Pengertian Kepuasan Kerja dan Faktor Yang Mempengaruhi

7 min read

Pengertian Kepuasan Kerja – Memenuhi kepuasan kerja para karyawan  merupakan salah satu faktor penentu meningkatnya produktivitas karyawan. Pengertian kepuasan kerja harus dapat dipahami oleh para petinggi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusianya.

Segala kegiatan perusahaan pada dasarnya sangat bergantung pada sumber daya manusianya dan memerlukan bantuan dari mereka. Oleh karena itu perusahaan harus memahami pengertian kepuasan kerja dari setiap karyawan untuk melakukan penjagaan dan peningkatan loyalitas karyawan.

Melalui pemahaman akan pengertian kepuasan kerja dan pemenuhan kepuasan pada setiap individu maka karyawan akan memberikan yang terbaik sebagai ganti terhadap perusahaan berupa produktivitas tinggi. Hal ini menandakan adanya keterkaitan erat antara motivasi dan kepuasan kerja karyawan.

Secara mendasar kepuasan kerja merupakan suatu hal yang bersifat individu. Hal ini disebabkan setiap individu memiliki indikator kepuasan kerja yang berbeda dan beragam. Semakin banyak aspek yang sesuai dengan diri seorang karyawan dalam pekerjaannya maka semakin besar pula tingkat kepuasan kerja yang dirasakan.

kepuasan kerja

Berdasarkan hal tersebut banyak perusahaan yang mencari tau mengenai indikator kepuasan kerja melalui berbagai macam sumber seperti jurnal kepuasan kerja atau makalah kepuasan kerja. Perusahaan juga melakukan survey melalui Kuesioner kepuasan kerja terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya. Langkah tersebut dilakukan sebagai pengembangan perusahaan terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya dengan harapan adanya peningkatan produktivitas pada setiap individu.

Langkah tersebut tidak terlepas dari data mengenai kepuasan kerja dimana 81% pekerja pada usaha kecil merasa puas dengan pekerjaan mereka. Sedangkan hanya 68%  kepuasan kerja yang dirasakan pada pekerja full-time atau pada perusahaan besar (Survei Rutger University, 2013).

Melihat urgensi tentang kepuasan kerja khususnya pada perusahaan besar maka pada artikel ini akan dibahas mengenai pemahaman tentang pengertian kepuasan kerja serta faktor yang mempengaruhi kepusan kerja karyawan pada suatu perusahaan.

 

Baca Juga : 12 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Perusahaan

 

12 Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Kepuasan kerja merupakan satu dari sekian aspek penting yang berpengaruh terhadap produktivitas setiap individu/karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Kepuasan kerja diperlukan karena sebagian besar waktu manusia diluangkan di lokasi tempat dia bekerja.

Oleh karena itu perlu adanya pemahaman mendasar mengenai pengertian kepuasan kerja supaya feedback yang diberikan oleh pelaku manajemen tepat sasaran.

Terdapat beberapa Pengertian Kepuasan Kerja yang diutarakan dari berbagai sumber, berikut penjelasannya :

  1. Hasibuan (2001)

Kepuasan kerja adalah suatu penyikapan secara emosional yang mengungkapkan kesenangan dan menyukai pekerjaan. Sikap ini direfleksikan dengan moral bekerja, disiplin dan prestasi kerja. Perasaan kepuasan kerja dirasakan saat di lingkungan kerja, luar lingkungan kerja, dan perpaduan antara keduanya.

  1. Hani Handoko (2001)

Definisi atau pengertian kepuasan kerja adalah kondisi emosional yang menyenangkan ataupun tidak saat karyawan melihat akan pekerjaan yang dilakukan. Kepuasan kerja merefleksikan perasaan setiap individu akan pekerjaannya.

  1. Blum (1956)

Arti kepuasan kerja adalah sikap umum yang termasuk akibat dari berbagai sikap khusus terhadap beberapa faktor pekerjaan, karakter individu dan keterkaitan dengan kelompok di luar lingkungan pekerjaan.

  1. Robbins dan Judge (2008)

Pengertian kepuasan kerja adalah perasaan positif terhadap suatu pekerjaan yang berasal dari hasil evaluasi pada karakteristiknya.

  1. Susilo Martoyo (1992)

Martoyo mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah aspek psikologi yang merefleksikan apa yang dirasakan manusia pada pekerjaan yang dilakoninya. Seseorang cenderung merasakan kepuasan kerja ketika timbul kesesuaian diantara keahlian, ketrampilan, dan keinginan pekerjaan yang dia jalani.

