Berbagai Pendekatan Kepemimpinan dalam Organisasi

Pendekatan Kepemimpinan – Kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas terlebih dalam aktivitas Manajemen organisasi. Masalah kepemimpinan juga merupakan ke dalam ciri ciri organisasi. Apakah di dalam organisasi secara umum, perusahaan maupun pembahasan mengenai pemerintahan suatu negara. Berbagai teori kepemimpinan telah dibahas secara Lengkap pada artikel :

Penjelasan Kepemimpinan Dalam Organisasi

Menurut penjelasan mengenai Kepemimpinan terdapat hal menarik lagi yang pelru dibahas yaitu mengenai pendekatan-pendekatan kepemimpinan. Pendekatan-pendekatan kepemimpinan sangat penting dan menarik untuk dibahas karena selain kepemimpinan merupakan kebutuhan di setiap kelompok/organisasi, dengan memahami teori mengenai pendekatan kemepimpinan kita jadi lebih mempersiapkan hal yang berkaitan terkait kepemimpinan di dalam organisasi seperti kaderisasi pimpinan/manajer. Persiapan ini dilakukan sebagai dasar untuk mencapai Tujuan Organisasi.

Pada artikel ini akan dibahas secara singkat mengenai salah satu teori yang membahas mengenai berbagai pendekatan kepemimpinan seperti Implikasi pada Pendekatan kepemimpinan, pendekatan kepemimpinan secara personal, pendekatan kepemimpinan dari perilaku dan pendekatan kepemimpinan kontingensi.

IMLIKASI DALAM PENDEKATAN KEPEMIMPINAN

Terdapat 3 implikasi utama yang melekat pada Pendekatan Kepemimpinan di suatu organisasi. Tiga implikasi tersebut adalah :

  1. Kepemimpinan pasti melibatkan orang lain seperti bawahan maupun pengikut, serta kecakapan dari seorang pemimpin akan ditentukan berdasarkan ketaatan dari bawahan ketika diarahkan oleh pimpinan.
  2. Proses kepemimpinan dapat dikatakan menjadi suatu yang tidak seimbang apabila dilihat dari sisi pimpinan dan anggota. Pemimpin memiliki wewenang secara langsung dalam mengarahkan anggota/bawahan sedangkan anggota tidak dapat secara langsung mengarahkan aktivitas pemimpin.
  3. Pemimpin dalam konteks kepemimpinan tidak hanya memberikan perintah langsung dengan wewenang yang dimiliki namun pemimpin juga harus dapat mempengaruhi bawahan supaya tergerak dalam menjalankan
Artikel TerkaitArtikel Terkait
Penjelasan Lengkap Organisasi Formal Beserta ContohnyaPengertian Koordinasi Dalam Manajemen Organisasi
Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan ContohKomunikasi Dalam Organisasi Beserta Fungsi dan Hambatan

PENDEKATAN PERSONAL MENGENAI KEPEMIMPINAN

Pendekatan personal mengenai kepemimpinan bersumber dari sebuah pernyataan yang sangat simple : siapa sih pemimpin itu ? dan apakah menjadi pemimpin itu dilahirkan atau dapat di pelajari? Apakah yang membedakan atara kepemimpinan dengan pemimpin? Dan disinilah pendekatan kepemimpinan secara personal dapat mencoba melihat pemimpin dari sisi personal atau karakteristik figur dari seseorang tersebut.

Kemudian untuk bisa memahaminnya harus lebih jauh mengenai esensi dari pendekataan ini  maka pembahasan akan di bagi menjadi dua , yang akan di bahas yaitu antara pemimpin dan bukan pemimpin serta pemimpin efektif dan pemimpin yang tidak efektif.

Pemimpin dan Bukan Pemimpin

Banyak sekali pandangan yang kita jumpai bahakan barangkali kita pernah mendengar bahwa seorang pemimpin itu cerdas dan tegas misalanya. Akan tetapi pada kenyataannya kita bertanya tanya orang cerdan dan tegas itu yang seperti apa ?apakah seseorang yang harus memiliki title yang tinggi yang banyak mengantongi gelar di namannya ? pandangan bahwa pemimpin harus cerdas dan tegas itu pada kenyataannya menimbulkan sebuah pro dan kontra,terlebihnya dari kenyataannya bahawa seseorang yang tidak memiliki kriteria tersebut lebih di segani masyarakat dan bisa di percaya oleh masyarakat hal ini lah yang menjadikan sebagai pemimpin oleh masyarakatnnya.

Pemimpin Efektif dan Pemimpin Tidak Efektif

Pendekataan inilah yang mencoba dan memulainya dari sudut pandang fisiknya apakah seseorang itu pantas utuk jadi pemimpin atau kah dari segi penampilannya yang kurang menyakinkan bahwa ia ada lah seseorang pemimpin selain dari fisiknya juga bisa lihat dari bagaimana kemampuan dia untuk mencapai sebuah tujuan yang organisasi telah di buat nya. Mereka yang mampu memboncengi anggota anggotanya untuk sama sama mencapai kesuksesan tujuannya bisa di sebut sebagai pemimpin yang efektif. Kemudian bagaimana pemimpin yang tidak efektif ? dari sumber yang telah di baca bawasannya pemimpin yang tidak efektif itu kebalikannya pemimpin efektif, berdasrkan kasus kasus yang di temukan apakah pria lebih efektif dari wanita ?dan apakah suku tertentu lebih efektif dari suku lainnya ? pada dasarnya jika menerima pemimpin bahwa pemimpin lebih cenderung dilihat dari kemampuannya dalam pencapaian tujuannya, maka pemimpin efektif sangat mungkin untuk muncul dari pria maupun wanita , suku bangsa, ras mana pun dari kalangannya yang bisa memiliki kemampuan untuk memimpin. Sehingga semakin jelas untuk kita mendefinisikan setiap individu memiliki keragaman yang masing masing berbeda sebagai mana telah di jelaskan di bab bab sebelumnya yang mungkin anda sudah paham. Maka keragamannya tersebut termasuk mengenai kapasitasnya masing masing untuk memimpin suatu daerah atau seuatu kelompok.

  

PENDEKATAN PERILAKU MENGENAI KEPEMIMPINAN

Ketika kita menyadari bahwa dari sisi personal atau karakteristik individu, perbedaan pemimpin dan bukan pemimpin agak sulit untuk di bedakan, maka pendekatan lainnya yang dapat di lakukan yaitu pendekan prilaku mengenai kepemimpinan. Pada dasrnya pendekataan ini mencoba lebih memfokuskan diri dari apa yang sebelumnya telah dilakukan terhadap perilaku dan tindakan apa yang telah di laksanakan oleh pimpinan.atau pemimpin yang efektif. Pendekatan perilaku mencoba lari dari pernyataan yang siapakah yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin ? dan sejenisnnya yang sebagaimana di kemukakan dalam pendekatan personal mengenai kepemimpinan.

Pendekatan kepemimpinan dari sisi perilaku lebih mengkhususkan kepada beberapa tindakan yang dilakukan oleh atasannya. Yang sebagaimana mereka melakukan delegasidan bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang orangserta bagaimana mereka memberi motivasi kepada bawahannya. Perilaku tidak seperti personal dapat di pelajari sehingga mereka yang mendapat pendidikan atau training yang memlilik kelayakan mengenai kepemimpinan akan dapat menjadi pemimpin yang efektif. Para teoritis yang melakukan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan pada dasarnya memfokuskan pada dua aspek dari perilaku kepemimpinan yaitu fungsi fungsi kepemimpinan dan gaya kepemimpinan.

Fungsi fungsi kepemimpinan

aspek aspek ini terkait dengan fungsi fungsi yang akan mendukung tercapainya tim yang efektif. Sehingga manajemen dapat dilakukan secara efektif dalam mencapai tujaun nya adapun fungsi fungsi yang terkait dengan hubungan sosial atau pemelihara kelompok memfokuskan fungsi kepemimpinan dalam upaya untuk senantiasa memelihara kesatuan dan antara sesama pekerja, pengertian dengan sesama mereka. Demikian pemimpin yang efektif adalah kriteria pemimpin untuk mampu berkomunikasi dengan baik dengan tim kerja mengajak mereka untuk senantiasa memelihara kebersamaan dan saling pengertian sehingga tim kerja yang ada senntiasa di pelihara dengan baik.

Gaya pemimpinan

Sebagai tanggungannya dari adanya  dua fungsi kepemimpinan tersebut di atas, maka terdapat dua gaya kepemimpinan yang dapat di identifikasi. Kedua gaya kepemimpinannya tersebut adalah kepemimpinan yang dapat ber orientasi pada pekerjaannya dan kepemimpinan orientasi kepada pegawainnya atau orang orang. Konsep dasarnya sama akan tetapi keana sananya akan berbeda, griffin menamakannya kedua gaya kepemimpinan ini dengan nama istilah job-centered leader behavior dan centered leader behavior. Gaya yang kepemimpinan yang ber operasi cenderung memberikan fokus pada pekerjaaan yang bertahap yang harus dilaksanakan sedangakan gaya pemimpinan yang ber orientasi ada orang orang cenderung memberikan perhatian pada pemeliharaan dan tim memastikan bahwa seluruh orang orang mendapat kepuasan dalam pekerjaannya.

