Teori Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri-Ciri, Rumus, Faktor-Faktor, Dll

7 min read

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Secara sederhana negara-negara di dunia dibagi menjadi 3 golongan yaitu negara maju, negara berkembang, dan negara miskin. Klasifikasi tersebut erat kaitannya dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu negara. Oleh karenanya hampir seluruh negara dunia sangat memperhatikan pertumbuhan perekonomiannya.

Sebagai negara berkembang, Indonesia sudah seharusnya meningkatkan perekonomiannya. DIlihat dari perkembangannya saat ini bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia ditargetkan di atas 5,2% bahkan BAPPENAS menargetkan hingga 6%. Meski di awal 2019 pertumbuhan ekonomi masih di bawah namun Pemerintah tetap optimis dan terus mengusahakannya. Hal ini dikarenakan kesempatan Indonesia menjadi negara besar dalam hal ekonomi masih sangat terbuka lebar.

Pentingnya mengamati Pertumbuhan Ekonomi inilah yang wajib diketahui oleh ahli ekonomi, pemerintahan, dan juga para akademisi. Maka dari itu pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan mengupas tuntas mengenai pertumbuhan ekonomi mulai dari definisi, ciri-ciri, cara mengukur pertumbuhan ekonomi, teori, dan faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Islam (Syariah) : Prinsip, Hukum, Tujuan, Dll

 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Apa itu pertumbuhan ekonomi ?

Banyak definisi yang mengartikan mengenai pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu pengertian pertumbuhan akan dibagi menjadi pengertian umum dan menurut para ahli.

Secara Umum

Apabila dilihat secara umum pengertian pertumbuhan ekonomi adalah sebagai proses perkembangan ekonomi dari suatu negara ke arah yang positif pada jangka waktu tertentu. Selain itu pertumbuhan ekonomi juga bisa diartikan sebagai proses peningkatan kapasitas produksi dari perekonomian negara yang diwujudkan dengan meningkatnya pendapatan nasional.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan pendapatan nasional yang disebabkan dari peningkatan kapasitas produksi baik barang maupun jasa sehingga terjadi perbaikan ekonomi suatu negara pada periode waktu tertentu.

Perlu diketahui bahwa kenaikan pendapatan nasional tidak ada kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk. Akan tetapu berkaitan dengan perkembangan inovasi dan teknologi.

Terjadinya pertumbuhan ekonomi di suatu negara berarti mengindikasikan bahwa  masyarakat di negara tersebut memiliki kesejahteraan yang lebih baik. Dengan kata lain adanya perkembangan ekonomi juga menjadi indicator keberhasilan dalam Pembangunan Ekonomi di suatu negara.

Terwujudnya pertumbuhan ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap proses ekonomi seperti mempengaruhi laju roda ekonomi dan keberjalanan bisnis. Ekonomi yang baik akan berpengaruh pada permintaan dan penawaran produk.

Lebih jauh lancarnya roda ekonomi dan bisnis di suatu negara maka akan berdampak kembali kepada laju pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Menurut Para Ahli

Selain pengertian pertumbuhan ekonomi secara umum, terdapat definisi yang dikemukakan oleh berbagai ahli diantaranya :

Simon Kuznetz

Menurut Profesor Simon Smith Kuznets, definisi pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kemampuan negara untuk menyediakan berbagai bahan ekonomi dalam jangka panjang kepada penduduknya. Kemampuan dalam penyediaan bahan ekonomi tersebut selaras dengan perkembangan teknologi, ideologi, dan lembaga kenegaraan yang ada.

Budiono (1994)

Pengertian pertumbuhan ekonomi yang diungkapkan oleh Budiono merupakan proses perkembangan output per kapita yang diakibatkan karena adanya peningkatan output dimana output berasal dari proses intern dalam perekonomian itu sendiri. Proses ini terjadi dalam jangka panjang dan memiliki sifat sementara.

Dari definisi yang dikemukakan oleh Budiono menggambarkan bahwa pertumbuhan yang terjadi bersifat self generating yang menyebabkan suatu kondisi/momentum dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa yang akan dating.

Adam Smith

Pertumbuhan ekonomi adalah kondisi berubahnya tingkat ekonomi di suatu negara yang disebabkan karena pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan jumlah penduduk ini diasumsikan akan meningkatkan output atau produksi baran ekonomi di suatu negara.

M.P Todaro

Todaro mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi peningkatan kapasitas produksi pada perekonomia dalam rangkaian waktu yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan nasional.

