Teori Perubahan Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Dampak, Dll

9 min read

Teori Perubahan Sosial

Sebagai bagian dari masyarakat atau sekelompok orang, Anda tentu pernah menjumpai adanya perubahan sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, Anda tentu akan sering menemukan perubahan tersebut. Perubahan-perubahan tersebut bisa terjadi secara lambat maupun cepat dan terus-menerus.

Mengamati setiap perubahan di sosial masyarakat memang akan terus menarik untuk dibahas. Selain karena ilmunya terus berkembang, aplikasinya lebih nyata di masyarakat.

Oleh karenanya pada pembahasan Jurnal Manajemen kali ini akan fokus pada ulasan mengenai Perubahan Sosial.

Pengertian Perubahan Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu Anda tidak asing dengan yang namanya perubahan. Namun,tahukah Anda apakah yang dimaksud dengan perubahan tersebut? Perubahan sosial adalah suatu bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mana senantiasa akan memberikan pengaruh kepada sistem sosialnya.

Max Weber menyebutkan pengertian perubahan sosial budaya sebagai suatu perubahan situasi yang ada dalam lingkungan masyarakat yang merupakan akibat dari ketidaksesuaian unsur-unsur.Di samping Max Weber, Prof. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam lingkungan kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya.

Adapun pengertian perubahan sosial menurut para ahli lainnya dapat Anda simak melalui beberapa buku atau jurnal ilmu sosiologi dan antrologi.

Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat tersebut juga bisa dimaknai sebagai suatu wujud perubahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dan berkaitan dengan pola pikir, sikap sosial, nilai, norma serta berbagai macam pola perilaku yang ada dalam lingkungan masyarakat.

Jadi, masyarakat maupun bagian dari masyarakat tersebut pada hakikatnya akan selalu mengalami perubahan secara kontinyu. Hal tersebut berangkat dari sebuah anggapan bahwa bagian dari masyarakat tersebut senantiasa mempunyai pemikiran atau kemampuan yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Perlu Anda ketahui bahwa perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat tersebut akan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, ada perubahan yang berlangsung cepat dan terus bergerak. Ada juga perubahan yang berlangsung secara lambat dan terus bergerak. Hal ini tidak lain bergantung kebutuhan, kesadaran maupun tindakan dari bagian masyarakat tersebut.

 

Baca Juga : Struktur Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri-Ciri, Fungsi, Contoh, Dll

 

Teori Perubahan Sosial

Tahukah Anda bahwa perubahan sosial atau social exchange memiliki beberapa teori yang terkandung di dalamnya. Adapun teori-teori dari social exchange tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai unsur penting di dalamnya seperti ekonomi, biologi hingga urusan geografis. Teori-teori social exchange tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Teori Evolusi

Teori social exchange yang pertama ialah teori evolusi. Barangkali Anda sudah begitu sering mendengar istilah teori ini dalam materi pembelajaran biologi. Teori evolusi dalam materi biologi sebenanrnya tidak jauh berbeda dengan teori evolusi dalam materi sosiologi.

Teori evolusi dalam materi sosiologi menjelaskan bahwasanya social exchange terjadi dalam kurun waktu yang lama dalam suatu sistem masyarakat. Jadi, perubahan tersebut terjadi sebagai akibat dari adanya cara pengorganisasian sekelompok masyarakat, sistem kerja, pola pikir serta perkembangan sosial yang ada.

Pada dasarnya social exchange dalam hal teori evolusi jarang sekali menimbulkan konflik karena perubahannya berlangsung lambat dan cenderung tidak disadari. Maka dari itu, social exchange sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Social exchange dalam teori evolusi pada dasarnya terbagi menjadi 3 macam. Adapun teori evolusi tersebut di antaranya ialah teori evolusi uniliniear, teori evolusi universal dan teori evolusi multiliniear.

  • Teori evolusi uniliniear

Teori evolusi uniliniear merupakan salah satu jenis teori evolusi dalam bidang social exchange yang menjelaskan bahwa manusia dan masyarakat senantiasa mengalami perkembangan yang berkesesuaian dengan tahapan-tahapan tertentu. Perubahan-perubahan tersebut membuat masyarakat berkembang dari masyarakat yang sederhana menuju ke tahapan masyarakat yang lebih kompleks.

  • Teori evolusi universal

Teori evolusi universal adalah salah satu jenis teori evolusi dalam bidang social exchange yang mendeskripsikan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melewati tahapan tertentu yang senantiasa bersifat tetap. Hal ini dikarenakan bahwa teori evolusi universal menjelaskan bahwa kebudayaan manusia sudah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.

