Sistem Ekonomi Indonesia : Pengertian, Ciri-Ciri, & Penerapannya

6 min read

sistem ekonomi indonesia

Dalam artikel Jurnal Manajemen ini, kita akan membahas tentang materi sistem ekonomi Indonesia, yang meliputi pengertian sistem ekonomi indonesia, sistem perekonomian di Indonesia,  ciri ciri sistem ekonomi indonesia, kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi indonesia serta perkembangan sistem ekonomi Indonesia sampai saat ini.

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Islam (Syariah) : Prinsip, Hukum, Tujuan, Dll

 

Apa itu Sistem Ekonomi?

Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya dan mendistribusikan barang dan jasa di seluruh negara atau wilayah geografis tertentu. Sistem ekonomi mengacu pada proses pemanfaatan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keterampilan kewirausahaan untuk memproduksi barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Beberapa pertanyaan dasar dalam sistem ekonomi adalah :

  • Apa yang harus diproduksi ?
  • Bagaimana cara menghasilkan dan berapa banyak ?
  • Siapa yang menerima output produksi ?
  • Bagaimana perubahan akan dilakukan dan diakomodasikan ?

Struktur masing-masing sistem ekonomi umumnya akan berupaya menjawab tiga atau empat pertanyaan tersebut. Sistem ekonomi menetapkan aturan main untuk semua pemain dalam suatu perekonomian suatu negara. Selain itu juga menentukan bagaimana mereka dapat berinteraksi satu sama lain.

Pada dasarnya sistem ekonomi yang ada di dunia ini dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis utama: ekonomi pasar, ekonomi terencana dan ekonomi campuran. Meskipun ada suatu negara yang mengklaim mempunyai sistem ekonomi sendiri, sebenarnya adalah sistem ekonomi campuran.

Di dunia ini sistem ekonomi dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis utama, yaitu ekonomi pasar, ekonomi terencana dan ekonomi campuran. Meskipun ada beberapa yang mengklaim mempunyai sistem ekonomi tertentu, padahal sebenarnya termasuk dalam kategori ekonomi campuran.

  1. Ekonomi Pasar

Dalam sistem ekonomi pasar, harga ditentukan oleh tingkat Penawaran dan Permintaan, bukan oleh pemerintah pusat dan atau daerah. Kekuatan pasar menentukan apa yang akan diproduksi, berapa banyak diproduksi, bagaimana pendistribusiannya, dan berapa harga barang dan jasa.

Semua keputusan mengenai investasi dan bisnis juga didorong oleh kekuatan pasar dalam ekonomi pasar. Pemerintah mempunyai peran kecil dan hanya menetapkan aturan sehingga bisnis dapat berkembang.

Sistem konomi pasar juga dikenal dengan nama sistem ekonomi kapitalisme atau liberal yang didasarkan pada konsep pasar bebas.

  1. Ekonomi Terencana

Dalam sistem ekonomi terencana, semua keputusan mengenai produksi, distribusi, gaji, investasi, dan harga dibuat oleh otoritas pemerintah. Contoh terdekat dengan tipe ekonomi saat ini adalah Korea Utara dan Kuba (pada tingkat lebih rendah).

Sistem ekonomi terencana juga dikenal sebagai sistem ekonomi sosialis, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi terkontrol atau sistem ekonomi komando, di mana pemerintah pusat memiliki perencana yang membuat semua keputusan.

Secara teori, sistem terencana bekerja dengan sangat baik selama otoritas pusat melakukan kontrol dengan memperhatikan kepentingan populasi umum.

  1. Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi pasar kadang-kadang mendapat masalah, di mana pemerintah merasa harus melakukan intervensi.

Demikian pula, para pemimpin dalam sistem ekonomi terencana dapat memutuskan bahwa lebih banyak investasi diperlukan, dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan memberikan lebih banyak kebebasan.

Sistem ekonomi campuran menggabungkan karakteristik sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terencana, sehingga juga dikenal sebagai sistem ekonomi ganda. Meskipun tidak ada cara langsung untuk mendefinisikan sistem campuran, kadang-kadang istilah ini menggambarkan sistem pasar di bawah kendali regulasi yang ketat di segmen ekonomi tertentu.

Banyak negara di barat mengikuti sistem campuran. Sebagian besar industri bersifat swasta, sedangkan sisanya, terdiri dari layanan publik yang berada di bawah kendali pemerintah. Dengan demikian, pemerintah dan sektor swasta memainkan peran penting dalam menjaga ekonomi campuran.

Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi di Indonesia ?

Untuk menjawab pertanyaan tentang sistem ekonomi Indonesia yang diterpkan saat ini berikut ini penjelasannya.

