Pengertian Komunikasi : Tujuan, Fungsi, Komponen, Jenis, Proses, Dll

9 min read

Pengertian Komunikasi

Komunikasi sangat penting bagi keberadaan dan kelangsungan semua mahluk hidup. Setiap makhluk hidup punya cara masing-masing dalam melakukan komunikasi, termasuk manusia.  Manusia melakukan komunikasi dalam rangka proses menciptakan dan berbagi ide, informasi, pesan, pandangan, fakta, perasaan, dan lain sebagainya guna mencapai pemahaman bersama.

Kadang-kadang kita mencoba untuk tidak berkomunikasi, tetapi tidak berkomunikasi bukanlah pilihan.

Sebenarnya semakin kita berusaha untuk tidak berkomunikasi, justru kita semakin mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain, meskipun kita tidak melakukannya secara lisan. Saat kita sedih atau merajuk, terlalu sibuk atau mungkin kita pemalu, orang lain akan tahu misalnya dari ekspresi kita.

Postur tubuh, kontak mata, tingkah laku yang terkecil dan paling halus adalah cara berkomunikasi dengan orang lain. Dari sinyal-sinyal tersebut kita menafsirkannya dengan cara tertentu dan apakah kita mengerti atau tidak didasarkan pada seberapa terampil kita dalam menafsirkan komunikasi antar pribadi.

Berbicara masalah komunikasi, pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara lengkap mengenai komunikasi. Tidak hanya pada artikel ini saja namun akan didukung dengan artikel lain yang berkaitan dan menyediakan informasi yang lebih mendalam. Pada artikel ini akan dibahas mengenai Pengertian Komunikasi beserta tujuan, fungsi, komponen, jenis, dan proses komunikasi efektif.

 

Baca Juga : 22 Contoh Daftar Riwayat Hidup yang Baik dan Benar (Recommended)

 

Apa Yang Dimaksud Dengan Komunikasi ?

Secara bahasa, komunikasi berasal dari bahasa Latin “communis/communicare” yang artinya “untuk berbagi” atau “kesamaan” atau “untuk membuat umum”. Jadi apa itu komunikasi ? Secara singkat definisi komunikasi adalah berbagi informasi antara individu yang berbeda yang mencakup berbagi ide, informasi , konsep, imajinasi, fakta, pesan, perilaku, konten tertulis bahkan perasaan. Pengertian komunikasi secara sederhana  juga sebagai transfer informasi dari satu tempat ke tempat lain yang dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Pendapat lain mengatakan Pengertian Komunikasi Adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Meskipun komunikasi merupakan proses yang sederhana, namun menunjukkan kompleksitas dalam beberapa aspek. Berbagai cara komunikasi dan jarak yang diperlukan untuk mentransfer informasi membuat proses komunikasi seringkali menjadi rumit.

Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami oleh kedua belah pihak. Selain dengan bahasa verbal, komunikasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa tubuh, dengan sikap dan postur tubuh tertentu, misalnya tersenyum, tertawa, kontak mata, menggelengkan kepala, mengangkat bahu dan lain sebagainya.

Semua komunikasi memiliki konteks, di mana komunikasi terjadi karena suatu alasan. Agar tercipta komunikasi efektif, penting bahwa konteks komunikasi dipahami oleh semua orang untuk membantu menghindari kesalahpahaman pihak-pihak yang berkomunikasi.  Pihak-pihak yang berkomunikasi harus bisa menyamakan “frekuensi” untuk saling bisa mengerti dan memahami apa yang dikomunikasikan.

 

Baca Juga : Komunikasi Dalam Organisasi Beserta Fungsi dan Hambatan

 

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Pemahaman yang mendalam tentang proses dan keterampilan komunikasi sangat penting untuk keberhasilan setiap individu dalam bidang apapun termasuk bisnis.  Dan cara maupun gaya komunikasi tiap orang juga berbeda.

