Teori Perdagangan Internasional Lengkap : Manfaat, Tujuan, Kebijakan Dll

9 min read

perdagangan internasional

Perdagangan internasional dalam beberapa dekade terakhir ini memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat.  Hal ini seiring dengan perkembangan internet dan teknologi serta adanya kerjasama antar berbagai negara untuk menghilangkan proteksi perdagangan. Selain itu ada keinginan untuk mempromosikan perdagangan barang dan jasa secara bebas.

Perdagangan internasional merupakan komponen penting dalam proses Globalisasi. Melakukan perdagangan internasional dengan berbagai negara di dunia akan memberikan keuntungan dan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dalam negeri. Secara langsung berpengaruh terhadap alokasi sumber daya dan efesiensi, dan secara tidak langsung akan meningkatkan investasi. Setiap bentuk hambatan dan proteksi yang merupakan sumber distorsi pada perdagangan internasional harus dihindari, diminimalkan dan bahkan dihapuskan.

Pentingnya pembahasan mengenai perdagangan internasional membuat Jurnal Manajemen ingin mengupas secara tuntas mengenai materi ini. Berikut ulasannya :

Apa Yang Dimaksud Dengan Perdagangan Internasional ?

Berikut ini akan dijelaskan pengertian perdagangan internasional secara umum.

Perdagangan adalah segala bentuk kegiatan jual beli barang atau jasa antara dua orang atau entitas berdasarkan kesepakatan bersama.

Maka, pengertian perdagangan internasional adalah transaksi perdagangan / jual beli antara satu negara dengan negara lain, dalam rangka  mendapatkan keuntungan yang maksimal di antara kedua belah pihak. Perdagangan internasional terdiri dari barang dan jasa yang bergerak dalam dua arah, yaitu impor – mengalir ke suatu negara dari luar negeri dan ekspor – keluar dari suatu negara dan dijual ke luar negeri.

Perdagangan internasional mencakup semua transaksi antar negara yang melibatkan pertukaran barang dan jasa. Keberadaan perdagangan global membuka pasar baru untuk penjualan barang dan jasa dan memungkinkan perusahaan untuk secara efektif mencari sumber bahan baku atau memproduksi barang yang mengarah pada harga yang lebih rendah bagi konsumen.

Perdagangan secara global memungkinkan konsumen dan negara mendapat kesempatan untuk terpapar barang dan jasa yang tidak tersedia di negara mereka sendiri. Hampir setiap jenis produk dapat ditemukan di pasar internasional seperti makanan, pakaian, suku cadang,  perhiasan,  mata uang, hasil sumber daya alam dan sebagainya. Jasa juga diperdagangkan seperti pariwisata, perbankan, konsultasi dan transportasi.

Negara-negara melakukan perdagangan internasional ketika tidak ada sumber daya atau kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan domestik. Dengan mengembangkan dan mengeksploitasi sumber daya domestik mereka, negara-negara dapat menghasilkan surplus. Mereka dapat menggunakan surplus ini untuk membeli barang yang mereka butuhkan dari luar negeri, yaitu melalui perdagangan internasional.

teori perdagangan internasional
teori perdagangan internasional

Teori Perdagangan Internasional

Konsep perdagangan internasional sudah ada sejak beberapa abad yang lalu.

Teori perdagangan internasional pun telah berevolusi selama abad terakhir sebagai sarana untuk mengevaluasi dampak terhadap kebijakan perdagangan. Seiring dengan waktu, para ekonom telah mengembangkan teori untuk menjelaskan mekanisme perdagangan global.

Dalam teori perdagangan internasional dianalisis tentang pola perdagangan internasional, asal-usulnya, dan implikasinya terhadap kesejahteraan.

Beberapa teori perdagangan internasional tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu teori klasik dan teori modern. Pada teori perdagangan internasional klasik berbasis pada perspektif suatu negara, sedangkan teori perdagangan internasional modern berbasis pada perusahaan.

Teori Perdagangan Klasik atau Berbasis Negara

  1. Teori Merkantilisme

Pandangan teori Merkantilisme menyatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara adalah lebih tinggi dibandingkan dengan kesejahteraan perseorangan.