  1. Davis (1995)

Menurut Davis kepuasan kerja merupakan kepuasan dari para karyawan akan pekerjaanya terkait yang diinginkan karyawan terhadap pekerjaannya.

  1. Setiawan dan Ghozali (2006)

Pengertian kepuasan kerja adalah kondisi menyenangkan yang bersumber dari pandangan seseorang mengenai pekerjaan yang dijalankannya maupun terkait pengalaman selama dia bekerja.

  1. Tiffin (1958)

Dalam penjelasannya Tiffin mengemukakan bahwa kepuasan kerja sangat berkaitan dengan segala tingkah laku karyawan pada pekerjaan yang dijalankannya, kondisi kerja, hubungan kerjasama antara pimpinan dan karyawan.

  1. Greenberg dan Baron (2003)

Baron dan Greenberg menyatakan bahwa pengertian kepuasan kerja adalah suatu sikap baik positiv ataupun negatif yang dicerminkan karyawan terhadap pekerjaan yang mereka jalani.

  1. Luthans (2006)

Pandangan Luthans mengenai kepuasan kerja yaitu hasil pandangan karyawan terkait bagaimana pekerjaan yang mereka lakukan dalam memberi nilai penting.

  1. Gibson (2000)

Deskripsi kepuasan kerja adalah suatu sikap yang dicerminkan para pekerja terhadap pekerjaan yang dijalaninya. Sikap tersebut muncul dari pandangan mereka mengenai pekerjaan.

  1. Kreitner dan Kinicki (2005)

Kinicki dan Kreitner menjabarkan bahwa kepuasan kerja sebagai efektivitas maupun reaksi emosional akan beragam faktor dari pekerjaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja 1

Setelah memahami mengenai pengertian kepuasan kerja maka selanjutnya hal yang penting diketahui adalah tentang faktor yang mempengaruhi kepusan kerja.

Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pada pekerjaannya/perusahaan tempat dia bekerja. Setiap faktor memiliki peranan masing-masing dalam memberikan kepuasan kerja tergantung pada karakteristik setiap karyawan (Sutrisno, 2009).

Berbagai sumber membahas mengenai faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Meski berbeda-beda  dalam penyampaian namun memiliki arti dan makna yang hampir sama. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut berbagai sumber :

Secara Garis Besar

Apabila dilihat secara garis besar terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Faktor-faktor inilah yang dapat memunculkan dan melatarbelakangi sikap kepuasan kerja yang dimiliki karyawan. Faktor tersebut adalah :

  1. Faktor psikologik ialah faktor yang berkaitan dengan kejiawaan karyawan akan kepuasan kerja yang meliputi ketenangan kerja, minat, sikap kerja, talent dan keahlian.
  2. Dalam memperoleh kepuasan kerja faktor ini merupakan faktor yang berkaitan dengan interaksi sosial antar karyawan maupun atasan dan bawahan. Semakin komunikasi terjalin dengan baik maka semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan.
  3. Faktor fisik adalah faktor yang berkaitan dengan keadaan fisik pada lingkungan tempat bekerja serta keadaan fisik karyawan. Faktor fisik dalam pengaruhnya terhadap kepuasan kerja seperti jenis pekerjaan, waktu kerja dan istirahat, sarana dan prasarana, kondisi ruang kerja, kesehatan, usia dan sebagainya.
  4. Segala faktor yang berkaitan dengan jaminan akan kesejahteraan karyawan yang meliputi sistem dan jumlah gaji, tunjangan, asuransi, fasilitas, dan segala bentuk promosi.

 

Baca Juga : Pengertian Kompensasi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Pengaruhnya

 

Menurut Blum dalam As’ad

Blum menyatakan terdapat tiga faktor yang memberikan kepuasan kerja pada karyawan, diantaranya :

  1. Individual. Faktor individu merupakan faktor yang berasal dari dalam diri karyawan itu sendiri dalam pandangannya terhadap kepuasan kerja seperti usia, kondisi kesehatan, pemikiran, dan keinginan.
  2. Sosial. Faktor sosial diantaranya interaksi antar karyawan dan pimpinan-bawahan, komunikasi yang baik, hubungan kekeluargaan, presepsi umum, kesempatan untuk memberikan feedback, aktivitas serikat pekerja, kebebasan bertindak, dan komunikasi antar masyarakat.
  3. Faktor Utama dalam Pekerjaan. Faktor utama dalam memberikan pengaruh pada kepuasan kerja karyawan yaitu terkait dengan penggajian, pengawasan, ketenangan kerja, keadaan lingkungan pekerjaan dan kesempatan berkembang.

 

Mangkunegara (2009)

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Mangkunegara. Faktor pertama berasal dari diri karyawan, yang kedua adalah faktor pekerjaan.

  1. Faktor Karyawan. Faktor karyawan yang mempengaruhi kepuasan kerja seperti tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, kesehatan fisik, tingkat pendidikan, lama bekerja, karakteristik, pengalaman, cara pandang, cara berpikir, dan sikap akan suatu pekerjaan.
  2. Pekerjaan. Faktor yang terkait dengan pekerjaan yaitu jenis pekerjaan, hirarki organisasi, posisi, pangkat, adanya penjaminan kesejahteraan, penjaminan mutu, kesempatan kenaikan pangkat, interaksi dan hubungan sosial dalam pekerjaan.

 kepuasan kerja karyawan

 

Smith, Et al.

Ada 6 faktor yang menentukan kepuasan kerja para karyawan. Berikut penjelasannya :

  1. Jenis Pekerjaan yang Dilakukan

Sudah menjadi hal umum bahwa seseorang akan mencintai pekerjaan ketika mereka memiliki kesempatan dalam mengeksplore keahlian dan ketrampilan mereka. Para karyawan diberi kesempatan untuk belajar dan memperoleh suatu tanggung jawab sehingga menjadikan pekerjaannya sebagai tugas yang menantang dan menarik.

Kesesuaian antara pekerjaan yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki akan memberikan kepuasan kerja dan mendorong karyawan untuk lebih meningkatkan produktivitas.

  1. Upah

Upah ataupun gaji menjadi faktor utama dalam menarik perhatian karyawan maupun calon karyawan terlebih dalam menciptakan kepuasan kerja. Upah merupakan nominal uang yang diperoleh karyawan dari perusahaan yang dianggap sebagai sesuatu hal yang adil.

Karyawan akan selalu menuntut akan sistem pemberian gaji yang adil dan transparan sesuai keinginan mereka. Penggajian yang adil disesuaikan dengan beban kerja, level keahlian, dan pengalaman kerja. Selain itu latar belakang pendidikan akan berpengaruh terhadap jumlah/besaran gaji yang diterima dibandingkan dengan karyawan lain dengan posisi yang sama di perusahaan lainnya.

Apabila gaji yang diperoleh dirasa lebih kecil dibandingkan gaji yang diberlakukan di perusaan lain yang serupa maka hal ini akan mempengaruhi kepuasan kerja dimana karyawan merasa tidak puas akan perolehan gaji yang diterima.

Oleh karena itu dalam rangka menjaga kepuasan kerja karyawan maka perhitungan dan penetapan jumlah gaji harus dianalisis dengan matang. Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak memperoleh keuntungan baik perusahaan (secara finansial) dan karyawan (kepuasan kerja).

Melalui pemberian gaji yang adil dan kompetitif maka dengan sendirinya akan meningkatkan kepuasan kerja pada internal karyawan dan diharapkan akan memberikan efek positif terhadap performa kerja karyawan.

  1. Kesempatan Memperoleh Promosi Kenaikan Jabatan

Promosi kenaikan pangkat merupakan faktor yang diincar oleh sebagian besar karyawan. Melalui langkah ini perusahaan akan memperoleh keseimbangan dari moral kerja karyawan. Hal ini dikarenakan promosi pada jabatan yang lebih tinggi akan berbanding lurus dengan tanggung jawab akan pekerjaan yang diemban.

Adanya promosi juga dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan karena hal ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan dirinya. Selain itu promosi juga dapat meningkatkan tanggung jawab dan status sosial karyawan. Pemberian promosi jabatan harus dilakukan secara adil sehingga memberikan kepuasan kerja terhadap setiap karyawan.

  1. Pengawasan/Supervisi

Salah satu fungsi kepemimpinan adalah melaksanakan tugas mengontrol manajemen perusahaan. Langkah pada tugas ini adalah berkomunikasi dengan karyawan mengenai segala tujuan perusahaan yang harus dicapai bersama. Adanya kepemimpinan dalam perusahaan atau organisasi secara umum akan membimbing karyawan untuk saling bekerjasama dan berintegrasi dalam rangkap pencapaian tujuan. Oleh karena itu kegiatan kerja karyawan akan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diberlakukan pada tempat mereka bekerja.

Adanya pengarahan, motivasi dan perhatian dari pimpinan kepada karyawan akan menciptakan kepuasan kerja dan mendorong karyawan untuk melakukan kerja dengan  lebih baik.

  1. Patner Kerja

Rekan kerja atau patner kerja dalam sebuah kerja sama tim akan saling mendukung dan membantu. Kepuasan kerja yang diperoleh dari patner kerja biasanya berasal dari interaksi/komunikasi yang baik dengan rekan kerja khususnya pada saat melakukan pekerjaan tim.

