Penjelasan Reksadana Terlengkap dan Tips Berinvestasi Bagi Pemula

4 min read

reksadana

Sebelum membahas mengenai reksadana lebih baik kita mengetahui ilustrasi mengenai investasi terlebih dahulu. Bagi sebagian besar orang, keinginan untuk berinvestasi merupakan hal yang sangat penting. Apalagi di jaman sekarang ini dimana kebutuhan untuk berinvestasi bukan lagi merupakan kebutuhan sekunder. Namun tidak sedikit orang pula yang masih kebingungan menentukan dimana mereka akan berinvestasi.

Jenis Investasi

Perlu diketahui bahwa terdapat setidaknya 2 jenis investasi yaitu investasi di sektor riil dan non-riil. Investasi di sektor non-riil ini merujuk pada invetasi keuangan. Berbagai macam investasi keuangan misalnya deposito, obligasi, saham, dan juga reksadana. Setiap jenis investasi keuangan tadi memiliki karakteristik dan resikonya masing-masing. Oleh karena itu hal yang perlu dilakukan adalah dengan mempelajari dan memahaminya.

Bagi anda yang belum pernah sama sekali melakukan investasi keuangan dan belum mengetahui caranya maka jangan khawatir. Jurnal Manajemen memberikan saran bagi anda yang pemula dalam melakukan investasi ini untuk memilih reksadana. Reksadana merupakan investasi keuangan yang tergolong masih terjangkau dan mudah dilakukan bagi pemula.

Pada kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai reksadana dimana banyak orang yang sangat tertarik dengan jenis investasi ini. Kami akan menjawab berbagai pertanyaan seperti :

 “Bagaimana cara berinvestasi di reksadana ?”

“Apa perbedaaan saham dan Reksadana ?”

“Apa yang dimaksud Reksadana Saham ?”

Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak pembahasan tentang reksa dana pada artikel di bawah ini, just check it out :

Pengertian Reksadana

Mungkin banyak yang kurang tahu tentang reksa dana, terutama bagi orang-orang yang tidak menggeluti ilmu di bidang ekonomi dan juga perbankan. Menurut beberapa sumber, reksadana adalah salah satu cara atau alternatif yang menyediakan investasi untuk para pemodal khususnya untuk pemodal kecil atau bagi orang yang tidak mempunyai waktu atau belum paham dalam menghitung risiko investasi yang dilakukan oleh mereka.

Selain itu jika merujuk pada Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27 “Reksadana merupakan wadah/tempat yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat sebagai pemodal kemudian diinvestasikan pada portofolio efek oleh manajer investasi.

4 Unsur Reksadana

Berdasarkan definisi di atas paling tidak kita dapat mengetahui terdapat 4 unsur penting dari reksa dana yaitu :

  1. Reksadana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dan para investor
  2. Dana diinvestasikan melalui instrumen investasi
  3. Himpunan dana investasi dikelola oleh manajer investasi
  4. Jangka waktu investasi reksadana adalah instrumen jangka menengah dan panjang.

Nah, bagi Anda yang ingin berinvestasi tapi belum paham dengan dunia tersebut, Anda bisa menggunakan reksadana untuk melakukannya. Pilihlah reksadana sesuai dengan selera Anda untuk menjadi teman investasi Anda. Zaman sekarang jika tidak berinvestasi, di masa depan akan bingung dalam mengelola keuangan Anda.

Adanya perkembangan zaman yang semakin modern, bahkan kini telah tercipta reksadana online yang bisa Anda lakukan hanya melalui smartphone Anda. Jadi, melalui fitur investasi online ini, anda tidak harus ke perusahaan investasi tersebut dan Anda hanya membayarnya di rumah atau di mana saja menggunakan smartphone. Jika masih bingung apa itu reksadana, cobalah Anda mempelajarinya dengan membaca beberapa referensi tentang reksadana. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan pula jika reksadana adalah sarana, tempat, ataupun fasilitas bagi orang yang memiliki modal dan ingin berinvestasi untuk masa depan akan tetapi tidak  terlalu mengerti investasi yang kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek.

Sebagai informasi pula bahwa manajemen investasi yang mengelola dana investor di reksadana akan memperoleh dividen atau bunga yang dibukukan ke dalam Nilai Aktiva Versih (NAB). Selain itu kekayaan dana di reksadana yang dikelola manajer investasi juga wajib disimpan di bank kustodian yang tidak terkait dengan manajer investasi.

reksadana online
reksadana online (source : barkesa.com)

Bentuk Hukum

Perlu diketahui bahwa berdasarkan UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18 ayat 1, reksadana memiliki dua bentuk hukum yaitu Reksa dana dengan bentuk perseroaan terbatas atau PT. Reksa Dana kemudian Reksadana dengan bentuk Kontrak Investasi Kolektif atau KIK. Berdasarkan dua bentuk tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Reksa Dana Perseroan (PT. Reksa Dana)

Bentuk hukum perusahaan perseroaan terbatas atau PT pada reksadana secara umum tidak memiliki perbedaan dengan PT lainnya. Hanya saja pada jenis usahanya dimana reksadana mengelola portofolio investasi.

