Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro : Teori dan Contohnya [Lengkap]

7 min read

Perbedaan ekonomi mikro dan makro

Ilmu Ekonomi merupakan salah satu kajian bidang ilmu yang banyak dipelajari dan berkaitan erat dengan peristiwa yang Anda alami sehari-hari. Dalam dunia perkuliahan, ilmu ekonomi memiliki dua istilah yang paling sering dipelajari yakni ekonomi mikro dan ekonomi makro. Keduanya istilah tersebut pun tidak sama. Terdapat perbedaan ekonomi mikro dan makro yang bisa Anda pelajari lebih lanjut.

Untuk lebih memahami serta memperdalam pengetahuan Anda terkait kajian ilmu ekonomi terutama dalam hal mengetahui perbedaan ekonomi mikro dan makro, maka ada baiknya Anda menyimak pembahasan Jurnal Manajemen berikut :

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

Dalam kajian ilmu ekonomi yang dapat Anda pelajari di bangku perkuliahan, terdapat dua istilah yang begitu populer. Adapun kedua isilah tersebut ialah ekonomi mikro dan ekonomi makro. Lantas, sudahkah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan kedua istilah dalam ilmu ekonomi tersebut?

Sebelum memahami defines istilah ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro, maka sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi merupakan suatu kajian ilmu yang mana mempelajari berbagai macam aktivitas penjualan maupun penerimaan suatu produk barang atau jasa yang hendak ditawarkan kepada konsumen.

Adapun bentuk maupun jenis dari ilmu ekonomi pun begitu beragam. Dua di antaranya ialah ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.

Ilmu Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro yang seringkali disebut sebagai mikro ekonomi memiliki definisi sebagai suatu cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku maupun tingkah laku konsumen serta perusahaan berikut dengan penentuan harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang hendak diperjual-belikan.

Ilmu ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai macam keputusan serta tingkah laku yang memberikan pengaruh terhadap Penawaran serta permintaan barang maupun jasa, penentuan harga, penawaran serta permintaan barang maupun jasa selanjutnya dan sebagainya.

Ilmu ekonomi mikro mempunyai tujuan untuk melakukan analisis terhadap pasar beserta mekanisme yang mana dapat membentuk harga relatif kepada produk maupun jasa, berikut dengan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Analisis tersebut juga terkait perihal analisis kegagalan pasar.

Bagian-bagian penelitian yang cukup penting pada kajian mikro ekonomi di antaranya terkait dengan keseimbangan umum atau yang bisa disebut sebagai general equilibrium, keadaan pasar di dalam informasi asimetris, opsi di dalam situasi ketidakpastian serta berbagai macam aplikasi ekonomi teori permainan atau monopoli.

Kegagalan Pasar dalam Ekonomi Mikro

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kajian ilmu ekonomi mikro juga memiliki hubungan yang erat dengan asumsi kegagalan pasar. Sebagai informasi bagi Anda bahwa kegagalan pasar dalam kajian ilmu ekonomi mikro bukanlah merupakan pasar yang sudah tidak dapat berfungsi kembali.

Kegagalan pasar yang dimaksudkan dalam kajian ilmu ekonomi mikro berarti bahwa situasi atau kondisi di mana sebuah pasar nampak efisien dalam mengatur produksi maupun alokasi barang beserta jasa kepada konsumen. Adapun yang termasuk ke dalam penyebab kegagalan pasar dalam kajian ilmu ekonomi mikro di antaranya ialah sebagai berikut :

1. Monopoli

Penyebab kegagalan pasar yang pertama dalam kajian ilmu ekonomi mikro ialah monopoli. Monopoli bermakna sebagai penyalahgunaan terhadap kekuasaan pasar di mana pembeli maupun penjual dapat memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap harga.

2. Eksternalitas

Eskternalitas merupakan penyebab kegagalan pasar berikutnya dalam sudut pandang ilmu ekonomi mikro. Eksternalitas maksudnya terjadinya suatu kasus di mana pasar tidak dapat eksis sebagaimana seharusnya akibat adanya aktivitas ekonomi di dalamnya.

3. Kasus

Kasus juga dapat menjadi penyebab kegagalan pasar berikutnya. Kasus yang dimaksud sebagai kegagalan pasar berikutnya ialah adanya informasi asimetris atau informasi yang tidak benar dalam transaksi yang ada dalam pasar.