Semakin baik hubungan dengan patner kerja akan berpengaruh siginifikan pada kepuasan kerja khususnya pada presepsi karyawan terhadap suasan kerja.

Kelompok atau tim kerja yang kompak akan membuat setiap anggota tim merasa puas berada di lingkungan tersebut. Komunikasi kekeluargaan namun tetap profesional akan mengurangi ketegangan dalam melaksanakan pekerjaan.

  1. Keadaan Tempat Kerja

Kondisi tempat kerja yang rapih, bersih, tertib, teratur, dan membahagiakan akan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Apabila keadaan kerja sebaliknya seperti terdapat banyak kotoran dan polusi maka secara automatis akan menganggung dalam pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu menjaga lingkungan kerja secara fisik juga dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

 

artikel terkait artikel terkait
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Komunikasi Dalam Organisasi Beserta Fungsi dan Hambatan
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli Penjelasan Kepemimpinan Dalam Organisasi

 

Sutrisno (2009)

Terdapat 10 faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Sutrisno. Diantaranya :

  1. Peluang untuk Berkembang. Hal yang berkaitan dengan kesempatan dalam mendapatkan pengalaman kerja dan pengembangan ketrampilan kerja.
  2. Keamanan Kerja. Kondisi lingkungan kerja yang aman akan mempengaurhi kepuasan kerja karyawan khususnya dari rasa aman yang diperoleh selama mereka bekerja.
  3. Upah atau Gaji merupakan faktor yang banyak mempengaruhi kepuasan kerja karyawan jika dibandingkan dengan beban kerja yang diperoleh.
  4. Manajemen Perusahaan. Manajemen yang baik dalam perusahaan akan berusaha menjamin kestabilan dalam suasana kerja.
  5. Pengawasan. Pengawasan dari pimpinan akan berpengaruh pada kepuasan kerja. Pengawasan yang baik akan menimbulkan loyalitas pekerja. Begitu pula sebaliknya, pengawasan yang buruk akan memberikan dampak negatif pada kepuasan kerja dan menyebabkan turnover.
  6. Faktor Intrinsik pada Pekerjaan. Faktor ini meliputi syarat kemampuan tertentu dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sulit dan mudahnya, serta kebanggaan yang diperoleh saat melaksanakan tugas. Faktor tersebut secara langsung dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.
  7. Keadaan Kerja. Keadaan ataupun kondisi kerja seperti lokasi kerja, kebersihan, lubang udara, alat pendingin, saluran pembuangan, tempat makan, dan area parkir. Keadaan kerja yang nyaman akan berpengaruh terhadap rasa senang dan nyaman pula pada karyawan dan hal ini akan berdampak positif terhadap kepuasan kerja yang dirsakan.
  8. Aspek Sosial. Kondisi sosial dalam melaksanakan pekerjaan akan menimbulkan rasa nyaman dalam pelaksanaan pekerjaan. Presepsi-presepsi/pandangan yang timbul kadang berdampak positif ataupun negatif terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan.
  9. Komunikasi. Sama halnya dengan aspek sosial namun komunikasi lebih menekankan pada interaksi yang terjalin antar karyawan maupun antara atasan dan bawahan. Kerjasama tim, atasan yang mau menyerap aspirasi bawahan, pemberian apresiasi/pujian, dan komunikasi baik lainnya akan memberikan kepuasan kerja yang baik.
  10. Fasilitas. Adanya pemberian fasilitas lebih selain gaji seperti penggunaan kendaraan dinas, akses ke rumah sakit, cuti, jaminan pensiun ataupun penyediaan tempat tinggal pada jabatan tertentu akan menimbulkan kebanggan dan kepuasan kerja yang tinggi.

 

Baca Juga : 10+ Contoh Surat Lamaran Kerja Terlengkap

 

DAFTAR PUSTAKA

Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Ros Dakarya.

Handoko, Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Jogja.

As’ad, Muhammad. 1999. Psikologi Industri edisi keempat. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta

Luthans, Fred. 2006. Prilaku Organisasi edisi 10. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.

Robins, Stepent P. dan Timoty A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Jakarta:Salemba Empat.

Setiawan, Ivan Aris dan imam Ghozali. 2006. Akuntansi Keperilakuan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasibuan, Melayu SP, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi : Bumi Aksara

 Susilo Martoyo, 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : BPFE.

Keith, Davis, Jhon W. Newstrom, 1995. Perilaku Dalam Organisasi, Edisi Ketujuh, Erlangga, Jakarta.

One Reply to “Pengertian Kepuasan Kerja dan Faktor Yang Mempengaruhi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *