Agribisnis : Pengertian, Ruang Lingkup dan Prospeknya

4 min read

pengertian agribisnis

Topik Jurnal Manajemen tentang agribisnis saat ini telah berkembang sedemikian rupa dan menarik perhatian banyak orang dari berbagai kalangan. Hai ini dapat dimengerti karena kondisi perekonomian Indonesia sudah mulai bergeser dari yang semula didominasi oleh peranan sektor  primer, khususnya hasil-hasil pertanian ke sektor sekunder (industri).

Disamping itu, juga adanya kemauan politik (political will) dari pemerintah yang mengarahkan perekonomian nasional Indonesia berimbang antara sektor pertanian dengan sektor industri. Sehingga perkembangan sektor pertanian dan industri saling mendukung.

Pengertian Agribisnis

Populernya Agribisnis / Agrobisnis belum diikuti dengan pemahaman yang benar tentang pengertian agribisnis itu sendiri. Pada hakikatnya ada beberapa pengertian agribisnis yang telah berkembang secara umum.

  1. Pengertian pertama mendefinisikan agribisnis dalam arti yang sempit dan tradisional, yaitu hanya menyinggung sektor masukan dari para produsen dan pembuat bahan masukan untuk produksi pertanian. Beberapa badan usaha yang tercakup di sini antara lain penyalur bahan kimia, pupuk buatan dan mesin pertanian, pembuat benih dan makanan ternak, serta kredit pertanian dan lembaga keuangan lain yang melayani sektor produksi.
  2. Sering pula ditemukan bahwa agribisnis diartikan sebagai perdagangan atau pemasaran hasil pertanian.
  3. Pengertian agribisnis yang secara umum dianggap tepat sudah semakin luas, di mana agribisnis mencakup semua kegiatan mulai dari pengadaan sarana produksi pertanian sampai dengan tata niaga / pemasaran produk pertanian atau hasil olahannya.

Jadi apa itu agribisnis ?

Secara etimologi, agribisnis berasal dari kata agri yang mempunyai arti pertanian dan bisnis yang artinya kegiatan atau usaha yang berorientasi profit. Dan secara sederhana arti agribisnis (agribusiness) didefinisikan sebagai usaha atau kegiatan bidang pertanian dan terkait dengan pertanian yang berorientasi profit.

Pendapat lain mengatakan bahwa pengertian agribisnis adalah sistem pertanian yang saling terkait mulai dari sistem hulu sampai dengan hilir, yang memanfaatkan sumber daya yang ada dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Industri hulu adalah sektor yang memproduksi alat-alat dan mesin pertanian serta industri sarana produksi yang digunakan dalam proses budidaya pertanian. Sedangkan industri hilir adalah industri yang mengolah hasil pertanian sehingga mempunyai nilai tambah, baik menjadi bahan baku atau barang yang siap dikonsumsi, berupa industri pascapanen dan pengolahan hasil pertanian.

Kegiatan agribisnis tersebut merupakan kegiatan pertanian yang komplek sebagai akibat dari pertanian yang semakin modern, yang meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Fokus kegiatan agribisnis dapat mencakup hanya pada satu segmen dari semua industri atau mencakup keseluruhan kegiatan secara terintegrasi.

Pelaku agribisnis bisa berupa pelaku kecil, seperti petani, perkebunan rakyat, nelayan, pedagang, peternak, dan lain sebagainya. Atau berupa perusahaan skala besar seperti pabrik pengolahan makanan, perkebunan besar, pabrik pupuk, pabrik pestisida, pabrik minyak goreng, perusahaan perikanan, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Agribisnis

Ciri-ciri agribisnis adalah merupakan suatu industri yang komplek dan berstruktur vertical. Setiap komponen terpisah secara independen tetapi dalam arti yang luas saling tergantung membentuk sebuah sistem komoditas. Oleh karena itu pengambilan keputusan yang baik memerlukan pengertian tentang keseluruhan struktur industri dan harus mampu memahami titik sentral dari berbagai bagian yang relevan dari berbagai bagian sistem struktural.

Jadi secara luas agribisnis dapat dipandang sebagai bisnis yang berbasis pertanian dan secara struktural terdiri atas tiga sektor yang saling berkaitan, yaitu

  • sektor masukan, yang ditangani oleh berbagai industri hulu yang memasok bahan masukan kepada sektor pertanian
  • sektor produksi (farm), yang ditangani oleh berbagai jenis usaha tani yang menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi.
  • sektor keluaran, yang ditangani oleh berbagai industri hilir yang mengubah hasil usaha tani menjadi produk konsumsi awetan/olahan dan yang menyalurkan produk ini melalui sistem pemasaran kepada konsumen.

Dengan demikian agribisnis meliputi seluruh sektor yang terlibat dalam pengadaan bahan masukan / input usaha tani, terlibat dalam proses produksi, menangani pemrosesan hasil-hasil usaha tani, penyebaran dan penjualan produk-produk tersebut kepada konsumen.

 

Baca Juga : 25+ Prospek Kerja Agribisnis dan Perkiraan Gaji yang Perlu Diketahui

 

Ruang Lingkup Agribisnis

Ruang lingkup agribisnis mencakup lima bidang, antara lain :

1.Pertanian

Meliputi pertanian dalam arti luas dan dalam arti sempit. Pertanian dalam arti luas merupakan usaha atau kegiatan memanfaatkan sumber daya hayati agar bisa menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi, sekaligus mengelola lingkungan hidupnya. Sedangkan pertanian dalam arti sempit adalah proses menghasilkan bahan makanan.