Untuk memahami dan menjelaskan pengertian komunikasi, berikut beberapa pendapat para ahli :

  1. Agus M. Hardjana, M.Sc., ED

Komunikasi merupakan suatu kegiatan penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain melalui media tertentu. Setelah pesan tersebut diterima dan dipahami berdasarkan kemampuannya, penerima pesan kemudian menyampaikan tanggapan melalui media tertentu kepada pemberi pesan.

  1. Everett M. Rogers

Pengertian komunikasi adalah proses penyaluran ide dari satu sumber ke satu penerima atau lebih dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku.

  1. Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss

Definisi komunikasi adalah perpindahan informasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam suatu proses.

  1. Djenamar SH

Pengertian komunikasi merupakan seni dalam menyampaikan ide-ide atau informasi tertentu yang dilakukan seseorang kepada orang lain.

  1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan/berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

  1. Kamus Bahasa Inggris Oxford

Pengertian komunikasi adalah penyampaian atau pertukaran informasi dengan berbicara, menulis, atau menggunakan media lain. Komunikasi juga merupakan keberhasilan menyampaikan atau berbagi ide dan perasaan. Hal ini memperjelas bahwa komunikasi bukan hanya sekadar transmisi informasi, tetapi juga  mensyaratkan unsur keberhasilan dalam mentransmisikan atau menyampaikan pesan, baik informasi, ide, atau gagasan.

pengertian komunikasi menurut para ahli
pengertian komunikasi menurut para ahli | source : blog.hubspot.com

Tujuan Komunikasi

Berdasarkan pembahasan mengenai pengertian komunikasi maka dapat diketahui mengenai tujuan komunikasi itu sendiri. Secara umum dapat diketahui bahwa tujuan komunikasi adalah sebagai berikut :

  1. Supaya Dimengerti

Komunikasi bertujuan agar informasi yang disampaikan dapat dimengerti oleh pihak yang menerima informasi. Sehingga informasi yang disampaikan harus dibuat sedetail dan sejelas mungkin dengan penyampain yang baik.

  1. Untuk Memahami dan Mengenal orang lain

Aktivitas berkomunikasi juga bertujuan agar bisa mengenal sekaligus memahami  antar individu yang melakukan komunikasi, dengan cara saling mendengar, membaca, dan  mengartikan.

  1. Agar Informasi Diterima

Setelah bisa dimengerti dan dipahami, selanjutnya komunikasi bertujuan agar informasi yang disampaikan dapat diterima oleh orang lain. Agar informasi yang berupa pendapat, ide atau gagasan dapat diterima orang lain, maka perlu melakukan komunikasi secara persuasif.

  1. Menggerakkan Orang Lain

Pendekatan komunikasi secara persuasif pada akhirnya akan bisa menggerakkan orang lain melakukan sesuatu sesuai yang diinformasikan. Tentunya setelah terbentuk persamaan persepsi dan frekuensi. Dengan cara ini komunikasi juga sering digunakan untuk memberitahu atau memperingatkan seseorang. Misalnya dengan surat edaran dan pamflet yang diedarkan secara langsung atau melalui internet karena alasan tertentu.

Fungsi komunikasi

Komunikasi secara langsung maupun tidak langsung mempunyai manfaat dan dampak yang ditimbulkan, baik secara individu, organisasi maupun dalam kehidupan masyarakat. Secara umum ada banyak fungsi dari komunikasi, berikut ini adalah beberapa fungsi komunikasi :

  1. Menginformasikan

Komunikasi dilakukan untuk memberikan, menyampaikan atau mengungkapkan informasi penting yang dibutuhkan oleh orang lain atau kelompok masyarakat. Informasi bisa berupa suatu pendapat, pikiran, peristiwa, masalah, segala tingkah laku orang lain dan apa yang disampaikan orang lain. Lewat komunikasi, kita juga bisa mengungkapkan perasaan-perasaan kita kepada orang lain, misalnya perasaan senang, gembira, marah, sedih, kecewa, tidak suka dan sebagainya.  Informasi yang disampaikan dapat digunakan untuk menilai dan mengevaluasi suatu hal dalam mengambil keputusan.