Sadono Sukimo (1985)

Definisi pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan dari tingkat kondisi ekonomi yang terjadi setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi diketahui dari perbandingan pendapatan nasional suatu negara dari tahun ke tahun. Proses inilah yang dikenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

Para Ekonom Klasik

Beberapa pakar ekonom klasik seperti John Stuart Mill, David Ricardo, Ada Smith, dan Thomas Robert Malthus serta pakar ekonom klasi seperti Robert Sollow dan Trevor Swan mengemukakan terdapat 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, diantaranya :

  • Perkembangan teknologi
  • Jumlah penduduk
  • Tersedianya stok barang (modal)
  • Luas lahan dan Sumber Daya Alam

Ciri Ciri Pertumbuhan Ekonomi

Terdapat karakteristik khusus pada suatu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi khususnya yang terjadi peningkatan secara signifikan. Setidaknya ada 6 ciri khas terjadinya pertumbuhan ekonomi berdasarkn penduduk, tenaga kerja, dan produk nasional serta komponennya. 6 Karakteristik tersebut adalah :

  1. Perubahan dari negara berkembang menuju negara maju dilihat dari sisi ekonomi
  2. Adanya pertumbuhan produktivitas masyarakat.
  3. Terjadinya laju yang cepat dari pertumbuhan penduduk dan produk perkapita.
  4. Peningkatan urbansiasi
  5. Mengalami perubuhan structural
  6. Peningkatan arus modal, barang, dan sumber daya manusia antar bangsa

Rumus Pertumbuhan Ekonomi

Cara menghitung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan formulasi tertentu. Perhitungan ini baisa dilakukan 3 bulanan bahkan yang sering dilakukan adalah setiap tahun. Hal ini dikarenakan karena diperlukan waktu untuk mengumpulkan data PDB.

Adapun rumus pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

Rumus Pertumbuhan Ekonomi

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Setelah mengetahui mengenai teori pertumbuhan ekonomi maka pasti sudah mengerti kaitan antara pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Memang terdapat perbedaan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan ekonomi adalah proses peningkatan pendapatan total suatu negara dan pendapatan perkapita yang diperoleh dari peningkatan jumlah penduduk dengan diiringi perubahan mendasar pada struktur ekonomi satu negara. Sedangkan pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu peningkatan kondisi ekonomi suatu negara kea rah yang positif.

Kaitan antara keduanya adalah pembangunan ekonomi mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi yang baik akan memperlancar pembangunan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Banyak teori yang mengemukakan mengenai pertumbuhan/perkembangan ekonomi. Meskipun beragam namun pada intinya memiliki makna yang kurang lebih sama. Setidaknya terdapat 4 teori pertumbuhan ekonomi diantaranya :

  1. Klasik
  2. Neo-Klasik
  3. Historis
  4. Kuznets

Masing masing teori memiliki sudut pandang berbeda. Penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi pada suatu wilayah/negara.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Adam Smith

Mengemukakan bahwa kondisi ekonomi akan berkembang apabila terjadi peningkatan jumlah penduduk. Bertambahnya penduduk ini akan menciptakan pasar dan mendorong peningkatan output atau hasil produksi sehingga terbentuknya spesialisasi.

Spesialisasi dapat mendorong pula produktivitas masyarakat dan perkembangan teknologi sehingga berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi.

Teori Adam Smith ini telah dijabarkan pada buku karangannya yang berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations

David Ricardo

Berbeda dengan teori yang dikemukakan Adam Smith. Ricardo memiliki pandangan bahwa peningkatan jumlah penduduk yang signifikan akan mengakibatkan berlimpahnya jumlah tenaga kerja. Tenaga kerja yang berlebih ini akan berdampak pada penurunan upah yang diterima setiap individu. Upah yang diterima oleh para pekerja/masyarakat ini nantinya hanya akan dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup yang paling rendah/minimum (Subsistence level).

Kondisi inilah yang disebut dengan kemandegan/stagnansi ekonomi atau sering disebut dengan stationary state.

Teori dari David Ricardo ini dapat dibaca secara lengkap pada bukunya yang berjudul  The Principles of Political and Taxation.

Thomas Robert Malthus

Hampir serupa dengan teori David Ricardo yang berpendapat mengenai penambahan jumlah penduduk. Namun perbedaanya Malthus menyandingkannya dengan kebutuhan manusia akan makanan.

