Struktur Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri-Ciri, Fungsi, Contoh, Dll

8 min read

Struktur Sosial

“Apa yang dimaksud dengan struktur sosial ?”

Seringkali kita menemukan pertanyaan seperti di atas. Apa sebenaranya struktur sosial itu dan bagaimana penjelasan lengkapnya ?

Struktur Sosial merupakan suatu bagian penting dari kajian ilmu sosiologi dan antropologi. Hal ini dikarenakan struktur tersebut banyak mempelajari berbagai macam hal yang menyangkut hubungan antara manusia dengan masyarakat luas. Di samping itu, struktur tersebut pun tidak semata-mata mempelajari unsur kebudayaan saja melainkan juga mencakup keseluruhan prinsip hubungan sosial.

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara tuntas mengenai struktur sosial masyarakat.

Definisi Struktur Sosial

Bagi Anda yang sedang mempelajari ilmu sosiologi dan antropologi, tentu akan sibuk bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud dengan sturktur sosial.

Struktur sosial merupakan sebuah pola perilaku berulang yang bisa menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Struktur dalam kehidupan sosial bermasyarakat tersebut senantiasa memiliki sifat dinamis yang bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi sosial bermasyarakat.

Jika dedifiniskan secara singkat struktur sosial adalah suatu tingkatan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun struktur tersebut senantiasa mengalami perubahan baik itu secara lamban maupun secara cepat.

Struktur kehidupan sosial tersebut muncul karena adanya dua faktor yakni individu dan interaksi. Individu merupakan pembentuk masyarakat sekaligus pembentuk struktur sosial. Jadi, apabila tidak ada individu maka tidak mungkin akan ada masyarakat.

Tiap-tiap individu dalam kelompok atau lingkungan senantiasa akan melakukan interaksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka struktur kehidupan sosial pun akan terjadi.

Setelah memahami definisi tersebut maka Anda diharapkan bisa menjawab apabila ada yang meminta Anda untuk jelaskan pengertian struktur sosial atau menanyakan apa yang dimaksud struktur sosial.

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa ahli sosiologi dan antropologi  turut serta dalam memberikan opini terkait pengertian dari struktur kehidupan bersosial tersebut. Adapun ungkapan terkait definisi struktur kehidupan sosial dari beberapa ahli sosiologi tersebut ialah sebagai berikut.

1. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi

Ahli sosiologi dan antropologi yakni Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mengungkapkan bahwa struktur tersebut bermakna sebagai keseluruhan hubungan antara unsur-unsur sosial yang bersifat pokok, yakni kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial hingga lapisan-lapisan sosial.

2. Abdul Syani

Abdul Syani mendefinisikan bahwa struktur dalam kehidupan sosial tersebut bermakna sebagai suatu bentuk tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok.

3. Soerjono Soekamto

Soerjono Soekamto mendefinisikan bahwa struktur tersebut merupakan suatu bentuk organisasi yang erat kaitannya dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial.

4. R Lanch

E.R Lanch mengatakan bahwa struktur kehidupan sosial tersebut adalah suatu hal yang memiliki tujuan terkait distribusi kekuasaan antara individu dengan suatu kelompok sosial.

5. Coleman

Coleman turut serta dalam mengungkapkan definisi struktur kehidupan sosial tersebut sebagai pola hubungan antar individu yang memiliki karakteristik kelompok sosial di dalamnya.

6. George Simmel

George Simmel menyebutkan bahwa struktur kehidupan sosial tersebut merupakan sekumpulan individu lengkap dengan pola pikirannya.

7. William Kornblum

William Kornblum menyebutkan bahwa struktur kehidupan sosial tersebut adalah suatu susunan yang biasa terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu maupun suatu kelompok masyarakat.

8. Raymond Flirth

Raymond Flirth menjelaskan bahwa struktur kehidupan sosial adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang meliputi beragam tipe kelompok dalam lembaga-lembaga yang mana banyak sekali orang-orang mengambil bagian di dalamnya.