2. Perkebunan

Perkebunan merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti  karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain.

3. Peternakan

Peternakan merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak,  seperti peternakan unggas (ayam dan itik), peternakan kecil (kambing, domba, kelinci, babi dan lain-lain) dan ternak besar (kerbau,sapi dan kuda).

4. Perikanan

Perikanan adalah semua kegiatan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya hayati perairan, yang meliputi ikan, amfibi, berbagai avertebrata yang berada dalam perairan dan wilayah sekitar serta lingkungannya. Kegiatan yang termasuk dalam perikanan dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam sistem bisnis perikanan.

5. Kehutanan

Kehutanan adalah segala kegiatan pertanian yang dilakukan untuk memproduksi atau memanfaatkan hasil hutan, baik yang tumbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.

Sistem Agribisnis

Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri, yang saling terkait satu sama lain.

Agribisnis sebagai suatu sistem terdiri dari seperangkat unsur atau mata rantai yang saling berkaitan secara teratur sehingga membentuk suatu totalitas. Artinya agribisnis terdiri dari berbagai subsistem yang tergabung dalam rangkaian interaksi dan interpedensi secara reguler, serta terorganisir sebagai suatu totalitas dan saling terkait satu dengan yang lain.

Subsistem Agribisnis

Adapun subsistem agribisnis tersebut adalah sebagai berikut :

1. Subsistem Agribisnis/Agroindustri Hulu

Kegiatan dalam subsistem ini meliputi pengadaan dan penyaluran sarana produksi pertanian antara lain terdiri dari benih, bibit, makanan ternak, pupuk , obat pemberantas hama dan penyakit, lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin, dan peralatan produksi pertanian.

Pelaku-pelaku dalam subsistem ini antara lain perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi. Mengingat pentingnya subsistem ini maka perlu keterpaduan dari berbagai unsur tersebut untuk mewujudkan agribisnis yang sukses. Industri yang meyediakan sarana produksi pertanian disebut juga sebagai agroindustri hulu (upstream).

2. Subsistem Budidaya/ Usahatani atau proses Produksi

Usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil perkebunan, buah-buahan, bunga dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan ikan. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hias dan lain-lain.

Penekanan pada subsistem ini adalah budidaya atau proses produksi yang intensif namun sustainable (lestari), artinya peningkatan produktivitas semaksimal mungkin secara intensif tetapi tetap memperhatikan kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam. Selain itu produksi primer yang akan dihasilkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

3. Subsistem Agribisnis/ Agroindustri Hilir

Subsistem ini meliputi pengolahan dan tata niaga (pemasaran) produk pertanian dan olahannya, di mana terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan produk pertanian, penanganan pasca panen, pengolahan, penyimpanan dan distribusi.

Sebagian produk yang dihasilkan dari usaha tani didistribusikan langsung ke konsumen di dalam atau di luar negeri. Sebagian produk lainnya harus diolah lebih dahulu selanjutnya baru didistribusikan ke konsumen. Pengolahan produk pertanian dimaksudkan untuk memberikan value added (nilai tambah) dari produksi primer tersebut.

Pelaku kegiatan dalam subsistem ini meliputi pengumpul produk, pengolah, pedagang, penyalur ke konsumen, pengalengan dan lain-lain. Industri yang mengolah produk hasil pertanian disebut agroindustri hilir. Peranannya amat penting bila ditempatkan di pedesaan karena dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian di pedesaan, dengan cara menyerap/menciptakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

4. Subsistem Pendukung Agribisnis

Subsistem pendukung agribisnis adalah semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk mendukung dan melayani serta mengembangkan kegiatan subsistem hulu, subsistem usaha tani, dan subsistem hilir, termasuk juga infrastruktur agribisnis serta kebijakan pemerintah.

Manajemen Dalam Agribisnis

Seseorang yang hendak terjun di bidang agribisnis harus memahami konsep-konsep manajemen dalam agribisnis, yang meliputi pengertian manajemen, fungsi-fungsi manajemen, tingkatan manajemen, prinsip-prinsip manajemen, dan bidang-bidang manajemen.

Selain itu, dalam bidang agribisnis juga ada terkait dengan ilmu-ilmu lainnya, seperti ilmu pertanian dan ilmu pengambilan keputusan. Akan tetapi, mengingat adanya karakteristik agribisnis yang khas maka manajemen agribisnis harus dibedakan dengan manajemen lainnya.

Beberapa hal yang membedakan manajemen agribisnis dari manajemen lainnya adalah sebagai berikut :

1.Terdapat beraneka ragam jenis bisnis yang sangat bervariasi pada sektor agribisnis. Dari produsen dasar sampai konsumen akhir akan melibatkan berbagai macam bisnis yang pernah dikenal oleh peradaban.

2.Banyaknya jumlah pelaku agribisnis.

3.Hampir semua bidang agribisnis terkait erat dengan usaha tani, baik langsung maupun tidak langsung.

Agribisnis Sebagai Ilmu

Di Indonesia sendiri agribisnis merupakan bidang ilmu yang masih muda. Sebagai suatu konsep yang menghimpun semua aktivitas dalam sektor pertanian, pengetahuan mengenai agribisnis mulai diajarkan di berbagai perguruan tinggi yang ada kaitannya dengan masalah tersebut.

Saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan agribisnis, karena agribisnis mempunyai prospek dan potensi yang besar di Indonesia. Sehingga prospek kerja agribisnis atau peluang kerja agribisnis bagi lulusannnya juga sangat terbuka lebar.