Stratifikasi Sosial : Pengertian, Sifat, Fungsi, Bentuk, Contoh, Dll

9 min read

Stratifikasi Sosial

Salah satu fenomena universal yang mudah dijumpai dalam semua kelompok masyarakat ialah stratifikasi sosial. Fenomena ini pada dasarnya merupakan sebuah bagian dari Struktur Sosial yang selalu ada dan terjadi dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.

Secara umum stratifikasi dalam berkehidupan sosial tersebut bisa diartikan sebagai suatu tingkatan atau hierarki yang bisa terjadi di dalam kelompok, grup maupun masyarakat luas. Sebagai bagian dari struktur sosial, stratifikasi memiliki beberapa sifat, fungsi dan bentuk. 

Untuk lebih jelasnya simak artikel Jurnal Manajemen yang akan mengupas tuntas mengenai stratifikasi sosial berikut ini :

 

Baca Juga : Kelompok Sosial : Pengertian, Contoh, Ciri, Faktor Pembentuk, Dll

 

Pengertian Stratifikasi Sosial

Apa yang dimaksud stratifikasi sosial?

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri. Manusia senantiasa hidup secara bermasyarakat dan selalu melakukan interaksi. Ketika manusia melakukan interaksi atau melakukan sosialisasi, manusia dapat merasakan berbagai macam perbedaan yang sering disebut sebagai stratifikasi kehidupan sosial.

Stratifikasi sosial adalah suatu pengelompokkan bagian atau anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat. Di samping itu, stratifikasi tersebut dapat dimaknai sebagai perbedaan penduduk atau bagian dari kelompok masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas masyarakat yang bertingkat.

Jadi, stratifikasi tersebut intinya merupakan pengelompokkan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya. Stratifikasi kehidupan sosial tersebut muncul sebagai hasil dari suatu kebiasaan masyarakat dalam hal berkomunikasi, berhubungan maupun melakukan sosialisasi antar sesamanya, baik secara individual maupun berkelompok.

Penyebab Timbulnya Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial tidak serta merta muncul dengan sendirinya. Ada dua jenis penyebab terjadinya stratfikasi kehidupan bersosial tersebut. Adapun dua jenis penyebab terjadinya stratifikasi tersebut ialah stratifikasi yang disengaja dan stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya.

1. Stratifikasi yang terjadi dengan sengaja

Stratifikasi yang terjadi dengan disengaja adalah stratifikasi yang dilakukan untuk mencapai maksud dan tujuan bersama khususnya dalam pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi-organisasi formal. Adapun contoh dari stratifikasi yang terjadi secara sengaja tersebut di antaranya pemerintahan, partai politik, perkumpulan, perusahaan hingg angkatan bersenjata.

2. Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya

Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya ialah stratifikasi yang disebabkan karena faktor-faktor bawaan sejak lair. Adapun contoh dari stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya ialah usia, jenis kelamin, sifat keaslian keanggotan seseorang dalam suatu kelompok masyarakat hingga urusan keturunan.

Faktor Pendukung Terjadinya Stratifikasi Sosial

Jika dijelaskan lebih detail, sebenarnya faktor-faktor yang mendukung munculnya baik itu startifikasi yang disengaja maupun stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya tersebut terdiri atas 4 faktor saja. Faktor-faktor tersebut di antaranya ialah faktor kekayaan, kekuasaan, kehormatan dan ilmu tinggi.

1. Faktor kekayaan

Faktor pertama penyebab adanya stratifikasi dalam kehidupan masyarakat ialah faktor kekayaan. Seseorang yang mempunyai kekayaan lebih senantiasa akan masuk ke dalam lapisan paling atas dalam stratifikasi tersebut.

2. Faktor kekuasaan

Faktor penyebab terjadinya stratifikasi dalam kehidupan masyarakat adalah kekuasaan. Jadi, ukuran keuasaan yang dimiliki oleh seseorang maupun sekelompok masyarakat akan menempatknnya ke dalam lapisan teratas.

Contoh seseorang atau bagian dari masyarakat yang memiliki kekuasaan besar sehingga menempati lapisan sosial atas ialah seseorag atau bagian dari masyarakat yang mempunyai profesi gemilang yaitu gubernur, walikota, professor dan lain-lain.

3. Faktor kehormatan

Faktor ketiga penyebab terjadinya stratifikasi dalam kehidupan masyarakat ialah kehormatan. Seseoang yang paling dihormati dalam lingkungan masyarakat luas, cenderung akan menempati lapisan sosial teratas. Contohnya ialah seorang pemuka agama serta seseorang yang memiliki jasa besar.

