Pengertian Perusahaan Manufaktur : Karakteristik, Daftar Contoh, dan Lain-Lain

6 min read

Perusahaan Manufaktur

Salah satu indicator sebuah negara maju adalah melihat dari sisi industrinya. Apakah industri di negara tersebut sudah berkembang dengan baik atau masih tertinggal. Nah salah satu motor penggerak di sector industri adalah dengan keberadaan perusahaan manufaktur.

Masyarakat umum biasa mengartikan perusahaan manufaktur adalah yang memiliki pabrik besar sebagai tempat proses produksinya. Bahkan sangat identik berlokasi di kota-kota besar. Dapat dilihat bahwa banyak terdapat perusahaan manufaktur di Jakarta dan sekitarnya.

Pentingnya keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang industri ini harus menjadi sorotan utama bagi pemerintah dan ilmu pengetahuan.

Oleh karenanya pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai perusahaan manufaktur dengan lengkap dan sistematis.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Apa itu perusahaan manufaktur ?”

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang sangat sering ditemui ketika akan membahas mengenai industry manufaktur. Terdapat berbagai pengertian dari perusahaan manufaktur beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Perusahaan Manufaktur adalah sebuah perusahaan yang beroperasi menggunakan mesin, peralatan, serta tenaga kerja pada suatu medium proses untuk melakukan proses pengolahan dengan merubah bahan mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi yang mempunyai nilai jual.
  • Secara teknis manufacturing merupakan pengolahan bahan mentah dengan menggunakan proses secara kimia dan fisika yang bertujuan merubah bentuk, sifat maupun penampilan dalam menghasilkan suatu produk atau komponen. Proses manufaktur melingkupi pula proses perakitan menjadi suatu produk (ex : elektroik & otomotif).
  • Dilihat secara umum perusahaan yang bergerak di manufaktur adalah perusahaan yang menerapkan tahap operasional untuk mengolah bahan mentah menjadi bentuk akhir yang diminati konsumen.
  • Menurut pandangan Ekonomis, perusahaan yang bergerak di manufaktur adalah proses transformasi melalui tahapan operasional maupun perakitan dari bahan mentah ke barang yang memiliki nilai tambah.
  • Berdasarkan CIRP 1983, manufacturing merupakan rangkaian aktivitas yang terdiri dari desain produk, planning, pemilihan bahan baku, proses pembuatan, jaminan kualitas, manajemen dan pemasaran oleh perusahaan.

Hal yang harus diketahui adalah bahwa pada setiap kegiatan perusahaan manufaktur bergerak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP disini mengacu pada setiap subsector dan bidang/produk yang dihasilkan.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Pada setiap perusahaan pada sektor tertentu memiliki ciri khasnya tersendiri. Tidak terlepas dari perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Adapun karakteristik dari perusahaan di bidang manufaktur adalah sebagai berikut :

Mengelola Bahan Mentah/Bahan Baku Menjadi Produk Bernilai Jual

Ciri khas utama pada perusahaan yang bergerak di manufaktur adalah mengubah bahan baku berupa bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai jual. Tidak hanya itu bahkan  manufaktur juga mengolah barang setengah jadi/bahan jadi menjadi barang bernilai jual.

Misalkan perusahaan manufaktur dan bahan bakunya yang menggunakan barang setengah jadi/barang jadi seperti perakitan otomotif. Perakitan otomotif memerlukan komponen seperti ban, mur, velg, dll dimana semua itu adalah barang jadi/setengah jadi yang kemudian disusun menjadi motor/mobil yang memiliki nilai jual lebih.

Produk yang Dihasilkan Memiliki Wujud

Produk yang dihasilkan perusahaan industri atau manufaktur biasanya berupa barang. Dengan kata lain produknya memiliki wujud dan bentuk. Berbeda halnya dengan perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti perusahaan asuransi, travel agent, dan sejenisnya yang produknya berupa layanan kepada konsumen.

Mesin Produksi Berskala Besar

Proses manufaktur memang bisa dilakukan dalam skala home industry namun perusahaan manufaktur memiliki kapasitas yang besar pada proses produksinya. Sehingga mesin-mesin yang digunakan merupakan mesin-mesin besar dengan kapasitas produksi yang besar. Meski demikian tetap diperlukan tenaga kerja manusia untuk mengoperasikan mesin-mesin tersebut.

Biaya Produksi

Skala produksi yang besar tentu saja memerlukan sumber daya dana yang besar pula untuk mendorong proses produksi. Biaya yang diperlukan seperti biaya pengadaan bahan baku/bahan langsung, upah tenaga kerja, maintenance mesin, dan lain sebagainya.