4. Barang publik

Barang publik dapat menjadi penyebab kegagalan pasar dalam kajian ilmu ekonomi berikutnya. Barang publik yang dimaksudkan ialah sistem pertahanan nasional serta kegiatan terkait kesehatan publik.

 

Baca Juga : Pengantar Ekonomi Mikro : Pengertian, Ruang Lingkup, Contoh, Dll

 

Ilmu Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro yang sering disebut sebagai makro ekonomi merupakan sebuah studi atau kajian ilmu ekonomi secara menyeluruh. Makro ekonomi menjabarkan adanya suatu perubahan ekonomi yang mana dapat memberikan pengaruh bagi banyak masyarakat, perusahaan termasuk pasar sendiri.

Sebagaimana ekonomi mikro, ekonomi makro juga memiliki target analisis sendiri. Kajian ilmu ekonomi makro menganalisis cara terbaik guna memberikan pengaruh terhadap target-target kebijaksanaan layaknya pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, pencapaian keseimbangan neraca serta tenaga kerja sekalipun.

Walaupun makro ekonomi mempelajari kajian ilmu ekonomi yang cukup luas, akan tetapi makro ekonomi memiliki dua area penelitian yang menjadikannya kekhasan studi dalam ilmu ekonomi makro.

Adapun ciri khas tersebut ialah aktivitas guna mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi penerimaan negara jangka pendek serta aktivitas guna mempelajari faktor penentu dari Pertumbuhan Ekonomi jangka panjang.

Konsep Ekonomi Makro

Kajian ilmu ekonomi makro memiliki beberapa konsep yang perlu Anda ketahui di antaranya sebagai berikut.

1. Pengeluaran maupun pendapatan

Konsep makro ekonomi pertama ialah pengeluaran maupun pendapatan.Pengeluaran yang dimaksud dalam kajian makro ekonomi ialah pengeluaran nasional yang merupakan keluaran nasional berupa total nilai keseluruhan produksi pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun keluaran tersebut bisa ditentukan sebagai jumlah pendapatan.

2. Pengangguran

Konsep berikutnya dari ilmu ekonomi makro ialah pengangguran. Adapun yang dimaksud dengan pengangguran dalam konsep makro ekonomi ini yakni presentase pekerja-pekerja tanpa memiliki pekerjaan yang ada dalam angkatan kerja seharusnya.

3. Inflasi serta deflasi

Inflasi dan Deflasi merupakan konsep makro ekonomi berikutnya. Inflasi dalam konsep makro ekonomi berarti kenaikan harga umum dalam Sistem Ekonomi. Semetara itu, deflasi dalam konsep makro ekonomi merupakan kemerosotan harga umum dalam sistem ekonomi.

 

Baca Juga : Pengantar Ekonomi Makro : Pengertian, Teori, Contoh, Dll

 

Teori Ekonomi Mikro dan Makro

Kajian ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro mempunyai beberapa teori yang harus Anda pahami. Dengan demikian, sebelum mengetahui perbedaan ekonomi mikro dan makro sebaiknya Anda mengetahui teori ekonomi mikro dan makro tersebut terlebih dahulu.

1. Teori ilmu ekonomi mikro

a. Teori harga

Teori ekonomi mikro yang pertama ialah teori harga. Pada hakikatnya, harga dijadikan sebagai suatu dasar guna melakukan analisis interaksi antara penawaran serta permintaan barang maupun jasa yang berada di dalam pasar serta faktor yang bisa memberikan pengaruh terhadapnya. Adapun analisis yang dapat dilakukan terhadapnya di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Faktor-faktor yang bisa memberikan pengaruh terhadap permintaan maupun penawaran.
  • Adanya proses yang terjadi pada pembentukan harga.
  • Adanya hubungan atau keterkaitan antara harga permintaan maupun harga penawaran.
  • Bentuk maupun wujud pasar.
  • Rancangan atau konsep elastisitas permintaan maupun penawaran.

b. Teori produksi

Teori produksi merupakan teori kedua di dalam kajian ilmu ekonomi mikro. Teori produksi dipergunakan sebagai dasar guna melakukan analisis terhadap biaya produksi serta tingkat produksi itu sendiri. Adapun analisis yang dapat dilakukan berdasarkan teori tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Tingkat produksi yang amat menguntungkan atau memberikan laba besar bagi produsen.
  • Seluruh hal yang memiliki hubungan dengan biaya produksi antara barang maupun jasa.
  • Kombinasi atau percampuran dari faktor mana yang harus ditentukan oleh produsen suatu barang atau jasa guna mendapatkan keuntungan yang maksimal.

c. Teori distribusi

Teori ketiga dari ilmu ekonomi mikro ialah Teori Distribusi. Adapun teori distribusi dalam ilmu ekonomi mikro memiliki tujuan guna melakukan analisis ekonomi mikro khususnya terkait upah tenaga kerja, besaran bunga yang harus dibayarkan kepada seorang pemilik modal maupun besaran keuntungan atau laba yang diperoleh produsen..