Dikembangkan pada abad keenam belas, merkantilisme adalah salah satu upaya paling awal untuk mengembangkan teori ekonomi.  Teori ini menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara tersebut. Dalam pengertian yang paling sederhana, merkantilis percaya bahwa suatu negara harus meningkatkan kepemilikan emas dan peraknya dengan mempromosikan ekspor dan mengurangi impor.

Tujuan setiap negara adalah untuk memiliki surplus perdagangan, atau situasi di mana nilai ekspor lebih besar dari nilai impor, dan untuk menghindari defisit perdagangan, atau situasi di mana nilai impor lebih besar dari nilai ekspor.

Salah satu cara yang dilakukan banyak negara untuk mempromosikan ekspor adalah dengan memberlakukan pembatasan impor. Strategi ini disebut proteksionisme dan masih digunakan sampai sekarang.

Meskipun merkantilisme adalah salah satu teori perdagangan tertua, ia tetap menjadi bagian dari pemikiran modern.

  1. Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage)

Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, yang berfokus pada kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang yang lebih efisien daripada negara lain. Perdagangan antar negara tidak boleh diatur atau dibatasi oleh kebijakan atau intervensi pemerintah, tetapi perdagangan harus mengalir secara alami sesuai dengan kekuatan pasar. Sebagai contoh, jika negara A dapat menghasilkan barang yang lebih murah atau lebih cepat (atau keduanya) dari negara B, maka negara A memiliki keunggulan dan dapat fokus pada spesialisasi dalam memproduksi barang tersebut. Demikian pula, jika negara B lebih baik dalam menghasilkan barang lain, itu bisa fokus pada spesialisasi juga. Dengan spesialisasi, negara akan menghasilkan efisiensi, karena tenaga kerja mereka akan menjadi lebih terampil dengan melakukan tugas yang sama. Produksi juga akan menjadi lebih efisien.

Dengan peningkatan efisiensi, orang-orang di kedua negara akan mendapat manfaat dan meningkatkan perdagangan. Teori ini menyatakan bahwa kekayaan suatu negara tidak boleh dinilai dari seberapa banyak emas dan perak yang dimilikinya, tetapi dari standar hidup rakyatnya.

Tantangan terhadap teori keunggulan absolut adalah bahwa beberapa negara mungkin lebih baik dalam memproduksi barang dan oleh karena itu memiliki keunggulan di banyak bidang. Sebaliknya, negara lain mungkin tidak memiliki apa keunggulan mutlak yang berguna.

  1. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)

Teori ini untuk menjawab tantangan dalam teori keunggulan mutlak. Dikemukakan oleh David Ricardo, seorang ekonom Inggris, yang menyatakan bahwa meskipun sebuah negara tidak memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi suatu barang dibandingkan negara lain, maka perdagangan internasional antar negara tersebut yang saling menguntungkan tetap dapat dilakukan.

Keunggulan komparatif terjadi ketika suatu negara tidak dapat menghasilkan suatu produk lebih efisien daripada negara lain. Perbedaan antara kedua teori ini sangat halus. Teori keunggulan komparatif berfokus pada perbedaan Produktivitas secara relatif, sedangkan teori keunggulan mutlak melihat produktivitas secara absolut.

  1. Teori Proporsi Faktor Produksi (Heckscher-Ohlin)

Teori-teori Smith dan Ricardo tidak membantu negara menentukan produk mana yang akan menguntungkan suatu negara. Kedua teori mengasumsikan bahwa pasar bebas dan terbuka akan mengarahkan negara dan produsen untuk menentukan barang mana yang dapat mereka hasilkan dengan lebih efisien.

Teori ini dikemukakan oleh dua ekonom Swedia, Eli Heckscher dan Bertil Ohlin, yang memusatkan perhatian pada bagaimana suatu negara dapat memperoleh keunggulan komparatif dengan menghasilkan produk yang memanfaatkan faktor-faktor yang berlimpah di negara itu. Teori ini didasarkan pada faktor-faktor produksi suatu negara seperti sumber daya, tenaga kerja, dan modal, yang menyediakan dana untuk investasi dalam pabrik dan peralatan. Sebaliknya, negara akan mengimpor barang yang membutuhkan sumber daya yang terbatas, tetapi permintaan lebih tinggi.