  1. Menemukan

Komunikasi juga dilakukan dalam rangka untuk menemukan sesuatu yang kita butuhkan. Bisa berupa informasi penting, akualisasi  diri, dan semacamnya. Dengan adanya komunikasi kita akan mendapat informasi yang sebelumnya tidak kita ketahui, misalnya lokasi rumah teman, jadwal acara televisi, tempat belanja, dan informasi lainnya. Selain itu dengan adanya komunikasi, kita akan belajar mengerti dan memahami bagaimana keberadaan dan potensi diri kita dan orang yang kita ajak berkomunikasi.

  1. Mendidik

Dengan komunikasi, seseorang dapat menyampaikan ide, gagasan, pengalaman atau pengetahuannya yang memungkinkan terjadinya transfer ilmu, sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan seseorang. Dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat agar bisa diterima orang lain harus dilakukan dengan cara yang baik dan tepat.

  1. Mempengaruhi dan mengendalikan orang lain

Dengan berkomunikasi seseorang dapat mempengaruhi orang lain agar berpikir  atau bertindak sesuai apa yang diharapkannya. Penyampaian yang baik sebuah ide, gagasan, petunjuk atau apa yang kita pikirkan kepada orang lain, dapat mempengaruhi, membujuk, menggerakkan sekaligus mengendalikan orang lain untuk memiliki sikap, perilaku dan tindakan seperti yang kita harapkan serta memberikan arahan mengenai sikap, perilaku dan tindakan yang harus diikuti.

  1. Menghibur

Dengan berkomunikasi seseorang dapat saling menghibur dengan orang lain, sehingga bisa saling menyenangkan hati masing-masing.   Saat pikiran atau perasaan seseorang  sedang dalam keadaan tidak baik, bisa mengungkapkannya lewat komunikasi kepada orang lain, misalnya dengan teman, sahabat atau keluarga, sehingga pikiran dan perasaan bisa menjadi lebih tenang. Kita juga bisa berkomunikasi untuk membicarakan banyak hal yang menyenangkan dengan orang lain, misalnya membicarakan hobi masing-masing, olah raga, film, musik, bahkan gosip.

  1. Motivasi

Komunikasi yang baik dapat memperkuat dan meningkatkan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Seorang motivator melakukan komunikasi persuasif untuk menarik simpati dan mempengaruhi motivasi dalam membangkitkan  kualitas hidup pendengarnya. Seorang sahabat memotivasi temannya agar tetap tegar menghadapi masalah yang sedang dihadapi.

  1. Membangun interaksi sosial

Sebagai mahluk sosial, seseorang harus berinteraksi dan Bersosialisasi dengan orang lain. Dengan melakukan komunikasi, seseorang dapat mengembangkan interaksi sosial dengan sesama dan lingkungan sekitarnya, melalui  obrolan, diskusi, kerjasama, dan metode lainnya.

Adanya evolusi internet mengakibatkan komunikasi telah diadopsi sebagai sarana untuk memperluas lingkaran sosial seseorang. Komunikasi sosial dilakukan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain, baik secara verbal, tertulis atau non verbal.

Komponen Komunikasi

komponen komunikasi
komponen komunikasi | source : http://bisnisonlineuntuksukses.blogspot.com

Berdasarkan pengertian, tujuan dan fungsi komunikasi di atas maka kita dapat mengetahui  komponen komunikasi yang meliputi :

  1. Pengirim Pesan

Pengirim atau komunikator menghasilkan pesan dan menyampaikannya ke penerima. Dia adalah sumber dan orang yang memulai komunikasi

  1. Pesan

Gagasan, informasi, pandangan, fakta, perasaan, yang dihasilkan oleh pengirim untuk dikomunikasikan lebih lanjut.

  1. Pengkodean Pesan (Encoding)

Pesan yang dihasilkan oleh pengirim sebelum disampaikan, terlebih dahulu harus dikodekan secara simbolis seperti dalam bentuk kata-kata, gerakan, tulisan, gambar dll.

