Pengertian CV : Ciri, Jenis, Tujuan, Dasar Hukum, Contoh, Dll

7 min read

Pengertian CV

Tentu Anda pernah mendengar atau mengenal istilah CV perusahaan. Barangkali Anda mendengarnya ketika Anda hendak melamar pekerjaan di kantoran. Namun, ketika mendengar istilah CV tentu Anda juga pernah mendengar istilah PT, bukan? Jangan sampai tertukar antara CV dan PT. Untuk itu Anda harus memahami pengertian CV terlebih dahulu.

Berikut pembahasan Jurnal Manajemen mengenai CV dari mulai pengertian, unsur-unsur, karakteristik, sifat, jenis, tujuan, dasar hukum dan juga contoh-contohnya :

 

Baca Juga : Perbedaan CV dan PT (Bentuk, Ciri, Dasar Hukum, Jenis, Pajak)

 

Pengertian CV

Apa sebenarnya yang dimaksud denan CV? Mengapa CV dan PT berbeda? Barangkali Anda sering bertanya-tanya tentang hal tersebut. Seyogyanya, CV dan PT memang berbeda. Secara garis besar saja perbedaan antara CV dan PT sudah cukup kentara. PT merupakan persekutuan berbadan hukum sedangkan CV tidak.

Secara lebih detail, Pengertian CV dapat dimaknai sebagai suatu persekutuan komanditer baik itu persekutuan aktif maupun persekutuan aktif yang mana memiliki tanggung jawab tidak terbatas maupun terbatas. CV atau Commanditaire Vennootschap yang merupakan suatu badan usaha persekutuan yang mana belum memiliki badan hukum.

Adapun pendirian persekutuan komanditer tersebut harus menggunakan akta serta harus didaftarkan secara resmi. Pada pendirian persekutuan komanditertersebut pula, anggota CV terdiri atas dua jenis yakni sekutu aktif dan sekutu pasif.

1. Sekutu aktif

Sekutu aktif atau komplementer merupakan bagian dari persekutuan komanditer yang menjalankan perusahaan tersebut serta mempunyai hak guna melakukan perjanjian dengan pihak ketiga.

2. Sekutu pasif

Sekutu pasif atau komanditer adalah bagian dari persekutuan komanditer yang hanya bisa menyerahkan modal dalam persekutuan komanditer tersebut serta tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam kepengurusan ataupun kegiatan perusahaan.

Unsur-Unsur CV

Selain memahami terkait pengertian CV, Persekutuan komanditer (CV) mempunyai beberapa unsur yang dapat Anda ketahui di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media perkumpulan

  • Sebagai media perkumpulan, persekutuan komanditer (CV) dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
  • Dalam peran sebagau media perkumpulan, persekutuan komanditer (CV) dapat digunakan untuk kehendak bersama.
  • Persekutuan komanditer (CV) dalam perannya sebagai media perkumpulan juga memiliki unsur berupa tujuan bersama.
  • Persekutuan komanditer (CV) dalam perannya sebagai media perkumpulan juga terdiri atas anggota yang saling bekerjasama.

2. Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media persekutuan perdata

  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media persekutuan perdata adalah dapat dijadikan sebagai perjanjian timbal balik.
  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media persekutuan perdata adalah bisa dijadikan sebagai inbreng.
  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media persekutuan perdata adala bisa dijadikan sebagai pembagi keuntungan usaha.

3. Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media firma

  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media firma digunakan untuk menjalankan perusahaan.
  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media firma digunakan dengan nama bersama atau firma itu sendiri.
  • Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu media firma digunakan sebagai bentuk tanggung jawab sekutu (kerja) yang mana sifatnya pribadi bagi keseluruhan.

4. Unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu kekhususan persekutuan komanditer

Pada unsur persekutuan komanditer (CV) sebagai suatu kekhususan persekutuan komanditer memiliki bentuk khusus yakni sekutu komanditer itu sendiri.


Ciri Ciri CV

Untuk memperjelas pemahaman Anda tentang persekutuan komanditer atau CV, maka ada baiknya Anda mengetahui ciri-ciri dari CV terlebih dahulu. Adapun ciri-ciri dari persekutuan komanditer tersebut ialah sebagai berikut.