Meski biaya yang diperlukan sangat besar namun dengan skala yang besar pula maka produksi dan perolehan yang akan dihasilkan akan besar pula.

Proses Produksi

Aktivitas dalam kegiatan produksi memiliki struktur yang sangat rumit dan kompleks. Oleh karenanya memerlukan pembagian tugas yang harus terkoordinasi dengan baik pada stiap bidang, department, dan divisnya.

Sebagai contoh operasional mesin harus sesuai prosedur. Jangan sampai terhambatnya proses produksi menghambat proses selanjutnya. Begitupula bagian Quality Control juga wajib menjamin bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan SOP yang ada sebelum dijual ke pasaran.

Pemasaran dan Penjualan

Proses pemasaran dan penjualan produk manufaktur dijual secara masal. Biasanya melalui saluran pemasaran melalui pedagang-pedagang besar seperti retail, supermarket, pusat perbelanjaan, dll sebelum akhirnya sampai di tangan para konsumen.

Skala yang besar juga memerlukan brand awareness yang mendukung. Oleh karenanya peran media baik media massa, elektronik ataupun internet sangat berpengaruh terhadap pembentukan image produk perusahaan besar.

Elemen Biaya Industri Manufaktur

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa biaya produksi merupakan ciri khas penting dari perusahaan manufaktur. Hal ini karena selain skala yang besar juga peruntukkannya yang berbeda-beda. Setidaknya terdapat 3 komponen atau elemen biaya dari industri manufaktur yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik atau maintenance pabrik.

Bahan Baku (Bahan Langsung)

Pada proses produksi manufaktur penggunaan bahan baku merupakan hal yang mutlak diperlukan. Bahan baku yang digunakan adalah bahan langsung yang dapat digunakan secara langsung untuk diproses menjadi bahan jadi yang siap dijual. Sebagai contoh bahan langsung pada industry garmen adalah kapas, pewarna kain, cotton, dan lain sebagainya.

Adapun biaya bahan tidak langsung tetap digunakan sebagai pendukung (masuk overhead pabrik). Bahan tidak langsung disini seperti bahan bakar, oli, dan sejenisnya yang digunakan untuk mendukung proses produksi. Dengan kata lai bahan tidak langsung digunakan dalam proses produksi namu tidak menjadi produk.

Tenaga Kerja Langsung

Komponen tenaga kerja menjadi komponen penting lainnya dalam proses produksi. Penggunaan tenaga kerja utama adalah tenaga kerja langsung. Tenga kerja langsung ialah tenaga kerja yang terlibat secara langsung pada proses produksi / pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Secara teknis tenaga kerja dapat terlibat secara fisik atau saat pengoperasian mesin produksi.

Adapun tenaga kerja tidak langsung juga diperlukan dan menjadi supporting system dalam proses produksi. Tenaga kerja tak langsung contohnya adalah pengawas, petugas kebersihan, petugas pemeliharaan mesin, dll.

Overhead Pabrik

BIaya produksi diluar biaya bahan baku / bahan langsung dan tenaga kerja langsung masuk ke dalam biaya overhead pabrik.  Contoh biaya overhead pabrik ini seperti upah tenaga kerja tidak langsung dan pembelian bahan tidak langsung.

Fungsi Bisnis Manufaktur

Terdapat 4 fungsi pada bisnis manufaktur diantaranya adalah fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi, dan juga fungsi keuangan.

Fungsi Produksi

Pada usaha manufaktur fungsi yang pertama adalah fungsi produksi. Fungsi produksi merupakan fungsi dari proses pengolahan untuk mengubah bahan baku menjadi barang yang bernilai jual lebih. Pada fungsi ini diperlukan komponen penting di dalamnya yaitu biaya produksi, tenaga kerja, dan juga mesin.

Fungsi Pemasaran

Setelah fungsi produksi maka dalam rangka memperoleh keuntungan diperlukan fungsi pemasaran . Fungsi pemasaran bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari hasil jual produk yang telah diproduksid an ditawarkan. Pada fungsi ini juga diperlukan berbagai biaya dalam pelaksanaannya. BIaya pemasaran yan dialokasikan seperti biaya promosi, biaya distribusi, biaya gudang, biaya operasional karyawan.

Fungsi Administrasi

Pada fungsi administrasi sangat terkait dengan fungsi manajemen karena berkaitan dengan kebijakan yang dihasilkan, pengarahan, dan pengawasan. Pelaksanaan fungsi administrasi ini bertujuan agar aktivitas perusahaan berjalan efektif dan efisien. Seperti halnya fungsi lain maka pada fungsi administrasi juga memerlukan biaya seperti biaya personalia, biaya akuntansi perusahaan manufaktur, dan lain sebagainya.