Teori Perdagangan Modern atau Berbasis Perusahaan

Perlu diketahui teori  berbasis perusahaan berkembang seiring dengan berkembangnya perusahaan multinasional. Teori berbasis perusahaan menggabungkan faktor produk dan layanan lainnya, termasuk loyalitas merek dan pelanggan, teknologi  dan kualitas, ke dalam aliran perdagangan.

Terdapat beberapa teori perdagangan modern atau berbasis perusahaan. Berikut selengkapnya :

  1. Teori Persamaan Negara

Teori ini dikembangkan oleh ekonom Swedia Steffan Linder, ketika ia mencoba menjelaskan konsep perdagangan intra industri. Linder mengusulkan bahwa konsumen di negara-negara yang berada pada tahap perkembangan yang sama atau serupa akan memiliki preferensi yang sama. Dalam teori berbasis perusahaan ini, Linder menyarankan agar perusahaan memproduksi terlebih dahulu untuk konsumsi dalam negeri.

Perusahaan sering menemukan bahwa pasar domestik, dalam hal preferensi pelanggan, menawarkan potensi paling besar untuk sukses. Teori kesamaan negara Linder kemudian menyatakan bahwa sebagian besar perdagangan barang-barang manufaktur adalah antara negara-negara dengan pendapatan per kapita yang sama. Pada teori ini seringkali paling berguna dalam memahami perdagangan barang di mana merek dan reputasi produk adalah faktor penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian.

  1. Teori Siklus Hidup Produk

Pencetus teori ini adalah seorang profsor Harvard Business School yaitu Raymond Vernon. Teori  ini menyatakan bahwa siklus hidup produk memiliki tiga tahap yang berbeda, yaitu produksi baru, pertumbuhan produksi dan standarisasi produk. Pada teori ini dapat dilihat asumsi bahwa produksi barang baru akan terjadi sepenuhnya dari inovasinya di negara asalnya.

Teori siklus hidup produk kurang mampu menjelaskan pola perdagangan saat ini di mana inovasi dan manufaktur terjadi di seluruh dunia. Sebagai contoh, perusahaan global bahkan melakukan penelitian dan pengembangan di pasar negara berkembang, di mana tenaga kerja dan fasilitas yang lainnya biasanya lebih murah.

  1. Teori Persaingan Strategis Global

Pada teori persaingan strategis global didasarkan pada karya ekonom Paul Krugman dan Kelvin Lancaster. Teori ini berfokus pada perusahaan multinasional dan upaya mereka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif terhadap perusahaan global lainnya. Perusahaan akan menghadapi persaingan global dalam industrinya dan harus mengembangkan keunggulan kompetitif.

Cara agar perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif yang berkelanjutan adalah ketika mencoba untuk masuk ke dalam industri atau pasar baru dengan mengoptimalkan penelitian dan pengembangan, kepemilikan hak kekayaan intelektual, skala ekonomi, proses atau metode bisnis yang unik serta pengalaman luas dalam industri, dan kontrol sumber daya atau akses yang baik ke bahan baku.

  1. Teori Keunggulan Kompetitif

Teori ini dikembangkan oleh Michael Porter dari Harvard Business School.

Menurut teori ini bahwa daya saing negara dalam suatu industri tergantung pada kemampuan industrinya dalam melakukan inovasi dan meningkatkan kapasitasnya. Teorinya menjelaskan mengapa beberapa negara lebih kompetitif dalam industri tertentu dibanding negara lain.

Ada empat faktor penentu yang bisa meningkatkan daya saing sebuah industri dalam suatu negara, yaitu  (1) sumber daya dan kemampuan pasar lokal, (2) kondisi permintaan pasar lokal, (3) pemasok lokal dan industri pelengkap, dan (4) karakteristik perusahaan lokal.

Selain empat faktor penentu, teori ini  juga mencatat bahwa pemerintah dan kesempatan berperan dalam daya saing industri nasional. Pemerintah dengan kebijakannya, dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan seluruh industri.

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Indonesia dan Penerapannya

 

Tujuan Perdagangan Internasional

Tujuan dari perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

  1. Memperluas Pasar dan Meningkatkan Produksi

Perdagangan internasional memungkinkan beberapa negara produsen yang produktivitasnya sangat tinggi  untuk memperluas wilayah perdagangannya ke negara lain.  Sehingga  produktivitas suatu produsen dapat terus tumbuh tanpa perlu khawatir kelebihan stok karena bisa terjual dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Dan biaya produksinya juga dapat ditekan.

  1. Meningkatkan Devisa Negara

Ekspor produk ke negara lain tentunya akan menambah Devisa Negara.

Dengan meningkatnya devisa negara, maka akan meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi , menstabilkan harga barang dan menyerap banyak tenaga kerja.

  1. Transfer Teknologi dan Modern

Perdagangan internasional sangat berdampak terhadap budaya, kepentingan sosial, politik dan ekonomi bahkan juga dalam hal transfer teknologi modern untuk membantu meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Hal ini juga akan mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang semakin handal dan unggul untuk mengikuti perkembangan teknologi.

bisnis internasional
bisnis internasional

Manfaat Perdagangan Internasional

Dampak perdagangan internasional dapat memberikan beberapa manfaat dan keuntungan bagi masing-masing negara. Beberapa dampak positif perdagangan internasional antara lain :

  1. Mempererat Hubungan Antar Negara

Interaksi antar negara yang terjadi dalam perdagangan internasional secara tidak langsung dapat membuat hubungan bilateral antar negara tersebut semakin erat dan harmonis.

 Antar negara akan bisa saling membantu, misalnya dalam hal mempercepat proses pembangunan di negara yang terlibat kerjasama dengan cara mengirimkan  para investornya untuk menginvestasikan modalnya ke beberapa proyek pemerintah maupun swasta yang potensial dan strategis.

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Suatu Negara

Perdagangan internasional berpotensi menambah Pendapatan Nasional melalui penjualan komoditas yang mereka hasilkan, sehingga membuat negara tersebut menjadi lebih sejahtera karena terjadi  peningkatan devisa.

  1. Mempermudah Kehidupan Masyarakat

Dengan adanya perdagangan internasional memudahkan masyarakat untuk mendapatkan barang-barang yang tidak bisa diproduksi oleh negeri sendiri. Sebagai contoh masyarakat Indonesia tidak perlu terbang ke Arab Saudi untuk membeli kurma, atau tidak perlu terbang ke Korea hanya untuk membeli smartphone, karena importir telah membuatnya lebih dekat ke masyarakat yang membutuhkan barang tersebut.

  1. Memperluas Kesempatan Kerja

Eksistensi sebuah negara dalam perdagangan internasional akan meningkatkan permintaan ekspor barang yang cukup tinggi. Untuk mendukung peningkatan produksi demi terpenuhinya permintaan di pasar global maka dibutuhkan tambahan tenaga kerja untuk memenuhi target produksi tersebut.

  1. Mendapatkan Keuntungan Internal dan Eksternal

Salah satu tujuan dari perdagangan internasional adalah mencari keuntungan, baik keuntungan internal maupun keuntungan eksternal. Keuntungan internal bisa berupa meningkatnya pesanan dari luar negeri (ekspor ) yang akan memperbaiki kondisi ekonomi suatu perusahaan menjadi lebih baik.

Sedangkan keuntungan eksternal berupa keuntungan spesialisasi yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi.

Itulah beberapa dampak positif yang terjadi dengan adanya perdagangan internasional.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Ada beberapa faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional.

Faktor-faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

1.Ketersediaan Sumber Daya Alam yang Berbeda 

Kekayaan sumber daya alam tiap-tiap negara pasti berbeda karena  perbedaan kondisi geografisnya. Dengan keterbatasan dan variasi kekayaan sumber daya alam tersebut maka masing-masing negara akan bervariasi juga dalam memproduksi barang atau jasanya. Sehingga perlu adanya jual beli barang/jasa melalui perdagangan internasional.

2. Perbedaan Faktor Produksi

Perbedaan kemampuan modal yang dimiliki, tenaga kerja, dan keterampilan pengusaha menyebabkan produk yang dihasilkan oleh suatu negara juga berbeda, sehingga dibutuhkan adanya perdagangan internasional .

3. Pemanfaatan Pengetahuan dan Teknologi

Dengan menguasai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara baik, maka negara dapat meningkatkan jumlah produksi barang atau jasa dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya. Dalam hal ini negara memiliki sistem dan mesin produksi berteknologi canggih untuk memproduksi barang atau jasa dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat. Sehingga dapat menghemat biaya produksi dan waktu.