  1. Media

Ini adalah saluran untuk menyampaikan/mengirimkan pesan yang telah dikodekan. Pengirim mentransmisikan pesan secara lisan atau tertulis dengan menggunakan media / alat komunikasi seperti  mikropon, telepon, internet, email, dll.

  1. Penerjemahan Pesan (Decoding)

Merupakan  proses menerjemahkan simbol yang telah dikodekan oleh pengirim, sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh penerima pesan.

  1. Penerima Pesan

Penerima pesan bisa terdiri satu orang atau sekelompok orang. Setelah penerima pesan menerima pesan maka dia akan memahaminya dalam perspektif yang tepat dan bertindak sesuai dengan pesan.

  1. Umpan balik (Feedback)

Penerima memberi tahu pengirim bahwa mereka telah menerima dan memahami pesan tersebut. Adanya  umpan balik dapat membantu kita dalam menentukan sukses tidaknya komunikasi yang dilakukan.

Tingkat keberhasilan suatu komunikasi sangat dipengaruhi oleh komponen atau variabel tersebut diatas. Harapannya adalah komunikasi yang dilakukan merupakan komunikasi yang efektif dan efisien.

 

Baca Juga : Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Beserta Contohnya

 

Jenis-Jenis Komunikasi

Berdasarkan saluran yang digunakan, komunikasi dibagi menjadi lima, yaitu :

  1. Komunikasi Verbal (Lisan)

Pada komunikasi jenis ini melibatkan penggunaan bahasa dan kata-kata secara lisan untuk menyampaikan pesan yang dimaksud.  Proses komunikasi verbal secara langsung bisa dilakukan dengan tatap muka, atau bicara melalui telepon, video call, teleconference dan lain sebagainya.

  1. Komunikasi Non Verbal

Bentuk komunikasi ini terutama untuk mendukung komunikasi verbal. Dalam komunikasi non verbal, pesan disampaikan tanpa menggunakankata-kata.  Hal ini dilakukan melalui gerakan tubuh, kontak mata, postur, dan ekspresi. Meskipun tanpa menggunakan kata-kata, penerima pesan bisa mengerti dan memahami apa yang disampaikan pengirim.

  1. Komunikasi Visual

Penggunaan alat bantu visual juga merupakan cara untuk merepresentasikan informasi apa pun. Gambar, warna, simbol, logo, ilustrasi dan grafik dapat membantu seseorang berkomunikasi secara efektif. Bahkan gaya rambut dan pakaian seseorang menyampaikan informasi mengenai sifat, suasana hati, dan niatnya. Orang-orang menggunakan berbagai warna dan tekstur rumah serta kantor untuk mewakili minat dan preferensi mereka.

  1. Komunikasi Tertulis

Komunikasi  jenis ini meliputi segala jenis pertukaran informasi dalam bentuk tertulis. Misalnya  teks, surat, laporan, sms, pesan whatsapp, email, posting di platform media sosial, dokumen, buku, poster, selebaran dll. Komunikasi tertulis mencakup jenis transfer informasi di mana penyandian pesan dilakukan dalam bentuk tertulis. Pesan hanya dapat ditulis dengan kata-kata, atau mungkin menyertakan simbol yang berbeda, atau kadang-kadang bahkan kode mesin. Komunikasi tertulis dipengaruhi oleh keterampilan menulis dan representasi seseorang. Dalam menyampaikan pesan tertulis memerlukan teknik penulisan yang berbeda-beda. Seperti laporan keuangan ditulis dengan cara yang sangat berbeda dengan menulis daftar riwayat hidup.

  1. Komunikasi Formal dan Informal

Terlepas dari jenis komunikasi di atas, terdapat jenis komunikasi berdasarkan formalitasnya, yaitu komunikasi formal dan informal.

a. Komunikasi Formal

Pengertian komunikasi formal adalah komunikasi yang mengalir melalui saluran resmi yang dirancang dalam bagan organisasi. Kemungkinan bisa terjadi antara atasan dan bawahan, bawahan dan atasan atau di antara karyawan dalam posisi yang sama. Proses komunikasi formal dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis.

