Prinsip Ekonomi : Pengertian, 10 Prinsip, Ekonomi Syariah, Contoh, Dll

7 min read

Prinsip Ekonomi

Dalam berkehidupan sehari-hari tentu Anda tidak bisa terlepas dari tiga bidang kajian yakni sosial, politik dan ekonomi. Adapun kajian ekonomi merupakan bidang kajian yang paling sering dipersoalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk kajian ekonomi yang sering dipersoalkan ialah prinsip eknomi.

Secara global prinsip ekonomi adalah suatu bentuk panduan yang ada dalam Kegiatan Ekonomi guna mencapai kesepakatan perbandingan yang rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan serta mendapatkan hasil yang dieproleh. Adapun uraian lebih lanjut terkait prinsip kajian ekonomi tersebut akan dibahas secara menyeluruh pada artikel Jurnal Manajemen di bawah ini :

Apa Itu Prinsip Ekonomi ?

Bagi Anda yang awam mengenai kajian bidang ekonomi tentu belum begitu memahami pengertian prinsip ekonomi. Secara umum, prinsip ekonomi merupakan suatu wujud usaha guna memperoleh hasil semaksimal mungkin dengan upaya melakukan pengorbanan seminimal mungkin.

Prinsip kajian bidang ekonomi tersebut juga dapat dimaknai sebagai suatu bentuk usaha guna memperoleh kepuasan atas adanya kebutuhan tertentu dengan melakukan pengorbanan seminimal mungkin.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa prinsip kajian bidang ekonomi merupakan suatu usaha yang bertujuan agar manusia senantiasa dapat mencukupi kebutuhan ekonominya dengan cara yang efektif dan efisien. Kesimpulan tersebut kiranya dapat menjawab pertanyaan apa yang dimaksud prinsip ekonomi ?

10 Prinsip Ekonomi

Secara umum prinsip kajian bidang ekonomi memiliki tujuan agar manusia mampu mencukupi kebutuhan ekonominya sendiri dengan cara yang efektif dan efisien. Sejatinya, prinsip tersebut memberikan manfaat bagi Anda khususnya guna memaksimalkan keuntungan di mana Anda dapat memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.

Di samping itu, prinsip kajian bidang ekonomi tersebut juga bisa memberikan manfaat dalam hal meminimalkan kerugian dengan adanya pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Hal tersebut mengingat bahwa cakupan prinsip tersebut begitu luas khususnya dalam kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi dan konsumsi.

Dengan alasan tersebut, maka akan mampu menjawab pertanyaan terkait mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi. Sebagai upaya merealisasikan kegiatan ekonomi tersebut, maka ada baiknya Anda menyimak beberapa Prinsip Ekonomi yang mana di antaranya terbagi menjadi 10 macam sebagai berikut.

1. Setiap orang senantiasa menghadari trade off

Ketika Anda hendak menginginkan sesuatu, maka tidak dapat dipungkiri bahwa ada sesuatu juga yang harus dikorbankan. Hal ini berangkat dari persepsi bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Adapun perngorbanan yang dimaksud bisa berupa uang, waktu, konsentrasi, pertemanan dan sebagainya.

Secara gamblang dijabarkan bahwa semakin besar pengeluaran yang dilakukan oleh negara, maka semakin sedikit pula sumber daya yang tersisa guna memproduksi barang konsumsi guna meningkatkan kriteria standar hidup masyarakat luas. Hal tersebut pun berlaku sebaliknya.

Dengan demikian, lingkaran ekonomi trade off merupakan lingkaran yang mesti Anda hindari.

2. Berpikirlah secara rasional

Prinsip Ilmu Ekonomi berikutnya ialah senantiasa untuk berpikir secara rasional. Apa sih yang dimaksud dengan berpikir secara rasional?

Seseorang yang berpikir secara rasional berarti seseorang tersebut berhasil menentukan keputusan maupun pilihan atas dirinya sendiri. Seseorang senantiasa berpikir secara rasional demi memperoleh keuntungan serta apa yang menjadikan kerugian dari kesempatan yang telah dipilih.

3. Adanya pengorbanan biaya untuk memperoleh sesuatu

Prinsip ilmu ekonomi selanjutnya ialah mampu mengorbankan biaya demi pemerolehan sesuatu. Hal ini biasa disebut sebagai opportunity cost, yang mana memiliki makna sebagai biaya kesempatan.

Adapun kesempatan tersebut dapat lenyap dan berubah menjadi suatu pilihan atau opsi yang Anda tentukan. Oleh sebab itu, Anda harus mengambil kesempatan tersebut dengan mempertaruhkan harga yang sebanding.