Pengertian Sistem Ekonomi Indonesia

Setiap negara mempunyai sistem ekonomi yang berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dialami negara tersebut.  Sistem ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi baik oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor internal berupa sumber daya alam, letak geografis, kualitas sumber daya manusia, dan kondisi fisik. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi kondisi keamanan global, kondisi politik dan perekonomian dunia serta perkembangan teknologi.

Sistem ekonomi yang diterapkan oleh suatu negara bertujuan  untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi global, terciptanya kestabilan ekonomi dengan semakin banyak kesempatan kerja, adanya pemerataan pendapatan serta adanya dorongan untuk bekerja.

Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia

Dalam buku sistem ekonomi Indonesia dan makalah sistem ekonomi Indonesia  sering disebutkan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Landasan dari sistem perekonomian di Indonesia ini telah diatur dalam UUD 1945 Pasal 33. Penerapan sistem ekonomi Pancasila di Indonesia yang merupakan sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang dianggap paling sesuai dengan kondisi Indonesia, karena di dalamnya terdapat makna demokrasi ekonomi.

Dalam sistem demokrasi ekonomi, rakyatlah yang memegang aktif dalam Kegiatan Ekonomi,  dan dilakukan oleh, dan, dan untuk rakyat. Sedangkan pemerintah berperan sebagai pelaku ekonomi sekaligus pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi untuk menciptakan iklim yang kondusif  bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di Indonesia. Pelaksanaan demokrasi ekonomi dijiwai nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman yang meliputi asas kekeluargaan, pandangan agamis tentang masyarakat, dan asas keadilan.

Saat awal-awal berdirinya negara Indonesia, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi liberal, yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala kegiatan ekonomi kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan sesuai yang mereka inginkan. Kemudian saat paham komunisme memasuki Indonesia, maka sistem perekonomian di Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi sosialis.

Orde lama pun tumbang dan digantikan dengan pemerintahan orde baru, sehingga sistem ekonomi yang dianggap lebih sesuai adalah sistem ekonomi demokrasi.  Saat terjadi orde reformasi sistem perekonomian indonesia juga berganti lagi menggunakan sistem ekonomi berlandasan ekonomi kerakyatan atau sistem ekonomi Pancasila.

Ciri Ciri Sistem Ekonomi Indonesia

  • Sesuai dengan ideologi bangsa.

Sistem perekonomian Indonesia tentu saja harus berpedoman pada Pancasila sebagai ideologi dasar negara yang bersifat terbuka dan bersifat tertutup dalam segi-segi tertentu. Pedoman sistem ekonomi di Indonesia haruslah menyangkut kelima butir Pancasila sebagai objek dan subjek dalam pembangunan ekonomi.

  • Berlandaskan UUD 1945.

Sistem ekonomi di Indonesia berlandaskan UUD 1945 yang disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan Pembangunan Ekonomi, yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Dengan pedoman tersebut, maka apa yang dijalankan oleh pemerintah tidak menyimpang dari UUD 1945.

  • Mengutamakan Keadilan dan Kesejahteraan Bagi Seluruh Masyarakat

Sistem ekonomi Indonesia adalah mengutamakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Nilai keadilan dan kesejahteraan ini hanya akan terjadi jika tidak ada masyarakat yang bergejolak dalam mendapatkan kesesuaian antara hak dan kewajibannya.

  • Kegiatan Ekonomi Berdasarkan atas Asas Kekeluargaan

Sistem ekonomi di Indonesia dijalankan berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan  pengawasan pemerintah

Asas ini dianut secara penuh dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga dengan tertib kultur atau Perubahan Sosial Budaya.

  • Sumber Daya Ekonomi

Selain menerapkan sistem ekonomi yang berdasarkan pada mekanisme pasar, berbagai cabang produksi yang dinilai strategis dan berpengaruh besar terhadap hajat hidup banyak orang maka harus dikuasai atau dikelola oleh negara demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Indonesia

7 Kelebihan Sistem Ekonomi Pancasila :

  • Kegiatan perekonomian disusun dan dilakukan sebagai salah satu usaha bersama yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Adanya pengakuan dan perlindungan atas hak milik perorangan dengan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat, yang mana pemanfaatannya tidak menghambat dan tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Segala kreasi dan potensi inisiatif yang dimiliki oleh setiap warga negara akan dikembangkan seutuhnya dalam batas-batas tertentu selama hal tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat luas.
  • Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. Setiap warga negara mempunyai kebebasan dalam memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang mereka kehendaki atau yang sesuai dengan skill sekaligus potensi diri mereka.
  • Semua cabang produksi penting dan strategis bagi keberlangsungan hajat hidup orang banyak akan dikuasai dan dikelola oleh negara demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.
  • Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Penggunaan potensi alam seperti bumi, air dan segala kekayaan alam adalah untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat semata.
  • Adanya perhatian terhadap Pertumbuhan Ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup. Fakir miskin dan anak-anak terlantar akan dipelihara oleh negara.