9. Geroge C. Homan

George C. Homan menyatakan bahwa struktur kehidupan sosial tersebut merupakan pokok kajian dalam sosiologi yang mana mempunyai keterkaitan dengan kepribadian dasar tiap-tiap manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikannya berkesesuaian dengan akomodasi peraturan yang telah ditetapkan.

Bentuk Bentuk Struktur Sosial

Struktur kehidupan bersosial dalam lingkungan masyarakat tersebut terdiri atas beberapa bentuk. Adapun bentuk-bentuk dari struktur tersebut dapat diklasifikasikan melalui beberapa kriteria di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Berdasarkan sifat

Berdasarkan sifatnya, struktur kehidupan bersosial dalam lingkungan masyarakat dapat dibedakan menjadi 4 sifat yakni sebagai berikut.

  • Kaku

Suatu struktur kehidupan sosial yang bersifat kaku artinya bentuk struktur tersebut sudah tidak dapat diubah lagi. Struktur kehidupan sosial tersebut bersifat tetap dan tidak bisa berubah. Biasanya sifat kaku tersebut terdapat pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Contohnya adalah kehidupan sosial di lingkungan masyarakat Bali.

  • Luwes

Suatu struktur kehidupan sosial yang bersifat luwes artinya masyarakat dapat dengan bebas bergerak untuk melakukan perubahan. Jadi, struktur tersebut bisa berubah secara dinamis dan kontinyu. Adapun salah satu hal yang biasanya menghambat ruang gerak masyarakat adalah sistem kasta yang dianut oleh beberapa masyarakat.

  • Formal

Suatu struktur kehidupan sosial yang bersifat formal artinya telah mendapatkan pengakuan oleh pihak yang berwenang. Jadi, struktur yang bersifat formal merupakan lawan dari struktur informal. Struktur formal diketahui telah memperoleh legalitas hukum. Dengan demikian, apabila ada pihak yang mengganggu struktur tersebut maka akan memperoleh sanksi hukum yang berlaku.

  • Informal

Suatu struktur kehidupan sosial yang bersifat informal artinya strutur tersebut nyata berfungsi akan tetapi tidak mempunyai ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Jadi, struktur yang berlawanan dengan struktur formal ini tidak diakui oleh pemerintah setempat maupun perundang-undangan yang ada. Keberadaannya bisa terancam kapan saja.

  • Terbuka

Suatu struktur kehidupan sosial yang bersifat terbuka atau yang lebih populer dengan nama opened social stratification memiliki pelaksanaan yang bersifat dinamis dan tidak tetap.

Seluruh masyarakat yang menerapkan struktur tersebut merupakan masyarakat yang mempunyai kebebasan dalam melakukan aktifitas guna menentukan jalan hidupnya tanpa mempunyai batasan ruang gerak berupa kasta. Adapun contoh dari struktur bersifat terbuka tersebut ialah saat masyarakat kurang mampu diberikan kekebasan untuk bekerja keras hingga akhirnya menjadi kaya raya dan sukses.

  • Tertutup

Struktur kehidupan sosial dengan sifat tertutup atau yang lebih populer dengan istilah closed social stratification merupakan stratifikasi sosial yang mana kasta akan menjadi salah satu hukum yang sukar ditentang oleh msyarakat. Jadi, masyarakat tidak diperkenankan untuk melakukan mobilitas secara vertikal.

Masyarakat yang menganut struktur kehidupan sosial dengan sifat tertutup ini hanya diperkenankan untuk melakukan mobilitas secara horizontal dengan sesame kastanya. Salah satu ciri struktur sosial dengan sifat tertutup ialah anggota kasta tersebut berlaku seumur hidup. Sebagai contoh adalah masyarakat India.

2. Berdasarkan identitas keanggotan masyarakat

Berdasarkan identitas keanggotan masyarakat, struktur kehidupan sosial dapat dibedakan menjadi 2 yakni sebagai berikut.

