.

5. Vaksinasi

Pemberian vaksin dilakukan 2 kali dalam satu kali periode pemeliharaan. Pemberian vaksin pertama dilakukan ketika ayam berusia 4 s.d. 5 hari dengan cara diteteskan ke mata ayam. Pemberian vaksin kedua ketika ayam berusia 21 hari dan dilakukan dengan cara disuntikkan ke bagian dada ayam.

6. Pemeliharaan ayam

Dalam proses pemeliharaan ayam potong tidaklah didiamkan begitu saja hingga ayam tumbuh besar sendiri. Terdapat cara-cara yang perlu dilakukan agar mendapatkan ayam potong yang sehat dan berkualitas. Berikut cara memelihara ayam potong yang benar yang bisa Anda lakukan:

  • Pada 7 hari pertama, bibit ayam potong unggul yang sudah dipilih harus dimasukkan ke inkubator, atau bisa juga dengan cara indukan
  • Setelah itu, Anda bisa memberikan pakan dan minuman air hangat
  • Pada minggu ke-2, kurangi sedikit suhu inkubator, dan jenis pakan yang bisa diberikan yaitu jenis crumbles
  • Pada minggu ke-3, bibit ayam potong tidak lagi membutuhkan pemanas
  • Pada minggu ke-4, bibit ayam potong tersebut akan mulai tumbuh bulu, pada usia ini kebutuhan pakan ayam bertambah 2x lipat
  • Pada minggu ke-5, bersihkan Kandang Ayam Potong secara rutin karena pada usia ini ayam-ayam tersebut telah bisa menghasilkan kotoran

7. Panen

Proses panen dilakukan dengan cara yang sistematik, yaitu proses panen yang dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar ayam tidak lemas ketika dilakukan panen secara bersamaan.

Hindari untuk menumpuk ayam yang dipanen di sudut kandang, karena dikhawatirkan akan ada ayam yang mati karena lemas. Lebih jelasnya, simak cara penangkapan ayam yang benar. Saat panen dilakukan.

  • Pegang kaki ayam secara perlahan, lalu pegang pada bagian dada dan angkat ke atas
  • Hindari menangkap ayam dengan cara menarik salah satu sayap ayam, karena hal tersebut akan membuat ayam berontak
  • Setelah ayam ditangkap, ikat kedua kaki ayam tersebut
  • Jangan lupa untuk selalu mencatat bobot ayam ketika masih hidup, karena ayam potong akan dijual per bobot ketika masih hidup

8. Pembersihan

Bersihkan kandang ayam
Bersihkan kandang ayam | sumber : jogja.tribunnews.com

Setelah proses panen ayam selesai, lakukan pengapuran pada bagian dinding dan juga pada bagian lantai kandang dilakukan sanitasi. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar bibit penyakit bisa mati, Anda juga menyemprotkan formalin. Diamkan kandang selama lebih dari 10 hari sebelum memasukkan bibit ayam baru.

Perlu kalkulasi ternak ayam potong yang matang sebelum memulai bisnis ini. Sehingga selain menjalankan bisnis ayam potong secara mandiri, Anda juga bisa mencoba menjalankan Usaha Ayam Potong dengan cara menjalin kerja sama dengan pola kemitraan. Berikut ulasannya.

Cara Beternak Ayam Potong Pola Kemitraan

Biaya ternak ayam potong kemitraan tentu tidak sebanyak apabila Anda menjalankan bisnis ternak ayam secara mandiri. Modal ternak ayam potong kemitraan hanya berupa lahan, pembangunan kandang, perlengkapan kandang, dan tenaga kerja yang diperlukan.

Dalam menjalankan usaha ternak ayam potong kemitraan yang terpenting yaitu pemilihan perusahaan yang tepat, dan yang terpenting yaitu keberhasilan dalam pemeliharaan ayam.

Sebab, apabila terjadi gagal panen, baik yang disebabkan karena berjangkitnya wabah penyakit atau karena sebab apapun. Kerugian yang yang diakibatkan adanya kegagalan panen, serta pembelian sapronak (sarana produksi peternak) secara kredit oleh peternak. Hal itu akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya peternak.

Di lain sisi, ternak pola kemitraan merupakan langkah dalam meringankan biaya ternak ayam potong serta menangani permasalahan fluktuasi harga. Jika Anda memiliki keahlian dalam melakukan pemasaran, pola kemitraan bisa menjadi solusinya.

Alur Kemitraan Ayam Potong

Beternak ayam potong lewat cara kemitraan terdapat kerja sama antara peternak (plasma) dengan perusahaan inti.