4. Faktor ilmu tinggi

Faktor terakhir yang menjadi penyebab terjadinya stratifikasi ialah ilmu pengetahuan tinggi yang dimiliki oleh seorang individu maupun bagian dari kelompok masyarakat. Jadi, seseorang yang mempunyai ilmu tinggi tersebut senantiasa akan menempati lapisan sosial paling atas.

 

Baca Juga : Diferensiasi Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Dll

 

Sifat Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial pada dasarnya mempunyai tiga sifat yang perlu Anda ketahui. Adapun sifat dari stratifikasi kehidupan sosial di antaranya ialah stratifikasi sosial tertutup, stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi kehidupan sosial dengan sifat campuran.

1. Stratifikasi kehidupan sosial bersifat tertutup

Stratifikasi kehidupan sosial dengan sifat tertutup dapat didefinisikan sebagai suatu mobilitas yang dilakukan oleh seseorang atau suatu bagian dari kelompok masyarakat untuk dapat melaju dari satu lapisan sosial tertentu menuju ke lapisan sosial lainnya yang cukup terbatas.

Close social stratification pada dasarnya membuat batasan seorang individu untuk berpindah strata atau tingkatan sosial baik itu dari lapisan atas ke lapisan bawah maupun sebaliknya. Adapun contoh dari close social stratification ialah kelahiran. Kelahiran saja bisa menentukan strata seseorang. Apabila seseorang lahir dari golongan kerajaan, maka selamanya ia akan menjadi seorang bangsawan.

Tahukah Anda bahwa close social stratification ini sebetulnya bisa menimbulkan sifat rasis. Sebagai contoh adalah stratifikasi yang ditentukan berdasarkan warna kulit pada wilayah Eropa. Orang kulit hitam dipandang mempunyai derajat sosial yang jauh lebih rendah dibanding orang kulit putih.

2. Stratifikasi kehidupan sosial bersifat terbuka

Stratifikasi kehidupan sosial dengan sifat terbuka dapat didefiniskan sebagai mobilitas yang dapat dilakukan oleh semua orang dari semua lapisan kelompok masyarakat baik itu mobilitas sosial naik maupun mobilitas sosial yang turun.

Open social stratification memungkinkan setiap orang untuk memperoleh strata atau tingkatan sosial yang jauh lebih tinggi. Hal ini pun berlaku sebaliknya. Seseorang yang berada pada tingkat strata sosial yang tinggi pada suatu waktu akan terjatuh ke tingkat strata sosial yang jauh lebih rendah.

Pada open social stratification, tiap-tiap orang akan terpicu guna memperoleh kehidupan yang jauh lebih maju dari kehidupan sebelumnya. Akan tetapi, hal tersebut juga memicu rasa khawatir apabila nantinya justru tidak akan mengalami kemajuan melainkan mengalami kemunduran.

Adapun contoh dari stratifikasi sosial terbuka ialah suatu kelompok masyarakat yang terdapat di negara industri maju atau masyarakat pertanian yang sudah terkena gelombang modernisasi.

3. Stratifikasi kehidupan sosial bersifat campuran

Sifat stratifikasi kehidupan sosial terakhir ialah campuran. Jadi, sifat campuran dari stratifikasi kehidupan sosial ini merupakan gabungan dari stratifikasi kehidupan sosial terbuka dan stratifikasi kehidupan sosial tertutup. Stratifikasi kehidupan sosial bersifat campuran ini memungkinkan terjadinya perpindahan antar kelas maupun hierarki sosial pada batasan-batasan tertentu.

Hierarki sosial tersebut biasanya terjadi pada masyarakat yang mempunyai sistem atau susunan heterogen. Heterogen disini maksudnya ialah letak daerah masyarakat tersebut merupakan daerah peralihan antara desa ke kota, yang mana sistem kebudayaannya merupakan pencampuran di antara kebudayaan desa dan kebudayaan kota.

Adapun contoh dari stratifikasi kehidupan sosial dengan sifat campuran ialah kehidupan masyarakat Bali, yang mana walaupun budaya masyarakatnya tertutup, akan tetapi secara ekonomi sistem pelapisan sosialnya bersifat terbuka.

Fungsi Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial pada intinya merupakan perbedaan-perbedaan yang mana masyarakat tersebut diurutkan secara bertingkat atau hierarki dalam suatu ketidakseimbangan.

