TEKS EKSPOSISI : Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan, Contoh, Dll

9 min read

Teks Eksposisi

Dalam kajian sastra maupun pembelajaran kebahasaan lainnya, Anda tentu tidak asing dengan teks. Teks merupakan salah satu materi yang wajib dipelajari dalam kajian tersebut. Adapun jenis-jenis teks begitu bervariasi mulai dari teks deskripsi, teks narasi, teks persuasi hingga teks eksposisi.

Salah satu jenis teks yang paling banyak digunakan adalah eksposisi teks. Teks ini berfungsi untuk menjelaskan sesuatu hal kepada pembaca agar menjadi lebih jelas, konkrit dan akurat. Lantas, sudahkah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan eksposisi teks tersebut?

Pada pembahasan Jurnal Manajemen kali ini akan fokus pada Teks Eksposisi. Pembahasan meliputi pengertian, struktur, karakteristik hingga contoh-contohnya. Selengkapnya simak ulasan berikut :

Pengertian Teks Eksposisi

Di dalam ilmu kebahasaan atau kesusasteraan Indonesia, terdapat berbagai macam jenis teks. Mulai dari teks laporan, teks eksplanasi, teks eksposisi, tes anekdot, teks negosiasi, teks deskripsi, teks perintah, teks puisi, teks narasi, teks persuasi hingga teksi pantun. Adapun teks yang cukup banyak digunakan ialah eksposisi.

Eksposisi teks merupakan sebuah karangan maupun bentuk paragraf yang memiliki kandungan informasi maupun pengetahuan dalam hal penggambaran dalam bentuk yang lebih padat, singkat dan jelas.  Eksposisi teks juga dapat dimaknai sebagai suatu pengembangan paragraf yang mana penulis teks tersebut ingin mengungkapkan gagasan, ide maupun pengertian secara singkat, padat dan jelas.

Eksposisi teks juga telah ditelaah oleh beberapa ahli yang kemudian mengungkapkan beberapa definisi teks tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Pengertian eksposisi teks menurut Keraf

Eksposisi teks pada hakikatnya merupakan sebuah bentuk wacana yang berusaha untuk menguraikan objek-objek sehingga menjadikan perluasan pandangan maupun pengetahuan yang diperoleh pembaca sekalian. Jadi, eksposisi teks menurut Keraf bertujuan untuk memberikan informasi mengenai suatu objek tertentu.

2. Pengertian eksposisi teks menurut Alwasilah

Eksposisi teks adalah sebuah tulisan yang memiliki tujuan utama untuk mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik serta melakukan evaluasi terhadap suatu persoalan. Jadi, penulis berniat untuk memberikan informasi maupun memberi petunjuk kepada pembaca sekalian.

3. Pengertian eksposisi teks menurut Nasucha

Eksposisi teks menurut Nasucha merupakan suatu bentuk paragraf yang bertujuan untuk melakukan pemaparan, penjelasan, penyaimpaian informasi, pengajaran serta berguna untuk menjelaskan sesuatu tanpa adanya ajakan maupun desakan agar pembaca teks tersebut mau menerima serta mengikutinya dengan sejujur-jujurnya. Adapun paragraf eksposisi teks biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahuan, definisi, pengertian, langkah-langkah, metode hingga cara dan proses terjadinya sesuatu.

Struktur Teks Eksposisi

Sebagaimana dengan teks bahasa Indonesia lainnya, eksposisi teks memiliki beberap struktur yang menyusunnya. Adapun sturktur dari eksposisi teks tersebut secara umum dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Tesis (pernyataan pendapat)

Struktur pembentuk eksposisi teks yang pertama ialah tesis. Tesis merupakan bagian pembuka dari suatu penulisan eksposisi teks. Tesis berisi pernyataan pendapat dari penulis eksposisi teks tersebut secara pribadi terkait topik maupun permasalahan yang tengah dibahas dalam teks tersebut.

2. Argumen (argumentasi)

Struktur pembentuk eksposisi teks berikutnya adalah argumen. Argumen atau argumentasi ialah bagian dari penulisan eksposisi teks yang memuat alasan-alasan atau sebab-sebab serta dinilai mampu mendukung maupun memperkuat pendapat dan opini penulsi pada bagian tesis sebelumnya.