4 Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila

Kelemahan dari sistem ekonomi Pancasila :

  • Sulit terjadinya pemerataan pendapatan
  • Berpotensi menimbulkan praktek monopoli
  • Rentan terhadap krisis ekonomi
  • Adanya eksploitasi sumber daya alam dan manusia yang berlebihan

Hal-Hal yang Harus Dihindari dalam Sistem Ekonomi Pancasila

Dalam penerapannya, sistem ekonomi Pancasila di Indonesia harus menghindari hal-hal sebagai berikut :

  • Adanya sistem free fight liberalism yang merupakan sistem persaingan bebas yang dapat berpotensi saling menghancurkan dan meningkatkan eksploitasi manusia serta kekayaan alam yang merugikan.
  • Adanya sistem ekonomi etatisme / sosialis, yaitu adanya dominasi negara dalam sistem perekonomian yang dapat membunuh motivasi, potensi dan daya kreasi bidang ekonomi di luar sektor negara.
  • Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada kelompok tertentu dalam bentuk monopoli yang berpotensi merugikan masyarakat Indonesia.

Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sejak terjadinya reformasi tahun 1998, Indonesia mulai mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan, di mana rakyat mempunyai  peranan penting sebagai pelaku utama dalam kegiatan ekonomi dengan tetap berdasarkan pada mekanisme pasar. Pemerintah dalam sistem ekonomi kerakyatan mempunyai hak untuk melakukan koreksi terhadap ketidaksempurnaan dan ketidakseimbangan pasar, salah satunya dengan mengurangi hambatan-hambatan yang dapat mengganggu mekanisme pasar.

Ciri-ciri sistem ekonomi kerakyatan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat
  • Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, kepentingan sosial, dan nilai keadilan serta kualitas hidup masyarakat
  • Mewujudkan pembangungan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
  • Menjamin kesempatan bekerja dan berusaha
  • Memperlakukan seluruh rakyat secara adil

Peranan Pemerintah Dalam Sistem Ekonomi Indonesia

Peran pemerintah dalam sistem perekonomian Indonesia cukup besar, yaitu sebagai pelaku sekaligus sebagai pengatur kegiatan ekonomi. Secara garis besar peranan pemerintah dalam perekonomian Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Mengalokasikan sumber-sumber ekonomi secara efisien.
  • Distribusi pendapatan dari golongan mampu ke golongan kurang mampu.
  • Menstabilkan perekonomian.

Sistem Ekonomi Syariah Di Indonesia

Akhir-akhir ini sistem ekonomi syariah atau Islam juga sering diterapkan  di Indonesia. Hal ini ditandai dengan ini semakin banyak berdiri badan-badan atau lembaga keuangan berbasis syariah. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, masyarakat Indonesia lebih cenderung memilih sistem syariah dalam kegiatan ekonominya.

Apa itu Sistem ekonomi Syariah ?

Sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi Indonesia yang berdasarkan syariat Islam yang berpedoman pada hukum-hukum yang diatur dalam Al Qur’an dan hadist. Dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi syariah ini tidak begitu mengharapkan untuk memperoleh laba yang besar, tetapi lebih mengedepankan prinsip-prinsip syariah Islam dalam perekonomian, seperti menghindari riba atau hal-hal lainnya yang bertentangan dengan hukum Islam.

Dalam memperoleh keuntungan, sistem ekonomi syariah ini menggunakan sistem bagi hasil. Berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosial. Kedua sistem ekonomi tersebut cenderung mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa melihat aspek dari kerugian yang ditimbulkan.

Tujuan Sistem Ekonomi Syariah

Sistem ekonomi syariah diterapkan bukan untuk menyaingi sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi sosialis. Akan tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan yang mampu untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada.

Allah SWT menurunkan agama Islam di muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur kehidupan umat manusia, sehingga bisa hidup tentram dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat manusia di sini tidak semata-mata sebagai umat muslim tetapi mencakup seluruh umat manusia yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup bukan hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara melimpah ruah di dunia. Akan tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti.

Jika sistem ekonomi syariah ini bisa diterapkan secara baik maka bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat atau masyarakat. Selain itu juga bisa memberikan rasa keadilan, kebersamaan dan kekeluargaan, serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku ekonomi.

Dengan melihat penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, sudah seharusnya pemerintah lebih mendukung untuk penerapan sistem ekonomi syariah. Penerapan sistem ekonomi syariah secara lebih luas dan komprehensif, juga bertujuan memperbaiki kondisi perekonomian yang sering dilanda berbagai masalah akhir-akhir ini. Sehingga dibutuhkan strategi yang baik untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam penerapan ekonomi syariah di Indonesia.