Inti kemitraan memiliki kewajiban memasok Bibit atau DOC Ayam Potong, pakan serta obat-obatan sepanjang berlangsungnya budi daya ayam potong. Harga bibit, pakan, dan obat-obatan umumnya mengikuti harga pasar, dalam artian tidak diputuskan di kontrak. Perusahaan inti juga berkewajiban memberikan informasi terkait tata laksana manajemen budi daya ayam kepada para peternak.

Peternak yang mengikuti sistem kemitraan harus menyediakan kandang serta tenaga untuk melakukan budi daya ayam potong. Umumnya ukuran kandang sudah distandarisasi oleh perusahaan inti minimum populasi ayam antara 3000 hingga 5000 ekor, atau bisa lebih.

Pihak peternak tidak perlu mengeluarkan modal untuk pembelian bibit ayam, obat-obatan, dan pakan, karena semua kebutuhan tersebut akan disediakan oleh perusahaan inti. Proses pembayarannya dilakukan ketika periode budi daya telah berakhir atau ketika sudah selesai masa panen.

Harga jual ayam potong umumnya sudah diputuskan di muka saat penandatanganan kontrak. Meskipun saat masa panen Harga Ayam Potong di pasar mengalami kenaikan harga, ketika panen tetaplah mengacu pada harga yang telah disepakati di kontrak.

Harga sapronak dan harga jual ayam telah ditetapkan oleh perusahaan inti. Keuntungan atau kerugian peternak yaitu keseluruhan cost penggunaan sapronak dikurangi keseluruhan pendapatan penjualan ayam.

Saat ini telah banyak perusahaan inti yang menawarkan hubungan kerja pemeliharaan ayam potong. Semua perusahaan inti tersebut tentu memiliki keunggulan masing-masing yang ditawarkan. Hal demikian akan menguntungkan bagi pihak peternak karena terdapat banyak pilihan. Namun tak jarang juga pihak peternak akan merasa bingung untuk menentukan perusahaan kemitraan.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Kemitraan

Berikut hal yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan dalam menentukan perusahaan inti untuk kemitraan ayam potong:

1. Harga Kontrak yang Kompetitif

Dalam menjalin kemitraan ayam potong dikenal dengan harga kontrak/harga garansi. Setiap perusahaan inti memiliki sistem kontrak yang berbeda, harga kontrak mencakup harga pakan, DOC, OVK, serta harga jual ayam hidup.

Anda bisa meminta contoh harga kontrak dari semua perusahaan inti yang Anda minati, lalu hitunglah dan bandingkan keuntungan yang dihasilkan.

2. Lihat Sapronak yang Digunakan

Tidak hanya melihat harga kontrak, peternak juga harus melihat sapronak yang dipakai. Pastikan bahwa perusahaan inti tersebut memakai sapronak dengan kualitas yang baik.

Terkadang, harga kontrak sedikit lebih kecil. Mungkin saja keuntungan yang didapat peternak semakin besar, bila memakai sapronak paling baik lantaran peluang pertumbuhan ayam yang dihasilkan juga semakin bagus.

3. Permodalan Perusahaan

Pastikan untuk memilih perusahaan inti dengan modal yang besar hingga bila ada keadaan spesifik, misalnya harga jual ayam rendah atau ada kenaikan pakan perusahaan tersebut masih bisa berjalan.

Jangan memilih perusahaan inti dengan modal yang terbatas, sebab umumnya waktu harga jual ayam turun perusahaan tersebut tidak bisa membeli pakan, hal tersebut bisa mengakibatkan pemeliharaan ayam terhenti di tengah jalan atau bisa juga kualitas pakan diturunkan untuk menghimpit cost pakan. Hal tersebut akan merugikan peternak.

4. Kecepatan proses panen

Cari perusahaan inti yang dapat melaksanakan proses panen dalam kurun waktu yang cepat. Misalnya, ayam 10.000 ekor dapat dipanen dalam kurun waktu 1 s.d. 2 hari akan lebih baik daripada 5 hingga 6 hari.

5. Pelayanan dan Kecepatan Pembayaran Hasil Panen

Pastikan juga bahwa perusahaan inti yang akan Anda pilih memiliki pelayanan yang baik dan cepat dalam membayar hasil perhitungan untung serta rugi peternak. Para peternak biasanya membutuhkan dana cepat, karena uang tersebut akan digunakan sebagai cost persiapan serta operasional untuk periode ternak selanjutnya.

Demikian pembahasan mengenai cara beternak ayam potong untuk pemula baik secara pribadi maupun dengan system kemitraan. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk update pembahasan di Jurnal Manajemen dan share artikel ini.