Perumpamaan yang digunakan Malthus adalah produksi makanan bertambah seperti deret hitung (1, 2, 3, 4, dst), sedangkan jumlah penduduk bertambah secara eksponensial (1, 2, 4, 8, 16, dst). Dari kondisi tersebut maka nantinya bahan makanan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk sehingga dapat mengakibatkan kelaparan. Masyarakat seperti ini dikatakan hidup pada tingkat subsistence dan terjadi stagnansi/kemandegan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo-Klasik

Robert Solow

Solow mengemukakan bahwa pertumbuhan perekonomian adalah serangkaian aktivitas yang bertumpu pada manusia, permodalan, penggunaan teknologi modern, dan hasil produksi. Pertumbuhan penduduk disini dapat memberikan 2 dampak baik positif maupun negative. Oleh karenanya Robert Solow berpendapat bahwa peningkatan jumlah penduduk harus digunakan sebagai sumber daya positif.

Schumpeter

Sudut pandang schumpter terhadap pertumbuhan penduduk tidak hanya sekedar sebagai aspek utama pada pembangunan ekonomi. Namun Schumpter beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh keahlian dalam hal kewirausahaan dimana inovasi dan kegiatan produksi dijalankan.

Harrord Domad

Teori yang dikemukakan oleh Domad berkaitan dengan pembentukan modal atau investasi. Domad beranggapan bahwa modal merupakan syarat dalam menggapai pertumbuhan ekonomi yang stabil (steady growth). Sehingga modal harus digunakan dan diberdayakan seefektif mungkin. Apabila modal telah dilaksanakan maka perekonomian akan berjalan dan menghasilkan barang dalam kapasitas yang lebih banyak.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Frederich List

List berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki tahapan sesuai dengan kebiasaan masyarakat beradaptasi dengan zaman untuk melakukan produksi dengan keberlangsungan hidup. 4 Tahapan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah :

  1. Berburu dan Mengembara (Bergantung dengan alam)
  2. Beternak dan Melakukan aktiviats pertanian
  3. Bertani dan menciptakan kerajinan
  4. Fase kerajinan, industry, dan perdagangan

Werner Sombart

Lebih kompleks, Sombart mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi tercipta karena adanya susunan organsiasi dan ideology yang ada di masyarakat. Tahapan dari teori ini yaitu :

  1. Masa Perekonomian Tertutup : Masyarakat bersifat subsisten yaitu memproduksi sekaligus mengkonsumsi hasilnya (berperan sebagai produsen sekaligus konsumen)
  2. Zaman Kerajinan dan Pertukangan : Masa ini kebutuhan meningkat sehingga mulai dilakukan pembagian kerja sesuai dengan keahlian. Pada masa ini pula mulai muncul pertukaran barang dan jasa meski belum dilandasi profit oriented.
  3. Zaman Kapitalis : Muncul kaum pemilik modal dan ada buruh yang bekerja di bawahnya untuk melakukan produksi. Produksi disini ditujukan untuk memperoleh keuntungan.

Walt Whitman Rostow

Pada buku yang berjudul The Stages of Economic Growth, Rostow menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi pada lima tahapan. Tahapan-tahapan tersebut yaitu :

  1. Fase Tradisional : Didominasi sektor pertanian
  2. Masa Transisi (Pra Take-Off) : Mulai menerapkan ilmu pengetahuan modern ke fungsi produksi baik pertanian maupun industry
  3. Lepas Landas (Take-Off) : Industri-industri mulai berkekspansi dan hambatan social politik dapat diatasi.
  4. Kedewasaan (Maturity) : Investasi meningkat, produk yang tadinya Impor mulai diproduksi sendiri.
  5. Tingkat Konsumsi Tinggi : Kesempatan kerja tinggi, Pendapatan nasional meningkat dan dapat memenuhi konsumsi tinggi

Karl Bucher

Bucher berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi pada suatu negara terjadi karena adanya interaksi antara produsen dan konsumen. Terdapat tahapan-tahapan dalam prosesnya yaitu :

  1. Rumah Tangga Tertutup (Masyarakat memproduksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri)
  2. Rumah Tangga Kota (Terjadi interaksi antar desa dan desa dengan kota)
  3. Rumah Tangga Bangsa (Terjadi interksi dagang antar kota)
  4. Rumah Tangga Dunia (Aktivitas perdagangan sudah melewati batas-batas negara)

Teori Pertumbuhan Ekonomi Kuznets

Seperti yang sudah dikemukakan kuznetz pada pengertian pertumbuhan ekonomi dimana dia menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kemampuan negara dalam menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada masayarakatnya dalam jangka panjang.