3. Penegasan (Penegasan ulang pendapat)

Struktur terakhir pembentuk eksposisi teks ialah penegasan atau penegasan ulang pendapat. Penegasan di dalam eksposisi teks merupakan penegasan ulang atau penegasan kembali segala macam pendapat penulis pada bagian tesis sebelumnya. Penegasan ini membuat pembaca dapat dengan mudah memahmi sepenuhnya isi dari ekpsosisi teks tersebut.

Struktur penegasan dalam eksposisi teks biasanya disertai dengan bukti-bukti pendukung serta merupakan bagian dari kesimpulan eksposisi teks yang dibuat oleh penulis tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Di samping memiliki tiga struktur, eksposisi teks juga memiliki beberapa unsur atau kaidah kebahasaan teks eksposisi yang di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Konjungsi

Salah satu unsur penting dalam suatu eksposisi teks ialah  konjungsi. Konjungsi sendiri merupakan kata penghubung yang sering sekali dipakai dalam suatu kalimat teks khususnya eksposisi. Adapun contoh dari konjungsi di antaranya lalu, setelah, selanjutnya dan lain-lain.

2. Pronomina

Unsur berikutnya yang tidak kalah penting dari eksposisi teks ialah pronomina. Pronomina merupakan bentuk kata ganti yang ada pada suatu teks. Pronomina terdiri atas dua jenis yakni pronomina persona dan pronomina non persona.

  • Pronomina persona digunakan sebagai kata ganti yang menunjukkan seseorang. Contoh dari pronomina persona ialah saya, dia, kamu dan mereka.
  • Pronomina non persona digunakan sebagai kata ganti untuk menunjukkan sesuatu yang bukan orang. Contoh dari pronomina non persona di antaranya di sana, di sini, di situ dan lain-lain.

3. Leksikal

Unsur terakhir yang penting bagi eksposisi teks ialah leksikal. Leksikal merupakan suatu jenis kata yang mana berfungsi untuk menunjukkan kata benda, kata sifat, kata kerja dan kata keterangan lainnya. Adapun contoh dari leksikal di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Leksikal kata kerja: berlari, menulis, membaca, menonton dan sebagainya.
  • Leksikal kata sifat: baik, buruk, cantik, jelek, menarik dan sebagainya.
  • Leksikal kata benda: batu, kayu, meja, sendok, piring dan sebagainya.
  • Leksikal kata keterangan: di sini, di sana, di situ dan sebagainya.

Ciri Ciri Teks Eksposisi

Teks eksposisi mempunyai karakteristik atau ciri khusus yang membuatnya berbeda dari jenis teks dalam ilmu kesusastraan bahasa Indonesia lainnya. Adapun ciri teks eksposisi tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Penyampaian informasi dalam eksposisi teks disampaikan secara singkat, padat, akurat, jelas serta mudah dipahami oleh pembaca teks tersebut.
  2. Penjelasan maupun uraian terkait informasi dalam jenis teks tersebut dipaparkan secara lugas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
  3. Gaya penulisan eksposisi teks tersebut bersifat persuasif informatif yakni berisikan ajakan agar pembaca tertarik, bersimpati dan berempati terhadap suatu hal yang dijelaskan dalam eksposisi teks tersebut.
  4. Penyampaian informasi dalam eksposisi teks bersifat objektif, yakni infomrasi tersebut tidak memihak kepada satupun pihak serta ditulis berdasarkan bukti yang konkrit dan riil.
  5. Penjabaran maupun penjelasan informasi dalam eksposisi teks disertai dengan data-data yang bersifat akurat dan berasal dari sumber terpercaya sebagai pendukung isi tulisan dalam eksposisi teks tersebut.
  6. Fakta yang ada atau disebutkan dalam eksposisi teks tersebut dipakai sebagai suatu alat konkritasi maupun kontribusi.
  7. Paragraf yang terkandung dalam eksposisi teks biasanya menjawab tentang askadimega.
  8. Eksposisi teks biasanya menjawab seluruh pertanyaan baik apa, mengapa, siapa, dimana, mengapa dan bagaimana.

Tujuan Teks Eksposisi

Apa tujuan dari eksposisi teks tersebut sebenarnya? Barangkali pertanyaan tersebut pernah terlintas di kepala Anda. Tujuan dari teks eksposisi tersebut sebenarnya untuk memberitahukan secara jelas, riil dan konkrit kepada pembaca teks tersebut sehingga tidak terjadi perbedaan penerimaan informasi maupun pengetahuan yang ada.