4. Senantiasa tanggap terhadap insentif

Prinsip ilmu ekonomi berikutnya ialah menjadi pribadi yang senantiasa tanggap terhadap datangnya insentif. Apa sih yang dimaksud dengan insentif?

Jadi, insentif merupakan suatu sarana atau penghargaan serta motivasi berupa materi, yang mana diberikan sebagai suatu stimulus maupun dorongan dengan sengaja kepada para pekerja agar senantiasa timbul semangat dari dalam diri seseorang.

Seseorang cenderung lebih aktif apabila mendapatkan keuntungan tambahan apa yang ia kerjakan. Dengan demikian, fungsi insentif amat penting bagi pekerja. Sebagai contoh adalah Jelita yang bekerja di PT. Pratama Kurnia Asih mengerjakan pekerjaan sesuai dengan porsinya saat memiliki penghasilan tetap. Akan tetapi, ketika insentif turun Jelita semakin giat untuk bekerja.

5. Adanya perdagangan yang memberikan keuntungan bagi setiap pihak

Prinsip ilmu ekonomi berikutnya ialah adanya perdagangan yang memberikan keuntungan bagi setiap pihak. Tahukah Anda bahwa prinsip ilmu ekonomi satu ini merupakan prinsip ilmu ekonomi yang paling ditonjolkan dari beberapa prinsip ilmu ekonomi lainnya.

Adapun perdagangan yang dimaksud dalam prinsip ilmu ekonomi tersebut ialah perdagangan yang mana satu pihak unggul produksi dibanding produk lainnya disebut sebagai keunggulan dan terus berlaku seperti piramida.

6. Pasar merupakan sarana maksimal guna mengkoordinasikan kegiatan ekonomi

Prinsip ekonomi selanjutnya ialah adanya pasar yang dijadikan sebagai sarana optimal guna mengkoordinasikan seluruh kegiatan ekonomi. Sejatinya, pasar merupakan suatu tempat terjadinya pertemuan maupun interaksi antara pembeli dan penjual untuk kemudian melakukan transaksi tawar-menawar nilai atau harga suatu barang yang diperjualbelikan tersebut.

Dalam hal tersebut, penjual mempunyai hak guna menentukan pihak mana saja yang akan dipekerjakan barang apa saja yang hendak diproduksi. Kemudian pembeli mempunyai hak untuk bekerja di perusahaan mana serta membeli barang apa saja di pasar tersebut sesuai dengan penghasilan yang pembeli tersebut peroleh.

7. Peranan pemerintah senantiasa mampu untuk meningkatkan faktor produksi

Prinsip ilmu ekonomi selanjutnya adalah adanya peranan pemerintah dalam upaya meningkatkan faktor produksi. Intervensi di bidang ekonomi memang merupakan andil dari pemerintah. Dengan pasar yang dijadikan sebagai media perekonomian tersebut, pemerintah bisa membantu para pedagang di pasar tersebut agar terjadi keuntungan baik dari pihak pembeli maupun penjual itu sendiri.

8. Kriteria standar kehidupan negara berkembang bergantung pada kemampuan produksi barang

Prinsip ilmu ekonomi berikutnya ialah terkait dengan kriteria standar hidup. Tahukah Anda bahwa kriteria standar kehidupan di negara berkembang amat bergantung pada kemampuan produksi barang maupun jasa.

Negara yang mana mampu menghasilkan barang maupun jasa dalam jumlah yang cukup besar per satu satuan waktu, maka negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara yang sebagian dari masyarakatnya hidup dalam kriteria standar hidup yang tinggi.

Begitupula sebaliknya, apabila terdapat suatu negara yang mana belum mampu menghasilkan barang atau jasa dalam jumlah yang cukup besar dalam satu kesatuan waktu, maka dapat dikatakan bahwa negara tersebut memiliki mayoritas penduduk dengan kriteria standar perekonomian yang rendah.

9. Mencetak uang dalam jumlah yang relatif banyak maka harga-harga akan senantiasa meningkat

Adapun prinsip ilmu ekonomi selanjutnya ialah terkait dengan percetakan uang. Jadi, jika suatu negara mampu mencetak uang dalam jumlah yang relatif banyak maka dapat dipastikan bahwa harga-harga akan senantiasa mengalami peningkatan.

Tingkat percetakan atau produksi uang yang tinggi dalam suatu negara membuat rendahnya nilai tukar uang tersebut. Turunnya nilai mata uang tersebut membuat harga barang juga akan cenderung menajdi naik.

10. Adanya masyarakat yang menghadapi trade off jangka pendek

Prinsip ilmu ekonomi yang terakhir ialah adanya masyarakat yang tengah menghadapi trade off dalam kurun waktu yang pendek. Adapun trade off jangka pendek yang dimaksud ialah anatar inflasi dan pengangguran.