  • Homogen

Identitas keanggotan masyarakat homogen artinya mempunyai latar belakang yang sama pada sisi identitas, misalnya ras, suku bangsa dan agama.

  • Heterogen

Identitas keanggotan masyarakat heterogen artinya mempunyai latar belakang yang berbeda pada sisi identitas, misalnya ras, suku bangsa dan agama.

3. Berdasarkan ketidaksamaan sosial

Berdasarkan kriteria ketidaksamaan sosial, struktur kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat tersebut dapat dibedakan menjadi diferensiasi dan stratifikasi sosial.

  • Diferensiasi sosial

Diferensiasi Kehidupan Sosial atau dimensi struktur sosial horizontal merupakan suatu perbedaan individu dengan kelompok dalam suatu lingkungan masyarakat yang mana tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan atau hierarki. Jadi, diferensiasi kehidupan sosial adalah pembeda anggota masyarakat secara horizontal, yang masih mempunyai derajat atau tingkatan yang sama.

Diferensiasi kehidupan sosial memiliki beberapa bentuk di antaranya sebagai berikut.

a. Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan ras

Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan ras dapat dikelompokkan berdasarkan sifat jasmaniah atau ciri fisik seperti warna kulit, jenis rambut hingga bentuk wajah. Contoh ras-ras tersebut di antaranya ras Ainu (ras yang hidup di pulau Karafuto), ras Polynesian (ras yang hidup di kepulauan Mikronesia dan Polinesia), ras African Negroid (ras yang hidup di benua Afrika) dan ras-ras lainnya di dunia.

b. Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan etnis

Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan etnis maupun suku bangsa menunjukkan bahwa suatu lingkungan masyarakat terdiri atas berbagai macam suku bangsa yang memiliki bahasa dan kebudayaan yang begitu beragam dan berbeda di setiap daerahnya.

c. Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan agama

Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan agama terwujud dalam kenyataan sosial bahwa masyarakat terdiri atas berbagai macam agama yang dianut. Mereka bisa tergabung dalam suatu komunitas maupun golongan agama dan disebut sebagai umat.

d. Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan gender

Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan gender merupakan perbedaan yang dilihat dari sisi berprilaku antara pria dan wanita yang telah ditentukan kodratnya atau budayanya untuk selanjutnya akan menjadi bagian dari kepribadiannya.


  • Stratifikasi sosial

Stratifikasi Sosial atau dimensi vertikal merupakan suatu tingkatan yang ada dalam lingkungan masyarakat dan menunjukkan adanya suatu tingkatan atau hierarki. Stratifikasi sosial itu sendiri akan senantiasa ditemukan dalam suatu lingkungan masyarakat apabila dalam masyarakat tersebut memiliki sesuatu yang dihargai.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa stratifikasi sosial adalah suatu perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat. Adapun dasar maupun ukuran yang biasa digunakan untuk menggolongkan stratifikasi sosial di antaranya ialah sebagai berikut.

a. Dasar kekayaan

Dasar kekayaan merupakan suatu hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada. Jadi, apabila seseorang mempunyai kekayaan paling banyak maka ia akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dan begitu seterusnya hingga seseorang yang mempunyai kekayaan sedikit.

b. Dasar kekuasaan

Dasar kekuasaan juga dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada. Jadi, seseorang yang memiliki kekuasaan atau wewenang paling besar maka ia akan menempati lapisan sosial paling atas dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

c. Dasar kehormatan

Dasar kehormatan juga bisa dijadikan sebagai ukuran penempatan anggota masyarakat pada suatu lapisan-lapisan sosial yang ada. Jadi, orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakat yang ada.

d. Dasar ilmu pengetahuan

Dasar ilmu pengetahuan adalah dasar terakhir yang dapat dijadikan sebagai ukuran penermpatan anggota masyarakat pada suatu lapisan-lapisan sosial yang ada. Seseorang yang paling memiliki atau menguasai ilmu pengetahuan maka akan menempati lapisan tertinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

Adapun penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang dimaksudkan dapat dilihat berdasarkan profesi yang dijalani. Misalnya, dokter, guru, perawat, professor, dosen, insinyur dan gelar-gelar lain dalam perguruan tinggi yang mumpuni. Dengan demikian, masyarakat maupun seseorang yang memiliki profesi tersebut akan disegani oleh masyarakat lainnya.