Eksposisi teks mempunyai tujuan untuk memaparkan serta menjelaskan sebuah informasi bagi pembaca sekalian dengn sejelas-jelasnya. Hal ini semata-mata dibuat agar pembaca mendapatkan informasi serta pengetahuan yang rinci terkait informasi tersebut.

Di samping itu, eksposisi teks juga memberikan manfaat sebagai penjelas suatu pengembangan paragraf dari suatu jenis karangan yang memiliki sifat non fiksi.

Jenis Jenis Teks Eksposisi

Bagian dari teks sastra Indonesia tersebut terdiri atas beberapa macam. Adapun jenis-jenis dari eksposisi teks di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Eksposisi definisi

Eksposisi definisi adalah salah satu jenis eksposisi teks yang memaparkan definisi maupun pengertian dari suatu topic bahasan tertentu.

2. Eksposisi ilustrasi

Eksposisi ilustrasi ialah suatu jenis eksposisi teks yang bertujuan untuk memberikan gambaran maupun penjelasan sederhana terkait suatu topik dengan topik lainnya yang mana keduanya memiliki kesamaan sifat.

3. Eksposisi proses

Eksposisi proses merupakan suatu bentuk eksposisi teks yang berisikan tahapan-tahapan maupun cara-cara guna melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.

4. Eksposisi laporan

Eksposisi laporan yaitu suatu bentuk eksposisi teks yang memberikan laporan dari sebuah peristiwa atau suatu penelitian tertentu.

5. Eksposisi perbandingan

Eksposisi perbandingan yaitu suatu bagian dari eksposisi teks yang memuat ide maupun gagasan utama yang dipaparkan dengan cara membandingkan antara suatu hal dengan hal lainnya.

6. Eksposisi pertentangan

Eksposisi pertentangan adalah salah satu jenis dari eksposisi teks yang memuat segala hal terkait pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

7. Ekpsosisi klasifikasi

Eksposisi klasifikasi merupakan salah satu jenis eksposisi teks yang mana membagi sesuatu serta mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori yang telah ditentukan.

8. Ekpsosisi analisis

Eksposisi analisis merupakan salah satu bagian eksposisi teks yang mana memuat proses pemisahan suatu masalah dari suatu gagasan utama ke dalam beberapa sub bagian lainnya dan selanjutnya dapat dikembangkan sedemikian rupa secara berurutan. Adapun yang termasuk ke dalam eksposisi analisis diantaranya ialah contoh teks eksposisi tentang kesehatan.

Contoh Teks Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi merupakan salah satu jenis eksposisi teks. Jika Anda masih bingung dengan wujud konkrit dari eksposisi definisi, maka ada baiknya untuk menyimak contoh teks eksposisi berikut :

Lengkuas

Lengkuas merupakan salah satu tanaman yang terbilang cukup populer di Indonesia. Lengkuas biasa digunakan sebagai bumbu makanan. Akan tetapi, lengkuas juga memiliki manfaat lainnya. Tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman umbi-umbian ini biasa hidupdi daerah dataran tinggi maupun rendah diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Tanaman lengkuas dapat digunakan untuk melawan penyakit kanker. Bahkan menurut penelitian yang telah dilakukan, lengkuas bisa melawan leukemia, melanoma, kanker pancreas, kanker payudara, kanker kolon serta kanker hati. Pada studi terhadap kanker kolon saja, sebuah penelitian mengemukakan bahwa lengkuas mampu menyebabkan apoptosis terhadap sel-sel kanker kolon.

Di samping dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, tanaman lengkuas diketahui memiliki tinggi hingga mencapai ukuran lebih dari 2 meter. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang yang sudah cukup tua. Keseluruhan batang pada tanaman lengkuas diketahui telah ditutupi pelepah daun.

Adapun batang pada tanaman lengkuas termasuk ke dalam tipe batang semu. Daun tanaman lengkuas berbentuk tunggal, bertangkai pendek serta memiliki bentuk daun lanset yang ujungnya meruncing dan tepinya cukup rata. Untuk ukuran daun lengkuas bisa mencapai 25 hingga 50 cm x 7 hingga 15 cm.

Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

Untuk memperjelas pengetahuan Anda terkait eksposisi teks beserta strukturnya maka ada baiknya Anda menyimak contoh teks eksposisi singkat berikut.

Adanya pemanasan global dan dampaknya bagi hutan lindung

Tesis :

Pemansan global merupakan suatu keadaan dimana suhu bumi akan terasa semakin panas setiap harinya. Adapun pemanasan global tersebut dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan seperti halnya menipisnya lapisan ozon yang mana menjadikan sinar ultraviolet dapat langsung memasuki bumi.

Dampak buruk lainnya dari pemanasan global ialah naiknya permukaan air laut sebagai akibat dari mencairnya es di kutub utara.

Pemanasan global sendiri lahir sebagai akibat dari banyaknya gas karbondioksida yang ada di atmosfer. Banyaknya gas karbondioksida yang ada di atmosfer tersebut membuat lapisan ozon semakin menipis. Banyaknya gas karbondioksida di bumi akan menjadi tidak seimbang dengan jumlah pepohonan yang dapat menyerap gas karbondioksida tersebut.

Terlebih lagi saat ini hutan-hutan sudah dibuka menjadi lahan-lahan pertanian, perkebunan hingga dialih fungsikan sebagai perumahan warga.

Argumentasi :

Jika kembali dilihat ke belakang beberapa tahun belakangan ini dapat diketahui bahwa suhu bumi sedang mengalami kenaikan yang cukup parah. Mengapa demikian?

Pemanasan global atau pemanasan bumi terjadi karena banyaknya gas karbondioksida yang ada di atmosfer bumi. Banyaknya gas karbondioksida tersebut berasal dari asap pabrik, asap rumah tangga hingga asap kendaraan bermotor. Anda bisa melihat ke sekeliling Anda bahwa begitu banyak asap atau gas karbondioksida yang diproduksi baik dari kendaraa bermotor hingg pabrik.

Sulit dibayangkan bagaimana kondisi tersebut terjadi di negara industri. Tentu jumlah karbondioksida yang dihasilkan akan menjadi berlipat ganda jumlahnya. Seharusnya negara-negara industri tersebut mampu memberikan solusi atas banyaknya gas karbondiosida yang dihasilkan oleh industri mereka.

Hutan saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai solusi pengurangan banyaknya gas karbondioksida yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik tersebut. Hal ini karena sudah banyak hutan yang ditebangi bahkan dialih fungsikan seperti halnya hutan lindung yang beralih menjadi hutan konservasi. Hal tersebut tentu saja dapat memperparah kondisi bumi ini.

Penegasan :

Pemanasan global yang hingga saat ini tengah melanda bumi semakin parah. Hal ini tidak lain disebabkan karena adanya pabrik-pabrik yang beroperasi serta banyaknya kendaraan bermotor yang menimbulkan asap dan menjadikan jumlah gas karbondioksida semakin banyak. Hal tersebut memicu penipisan lapisan ozon sehingga dapat menyebabkan sinar UV dapat langsun masuk ke bumi.

Keadaan pemanasan global tersebut semakin diperparah karena keadaan hutan yang seharusnya bisa mengurangi dampak buruk tersebut justru dialih fungsikan seperti halnya hutan lindung yang beralih menjadi hutan konservasi. Bahkan di Indonesia sendiri sudah begitu banyak hutan lindung yang beraih fungsi menjadi hutan konservasi.

Contoh Teks Eksposisi Berita

Untuk makin memperjelas pengetahuan Anda terkait eksposisi teks berita, maka ada baiknya Anda menyimak contoh teks eksposisi singkat tentang berita sebagai berikut.

Dampak banjir Pringsewu

Bencana banjir yang terjadi di desa Ciraos, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada hari selasa 26 Juni 2018 mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Banjir tersebut menyebabkan ratusan rumah di desa Ciraos tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Banjir di desa Ciraos juga menyebabkan terputusnya saluran listrik di desa tersebut dan menyebabkan kondisi penerangan gelap gulita sejak dua hari yang lalu.

Bencana banjir di desa Ciraos tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tidak kunjung berhenti selama seminggu berturut-turut. Hal tersebut menyebabkan bendungan Wonokarto jebol dan airnya merendam ratusan rumah warga di desa Ciraos.