Komunikasi formal lebih jauh diklasifikasikan menjadi komunikasi vertikal, komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal.

  • Komunikasi Vertikal

Sesuai dengan namanya Komunikasi Vertikal terjadi mengalir secara vertikal ke atas atau ke bawah melalui saluran formal. Komunikasi ke atas mengacu pada aliran komunikasi dari bawahan ke atasan sedangkan komunikasi ke bawah mengalir dari atasan ke bawahan.

Aplikasi untuk pemberian cuti, pengajuan laporan kemajuan, permintaan pinjaman adalah beberapa contoh komunikasi ke atas. Mengirim pemberitahuan kepada karyawan untuk menghadiri rapat, mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan, memberi tahu mereka tentang kebijakan perusahaan, adalah beberapa contoh komunikasi menurun.

  • Komunikasi Horisontal

Proses komunikasi horizontal atau lateral terjadi antara satu divisi dan lainnya. Sebagai contoh, seorang manajer produksi dapat menghubungi manajer keuangan untuk mendiskusikan pengiriman bahan baku atau pembeliannya.

  • Komunikasi Diagonal

Merupakan komunikasi lintas level, lintas fungsional karyawan dari berbagai departemen organisasi.

b. Komunikasi Informal

Banyak yang belum mengerti bahwa komunikasi informal  terjadi tanpa mengikuti saluran komunikasi formal. Komunikasi informal sering disebut sebagai ‘selentingan/gosip’ karena bisa menyebar dengan cepat ke seluruh organisasi dan ke segala arah tanpa memperhatikan tingkat otoritas.

Perilaku seseorang bisa dipengaruhi oleh rumor dan diskusi informal yang kadang-kadang dapat menghambat lingkungan kerja. Namun di lain pihak, saluran ini juga dapat membantu karena membawa informasi dengan cepat. Oleh karena itu, pada waktu-waktu tertentu juga digunakan oleh manajer untuk mengirimkan informasi dalam rangka mengetahui reaksi bawahannya.

Proses Komunikasi

Secara teknis proses komunikasi dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu pemikiran, pengkodean/penyandian dan dekode. Pikiran adalah subjek informasi yang ada di benak pengirim. Ketika pengirim mentransformasikan pikiran, ide atau konsepnya menjadi ucapan verbal atau pesan tertulis, maka ini dikenal sebagai penyandian. Pengkodean mengacu pada enkripsi ide dari sudut pandang pengirim. Ketika pesan diterima oleh penerima, penerima membaca dan memahaminya. Dia dapat menerjemahkan informasi untuk lebih memahaminya. Jadi decoding mengacu pada interpretasi informasi dari perspektif penerima. Ketika penerima dengan jelas memahami informasi yang dikirim kepadanya, proses komunikasi dua arah berakhir di sini.

Komunikasi dapat menjadi proses satu arah atau dua arah. Ketika informasi yang disampaikan oleh pengirim diterima oleh penerima, ini menyatakan untuk menyelesaikan proses satu arah. Tidak perlu bahwa penerima harus menanggapi pengirim, tetapi jika penerima merumuskan pesan sebagai balasan pesan pengirim, maka komunikasi menjadi proses dua arah. Konten media adalah contoh komunikasi satu arah, di mana penerima tidak diharuskan membalas, tetapi ia hanya menerima informasi.

Komunikasi Efektif

pengertian komunikasi efektif
pengertian komunikasi efektif

Perlu diketahui bahwa pengertian komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.

Tujuan dari komunikasi efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi, sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dan mudah dipahami dengan baik oleh penerima informasi.

Tujuan lain dari komunikasi efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seimbang sehingga tidak monoton.