Stratifikasi sosial mempunyai beberapa unsur penting. Adapun unsur-unsur dalam stratifikasi sosial tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Status atau kedudukan.

Untuk meraih unsur status atau kedudukan dapat dilakukan melalui 3 cara di antaranya ascribed status (melalui kelahiran), achieved status (melalui usaha-usaha yang disengaja) dan assigned status (melalui status atau kedudukan yang diberikan).

  • Peranan

Peranan dapat dilakukan oleh suatu masyarakat dengan mengambil role set, yang mana peran-peran tersebut saling berkesinambungan dan bukan peran tunggal.


Di samping unsur, stratifikasi sosial juga memiliki beberapa sifat. Sifat-sifat stratifikasi sosial di antaranya sebagai berikut.

  • Stratifikasi sosial tertutup

Stratifikasi sosial tertutup maksudnya suatu stratifikasi sosial yang membatasi kemungkinan seseorang guna pindah dari suatu lapisan menuju kepada lapisan yang lainnya dan bersifat tidak menentu. Jadi, bisa dari lapisan bawah ke lapisan di atasnya atau justru sebaliknya.

  • Stratifikasi sosial terbuka

Stratifikasi sosial terbuka adalah suatu stratifikasi sosial yang memberikan kesempatan pada setiap anggota masyarakat untuk mempunyai kesempatan guna naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi dikarenakan kecakapannya atau turun ke lapisan yang lebih rendak dikarenakan tidak cakap atau tidak beruntung.

  • Stratifikasi sosial campuran

Stratifikasi sosial campuan adalah suatu stratifikasi sosial yang memiliki kemungkinan di dalam suatu masyarakat terdapat unsur-unsur dari gabungan kedua sifat pelapisan sosial.

Selain unsur dan sifat, stratifikasi sosial juga dapat dibagi menjadi beberapa kelas atau golongan yaitu berdasarkan kriteria ekonomi, sosial dan politik.

Unsur Unsur Struktur Sosial

Struktur sosial terdiri atas beberapa unsur yang penting. Unsur-unsur pendukung struktur kehidupan sosial tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Perasaan solidaritas yang dialami antar anggota masyarakat.
  2. Mempunyai cita-cita dan tujuan yang sama dari masyarakat tersebut.
  3. Memiliki sarana dan segala peralatan maupun kelengkapan sistem sosial seperti pranata sosial dan lembaga sosial.
  4. Mempunyai kedudukan dan peranan sosial yang mengarahkan pada pola-pola perilaku masyarakat.
  5. Tingkatan dalam sistem kehidupan sosial ditentukan oleh status dan peranan anggota masyarakat.
  6. Baik nilai maupun norma sosial dijadikan sebagai pedoman bagi anggota masyarakat dalam hal bertingkah laku.
  7. Pengetahuan serta keyakinan yang dimiliki oleh anggota masyarakat berfungsi sebagai alat analisis dari anggota masyarakat.
  8. Kekuasaan djadikan sebagai suatu kendali yang mampu memerintah dari anggota masyarakat, dimana mampu memegang kekuasaan agar sistem kehidupan sosial tersebut dapat terus berjalan.
  9. Sistem sanksi berisi ganjaran dan hukuman dalam suatu sistem kehidupan sosial. Hal ini membuat norma senantiasa dapat terpelihara dengan baik.
  10. Sistem ketegangan, konflik hingga penyimpangan mendampingi adanya perbedaan kemampuan serta persepsi masyarakat.