Akibat banjir yang menggenangi seluruh pemukiman warga di desa Ciraos, ratusan warga harus mengungsi sementara waktu ke desa Mataram yang terbilang cukup tinggi. Puluhan warga pengungsi mengeluhkan gatal-gatal di sekujur tubuh serta kekurangan air bersih.

Hingga saat ini bantuan yang sampai ke desa Ciraos belum sepenuhnya tersalurkan. Hal ini mengingat akomodasi yang ada tidak memadai.

Contoh Teks Eksposisi Proses

Untuk memperjelas informasi kepada Anda terkait eksposisiteks proses, maka ada baiknya Anda menyimak informasi terkait contoh eksposisi proses teks sebagai berikut.

Wedang jahe

Wedang jahe merupakan salah satu jenis minuman khas Indonesia yang banyak digandrungi. Wedang jahe biasanya disajikan dalam keadaan hangat sehingga sangat cocok diminum di malam hari. Untuk membuat wedang jahe agar menghasilkan cita rasa yang enak dan menyegarkan, maka Anda harus mengikuti sejumlah langkah berikut.

Adapun langkah-langkah yang harus Anda ikuti untuk membuat wedang jahe ialah sebagai berikut.

1. Persiapkan sejumlah bahan di antaranya sebagai berikut :

  • Dua ruas jahe.
  • Satu helas daun serai.
  • Lima buah biji cengkeh.
  • Kayu manis seukuran ibu jari satu saja.
  • Air putih sebanyak 250 ml.

2. Setelah seluruh bahan tersedia maka Anda harus mengupas jahe terlebih dahulu. Kupas jahe hingga bersih dan potong menjadi beberapa bagian atau sesuai selera.

3. Panaskan 250 ml air.

4. Setelah air mendidih, masukkan jahe tersebut.

5. Tambahkan bahan lainnya seperti daun serai, biji cengkeh dan kayu manis.

6. Tunggu hingga mencapai waktu 15 menit.

7. Angkat rebusan air jahe tersebut dan tuangkan ke dalam cangkir yang di atasnya sudah diberikan saringan.

8. Wedang jahe pun siap disajikan dan diminum dalam kondisi hangat-hangat.

9. Jika Anda ingin wedang jahe dengan rasa yang manis, maka Anda bisa menambahkan gula pasir, gula merah atau madu sesuai selera Anda.

Demikian langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat wedang jahe. Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian.

Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

Untuk memperjelas pengetahuan Anda terkait eksposisi teks tentang pendidikan, maka ada baiknya Anda menyimak contoh teks eksposisi tentang pendidikan sebagai berikut.

Kenakalan remaja di Indonesia

Solusi permasalahan remaja di Indonesia yang hingga saat ini masih belum seutuhnya memperoleh solusi yang tepat ialah kenalakan remaja. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan sebuah bentuk perilaku menyimpang yang tidak jarang juga melibatkan penegak hukum.

Bahkan sebagain ahli pendidikan mengemukakan bahwa kenakalan remaja dipicu oleh pemikiran yang merasa bahwa dirinya telah dewasa. Padahal secara fakta usia mereka baru berada di angka 13 hingga 17 tahun saja.

Terdapat beberapa faktor buruk lainnya yang dapat memicu adanya kenakalan remaja. Salah satunya adalah faktor didikan keluarga. Faktor didikan keluarga yang keliru membuat para remaja tersebut cenderung frustasi dan mengakibatkan remaja tersebut berbuat menyimpang dari perbuatan yang seharusnya ia lakukan.

Di samping itu, faktor broken heart juga kerap kali disebutkan sebagai pemicu adanya kenakalan remaja. Adapun wujud-wujud kenakalan remaja di antaranya merokok, memakai narkotika, melakukan seks bebas hingga yang paling sering dilakukan ialah tawuran.

Pada hakikatnya, usia remaja yakni kisaran 13 hingga 17 tahun tersebut merupakan ksiaran usia yang tengah mencari jati diri. Kondisi mental remaja yang belum sepenuhnya stabil justru membuatnya mudah sekali terjerumus kepada hal-hal yang berbau negatif.

Berangkat dari alasan tersebut, pendampingan orangtua serta adanya pendidikan yang baik merupakan hal yang sangat penting dilakukan kepada remaja pada fase tersebut. Pendampingan orangtua yang baik berikut dengan pendidikan yang cukup akan membuat remaja tersebut tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih positif.