1. CV memiliki dua jenis keanggotaan

Ciri-ciri pertama dari persekutuan komanditer atau CV ialah mempunyai dua jenis keanggotaan yaitu keanggotaan aktif dan keanggotaan pasif.

a. Keanggotaan aktif

Keanggotaan aktif atau yang lebih dikenal dengan sekutu komplementer (pengurus) adalah sekutu dalam CV yang menjalankan perusahaan serta memiliki hak untuk melakukan perjanjian dengan pihak selanjutnya (pihak ketiga). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa segala kebijakan dalam persekutuan komanditer tersebut dijalankan oleh sekutu komplementer tersebut.

Keanggotaan atau sekutu aktif yang ada dalam CV tersebut bertanggungjawab atas segala hutang piutang maupun harta pribadinya. Adapun skema tanggung jawab tersebut dimuat dalam Undang-Undang Hukum Dagang pada pasal 18.

b. Keanggotaan pasif

Keanggotaan pasif atau yang lebih familiar dengan sekutu komanditer (tidak kerja) adalah sekutu yang mana hanya akan menyertakan modal saja dalam persekutuan komanditer yang sedang berlangsung tersebut. Dengan demikian, apabila suatu ketika perusahaan tersebut colaps atau bangkrut dan mengalami kerugian maka keanggotaan pasif tersebut hanya bertanggung jawab sebatas modalnya saja.

Di samping urusan kerugian, dalam persoalan keuntungan pun keanggotaan pasif hanya memperoleh keuntungan sesuai dengan modal saja. Jadi, status sekutu komanditer bisa disamakan dengan penanam modal saja serta hanya menunggu perusahaan tersebut mengalami keuntungan saja. Hal tersebut pun sudah dimuat dalam Undang-Undang Hukum Dagang pada pasal 21.

2. Persekutuan komanditer merupakan badan usaha

Karakteristik atau ciri-ciri dari persekutuan komanditer (CV) berikutnya ialah merupakan sebuah badan usaha. Akan tetapi, persekutuan komanditer bukan merupakan badan hukum layaknya perseroan terbatas.

3. Persekutuan komanditer memiliki akta

Ciri berikutnya dari persekutuan komanditer ialah memiliki akta pendirian. Adapun perubahan terhadap akta itu sendiri tidak perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Perdagangan sekalipun.

4. Persekutuan komanditer dimiliki oleh warga Indonesia

Persekutuan komanditer memiliki keanggotaan 100% dari warga negara pribumi atau warga lokal Indonesia itu sendiri.

5. Persekutuan komanditer tidak memiliki modal dasar

Ciri selanjutnya dari persekutuan komanditer atau CV ialah tidak mempunyai modal dasar. Adapun modal yang ada merupakan modal yang ditempatkan serta modal yang disetorkan sesuai dengan yang tertulis di akta pendirian maupun pengubahan CV.

6. Persekutuan komanditer umum digunakan untuk usaha kecil

Ciri selanjutnya dari persekutuan komanditer atau CV adalah umum digunakan oleh pelaku usaha kecil menengah yang ingin melakukan usaha.

7. Persekutuan komanditer mempunyai cakupan terbatas

Karakteristik berikutnya dari persekutuan komanditer atau CV adalah memiliki cakupan bidan usaha yang cukup terbatas. Hal tersebut tidak lain karena bidang usaha tertentu hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk perseroan terbatas.


Sifat-Sifat CV

Di samping memahami pengertian CV dan berbagai cirinya, Anda tentu harus memahami sifat-sifat yang dimiliki oleh CV itu sendiri. Adapun persekutuan komanditer memiliki beberapa sifat yang dapat Anda ketahui di antaranya ialah sebaai berikut.

  1. Sulit dalam hal penarikan modal atau suntikan dana yan telah disetorkan pada badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV) tersebut.
  2. Adanya modal yang cukup besar dikarenakan didirkan oleh begitu banyak pihak.
  3. Mudah dalam hal memperoleh sebuah kredit pinjaman dari bank.
  4. Anggota aktif yang tergabung dalam badan usaha persekutuan komanditer (CV) memiliki tanggung jawab tidak terbatas atau penuh. Hal berbeda dialami oleh anggota pasif yang mana hanya tinggal menunggu keuntungan saja dari usaha tersebut.
  5. Persekutuan komanditer (CV) cukup mudah untuk didirkan.
  6. Kelangsungan hidup perusahaan yang tergabung dalam bentuk badan usaha persekutuan komanditer (CV) tidak menentu.