Karakteristik Komunikasi Efektif

  • Jelas

Karakter utama dari segala bentuk penyampaian  informasi yang diucapkan atau tertulis harus menyatakan pesan dengan jelas. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Misalnya, kalimat harus pendek dan sederhana. Kita harus memilih suara aktif daripada suara pasif.

  • Ringkas

Waktu adalah parameter penting dalam komunikasi. Rentang perhatian normal hanya beberapa menit.

Jika kita harus menyampaikan beberapa pesan yang panjang maka akan lebih mudah untuk menyatakannya dalam poin-poin terpisah. Jadi untuk meringkas poin ini, komunikasi yang efektif harus singkat, sehingga tidak membosankan.

  • Konkrit

Pesan atau informasi yang disampaikan harus konkrit dan dilakukan dengan baik. Ide atau gagasan yang disampaikan akan lebih meyakinkan  jika didukung  data yang sesuai. Argumen yang nyata akan selalu mudah dipahami.

  • Berurutan (koheren)

Misalkan kita sedang bercerita. Bagaimana jika kita memulai dari tengah? Atau bagaimana jika kita menyatakan akhir di awal? Tentu saja, inti dari menceritakan sebuah cerita akan menjadi sia-sia. Demikian pula, dalam komunikasi efektif mempresentasikan informasi yang terencana, logis dan berurutan.

  • Sopan

Kita tahu bahwa semua komunikasi bisnis harus memiliki tingkat rasa formal. Penyaji harus berusaha sebaik mungkin untuk jujur, hormat, perhatian, terbuka dan sopan dengan penerima informasi, sehingga akan menemukan audiens.

  • Mendengarkan Untuk Memahami

Untuk tujuan komunikasi yang efektif, penerima harus memiliki kualifikasi tertentu. Dia harus bisa mendeteksi pesan yang mungkin tersembunyi jauh di dalam obrolan atau omong kosong. Pendengar yang baik mengamati tidak hanya apa yang dibicarakan seseorang tetapi juga isyarat nonverbal. Inilah yang membantu dalam memahami transfer informasi secara lengkap dan penuh.

  • Fokus Dan Perhatian

Saat menerima atau mentransmisikan informasi, tingkat fokus dan perhatian tertentu sangat penting. Komunikasi yang salah tempat bisa menjadi bencana. Selain itu, jika seseorang kehilangan fokus saat menerima informasi, mungkin akan kehilangan bagian-bagian penting dari pesan yang disampaikan. Jadi  fokus dan perhatian sangat penting untuk komunikasi yang efektif.

  • Kesadaran dan Kontrol Emosional

Saat menyampaikan informasi atau saat menerimanya, seseorang harus sangat berhati-hati menjaga diri dalam keadaan stabil secara emosional.

Mampu berkomunikasi secara efektif adalah yang paling penting dari semua kecakapan hidup.

Memahami adalah langkah pertama menuju perbaikan

Memahami lebih banyak tentang komunikasi dan cara kerjanya adalah langkah untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda. Pemahaman yang baik tentang proses, dan bagaimana prosesnya, akan membantu Anda untuk memastikan bahwa Anda menjadi lebih baik dalam berkomunikasi.

Komunikasi itu unik, karena meskipun semua manusia bisa dan terbiasa berkomunikasi, tapi mereka belum tentu paham caranya.  Dengan belajar ilmu komunikasi, kita akan belajar memahami apa saja yang terjadi selama komunikasi berlangsung.

Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tata cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi, baik dengan bahasa verbal maupun non verbal, serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai sarana komunikasi. Misalnya dalam jurusan ilmu komunikasi, kita akan belajar secara lebih mendalam mengenai aspek-aspek komunikasi, baik secara teori maupun praktik. Dan karena tren serta teknologi selalu berkembang tiada hentinya, pembelajaran dalam jurusan komunikasi juga berubah-ubah, sehingga ilmu ini tiada ujungnya.

Demikian pembahasan Jurnal Manajemen mengenai berbagai penjelasan mengenai komunikasi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dan jangan lupa share artikel ini untuk menebar kebermanfaatannya.