Kuznetz juga menyatakan bahwa terdapat 3 faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi yaitu :

  1. Peningkatan ketersediaan akan barang secara berkala.
  2. Perkembangan Teknologi
  3. Penggunaan dan penerapan teknologi seefektif dan seefisien mungkin.

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Modal, Inflasi,, Suku Bunga, Budaya, dan Perkembangan IPTEK.

Sumber Daya Alam

Hampir dari seluruh negara berkembang termasuk Indonesia sangat bergantung pada sumber daya alam yang dimilikinya. SDA disini seperti perkebunan, pertambangan, minyak dan gas, hasil laut , asil hutan dan lain sebagainya.

Ekspor dari hasil SDA berupa bahan mentah seperti hasil perkebunan menjadi tumpuan untuk memperoleh devisa atau pendapatan negara dimana devisa ini digunakan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Akan tetapi perlu diingat mengandalkan SDA saja tidak menjamin pembangunan ekonomi akan berjalan lancer. Terlebih karena tidak diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusianya. Hal ini terbukti negara berkembang seperti Indonesia masih mengekspor bahan mentah yang nantinya akan kembali diimpor setelah menjadi bahan jadi.

Sumber Daya Manusia

Selain Sumber Daya Alam, faktor yang berpengaruh adalah Sumber Daya Manusia (SDM). SDM sangat berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi khususnya dalam pembangunan ekonomi.

Semakin tinggi kualitas SDM yang dimiliki maka semakin lancarnya roda perekonomian yang akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh adalah Singapura. Meskipun tidak memiliki luas areal dan kekayaan SDA namun dengan SDM yang berkualitas, negara ini mampu menjadi negara maju bahkan dibandingkan dengan negara-negara di sekitarnya yang memiliki kekayaan SDA yang melimpah.

Sumber Daya Modal

Ketersediaan Modal Kerja sangat diperlukan manusia dalam mengelola SDA yang ada dan dalam rangka peningkatan kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Modal disini merupakan segala bentuk barang yang berguna bagi perkembangan dan kelancaran roda pereknomian. Sebagai contoh

Inflasi

Faktor Inflasi dapat berdampak pada berjalannya pertumbuhan ekonomi. Inflasi merupakan kondisi dimana terdapat kendala pada nilai mata uang.

Peningkatan harga karena inflasi ini berpengaruh pada produksi karena adanya peningkatan biaya operasional. Sehingga kondisi ini berdampak pula pada upah karyawan.

Terdapat 2 tipe jenis inflasi yaitu Cost-Push-Inflation (Harga produk meningkat karena adanya peningkatan jumlah permintaan) dan Demand-Pull-Inflation (Kenaikan permintaan berefek pada kenaikan harga produk).

Suku Bunga

Penepatan suku bunga yang tinggi akan berdampak negative pada perusahaan yang menggunakan dana pinjaman dalam perkembangan usahanya.

Disamping itu suku bunga yang tinggi juga berimbas pada permintaan akan investasi dimana para pemilik modal akan memilih menyimpan uangnya di bank konvensional yang menawarkan pengembalian yang tinggi dan minim resiko.

Lesunya dunia bisnis dan perekonomian akibat hal tersebut akan berdampak buruk pada laju pertumbuhan ekonomi.

Budaya

Tidak hanya faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan pembangunan ekonomi saja yang berpengaruh. Faktor budaya juga memiliki efek tersendiri terhadap perekonomian suatu bangsa.  Terdapat budaya yang mendorong perekonomian seperti kerja keras, jujur, integritas. Adapula budaya yang menghambat perekonomian seperti Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Malas, Egois, dan lan sebagainya.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi modern yang sangat pesat membuat keberjalanan ekonomi sangat lancer. Penggunaan  terlebih pada Revolusi Industri 4.0 saat ini. mesin-mesin modern untuk produksi, penerapan metode produksi yang semakin efektif dan efisien akan terus memperlancar dalam menghasilkan output-output pada barang-barang ekonomi.

Semakin banyak, cepat dan berkualitas suatu barang karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka semakin maju pula perekonomian suatu negara.

Demikian penjelasan mengenai teori pertumubuhan ekonomi. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi akademik untuk membuat berbagai makalah pertumbuhan ekonomi. Jangan lupa share dan terus baca materi-materi lain di Jurnal Manajemen.