Fungsi Struktur Sosial

Struktur sosial memiliki beberapa fungsi. Adapun fungsi-fungsi tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Berfungsi sebagai pengawas sosial.

Fungsi pengawas atau kontrol sosial digunakan untuk mengontrol individu ataupun masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran baik terhadap nilai, norma maupun segala peraturan yang berlaku pada kehidupan bermasyarakat tersebut.

2. Berfungsi sebagai suatu ciri atau karakteristik dari suatu kelompok masyarakat tertentu.

Fungsi ciri atau karakteristik dan identitas itu sendiri dapat dimaknai sebagai penegas identitas yang terdapat pada sebuah lingkungan masyarakat.  Jadi, identitas yang dimaksud bisa berupa kesamaan latar belakang, ras, budaya dan sosial.

3. Berfungsi sebagai rantai sistem.

Fungsi rantai sistem yang dimaksud ialah guna menghubungkan setiap aspek dalam kehidupan agar menjadi lebih teratur. Dengan demikian, diharapkan akan meminimalisir risiko kehidupan yang semrawut.

4. Berfungsi sebagai pembelajaran.

Fungsi pembelajaran merupakan suatu dasar penanaman disiplin guna tiap individu dalam suatu kelompok masyarakat. Di samping disiplin, juga terdapat ketaatan hingga kebiasaan.

5. Berfungsi sebagai penata.

Fungsi penata yang dimaksud ialah suatu instrumen masyarakat yang memiliki peran dalam hal penyelenggaraan penataan kehidupan secara menyeluruh dalam tiap-tiap aspek kehidupan.

Ciri Ciri Sturktur Sosial

Dikatakan sebagai suatu struktur sosial, maka struktur kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat tersebut memiliki beberapa ciri-ciri yang komprehensif. Adapun ciri-ciri tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Ada atau terdapat pada suatu lingkungan atau kelompok masyarakat.
  2. Mempunyai hubungan yang erat dengan kebudayaan masyarakat.
  3. Memiliki aspek Perubahan Sosial dinamis yang berasal dari kedudukan atau status.
  4. Memiliki sifat abstrak, yakni tidak bisa diraba dan tidak nampak.
  5. Mempunyai dimensi vertikal dan horizontal.
  6. Sebagai landasan dari proses sosial suatu masyarakat.
  7. Mencakup hubungan sosial antara individu pada waktu tertentu.
  8. Mengacu pada interaksi sosial pokok.
  9. Memiliki realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang menciptakan suatu tatanan.

Contoh Struktur Sosial

Untuk memperjelas informasi terkait struktur kehidupan sosial, maka ada baiknya Anda menyimak informasi terkait contoh dari adanya struktur sosial masyarakat tersebut sebagai berikut.

  1. Mapanji Garasakan adalah keturunan kerajaan. Maka dari itu, Mapanji Garasakan sudah mendapatkan status kelas sosial atas sejak ia dilairkan. Dalam contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa Mapanji Garasakan memiliki status ascribed.
  2. Iqbal Imam Muhsin adalah seorang lulusan S2 Pendidikan Bahasa Jawa. Usahanya yang begitu gigih, akhirnya membuah hasil yakni diangkatnya Iqbal Imam Muhsin sebagai dosen bahasa Jawa di Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa Iqbal Imam Muhsin memiliki status achieved.
  3. Wilhelm Röntgen telah mendapatkan penghargaan nobel fisika pada tahun 1901. Ia berhasil menemukan sinar X dan membuatnya menjadi pembuka zaman fisika modern. Dalam contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa Wilhelm Röntgen memiliki status status assigned.
  4. Pada tahun 1973, Wim Umboh mendapatkan penghargaan sebagai penyutradara terbaik pada Festival Film Indonesia dengan karyanya film Perkawinan. Dalam contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa Wim Umboh memiliki status assigned.