Jenis Jenis CV

Persekutuan komanditer yang sering disebut sebagai CV terdiri atas beberapa macam. Adapun jenis-jenis persekutuan komanditer tersebut yang dapat Anda ketahui di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Persekutuan komanditer atau CV murni

Jenis persekutuan komanditer atau CV yang pertama ialah persekutuan komanditer murni. Persekutuan komanditer murni adalah persekutuan komanditer yang mana hanya terdapat satu sekutu komplementer sedangkan yang lainnya merupakan sekutu komanditer.

2. Persekutuan komanditer atau CV campuran

Jenis persekutuan komanditer atau CV selanjutnya adalah persekutuan komanditer campuran. Persekutuan komanditer campuran ialah persekutuan komanditer yang berasal dari bentuk firma dan membutuhkan tambahan modal. Adapun sekutu firma adalah sekutu komplementer sedangkan sekutu lainnya merupakan sekutu komanditer.

3. Persekutuan komanditer atau CV bersaham

Jenis persekutuan komanditer atau CV berikutnya ialah persekutuan komanditer bersaham. Persekutuan komanditer bersaham merupakan persekutuan komanditer yang mengeluarkan saham dan saham tersebut tidak dapat diperjualbelikan. Selain itu, baik itu sekutu komplementer maupun sekutu komanditer dapat mengambil satu saham atau lebih.


Tujuan CV

Selain memahami pengertian CV, penting bagi Anda untuk mengetahui tujuan didirkannya Cv itu sendiri. Hal ini karena persekutuan komanditer tersebut tidak semata-mata berdiri tanpa tujuan. Berdirinya suatu persekutuan komanditer memiliki tujuan yang dapat Anda ketahui di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Pendirian persekutuan komanditer (CV) untuk dapat melakukan usaha

Tujuan pertama dari pendirian suatu persekutuan komanditer (CV) ialah agar dapat melakukan bentuk usaha. Persekutuan komanditer atau CV didirikan semata-mata agar anggota persekutuan tersebut dapat mendirikan sebuah kegiatan usaha yang serupa dengan usaha perseroan lainnya atau usaha yang berbeda sekalipun.

2. Pendirian persekutuan komanditer (CV) sebagai wadah usaha resmi

Tujuan kedua dari pendirian persekutuan komanditer (CV) ialah dapat dijadikan sebagai wadah usaha resmi. Di samping dapat dijadikan sebagai wadah usaha resmi, pendirian persekutuan komanditer juga bisa dijadikan sebagai wadah legal guna memudahkan pergerakkan badan usaha itu sendiri.

 

Baca Juga : Cara Mendirikan CV Lengkap dengan Persyaratannya

 

Kelebihan dan Kekurangan CV

Berdirinya suatu persekutuan komanditer (CV) memiliki beberapa kelebihan serta kekuarangan. Adapun kelebihan dan kekurangan dari persekutuan komanditer (CV) di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Kelebihan CV

  • Persekutuan komanditer (CV) mempunyai kemampuan manajemen yang cenderung lebih besar.
  • Persekutuan komanditer (CV0 memiliki risiko yang dapat ditanggung secara bersama-sama.
  • Persekutuan komanditer (CV) biasanya menawarkan kemudahan bagi pemilih bentuk usaha tersebut karena badan usaha persekutuan komanditer itu memiliki kepercayaan yang tinggi oleh para petinggi bank yang ada di indonesia.
  • Persekutuan komanditer (CV) cenderung lebih mudah dalam pemerolehan suntikan modal. Hal tersebut karena badan usaha persekutuan komanditer tersebut begitu populer di negara Indonesia.
  • Persekutuan komanditer (CV) mudah untuk dikembangkan atau cepat mengalami perkembangan serta pengelolaan yang lebih baik. Hal tersebut tidak lain adalah karena manajemen dalam persekutuan komanditer tersebut dapat diduduki oleh orang-orang yang memang ahli dan bisa dipercaya oleh kebanyakan sekutu lainnya.

2. Kekurangan CV

  • Anggota aktif dalam persekutuan komanditer (CV) tersebut memiliki beban tanggung jawab yang tidak terbatas.
  • Kelangsungan hidup perusahaan dalam bentuk persekutuan komanditer (CV) tidka menentu.
  • Modal atau suntikan dana yang masuk ke dalam badan usaha dengan bentuk persekutuan komanditer (CV) tersebut sulit untuk dapat ditarik kembali.
  • Di dalam badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV) tersebut sangat mudah menimbulkan konflik di antara sekutu pengusaha yang tergabung.

Hukum dan Undang-Undang CV

Tahukah Anda bahwa dasar hukum pendirian CV atau persekutuan komanditer itu sendiri dimuat dalam KUHD atau Kitab Undang-Undang Hukum Dagang Indonesia, terutama pasal 19 hingga pasal 21 yakni tentang persekutuan komanditer.

Selain diatur dalam KUHD atau Kitab Undang-Undang Hukum Dagang di Indonesia, persoalan terkait tentang persekutuan komanditer itu sendiri juga diatur dalam KUHP. Adapun pasal-pasal yang memuat persoalan tentang persekutuan komanditer tersebut ialah pasal 1633 hingga pasal 1635.

Adapun isi dari KUHP yang memuat tentang persekutuan komanditer tersebut terkait tentang adanya keuntungan yang harus dibadi ketika perusahaan memperoleh laba, kerugian yang diperoleh apabila perusahaan mengalami kerugian hingga peraturan-peraturan lainnya yang dimuat secara mendetail dalam tiap ayat yang ada pada KUHP tersebut.

Contoh CV

Untuk lebih memahami apa itu persekutuan komanditer atau CV, maka ada baiknya Anda mengetahui apa saja contoh dari CV tersebut. Adapun contoh dari persekutuan komanditer atau CV di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Sekutu pimpinan atau general partner

Contoh pertama dari persekutuan komanditer atau commanditaire vennootschap adalah sekutu pimpinan, yang mana justru lebih familiar di telinga dengan istilah general partner. Adapun sekutu pimpinan tersebut merupakan anggota aktif yang mana duduk sebagai pengurus di dalam persekutuan komanditer itu sendiri.

Sekutu pimpinan atau general partner tersebut bertanggung jawab secara penuh dan tidak terbatas terhadap keseluruahan hutang-hutang perusahaan dalam wadah persekutuan komanditer tersebut.

2. Sekutu terbatas atau limited partner

Contoh selanjutnya dari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu terbatas, yang mana lebih akrab di telinga dengan istilah limited partner. Adapun yang termasuk ke dalam golongan sekutu terbatas atau limited partner tersebut di antaranya anggota yang bertanggung jawab atas keseluruhan hutang-hutang perusahaan sebesar modal yang telah disetorkan pada wadah persekutuan komanditer tersebut.

Sekutu terbatas atau limited partner ini tidak diperkenankan aktif di dalam perusahaan. Bisa dikatakan bahwa sekutu terbatas serupa dengan sekutu komanditer.

3. Sekutu diam atau silent partner

Contoh berikutnya dari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu diam, yang ternyata juga familiar dengan istilah silent partner. Silent partner tidak ikut untuk aktif dalam segala macam kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Meski demikian, silent partner tetap bisa dikatakan sebagai anggota partner CV.

4. Sekutu rahasia atau secret partner

Contoh lainnya ari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu rahasia atau secret partner. Secret partner senantiasa aktif dalam segala kegiatan perusahaan. Aka tetapi, secret partner tidak dapat diketahui oleh umum bahwa sesungguhnya secret partner tersebut merupakan anggota partner CV.

5. Sekutu dormant atau dormant partner

Contoh selanjutnya dari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu dormant atau dormant partner. Dormant partner adalah seseorang yang mana tidak aktif perannya dalam suatu perusahaan serta tidak diketahui secara umum bahwa mereka sebenarnya merupakan anggota partner CV.

6. Sekutu nominal atau nominal partner

Contoh keenam dari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu nominal atau nominal partner. Sekutu nominal ialah sekutu yang mana bukan pemilik perusahaan. Walaupun demikian, sekutu nominal selalu memberikan saran kepada orang lain dengan kata-kata maupun tindakan layaknya partner  CV.

7. Sekutu senior dan junior atau senior and junior partner

Contoh terakhir dari persekutuan komanditer atau CV ialah sekutu senior dan junior atau senior and junior partner. Keanggotaan sekutu senior dan junior tersebut biasanya didasarkan pada lamanya waktu investasi atau lamanya bekerja dalam suatu perusahaan.

 

Demikian pembahasan mengenai pengertian CV dan juga berbagai macam seluk beluknya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk terus update informasi lain di Jurnal Manajemen.