2. Teori Ilmu Ekonomi Makro

a. Penentuan tingkat kegiatan perekonomian suatu negara

Teori ilmu ekonomi makro yang pertama ialah penentuan tingkat kegiatan atau aktivitas perekonomian dalam suatu negara. Teori ini akan menjelaskan kepada Anda terkait sejauh mana perekonomian suatu negara dapat menciptakan output berupa barang maupun jasa. Adapun analisis yang dilakukan pada teori ilmu ekonomi makro satu ini di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Pengeluaran dari pemerintah.
  • Pengeluaran dari perusahaan atau adanya investasi.
  • Pengeluaran dari rumah tangga atau adanya kegiatan konsumsi rumah tangga.
  • Adanya kegiatan Ekspor dan impor barang maupun jasa.
  • Unsur kebijakan pemerintah

Teori ilmu ekonomi makro berikutnya terkait dengan unsur kebijakan pemerintah. Hal tersebut berangkat dari sebuah pernyataan bahwa sejatinya perekonomian suatu negara yang tidak bisa terlepas dari urusan pengangguran dan inflasi. Untuk itu, unsur kebijakan negara sangat diperlukan dalam teori ini.

b. Pengeluaran secara menyeluruh

Teori terakhir yang ada pada ilmu ekonomi makro ialah pengeluaran yang dilakukan secara menyeluruh. Saat pengeluaran menyeluruh tidak bisa mencapai tingkat yang ideal maka sejatinya akan muncul permasalahan ekonomi.

Guna merealisasikan kesempatan kerja yang jauh lebih baik serta mampu melakukan kontrol terhadap inflasi, maka pengeluaran harus dilakukan secara menyeluruh. Teori ini seharusnya diterapkan khususnya di negara Indonesia ini. Meski demikian, teori ini cukup sulit untuk direalisasikan.


Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Baik itu kajian ilmu ekonomi mikro maupun kajian ilmu ekonomi makro keduanya memiliki peranan penting dalam Sistem Ekonomi. Mikro dan makro ekonomi mempunyai peranan dalam mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi baik dalam skala yang kecil maupun skala yang besar dan keduanya saling berkaitan satu sama lainnya.

Agar lebih memahami adanya perbedaan makro dan mikro terutama untuk menjawab pertanyaan apa Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro, maka ada baiknya Anda menyimak apa saja perbedaan ekonomi mikro dan makro berikut.

1. Ruang lingkup

a. Ilmu ekonomi mikro

Perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro yang pertama dapat Anda lihat berdasarkan ruang lingkup keduanya. Ruang lingkup mikro ekonomi membahas hal-hal yang lebih mendetail, kecil, spesifik dan rinci dibanding makro ekonomi. Adapun contoh dari hal yang dibahas dari ilmu ekonomi mikro ialah pengalaman colaps yang dirasakan oleh suatu perusahaan.

Akan tetapi, ruang lingkup ilmu ekonomi mikro tidak melulu membahas urusan finansial saja. Teradapat beberapa hal yang dibahas oleh ilmu ekonomi mikro di antaranya teori harga, teori produksi dan teori distribusi.

Teori harga menjadi tahap awal dalam sebuah proses Permintaan maupun penerimaan terhadap suatu barang maupun jasa yang mana nantinya akan memberikan pengaruh terhadap harga produk yang hendak dijual.

Teori produksi ialah sebuah pemikiran yang harus Anda canangkan terlebih dahulu sebelum memberikan keputusan harga yang sesuai antara pendapatan dan pengeluaran berikut dengan presentase laba yang seharusnya diperoleh.