4. Perbedaan Selera

Perbedaan selera masyarakat bisa mendorong  terjadinya perdagangan internasional. Sebagai contoh  bisa dilihat dari merek fashion ternama yang diimpor karena fashion tersebut dibutuhkan dan dicari banyak orang.

5. Keinginan Memperluas Pasar untuk Menambah Keuntungan

Dengan melakukan perdagangan internasional maka akan dapat memperluas jangkauan wilayah pemasaran dan semakin meningkat omzet penjualannya, sehingga akan semakin menambah keuntungan.

6. Kelebihan atau Kekurangan Produk Yang Dibuat Suatu Negara

Terjadinya kelebihan produksi suatu barang mendorong negara yang bersangkutan menjual hasil produknya ke negara lain, sedangkan negara yang mengalami kekurangan suatu produk tertentu  akan membelinya dari luar negeri melalui perdagangan Internasional.

7. Terjadinya Era Globalisasi

 Perdagangan bebas dalam  era gobalisasi memaksa setiap negara harus ikut di dalamnya. Tiap negara dituntut untuk meningkatkan perekonomiannya. Untuk memenuhi  kebutuhannya maka diperlukan kerja sama dengan negara lain melalui perdagangan internasional.

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Beberapa hal yang bisa menjadi hambatan perdagangan internasional  antara lain :

  1. Perbedaan mata uang antar negara
  2. Kualitas Sumber Daya yang Rendah
  3. Adanya perbedaan kebijakan pemerintah
  4. Kondusifitas dan Keamanan Suatu Negara
  5. Perbedaan bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor

Kebijakan Perdagangan Internasional

Penting bagi suatu negara untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan internasional, guna melindungi kepentingan negara tersebut, baik kebijakan di bidang ekspor maupun impor.

Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor dengan cara sebagai berikut :

1).    Diversifikasi barang ekspor, untuk menambah keragaman

2).    Subsidi ekspor, misal dalam bentuk kemudahan dalam mengurus ekspor, keringanan pajak, tarif angkutan yang murah

3).    Premi atau insentif ekspor, misalnya berupa penghargaan atas kualitas barang yang diekspor.

4)    Politik dagang bebas, Pemerintah memberi kebebasan ekspor dan impor, sehingga kualitas barang semakin meningkat dan harga relatif lebih murah.

5)     Larangan ekspor, untuk barang tertentu

6).    Meningkatkan promosi ke luar negeri

7).    Mengadakan Perjanjian Internasional dalam kerja sama ekonomi 

Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor dengan cara berikut :

1) .   Pengenaan bea masuk

2).    Kuota impor, untuk membatasi jumlah barang impor sehingga produk dalam negeri tetap dapat bersaing di pasar.

3)    Tarif impor, untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar.

3).    Substitusi Impor, untuk mengurangi ketergantungan dengan mendorong produsen dalam negeri bisa membuat sendiri barang-barang yang diimpor.

4)   Larangan impor, untuk barang tertentu

Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan internasional dibuat dengan tujuan :

  1. Melindungi industri dan sektor-sektor lain di dalam negeri
  2. Melindungi kepentingan ekonomi nasional
  3. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabil.
  4. Mengurangi defisit saldo neraca perdagangan
  5. Meningkatkan kesempatan kerja
  6. Menjaga stabilitas nilai tukar/kurs Valas
  7. Mencegah politik dumping

Dalam perdagangan internasional, suatu negara ataupun suatu perusahaan melakukan kegiatan bisnis internasional, berdasarkan pertimbangan ekonomis, politis, sosial budaya, bahkan atas dasar pertimbangan militer. Perdagangan internasional tidak dapat dihindarkan, karena masing-masing negara pasti akan membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan barang yang tidak bisa diproduksi dalam negerinya.

Sebagai contoh perdagangan internasional, selain ekspor dan impor barang, ada barter, konsinyasi, package deal, border brossing.

Itulah materi perdagangan internasional yang mungkin bisa Anda jadikan bahan referensi untuk membuat makalah perdagangan internasional.

Semoga bermanfaat.