  1. Kontrak Investasi Kolektif

Pada bentuk hukum KIK, kontrak antara bank kustodian dan manajer investasi berlaku juga dalam mengikat pemegang unit penyertaan sebagai investor. Manajer investasi melalui kontrak ini memiliki kewenangan dalam pengelolaan portofolio efek. Adapun bank kustodian berwenang dalam melaksanakan penyimpanan dan hal yang berkaitan dengan administrasi investasi.

Karakteristik Reksadana

Reksadana memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan. Sifat reksadana ada yang bersifat terbuka dan ada yang bersifat tertutup. Pada reksa dana terbuka maka dapat dijual kembali pada perusahaan yang menerbitkan meskipun tidak melewati alur perdagangan di bursa efek. Harga jual pada reksa dana tertutup pada umumnya memiliki nilai yang kurang lebih sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Kebanyakan reksa dana yang beredar saat ini merupakan reksadana terbuka.

Sedangkan pada reksadana tertutup maka reksadana tersebut tidak dapat dijual kembali pada perusahaan yang menerbitkannya. Unit penyertaan dari reksadana tertutup dapat dijual dengan mekanisme tersendiri yaitu dengan menjualnya pada investor lain melalui perdagangan di bursa efek. Sebagai informasi bahwa pada reksadana tertutup adalah nilai dari harga jual pada umumnya di atas atau di bawah Nilai Aktiva Bersih.

Jenis-Jenis Reksadana

Jika anda mulai tertarik untuk melakukan investasi di reksadana maka kenali pula jenis-jenis reksadana. Saat ini setidaknya terdapat 6 jenis reksa dana yang ada di Indonesia diantaranya :

  1. Reksadana Saham

Semua lembaga atau perusahaan pasti mempunyai jenis reksadana saham. Reksa ini mempunyai 80% portofolio yang dimasukkan ke dalam efek serta sifatnya ekuitas. Dengan efek ekuitas biasanya memiliki potensi harga saham yang lebih tinggi.  Selain itu juga reksa ini akan menambahkan nilai investasi yang dibarengi juga dengan tingkat risikonya.

  1. Reksadana Campuran

Jenis reksadana ini sering dikenal dengan hybird funds. Reksa dana campuran merupakan gabungan dari berbagai jenis investasi seperti saham, obligasi atau surat hutang dan pasar uang. Pada setiap jenis investasi memiliki alokasi yang diatur dan dikombinasikan dimana antara efek ekuitas/saham dan efek hutang/obligasi tidak melebihi 79%. Potensi keuntungan dan resiko dari jeni reksadana ini secara umum dapat lebih besar jika dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap namun tetap lebih rendah dibandingkan dengan reksadana saham.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap

Pada reksadana jenis ini setidaknya 80% dari aset yang diinvestasikan harus dalam bentuk efek hutang atau yang lebih dikenal dengan obligasi. Obligasi sendiri merupakan surat hutang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah.  Return dan resiko dari reksa dana pendapatan tetap lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang. Sedangkan jika dibandingkan dengan reksa dana campuran dan reksa dana saham, keuntungan dan resiko yang diperoleh lebih kecil.

  1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang biasanya memiliki deposito atau SBI yang ada di bank, sementara pengertiannya diartikan dengan kegiatan investasi yang biasanya memiliki 80% dari efek Pasar Uang. Ciri khas dari reksa jenis ini adalah tingkat risikonya yang cukup rendah, tapi memiliki keuntungan yang terbatas dengan jangka waktu biasanya kurang dari satu tahun.

  1. Reksadana IndeX

Adapun reksadana indeks merupakan reksadana yang dikelola yang menjadikan indeks tertentu sebagai acuannya. Sehingga hasil dan resikonya akan mirip pada indeks acuan tersebut. Sebagai contoh acuan tersebut adalah indeks obligasi maupun indeks saham.  Jenis reksadana ini dikelola secara pasif dan memiliki harga yang fluktuatif mirip dengan saham ketika masuk di bursa efek (biasanya disebut dengan Exchange Traded Fund/ETF).

  1. Reksadana Syariah

Tidak hanya bank yang mempunyai label syariah saja (perbankan syariah), untuk reksadana pun ada yang syariah dan kini sudah berjalan cukup baik di Indonesia. Sebenarnya dalam reksadana syariah transaksinya hampir sama dengan reksa dana konvensional sesuai dengan jenisnya (no.1-5). Akan tetapi pada reksa dana  syariah ada proses cleansing, di mana proses pembersihan bagi beberapa hal yang mengganggu kehalalan uang selama proses investasi berlangsung.