Sementara itu, teori distribusi mengacu kepada pengeluaran oleh pemilik badan usaha di antarnya bisa berupa pemberian gaji karyawan, pembagian hasil usaha serta kebutuhan lainnya demi memajukan perusahaan.

b. Ilmu ekonomi makro

Ruang lingkup ilmu ekonomi makro membahas hal yang lebih luas dibanding mikro ekonomi. Ruang lingkup dari makro ekonomi pun berbeda dengan ruang lingkup mikro ekonomi. Adapun ruang lngkup makro ekonomi mengacu kepada ketersediaan lapangan kerja berikut dengan tingkat pengangguran yang ada, problematika seputar inflasi dan deflasi dan sebagainya.

Ilmu ekonomi makro mempunyai beberapa kebijakan guna mengetahui kestabilan neraca keuangan dalam suatu negara. Adapun kebijakan-kebijakan tersebut di antaranya ialah kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan segi penawaran.

Kebijakan fiskal mengatur tentang adanya pendapatan serta pengeluaran yang ada dalam suatu negara. Adapun pendapatan yang dapat diperoleh oleh suatu negara bisa berasal dari pajak, gratifikasi, denda, lelang maupun adanya pemberian dari negara lain. Sementara itu, pengeluaran negara bisa berupa kegiatan Impor barang khususnya demi pemenuhan kebutuhan pokok atau makanan.

Kebijakan moneter merupakan kebijakan dalam kajian ilmu ekonomi makro guna mengkur seberapa banyakkah keuangan yang telah dikeluarkan oleh suatu bank sentral Indonesia kepada masyarakat Indonesia itu sendiri.

Sementara itu, kebijakan segi penawaran merupakan kebijakan dalam ilmu ekonomi makro guna menstabilkan neraca keuangan suatu perusahaan maupun negara. Tidak heran bahwa ahli ekonomi sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun negara.

2. Harga komoditas barang

Perbedaan antara mikro dan makro ekonomi berikutnya dapat dilihat berdasarkan sudut pandang harga komoditas barang. Komoditas barang yang dimaksudkan ialah suatu produk maupun jasa yang diperjualbelikan berikut dengan kepemilikan fisik nyata sehingga dapat diperjualbelikan dalam kurun waktu yang cukup panjang.

a. Ilmu ekonomi mikro

Harga komoditas barang yang dimaksudkan dalam ilmu ekonomi mikro merupakan harga barang yang biasa dijual dengan melipuri barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan sandang serta kebutuhan pangan.

b. Ilmu ekonomi makro

Harga komoditas barang yang dimaksudkan dalam ilmu ekonomi makro ialah segala sesuatu yang bisa diperjualbelikan dan mempunyai indeks yang lebih besar karena memiliki cakupan negara.

3. Fungsi serta manfaat

Perbedaan antara mikro dan makro ekonomi selanjutnya dapat Anda simak berdasarkan fungsi dan manfaat. Meskipun keduanya berada dalam lingkup ilmu ekonomi, akan tetapi fungsi dan manfaat keduanya berbeda.

a. Ilmu ekonomi mikro

Dalam kajian mikro ekonomi cenderung lebih menitikberatkan kepada dalam menentukan harga sebuah produk. Dengan demikian, manfaat dari ilmu ekonomi mikro terbilang cukup sempit jika dibanding dengan ilmu ekonomi makro.

b. Ilmu ekonomi makro

Dalam kajian makro ekonomi cenderung lebih menekankan kepada adanya stabilitas guna melakukan penyelesaian terhadap permasalahan ilmu ekonomi. Hal ini menandakan bahwa ilmu ekonomi makro mempunyai manfaat yang jauh lebih luas dibanding ilmu ekonomi mikro.

4. Tujuan analisis

Tujuan analisis dapat dikatakan sebagai perbedaan antara ilmu ekonomi mikro dengan ilmu ekonomi makro. Adapun tujuan analisis baik itu dalam ilmu ekonomi mikro maupun ilmu ekonomi makro tidak lain untuk merinsi suatu perekonomian.

a. Ilmu ekonomi mikro

Tujuan analisi dari ilmu ekonomi mikro tidak lain adalah untuk mengalokasikan sumber daya guna memperoleh keuntungan seperti yang telah diharapkan.

b. Ilmu ekonomi makro

Tujuan analisis dari ilmu ekonomi makro yang membuatnya berbeda dari ilmu ekonomi mikro ialah lebih menekankan pada adanya pengaruh dari Kegiatan Ekonomi itu sendiri baik itu dalam skala nasional maupun skala internasional.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan ekonomi makro dan mikro yang dapat disampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk terus update informasi di JurnalManajemen.com