Jadi, stratifikasi kehidupan sosial tersebut sebenarnya berfungsi untuk memberikan kesempatan dalam kehidupan atau urusan gaya hidup yang rata-rata sama serta menelisik lebih jauh mengenai hal yang membedakan strata tersebut dengan strata lainnya. Adapun uraian lebih lengkap terkait fungsi stratifikasi kehidupan sosial ialah sebagai berikut.

1. Distribusi hak-hak istimewa yang bersifat objektif

Fungsi pertama dari stratifikasi dalam kehidupan sosial ialah sebagai pendistribusi hak-hak istimewa yang bersifat objektif. Sebagai contoh adalah guna menentukan penghasilan, menentukan tingkat kekayaan, menentukan keselamatan dan menentukan wewenang pada jabatan, pangkat serta kedudukan seseorang.

2. Sistem pertanggaan

Fungsi berikutnya dari stratifikasi dalam kehidupan sosial yaitu sebagai sistem pertanggaan. Pertanggaan yang dimaksud ialah tingkatan atau hierarki. Jadi, stratifikasi tersebut dapat digunakan sebagai penentu tingkatan yang mana diciptakan oleh masyarakat itu sendiri seperti halnya urusan prestise dan penghargaan.

3. Kriteria sistem pertentangan

Fungsi ketiga dari stratifikasi dalam kehidupan masyarakat ialah sebagai kriteria sistem pertentangan. Yang dimaksud dengan kriteria sistem pertentangan ialah apakah hal tersebut didapatkan dari kualitas pribadi, keanggotan kelompok, kekerabatan, kepemilikan, wewenang maupun urusan kekuasaan. 

4. Kriteria kontribusi pemersatu

Fungsi selanjutnya dari stratifikasi kehidupan sosial ialah sebagai kriteria konrtibusi pemersatu. Stratifikasi tersebut seyogyanya memiliki kontribusi yang nyata dalam hal pemersatu dengan melakukan koordinasi serta harmonisasi unit-unit yang ada dalam struktur kehidupan sosial tersebut.

Kiteria kontribusi pemersatu juga bisa dikatakan sebagai suatu alat solidaritas di antara individu-individu, yang mana menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat tersebut.

5. Sistem penyusun

Fungsi terakhir dari stratifikasi di dalam kehidupan sosial ialah sebagai sistem penyusun yang mampu mengatur serta melakukan pengawasan di antara anggota masyarakat. Adapun peranan norma dan nilai standar tingkah laku sangat berperan penting dalam hal ini. Sistem penyusun tersebut juga bisa dikatakan sebagai penentu lambang-lambang atau simbol status kedudukan.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Teori Perubahan Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Dampak, Dll Konflik Sosial : Pengertian, Penyebab, Macam, Contoh dan Penyelesaian

Bentuk Stratifikasi Sosial

Pelapisan sosial dalam masyarakat atau yang lebih familiar dengan istilah stratifikasi sosial terdiri atas beberapa jenis maupun bentuk. Bentuk-bentuk stratifikasi sosial tersebut senantiasa akan terpengaruh oleh berbagai macam kriteria maupun faktor yang dapat dijadikan dasar stratifikasi sosial tersebut. Adapun macam-macam stratifikasi sosial tersebut dapat dilihat berdasarkan kriteria ekonomi, sosial dan politik.

1. Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria ekonomi

Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria ekonomi senantiasa akan membedakan penduduk maupun anggota masyarakat menurut standar penguasaan serta kepemilikan materi. Di dalam hal ini senantiasa terdapat golongan-golongan yang didasarkan pada kepemilikan tanah hingga kecakapan pada bidang ekonomi yang digeluti.

Jadi, bisa dikatakan bahwa pendapatan, kekayaan, penghasilan dan pekerjaan tersebut dapat membagi anggota masyarakat ke dalam berbagai macam lapisan sosial maupun kelas-kelas sosial lainnya di dalam lingkup masyarakat yang bersangkutan.

Perlu Anda ketahui bahwa stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria ekonomi dapat dikatakan sebagai stratifikasi yang terbuka. Hal ini memungkinkan seseorang yang berada pada kelas bawah untuk dapat naik menuju kelas di atasnya maupun sebaliknya.

Adapun contoh stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria ekonomi ialah kepemilikan tanah di lingkungan pertanian masyarakat pada suatu daerah di Indonesia. Adapun wujud dari stratifikasi tersebut di antaranya petani pemilik tanah, petani penyewa dan penggarap tanah hingga buruh tani.

2. Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria sosial

Stratfikasi kehidupan sosial beradasarkan kriteria sosial senantiasa akan membedakan penduduk maupun anggota masyarakat berdasarkan kriteria sosial. Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria sosial dapat dikatakan sebagai stratifikasi dengan sifat tertutup.

Secara umum, stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria sosial dapat dibedakan menjadi masyarakat feodal, masyarakat kasta dan masyarakat rasial.

a. Masyarakat feodal

Masyarakat feodal yang menjadi bagian dari stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria sosial ialah masyarakat yang berada pada kondisi praindustri.

Kondisi praindustri yang dimaksud ialah kondisi perubahan dari ikatan budak atau hamba sahaya dengan tuan tanah. Hubungan di antara keduanya menjadi hubungan antara yang memerintah dengan yang diperintah serta memiliki interaksi yang sangat terbatas.

Adapun stratifikasi kehidupan sosial pada golongan masyarakat feodal di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Golongan atas, yakni terdiri atas keturunan raja dan ningrat (darah biru).
  • Golongan menengah, yakni terdiri atas golongan prajurit serta pegawai pemerintahan.
  • Golongan bawah, yaitu terdiri atas golongan rakyat biasa.

b. Masyarakat kasta

Masyarakat kasta senantiasa menuntut adanya pembedaan antar golongan yang lebih tegas lagi. Hubungan antar golongan adalah tabu, tertutup bahkan dapat dikenakan sanksi hukum oleh masyarakat setempat.

Adapun contoh dari masyarakat kasta yang ada di dunia ialah masyarakat India. Kasta tertinggi diduduki oleh kasta Brahmana yang mana terdiri atas pendeta dan dipandang sebagai kasta yang paling diagungkan pada sudut pandang masyarakat tersebut.

Ksatria merupakan kasta yang berada di bawah kasta Brahmana. Adapun kstaria terdiri atas para bangsawan hingga tentara. Terakhir, kasta vaisya merupakan kasta ketiga pada stratifikasi kehidupan sosial masyarakat India. Kasta vaisya terdiri dari pedagang dan petani.

Kasta sudra adalah kasta berikutnya yang ada pada stratifikasi keidupan sosial masyarakat India yang mana terdiri atas orang-orang biasa atau rakyat jelata. Bagi orang-orang yang tidak memiliki kasta disebut sebagai varna.

Lantas, sudahkah Anda mengetahui ciri-ciri kasta atau bagaimana cara menentukan kasta?

  • Keanggotaan kasta biasanya ditentukan berdasarkan keturunan, kewarisan maupun kelahiran. Di dalam kasta, kualitas seorang individu tidak menjadi sebuah perhitungan.
  • Keanggotaan kasta berlaku seumur hidup (pengecualian apabila dikeluarkan dari kasta).
  • Perkawinan kasta bersifat endogen dan harus satu kasta. Tidak boleh menikah dengan beda kasta. Namun pengecualian bagi laki-laki yang bisa menikahi perempuan dengan kasta lebih rendah daripada kastanya dan hal ini tidak berlaku bagi perempuan.
  • Hubungan antar kasta dengan beberapa kelompok sosial lainnya sangat terbatas.
  • Keanggotaan kasta memiliki penanda berupa nama kasta, identifikasi anggota pada kastanya hingga penyesuaian norma yang ketat terhadao norma kastanya.
  • Keanggotaan kasta terikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  • Keanggotaan kasta senantiasa memperhatikan prestise.

c. Masyarakat rasial

Masyarakat rasial merupakan masyarakat yang mengenal adanya perbedaan terhadap warna kulit. Tentu Anda tahu beberapa kasus terkait perbedaan warna kulit yang ada di dunia ini. Salah satunya terjadi di Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan ras kulit putih dipandang lebih unggul jika dibandingkan dengan ras kulit hitam. Perbedaan warna kulit tersebut sangat memberi pengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan yang kemudian disebut sebagai politik apartheid.

Di dalam politik apartheid tersebut, keseluruhan aspek kehidupan yang mana termasuk di dalamnya kesehatan, pendidikan, pekerjaan hingga urusan perumahan ditentukan berdasarkan warna kulit. Warna kulit putih merupakan penduduk minoritas yang justru menduduki peringkat terhormat dan mengesampingkan penduduk asli yang berkulit hitam.

3. Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria politik

Stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria politik erat kaitannya dnegan kekuasaan atau wewenang yang dimiliki oleh seorang individu maupun bagian dari masyarakat, yang mana terdapat pihak yang menguasai dan terdapat pihak yang dikuasai. Meskipun bentuk kekuasaan atau wewenang tersebut tidak sama, akan tetapi terdapat sebuah pola yang umum pada masyarakat tersebut.

Adapun tiga pola umum yang terdapat dalam stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan kriteria politik di antaranya sebagai berikut.

a. Tipe kasta

Tipe kasta merupakan suatu sistem lapisan kekuasaan maupun wewenang dengan garis pemisah yang tegas, jelas sekaligus kaku. Tipe kasta bisa digambarkan sebagai bentuk piramida. Adapun gambar stratifikasi sosial tipe kasta ini dimulai dari lapisan paling tinggi yang dimulai dari punck piramida menuju lapisan paling rendah.

Puncak piramida diduduki oleh penguasa tertinggi yakni raja atau yang setara. Tepat di bawah raja terdapat bangsawan. Tepat di bawah bangsawan adalah orang-orang yang bekerja di pemerintahan.

Berikutnya adalah pegawai rendah yang diikuti oleh tukang dan pelayan. Selanjutnya adalah petani dan buruh tani. Terakhir adalah budak.

b. Tipe oligarkis

Tipe oligarkis adalah suatu sistem lapisan sosial yang mempunyai garis pemisah tegas, akan tetapi kelas-kelas sosialnya ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tersebut. Tipe oligarkis sebenarnya hampir sama dangan tipe kasta. Hanya saja dalam tipe oligarkis, individu masih diberi kesempatan untuk naik ke lapisan berikutnya.

Lapisan tertinggi dalam tipe oligarkis diduduki oleh penguasa atau raja. Lapisan berikutnya diduduki oleh bangsawan dari berbagai macam tingkatan. Lapisan dibawahnya ialah pegawai tinggi hingga orang-orang yang berkecukupan (kaya). Lapisan sosial terakhir diduduki oleh tukang, pedagang, petani, butuh tani dan budak.

c. Tipe demokratis

Tipe demokratis menunjukkan adanya suatu garis pemisah antara lapisan yang bersifat mobile (bergerak) dengan lapisan lainnya. Pada situasi ini, kelahiran sama sekali tidak menentukan kedudukan seseorang, melainkan kemampuanlah yang menentukan posisi.

Adapun lapisan tertinggi dari tipe demokratis ialah pemimpin politik, pemimpin partai, orang kaya dan pemimpin organisasi besar. Lapisan berikutnya ditempati oleh pejabat administratif dan kelas-kelas dasar keahlian. Lapisan selanjutnya ditempati oleh para ahli teknik, petani serta pedagang. Lapisan terakhir ditempati oleh para pekerja rendahan.

Contoh Stratifikasi Sosial

Untuk memperjelas pengetahuan Anda mengenai stratifikasi kehidupan sosial, maka ada baiknya Anda menyimak beberapa contoh dari stratifikasi sosial berikut ini.

1. Contoh stratifikasi kehidupan sosial tertutup

Contoh stratifikasi kehidupan sosial tertutup adalah kasta yang ada dalam kehidupan masyarakat asli Jawa. Adapun sistem pembagian kasta di Jawa terbagi menjadi 2 golongan yakni golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Mustahil jika golongan rakyat biasa akan sejajar dengan golongan darah biru, terlebih lagi untuk menikah.

2. Contoh stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan profesi

Contoh stratifikasi kehidupan sosial berdasarkan profesi adalah wewenang maupun kekuasaan seorang pemimpin perusahaan senantiasa akan berada pada tingkatan paling tinggi jika dibandingkan dengan karyawan biasa.

3. Contoh stratifikasi kehidupan sosial campuran

Contoh stratifikasi kehidupan sosial campuran adalah saat seseorang yang memiliki status pangeran atau raden dalam kasta Jawa, kemudian berada di wilayah lain dengan tujuan bekerja sebagai buruh maka ia perlu untuk menyesuaikan diri dengan kelompok sosial yang ada di sekitarnya.

4. Contoh stratifikasi kehidupan sosial keluarga

Contoh stratifikasi kehidupan sosial keluarga terdapat pada kondisi suami yang menempatkan dirinya pada lapisan sosial tertinggi dalam keluarganya dengan membawahi istri dan anak-anaknya. Adapun informasi lebih lanjut tentang contoh stratifikasi kehidupan sosial dapat Anda simak melalui makalah stratifikasi sosial yang bisa Anda unduh di laman internet.