PENDEKATAN KONTINGENSI MENGENAI KEPEMIMPINAN

Apa yang bisa di simpulkan mengenai pendekatan pendekatan dari yang sebelumnya dapat di selesaikan di pendekatan kontingensi mengenai kepemimpinan yang memiliki faktor faktor tertentu juga, faktor faktor itu meliputi faktor latar belakang personal, pendidikan personal, pengalaman hingga lingkungan yang dihadapinnya, kenyataannya ini membawa kepada kesimpulannya bahwa pada dasarnya gaya kepemimpinan bersifat situasinal.sebagai contoh misalnya ketika kegiatan percobaan perusahaan bejalan normal maka pemimpin barangkali perlu mengembangkan gaya keemimpinan yang bersifat demokratis yang menyimbangkan antara orientasi kepada pekerjanya. Manajer perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan dan masukan bawahannya kemudian memahami ke inginan keinginan mereka, akan tetapi ketika organisasi sedang mengalami ke adaan darurat yang harus perlu mempertimbangkannya. Dirinya harus dengan cepat mengambil sebuah keputusan dan tidak melakukan tukar pikiran dengan bawahaannya. Manajer pada situasi itu melakukan berbagai yang dapat agar kondisi menjadi lebih baik lagi.

Para peneliti kemudian mengidentifikasi situasi situasi yang mendorong suatu gaya kepemimpinan tertentu di lakukan. Pendekatan kepemimpinan yang mempertimbangkan situasi yang yang di hadapi inilah yang dinamakan sebagai pendekatan kontingensi memandang bahwa gaya manajemen atau gaya kepemimpinan yang akan memberikan kontribusi positif bagi organisasi  sangat beragam dan sangat di tentukan keragaman situasi yang terdapat di sekitarnya.

 

TEORI LAIN MENGENAI PENDEKATAN KEPEMIMPINAN

Pendekatan kepemimpinan sejatinya dibahas tidak hanya di satu sumber. Terdapat pembahasan di berbagai sumbe yang mengupas mengenai pendekatan kepemimpinan. Pada dasarnya kepemimpinan adalah konsep yang sangat kompleks apabila di kaji dari berbagai sisi/pendekatan. Setiap pendekatan mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing. Sebagai contoh pendekatan kepemimpinan yang diutarakan oleh Peter G. Northouse. Peter mengemukakan ada 11 pendekatan kepemimpinan, diantaranya :

  1. Pendekatan Sifat
  2. Pendekatan Keahlian
  3. Pendekatan Gaya
  4. Pendekatan Situasional
  5. Pendekatan Kontingensi
  6. Teori Path Goal
  7. Pendekatan Transformasional
  8. Pendekatan Otentik
  9. Pendekatan Tim
  10. Pendekatan Psikodinamik

Selain teori pendekatan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Peter terdapat teori pendekatan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Yulk. Yulk membagi pendekatan kepemimpinan menjadi 4 pendekatan, diantaranya :

  1. Pendekatan Ciri
  2. Pendekatan Perilaku
  3. Pendekatan Kekuasaan-Pengaruh
  4. Pendekatan Situasional

 

Baca Juga : Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

 

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan mengenai pendekatan-pendekatan kepemimpinan diatas dapat diketahui bahwa berbagai pendekatan kepemimpinan memiliki berbagai sudut pandang masing-masing. Setiap pendekatan kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan mengetahui berbagai pendekatan kepemimpinan kita akan lebih memahami dan dapat mempersiapkan proses kepemimpinan yang lebih baik untuk memperoleh pemimpinan yan terbaik.

Demikian penjelasan singkat mengenai berbagai pendekatan kepemimpinan. Semoga melalui artikel ini dapat menambah wawasan dan dapat diaplikasikan dalam manajemen organisasi.

Jangan lupa Bagikan artikel ini agar menambah kebermanfaatan^^

Sumber:

buku pengantar manajemen ,karya tulis erni tisnawati sule, kurniawan saefullah

Incoming search terms:

  • pendekatan kepemimpinan
  • Pendekatan dalam kepemimpinan organisasi
  • hambatan pendekatan kontijensi
  • hambatanpenndekatan kontijensi
  • pendekatan kepemimpinan dan contohnya
  • pendekatan meluhat pemimpib efektif
  • pendekatan pendekatan dalam kepemimpinan

3 thoughts on “Berbagai Pendekatan Kepemimpinan dalam Organisasi

Leave a Comment