Biasanya pada fungsi administrasi muncul dalam bentuk laporan-laporan yang nantinya akan di audit baik internal maupun eksternal. Laporan yang adabiasanya seperti laporan keuangan perusahaan manufaktur (ex : laporan produksi, laporan pemasaran, laporan laba rugi perusahaan manufaktur, dll)

contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur
contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur | image source : zahiraccounting.com
siklus akuntansi perusahaan manufaktur
siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Fungsi Keuangan

Pada fungsi keuangan bertujuan sebagai penyediaan akan kebutuhan dana perusahaan dalam mengoperasikan setiap kegiatan baik operasional produksi maupun pengembangan.

Contoh Perusahaan Manufaktur

Tedapat bebagai macam perusahaan manufakur di Indonesia. Sebagian masuk daftar perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dan sebagian lagi tidak. Namun dari sekian banyak perusahaan yang bergerak di bidang industri, secara sederhana perusahaan manufaktur dibagi menjadi 3 kategori yaitu  :

  1. Industri Dasar & Kimia
  2. Aneka Industri
  3. Industri Barang dan Konsumsi

Adapun daftar perusahaan manufaktur di BEI dan contohnya adalah sebagai berikut :

Kategori

Subsektor

Contoh Perusahaan

Industri Dasar & Kimia Semen Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
Semen Indonesia (SMGR)
Semen Baturaja PErsero Tbk (SMBR)
Indocement Tuggal Prakasa Tbk  (INTP)
Keramik, Porselen & Kaca Keramik Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS)
Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA)
Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk (IKAI)
Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG)
Mulia Industrindo Tbk (MLIA)
Logam & Sejenisnya Alaska Industrindo Tbk (ALKA)
Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)
Beton Jaya Manunggal Tbk (BTON)
Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
Citra Turbindo Tbk (CTBN)
Kimia Barito Pasific Tbk (BRPT)
Budi Acid Jaya Tbk (BUDI)
Ekadharma International Tbk (EKAD)
Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)
Chandra Asri Petrochemical (TPIA)
Plastik & Kemasan Alam Karya Unggul Tbk (AKKU)
Berliana Tbk (BRNA)
Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI)
Champion Pasific Indonesia Tbk (IGAR)
Asiaplast Industrues Tbk (APLI)
Pakan Ternak Charoen pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Siearad Produce Tbk (SIPD)
MAlindo Feedmill Tbk (MAIN)
Kayu & Pengolahannya Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT)
Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI)
Pupl & Kertas Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Alkindo Naratama Tbk (ALDO)
Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Aneka Industri Mesin dan Alat Berat Grand Kartech Tbk (KRAH)
Otomotif & Komponen Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Indo Kordsa Tbk (BRAM)
Astra International Tbk (ASII)
Goodyear Indonesia Tbk (GDYR)
Astra Otopart Tbk (AUTO)
Tekstil & Garment Apac Citra Centertex Tbk (MYTX)
Eratex Djaya Tbk (ERTX)
Asia Pasific FIbers Tbk (POLY)
Centex Tbk (CNTX)
Argo Pantes (ARGO)
Alas Kaki Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA)
Kabel Kabelindo Murni Tbk (KBLM)
Sumi Indoe Kabel Tbk (IKBI)
KMI Wire and Cable Tbk (KBLI)
Jembo Cable Company Tbk (JECC)
Supreme Cable Manufaturing and Commerce Tbk (SCCO)
Elektronika Sat Nusa PErsada Tbk (PSTN)
Industri Barang Konsumsi Makanan & Minuman Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Davomas Abadi Tbk (DAVO)
Akasha Wira International (ADES)
Cahaya Kalbar Tbk (CEKA)
Delta Djakarta Tbk (DLTA)
Rokok Gudang Garam Tbk (GGRM)
Wismilak Inti Makmur (WIIM)
Bentoel International Investma Tbk (RMBA)
Hanjata Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
Farmasi Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Kimia Farma Tbk (KAEF)
Indo Farma Tbk (INAF)
Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA)
Industri Jamu dan Farmasi SIdo Muncul Tbk (SIDO)
Kosmetik & Barang Keperluan Rumah Tangga Mandom Indonesia Tbk (TCID)
Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Mustika Ratu Tbk (MRAT)
Martina Berto Tbk (MBTO)
Peralatan Rumah Tangga Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI)
Kedaung Indag Can Tbk (KICI)
Langgeng MAkmur Industry Tbk (LMPI)

Demikian pembahasan mengenai perusahaan manufaktur yang dapat Jurnal Manajemen sampaikan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus update informasi di Jurnal Manajemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *