Mengupas Secara Lengkap Mengenai Perilaku Konsumen

4 min read

perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah langkah yang sangat berkaitan dengan aktivitas jual beli suatu produk baik barang maupun jasa. Faktor perikalu konsumen ini menjadi dasar bagi konsumen dalam memutuskan apakah perlu membeli suatu barang atau menggunakan jasa tertentu. Perilaku konsumen dapat dilihat dari cara mereka mencari informasi mengenai barang atau jasa hingga cara mereka melakukan negosiasi dengan produsen agar mendapatkan barang atau jasa dengan harga yang serendah-rendahnya. Aktivitas mengetahui perilaku konsumen sendiri juga merupakan bagian dari Manajemen khususnya pemasaran dalam suatu aktivitas bisnis.

 

Pengertian Perilaku Konsumen

Secara umum, Pengertian Perilaku Konsumen adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh konsumen sebelum membeli barang atau menggunakan jasa. Proses tersebut melibatkan kegiatan seperti mencari produk, riset produk, hingga negosiasi produk dengan produsen.

Makalah perilaku konsumen menyatakan bahwa perilaku konsumen memiliki korelasi yang erat dengan harga dan kualitas dari produk yang akan dibeli. Konsumen akan membuat keputusan pembelian dengan cepat jika kualitas produk semakin baik dan harga produk semakin murah. Sebaiknya, keputusan pembelian akan ditentukan dalam waktu yang lama jika produk memiliki kualitas yang buruk atau harga yang terlalu mahal.

Oleh karena itu apda setiap bidang yang dijalankan, perusahaan ataupun suatu lembaga memiliki standarisasi produk sesuai dengan manajemen mutu yang berlaku.

Secara lebih spesifik, beberapa ahli di bidang ekonomi dan bisnis mengemukakan pemikirannya tentang definisi materi perilaku konsumen sebagai berikut:

  • Mowen

Ahli ekonomi Mowen mengungkapkan definisi dari perilaku konsumen sebagai kegiatan yang dilakukan konsumen untuk mendapatkan produk. Selain itu, perilaku konsumen di dalam pandangan Mowen melibatkan kegiatan mengonsumsi atau menggunakan produk serta membuang produk yang sudah tidak bisa digunakan lagi.

  • Kanuk dan Schiffman

Dua ahli ekonomi dari Jerman yaitu Kanuk dan Schiffman mengartikan perilaku konsumen dan produsen sebagai serangkaian proses di dalam transaksi jual beli yang melibatkan pembeli dan penjual. Proses ini meliputi pencarian, pembelian, dan penggunaan barang atau jasa. Perilaku konsumen juga melibatkan kegiatan evaluasi terhadap kualitas dan kepuasan barang atau jasa. Selain itu, Kanuk dan Schiffman memperbolehkan konsumen untuk memberikan kritik atau saran terhadap barang atau jasa yang telah mereka gunakan. Sehingga, produsen dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari barang atau jasa yang ditawarkan kepada pembeli.

  • Engel

Engel memberikan pandangan tentang perilaku konsumen sebagai tindakan untuk mengambil keputusan memilih barang atau jasa serta keputusan untuk mengonsumsi barang atau jasa tersebut. Tindakan tersebut dilakukan secara langsung oleh konsumen yang bersangkutan. Di dalam perilaku konsumen menurut versi Engel, konsumen berhak untuk membatalkan pembelian atau membuang barang atau jasa yang sudah tidak berguna lagi.

  • The American Marketing Association

The American Marketing Association adalah organisasi yang bergerak di bidang pemasaran produk dan jasa yang berpusat di Amerika Serikat. Definisi perilaku konsumen yang dikemukakan oleh organisasi ini telah dicantumkan di banyak jurnal perilaku konsumen. The American Marketing Association menyatakan perilaku konsumen adalah proses interaksi antara konsumen dan produsen yang berlangsung secara dinamis. Interaksi yang terjadi antara konsumen dan produsen mendapat pengaruh yang kuat dari pola pikir, kondisi psikologis, dan kondisi lingkungan antara kedua belah pihak.

 

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Segmentasi Pasar, Manfaat dan Contohnya

 

Pendekatan Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen dapat diidentifikasi melalui pendekatan dan teori perilaku konsumen yang dikemukakan oleh para ahli di bidang ekonomi dan bisnis, terutama yang berkecimpung di dunia pemasaran. Ada tiga macam teori atau pendekatan yang bias digunakan untuk melakukan analisis perilaku konsumen, yang akan dijelaskan di bawah ini.

  • Pendekatan Tradisional

Pendekatan pertama yang bisa diterapkan untuk mengetahui secara detail perilaku konsumen adalah pendekatan tradisional. Cabang ilmu yang bisa diterapkan untuk melakukan pendekatan tradisional antara lain ilmu sosiologi, ilmu behavioral, dan ilmu psikologi kognitif.

Pendekatan tradisional dilakukan dengan melakukan studi lapangan dengan membawa hipotesa yang siap dibuktikan. Hipotesa tersebut dibuktikan dengan cara melakukan survei dan eksperimen di pasar. Tujuan studi lapangan adalah untuk memperoleh informasi tentang kemampuan konsumen dalam menganalisa produk dan membuat keputusan di dalam pembelian. Selain itu, studi lapangan menjadi cara untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen seperti latar belakang pendidikan, kondisi keuangan, kondisi psikologis, hingga kondisi lingkungan sekitar. Hasil dari survei dan eksperimen yang dilakukan di lapangan menjadi acuan untuk merumuskan perilaku konsumen dan keputusan pembelian.