  • Teori evolusi multiliniear

Jenis terakhir dari teori evolusi pada sub materi social exchange ialah teori evolusi multilinear. Teori evolusi multilinear tersebut menjelaskan bahwa suatu social exchange tersebut dapat terjadi melalui beberapa cara yang mana akan mengarah ke arah dan tujuan yang serupa. Adapun tujuan dan arah yang dimaksud ialah membentuk masyarakat menjadi lebih baik lagi.

2. Teori Konflik

Teori social exchange berikutnya ialah teori konflik. Jika dibandingkan dengan teori social exchange lainnya, maka teori konflik ini terbilang sebagai salah satu teori social exchange yang istimewa. Mengapa disebut sebagai teori yang istimewa?

Teori konflik menjelaskan bahwasanya perubahan tersebut (social exchange) terbentuk sebagai akibat dari adanya suatu konflik dan ketegangan dalam suatu kelompok masyarakat. Konflik yang terjadi tersebut biasanya berupa pertentangan antara kelas penguasa dengan kelas masyarakat yang tertindas dan keduanya sama-sama merasa yang paling benar.

Masyarakat yang berada pada golongan kelas yang lebih rendah seringkali menginginkan perubahan yang diatasnamakan keadilan. Apabila perubahan yang dikehendaki tersebut tercapai, maka pada akhirnya masyarakat yang terbentuk akan hidup tanpa merasakan adanya pembagian kelas.

3. Teori siklus

Teori ketiga dari social exchange ialah teori siklus. Bagian dari teori social exchange ini menjelaskan bahwa social exchange tersebut dapat dianalogikan sebagai roda yang mengalami perputaran. Jadi, suatu social exchange bergantung pada perubahan zaman yang mana merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh manusia dan sukar dikendalikan oleh siapa saja.

Sekuat apapun usaha seseorang untuk mencegah terjadinya perubahan tersebut, maka seseorang tersebut tidak sedikitpun mampu. Hal ini berangkat dari persepsi bahwa social exchange memiliki sifat alami yang dimiliki oleh setiap lingkungan masyarakat.

4. Teori Fungsionalis

Teori terakhir yang terdapat dalam social exchange ialah teori fungsionalis. Teori fungsionali menjelaskan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu kondisi sosial yang tengah berlaku merupakan penyebab umum adanya social exchange.

Adapun ketidakpuasan tersebut dapat dirasakan oleh semua anggota masyarakat walaupun sebagian dari mereka tidak menginginkan adanya perubahan. Namun dalam kondisi masyarakat yang cenderung lebih banyak menginginkan adanya perubahan, seringkali perubahan tersebut akan terjadi.

Bertolak dari hal tersebut, jika hanya kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan tersebutterjadi, maka perubahan tersebut akan sulit dan sukar untuk tercapai.

Bentuk Bentuk Perubahan Sosial

Sebagai makhluk sosial atau anggota dari sekolompok masyarakat, tentu saja Anda begitu akrab dengan yang namanya social exchange. Tahukah Anda bahwa sesungguhnya social exchange tersebut tidak hanya bisa dimaknai menjadi satu wujud atau satu bentuk saja. Social exchange pada hakikatnya memiliki berbagai macam bentuk yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Adapun bentuk perubahan sosial di antaranya perubahan berdasarkan waktu, perubahan berdasarkan sudut pandang atau perspektif masyarakat, perubahan berdasarkan pengaruh dan perubahan berdasarkan arah serta tujuan perkembangan.

1. Perubahan Berdasarkan Waktu

Bentuk pertama dari social exchange ialah perubahan berdasarkan waktu. Perubahan yang dilihat dari segi waktu dapat dijabarkan menjadi beberapa bagian sebagai berikut.

  • Perubahan yang lambat atau evolusi

Perubahan dengan sifat lambat atau evolusi harus melewati tahapan-tahapan dari yang simple atau sederhana terlebih dahulu baru menuju ke yang bersifat kompleks. Sebagai contoh ialah Suku Anak Dalam yang sangat menolak berbagai macam perubahan yang terjadi. Namun, lamban laut akhirnya mereka mulai mau menerima perubahan-perubahan tersebut.

  • Perubahan yang cepat atau revolusi

Perubahan yang cepat atau revolusi sebenarnya merupakan perubahan yang berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan perubahan yang lambat atau evolusi. Jadi, revolusi itu sendiri sebenarnya bertujuan untuk mengubah dasar dari kehidupan pokok di masyarakat.