Baik itu inflasi maupun pengangguran sejatinya merupakan trade off yang terjadi tidak dalam waktu panjang. Semakin tinggi tingkat pengangguran maka akan semakin rendah laju inflasi. Kurva tersebut menandakan bahwa tingkat pengangguran yang ada pada suatu tempat yang rendah akan selalu memperoleh perhatian dengan mendorong inflasi itu sendiri.

Prinsip Ekonomi Syariah

Di dalam kajian bidang ilmu ekonomi juga memiliki prinsip yang dikenal sebagai prinsip ekonomi syariah. Tahukah Anda apakah yang dimaksud dengan prinsip ilmu ekonomi syariah tersebut ? Apa bedanya dengan prinsip ekonomi kovensional ?

Prinsip ilmu ekonomi syariah sejatinya merupakan suatu prinsip ilmu ekonomi yang mana menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam seluruh aktivitas-aktivitas maupun kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilaksanakan. Prinsip-prinsip ilmu ekonomi syariah terbagi menjadi beberapa bagian seperti berikut :

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Islam (Syariah) : Prinsip, Hukum, Tujuan, Dll

 

1. Tauhid

Prinsip ilmu ekonomi syariah yang pertama ialah tauhid. Tauhid atau urusan keimanan menyangkut segala hal yang dilakukan oleh manusia sebagai wujud penghambaanya terhadap Sang Maha Pencipta. Prinsip ilmu ekonomi syariah berupa tauhid mengajarkan bahwa setiap kegiatan ekonomi yang berlandaskan keislaman tersebut harus senantiasa memegang erat prinsip tauhid.

2. Maslahah dan falah

Prinsip ilmu ekonomi syariah selanjutnya ialah maslahah dan falah. Dengan adanya motif dan prinsip ekonomi maslahah dan falah, maka diharapkan akan terciptanya kegiatan ekonomi yang mampu menjadikan masyarakat senantiasa makmur dan sejahtera. Di samping itu, kegiatan ekonomi yang memegang teguh prinsip ilmu ekonomi tersebut juga diharapkan mampu memberikan taraf kehidupan yang lebih tinggi.

3. Khalifah

Prinsip ilmu ekonomi syariah selanjutnya ialahh khalifah. Dengan adanya prinsip ilmu ekonomi syariah khalifah, maka diharapkan kegiatan perekonomian tidak akan menyimpang dari nilai-nilai islamiyah. Segala hal terkait kecurangan maupun penipuan sangat dilarang dalam perekonomian yang berlandaskan prinsip ilmu khalifah.

4. Keadilan

Prinsip ilmu ekonomi syariah selanjutnya ialah keadilan. Keadilan sangat ditekankan dalam prinsip ilmu ekonomi syariah. Hal tersebut pun telah menjadi kewajiban pada setiap aktivitas-aktivtas perekonomian tersebut.

Makna dari keadilan yang diterapkan dalam prinsip ilmu ekonomi syariah ini adalah penempatan suatu yang senantiasa sesuai dengan tempatnya. Prinsip ilmu ekonomi syariah ini juga perlu melayani setiap masyarakat tanpa memandang latar belakang kaya atau miskinnya.

Dengan demikian, keadilan dalam prinsip ilmu ekonomi syariah ini bertujuan agar seluruh masyarakat dan seluruh golongan bisa merasakan kenyamanan maupun kesamaan sesamanya tanpa harus memikirkan perbedaan. 

5. Ukhuwah

Ukhuwah adalah prinsip ilmu ekonomi syariah berikutnya. Ukhuwah atau persaudaraan diterapkan dalam prinsip ilmu ekonomi ini karena ukhuwah mampu menanamkan kesatuan tanpa memandang perbedaan. Prinsip ilmu ekonomi syariah yang menekankan pada ukhuwah bertujuan agar mampu memberikan kesejahteraan serta kemakmuran yang sama rata.

6. Akhlaq

Prinsip ilmu ekonomi syariah berikutnya ialah akhlaq. Akhlaq atau etika menjadi salah satu dasar prinsip ilmu ekonomi syariah karena akhlaq tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Akhlaq senantiasa mengandung etika-etika maupun norma yang penting dalam kegiatan ekonomi khususnya ekonomi syariah.

7. Ulil Amri

Prinsip ilmu ekonomi syariah selanjutnya ialah ullil amri. Di dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi syariah, sangat penting untuk melibatkan ulil amri atau pemerintah di dalamnya. Adapun pemerintah yang dimaksud ialah pemerintah yang mampu bersih dan jujur serta tidak memiliki niatan untuk melakukan kecurangan dalam mengatur perekonomian syariah.

8. Al-Hurriyah dan Al-Mas’ulliyah

Prinsip ilmu ekonomi syariah selanjutnya ialah Al-Hurriyah dan Al-Mas’ulliyah yang berarti tanggung jawab dan kebebasan. Ketika suatu perekoniman memegang prinsip kebabasan, tentu saja perekonomian tersebut harus melakukan tanggung jawab. Keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Tanggung jawab yang dimaksudkan dalam perekonomian syariah tersebut bukan semata-mata bertanggung jawab pada manusia lainnya, melainkan juga bertanggung jawab sepenuhnya di kehidupan akhirat nanti. Untuk itu, prinsip ilmu ekonomi syariah setidaknya jangan sampai dicurangi.

9. Berjamaah

Prinsip ilmu ekonomi syariah berikutnya ialah berjamaah. Berjamaah yang dimaksud ialah kerjasama. Serupa halnya dengan shalat berjamaah, prinsip ilmu ekonomi syariah yang memegang teguh kerjasama juga memberikan keuntungan yang optimal bagi tiap pelakunya.

Jadi, di dalam perekonomian syariah yang dilakukan secara bersama-sama atau berjamaah senantiasa akan memberikan output yang juga baik. Hasil yang maksimal tentu akan memberikan kesejahteraan serta kemakmuran bagi banyak kalangan.

10. Al-Amwal

Prinsip ilmu ekonimi syariah yang terakhir ialah Al-Amwal atau harta. Sejatinya, harta merupakan titipan dari Yang Maha Kuasa kepada setiap makhluk-Nya. Untuk itu, sebaiknya Anda mampu mengolahnya dengan baik di antaranya dengan mengikutkan diri pada perekonomian syariah.

Ada baiknya bagi Anda yang berumah tangga untuk menerapkan prinsip ekonomi ini. Tentunya kesepuluh prinsip ilmu ekonomi syariah tersebut mampu menjadi alasan mengapa rumah tangga perlu menerapkan prinsip ekonomi tersebut.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Pembangunan Ekonomi : Pengertian, Tujuan, Indikator, Teori, Contoh, Dll Pelaku Ekonomi : Pengertian, Macam, Peran, dan Diagram Interaksinya
Teori Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri-Ciri, Rumus, Faktor-Faktor, Dll Sistem Ekonomi Indonesia : Pengertian, Ciri-Ciri, & Penerapannya

Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi Dalam Kehidupan Sehari Hari

Secara umum prinsip kajian bidang ekonomi terbagi menjadi tiga kategori yaitu produksi, distribusi dan konsumsi. Adapun contoh dari penerapan prinsip ilmu ekonomi dalam kehidupan sehari-hari di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Kategori produksi dalam prinsip kajian bidang ekonomi

Prinsip ilmu ekonomi pada kegiatan produksi merupakan dasar menghasilkan barang dan jasa dengan jumlah banyak. Adapun contoh prinsip ekonomi produsen di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Membuka tempat usaha yang dekat dengan bahan baku barang serta tenaga kerja maupun tempat pemasaran hasil produksi barang tersebut.
  • Mempekerjakan tenaga kerja yang handal dan terampil.
  • Menggunakan sumber daya dengan baik.
  • Menentukan harga atau nilai barang dengan baik serta mampu memberikan keuntungan.
  • Menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dihasilkan.

2. Kategori distribusi dalam prinsip kajian bidang ekonomi

Prinsip ilmu ekonomi dalam Kegiatan Distribusi merupakan upaya penyaluran barang hasil produksi kepada konsumen. Adapun contoh dari kegiatan produksi yang dimaksud di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
  • Penyaluran barang yang tepat pada waktunya.
  • Menggunakan sarana dan prasarana dengan baik.
  • Menyediakan barang atau jasa yang populer dan berkualitas baik bagi konsumen.
  • Membeli barang atau jasa langsung dari produsen.
  • Menentuka lokasi perusahaan yang berada di antara produsen maupun konsumen.

3. Kategori konsumsi dalam prinsip kajian bidang ekonomi

Prinsip ilmu ekonomi dalam kegiatan konsumsi merupakan upaya dalam hal pemerolehan kepuasan sebesar-besarnya dari suatu barang maupun jasa dengan memberikan nilai yang sebanding. Adapun contoh dari kegiatan konsumsi tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Membeli barang yang berkualitas dari produsen maupun melalui distributor.
  • Membeli barang dengan harga yang terjangkau dan murah.
  • Membuat daftar barang yang akan dibeli.
  • Memilih barang sebelum melakukan transaksi pembelian.
  • Mengadakan penawaran atau tawar-penawar dengan produsen atau distributor sebelum melakukan pembelian barang tersebut.
  • Mampu memberikan kendali atas diri sendiri dengan memperhatikan pendapatan diri.