 

Baca Juga : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

 

  • Pendekatan Sains Pemasaran

Pendekatan sains pemasaran adalah pendekatan untuk menganalisa perilaku konsumen yang merupakan perpaduan dari ilmu statistik dan ilmu ekonomi. Landasan teori dari pendekatan perilaku konsumen yang satu ini adalah teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Teori Maslow menjelaskan tentang hierarki atau piramida yang berisi Kebutuhan Manusia. Kemudian, setiap kebutuhan yang tersusun di dalam piramida tersebut diujikan ke pasar dengan menggunakan teori yang ada di dalam ilmi statistik.

Definisi pendekatan sains pemasaran adalah pendekatan yang paling ideal untuk meramalkan perilaku konsumen dengan strategi pemasaran yang tengah digunakan.

  • Pendekatan Interpretif

Pengertian pendekatan interpretif adalah pendekatan yang paling ideal untuk mengungkapkan perilaku konsumen secara tuntas. Analisis perilaku konsumen menggunakan pendekatan interpretif dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung kepada konsumen serta produsen. Selain wawancara, perilaku konsumen dapat dianalisis melalui FGD atau focus group discussion. Sehingga, hasil analisis perilaku konsumen yang diperoleh dari pendekatan ini tidak perlu diragukan lagi keakuratannya. Pendekatan itnerpretif biasanya membahas perilaku konsumen yang berkaitan dengan cara konsumen menghargai barang atau jasa, perasaan konsumen terhadap barang atau jasa, serta kemampuan konsumen dalam mengonsumsi barang atau jasa tersebut.

Artikel Terkait
10 Perencanaan Strategi Pemasaran Produk Baru
Pengertian Distribusi, Saluran, Fungsi, Kegiatan dan Contohnya

Jenis Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen sangatlah beragam. Hal ini dikarenakan setiap konsumen memiliki pola pikir dan keadaan finansial yang berbeda-beda. Berikut ini ada dua model perilaku konsumen yang paling banyak ditemukan di pasar.

  • Perilaku Konsumen Rasional

Perilaku konsumen rasional dilakukan oleh konsumen yang selalu mengutamakan rasionalitas dalam membuat keputusan pembelian. Konsumen yang rasional cenderung membuat keputusan pembelian dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dikarenakan konsumen hanya membeli barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan. Konsumen yang rasional selalu selektif dalam memilih barang atau jasa. Mereka selalu memastikan barang atau jasa yang dibeli memiliki kualitas yang baik serta memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan konsumen, bahkan kehidupan di sekitar konsumen yang bersangkutan. Konsumen dengan perilaku yang rasional akan membeli barang atau jasa yang tidak melebihi kemampuan finansial mereka.

  • Perilaku Konsumen Irasional

Perilaku konsumen irasional dapat dideteksi dari konsumen yang mudah terbuai oleh bujukan atau iming-iming yang ditawarkan oleh produsen. Konsumen yang tidak rasional akan membuat keputusan pembelian barang atau jasa dengan cepat, terutama barang atau jasa yang dijual dengan harga murah atau diskon. Mereka tidak pernah memikirkan penting atau tidaknya barang atau jasa tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga tidak memikirkan kualitas dan harga dari produk yang dibeli. Tidak jarang konsumen yang irasional membeli barang atau jasa dengan harga yang melampaui kemampuan finansial mereka. Barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen dengan pola pikir yang tidak rasional didasarkan pada harga diri, gengsi, atau prestise. Sehingga, konsumen yang tidak rasional cenderung memilih barang atau jasa dengan merek yang sudah populer di tengah masyarakat.

Artikel Terkait
Pengertian Riset Pasar : Jenis-Jenis dan Contoh Riset Pasar
Pengertian Penjualan Beserta Jenis dan Macam Transaksinya

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Setiap tindakan yang dilakukan oleh konsumen sebelum membeli barang dipicu oleh faktor-faktor di bawah ini.

  • Integritas

Integritas merupakan sikap atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang sebagai respons pada keadaan di sekitarnya. Misalnya, kecintaan pada suatu merek barang membuat konsumen membeli barang tersebut meski tidak dibutuhkan. Sebaliknya, konsumen tidak akan membeli barang dengan merek yang tidak disukai walau barang tersebut penting.

  • Pembentukan Sikap

Pembentukan sikap atau attitude formation adalah ideologi atau prinsip yang ada di dalam jiwa konsumen. Kemudian, ideologi atau prinsip tersebut akan membentuk kecintaan atau kebencian pada barang atau jasa tertentu.

  • Persepsi

Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh persepsi yang ada di dalam diri konsumen. Persepsi diartikan sebagai interpretasi yang ada di dalam diri seseorang terhadap rangsangan yang diterima dari luar. Persepsi setiap konsumen berbeda-beda karena persepsi terbentuk berdasarkan pengalaman pribadi, ideologi atau prinsip yang dianut, kondisi keuangan, hingga kondisi mental.

  • Motivasi

Faktor motivasi memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan keputusan pembelian konsumen. Motivasi didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri manusia untuk memperoleh apa yang diinginkan.