Contoh perubahan yang cepat atau revolusi dialami di benua Eropa yang lebih dikenal dengan nama revolusi industri. Pada saat itu, pabrik-pabrik di sana bekerja dengan menggunakan alat tradisional yang kemudian diganti dengan alat yang lebih modern atau dengan mesin-mesin besar berteknologi bagus.

Tahukah Anda bahwa revolusi tersebut tidak serta merta terjadi. Perubahan yang berlangsung dengan cepat pada suatu kelompok masyarakat tersebut dapat terjadi apabila telah memenuhi beberapa persyaratan terlebih dahulu. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengalami revolusi di antaranya sebagai berikut.

  • Terdapat seorang pemimpin.
  • Terdapat keinginan dari masyarakat guna mengadakan perubahan.
  • Terdapat momen atau saat yang tepat untuk melakukan revolusi.
  • Terdapat pemimpin yang mampu menampung berbagai macam aspirasi rakyat serta merumuskannya untuk menjadi sebuah program kerja.

2. Perubahan Berdasarkan Sudut Pandang atau Perspektif Masyarakat

Bentuk selanjutnya dari social exchange ialah perubahan berdasarkan sudut pandang atau perspektif masyarakat. Sebagaimana perubahan berdasarkan waktu, perubahan berdasarkan sudut pandang atau perspektif masyarakat terdiri atas dua bagian yakni perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki.

  • Perubahan yang dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan segala macam perubahan yang dilakukan atas dasar perencanaan yang matang dari pihak yang menginginkan adanya perubahan. Jadi, perubahan tersebut tersturktur dan sudah disepakati oleh masyarakat yang bersangkutan tersebut.

Adapun contoh dari perubahan yang dikehendaki di antaranya ialah diputuskannya kebijakan desentralisasi untuk menggantikan kebijakan sentralisasi. Desentralisasi merupakan kebijakan daerah guna mengurus secara mandiri keuangan dan politik daerahnya masing-masing, sementara itu sentralisasi merupakan segala kebijakan dan keputusan yang berada di tangan pemerintah pusat.

Contoh lainnya dari perubahan yang dikehendaki ialah dikeluarkannya Perpu atau Peraturan Perundang-undangan, pelaksanaan program KB atau Keluarga Berencana dan penyuluhan.

  • Perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang bertolak belakang dari perubahan yang dikehendaki. Perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang berada di luar jangkauan masyarakat atau tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa perubahan tersebut akan terjadi dalam kelompok masyarakat tersebut.

Tidak dapat dipungkiri juga bahwa perubahan yang tidak dikehendaki tersebut bisa membawa atau menyebabkan masalah, konflik dan kekacauan yang terjadi di dalam kelompok masyarakat yang bersangkutan tersebut.

Adapun contoh dari perubahan yang tidak dikehendaki ialah relokasi masyarakat Suku Anak Dalam di daerah Jambi dan Riau. Hal ini berangkat dari terjadinya kebakaran hutan Sumatera yang disebabkan oleh penggundulan dan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja.

Contoh lain dari perubahan yang tidak dikehendaki di antaranya kerusuhan yang terjadi saat pergantian rezim pemerintahan yang belum lama ini terjadi, urbanisasi masyarakat desa ke kota yang sulit terkontrol atau sulit dikendalikan serta individualisme pada suatu kompleks perumahan elit di ibukota Jakarta.

3. Perubahan Berdasarkan Pengaruh

Wujud perubahan dalam kehidupan sosial berikutnya ialah perubahan yang berasal dari pengaruh. Sebagaimana perubahan yang berdasarkan waktu dan perubahan yang berdasarkan sudut pandang atau perspektif masyarakat, perubahan berdasarkan pengaruh juga terdiri atas dua bagian yakni perubahan berdasarkan pengaruh yang kecil dan perubahan berdasarkan pengaruh yang besar.

  • Perubahan berdasarkan pengaruh yang kecil

Perubahan berdasarkan pengaruh yang kecil dalam cakupannya dengan social exchange merupakan suatu bentuk perubahan yang tidak menyangkut seluruh unsur masyarakat serta tidak mengubah Lembaga Sosial yang berada di lingkungan sosial tersebut. Jadi, perubahan berdasarkan pengaruh yang kecil tersebut tidak memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan sosial.

Adapun contoh dari perubahan berdasarkan penngaruh yang kecil di antaranya perubahan mode pakaian, perubahan mode tatanan rambut hingga perubahan trending gadget.

  • Perubahan berdasarkan pengaruh yang besar

Perubahan berdasarkan pengaruh yang besar dalam cakupannya dengan social exchange adalah suatu bentuk perubahan yang menyangkut masyarakat luas serta membawa pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan sosial masyarakat tersebut. Adapun contoh dari perubahan berdasarkan pengaruh yang besar bagi kehidupan sosial di antaranya pergesaran masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri.

4. Perubahan Berdasarkan Arah dan Tujuan Perkembangan

Bentuk terakhir dari social exchange ialah perubahan berdasarkan arah dan tujuan perkembangan. Selaras dengan perubahan-perubahan dalam social exchange lainnya, perubahan berdasarkan arah serta tujuan perkembangan juga terbagi atas dua macam bagian yakni perubahan secara terprogress dan perubahan secara regress.

  • Perubahan progress

Perubahan progress ialah perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial yang mana akan menuju kea rah kemajuan serta memberikan keuntungan bagi kehidupan masyarakat tersebut. Adapun contoh dari perubahan yang terprogress tersebut di antaranya meningkatnya pembangunan listrik hingga ke desa-desa pelosok tanah air serta semakin canggih dan berkembangnya dunia teknologi Indonesia.  

  • Perubahan regress

Bertolak belakang dari perubahan progress, perubahan regress adalah suatu bentuk perubahan yang terjadi di dalam kehidupan sosial yang mana akan menuju ke arah kemunduran serta dapat merugikan kehidupan bermasyarakat secara luas. Hal ini tentu sangat tidak diharapkan untuk terjadi pada lingkup masyarakat manapun.

Adapun contoh dari adanya perubahan regress dalam kehidupan sosial di antaranya adanya terorisme atau pengeboman massal yang dapat menimbulkan korban jiwa, penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkotika serta maraknya jual beli minuman keras.

 

Baca Juga : Kelompok Sosial : Pengertian, Contoh, Ciri, Faktor Pembentuk, Dll

 

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Perlu Anda ketahui bahwa perubahan sosial tidak semata-mata terjadi begitu saja tanpa adanya pemicu. Perubahan tersebut senantiasa dipicu dari adanya beberapa faktor. Adapun faktor-faktor penyebab perubahan sosial tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Faktor Kontak dengan Kebudayaan Lain

Faktor pendorong adanya social exchange yang pertama ialah adanya kontak dengan kebudayaan lain. Melalui kontak sosial inilah, proses penyampaian informasi baik itu berupa ide, gagasan, keyakinan serta hasil-hasil budaya lainnya dapat diterima. Kebudayaan-kebudayaan yang saling bertemu senantiasa akan mengalami yang namanya perubahan.

Hubungan atau kontak dengan kebudayaan lain tersebut dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti difusi, asimilasi, akulturasi dan akomodasi. Difusi adalah persebaran unsur-unsur kebudayaan secara menyeluruh. Contoh dari difusi ialah penyerapan kosa kata asing oleh bahasa Indonesia yang bisa mengubah bahasa Indonesia ke arah yang lebih modern.

Asimilasi adalah suatu proses sosial yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda untuk kemudian saling bergaul dan menyebabkan kebudayaan tersebut berubah menjadi kebudayaan campuran. Contoh dari asimilasi ialah program transmigrasi yang telah dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru.

Akulturasi merupakan suatu proses sosial yang muncul jika di dalam suatu kelompok manusia bersama kelompok kebudayaan tertentu dihadapkan padan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa, yang kemudian mereka dapat menerima unsur-unsur tersebut tanpa mengubah unsur-unsur kebudayaan semula.

Contoh dari akulturasi ialah produk kereta Singo Barong yang merupakan perpaduan unsur kebudayaan Cirebon dengan unsur kebudayaan Tionghoa.

Akomodasi adalah suatu proses sosial yang digunakan untuk menyelesaikan pertentangan antara dua belah pihak tanpa adanya rasa ingin menjatuhkan salah satu pihak. Jadi, akomodasi lebih mengedepankan keseimbangan dalam hubungan-hubungan sosial antar individu atau bagian dari sekelompok masyarakat yang ada.

Adapun contoh dari akomodasi dari social exchange ialah tolerasi yang terjadi ketika bulan ramadhan tiba. Bagi masyarakat non muslim tidak makan di tempat terbuka sebagai bentuk toleransi terhadap teman muslim mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan.

2. Faktor Sistem Pendidikan Maju

Faktor pendorong terjadinya social exchange berikutnya ialah sistem pendidikan maju. Dalam hal ini faktor pendidikan maju yang dimaksud ialah pendidikan formal atau pendidikan yang ditempuh di jenjang-jenjang pendidikan di sekolah umum.

Apabila seorang individu mengikuti pendidikan di sekolah formal, maka individu tersebut pun akan mempelajari nilai-nilai tertentu yang dapat membuka pikirannya untuk menerima hal-hal baru. Pendidikan formal tersebut juga akan membawa pengaruh ilmiah dan pikiran objektif bagi seorang individu tersebut.

3. Faktor penghargaan sebuah karya

Faktor pendorong terjadinya social exchange selanjutnya ialah penghargaan dari sebuah karya. Apabila seorang individu mampu menghargai sebuah karya maka hal tersebut juga akan mendorong adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.

Dengan adanya sikap menghargai terhadap suatu karya juga akan memicu munculnya perubahan dalam hal sosial budaya.

4. Faktor sistem masyarakat terbuka

Faktor selanjutnya sebagai pendorong social exchange ialah adanya sistem masyarakat terbuka. Sistem masyarakat terbuka atau open stratification dalam masyarakat memungkinkan adanya gerakan sosial yang terjadi secara vertikal. Kondisi ini akan memberikan kesempatan bagi seorang individu untuk mencapai kemajuan diri guna meningkatkan strata.

5. Faktor ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu

Faktor terakhir yang memicu social exchange ialah ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu. Jika ketidakpuasan tersebut berlangsung lama, maka akan menimbulkan revolusi di dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan tersebut.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Di samping memiliki faktor pendorong, social exchange juga memiliki beberapa faktor penghambat. Adapun faktor-faktor yang memicu terhambatnya perubahan sosial tersebut di antaranya sebagai berikut.

  1. Kurangnya hubungan atau interaksi dengan masyarakat lain.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terhambat.
  3. Adanya sikap masyarakat tradisional yang cenderung konservatif.
  4. Adanya berbagai kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat (vested interest).
  5. Adanya prasangka (prejudice) terhadap kemunculan hal-hal baru.
  6. Adanya hambatan ideologis.
  7. Timbulnya rasa takut terhadap terjadinya kegoyahan integrasi masyarakat luas.

Ciri Ciri Perubahan Sosial

Social exchange memiliki beberapa ciri yang menandakan telah terjadinya perubahan tersebut. Adapun ciri-ciri dari social exchange ialah sebagai berikut.

  1. Social exchange bersifat lanjut yakni bisa secara lamban maupun cepat dan berlangsung secara terus menerus atau kontinyu.
  2. Social exchange bersifat imitatif.
  3. Social exchange berdisorganisasi sementara.
  4. Social exchange memiliki hubungan timbal balik atau kausalitas.
  5. Social exchange mempunyai penggolongan watak atau tipologis.

Contoh Perubahan Sosial

Untuk memperjelas pengetahuan Anda terkait social exchange, maka Anda bisa menyimak beberapa contoh perubahan sosial budaya yang di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Dari segi mode berpakaian, dulu masyarakat cenderung mengenakan pakaian tradisional akan tetapi sekarang masyarakat telah mengenakan pakaian yang modern.
  2. Dalam bidang teknologi, hal ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat.
  3. Dari segi komunikasi, dulu masyarakat berkomunikasi dengan cara surat menyurat atau brtemu secara langsung. Akan tetapi, saat ini masyarakat berkomunikasi menggunakan mode chatting atau via telepon dan video call.
  4. Dari mode transportasi, dulu masyarakat bepergian menggunakan mode transportasi tradisional seperti delman. Saat ini, mode transportasi yang banyak digunakan ialah kereta, pesawat hingga gojek maupun grab.

 Dampak Perubahan Sosial

Tidak mungkin jika suatu perubahan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat luas. Seperti halnya perubahan sosial, maka berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari perubahan tersebut.

1. Dampak Positif

  • Terwujudnya pola pikir masyarakat yang terbuka luas.
  • Membaiknya taraf pendidikan yang ada.
  • Membaiknya sikap toleransi antar sesama manusia.
  • Tingginya tingkat kepedulian terhadap sesama.

2. Dampak Negatif

  • Terjadinya kesenjangan sosial yang ada dalam masyarakat setempat.
  • Hilangnya identitas bangsa.
  • Meningkatnya tindakan kriminalitas dalam lingkungan masyarakat tersebut.
  • Munculnya sifat individualitas khususnya pada perumahan elit di kota-kota besar.
  • Meningkatnya perilaku konsumtif terhadap suatu produk tertentu.