PASAR UANG : Pengertian, Instrumen, Fungsi, Manfaat, Reksadana, dan Contohnya

7 min read

pasar uang

Ketika mempelajari ilmu ekonomi, Anda akan menemukan istilah pasar uang atau money market. Sesuai dengan namanya, pasar ini mempertemukan antara penjual dan pembeli. Namun menurut beberapa ahli, pasar ini bersifat abstrak karena barang yang diperdagangkan tidak berada di pasar tersebut. Barang yang diperjualbelikan juga merupakan instrumen tertentu seperti surat berharga dan sertifikat.

Pada artikel kali in Jurnal Manajemen akan membahas secara lengkap mengenai pasar uang. Pembahasan akan dijelaskan secara sistematis mulai dari definsi pasar uang, fungsi,perbedaanya dengan pasar modal, instrumen, manfaat pasar uang, hingga reksadana pasar uang.

Pengertian Pasar Uang

Untuk memahami lebih lanjut mengenai money market, terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa itu pasar uang. Menurut pengertiannya, Pasar Uang adalah wadah atau ajang bertemunya pihak yang membutuhkan dana dengan pemilik dana. Pertemuan tersebut bisa dilakukan secara langsung maupun melalui perantara (broker).

Dalam pertemuan tersebut, terjadi transaksi Permintaan dan atau Penawaran dana jangka pendek. Pasar ini dikategorikan sebagai pasar abstrak karena penjual tidak menawarkan uang dalam bentuk fisik tetapi diwakili oleh surat-surat berharga sebagai instrumen yang mempunyai batas waktu satu tahun. Beberapa contoh pasar uang antara lain Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Berharga Pasar Uang.

Money market mempunyai ciri dan karakteristik khusus yang membedakannya dengan jenis pasar lainnya, misalnya pasar modal (capital market). Karakteristik yang dimiliki oleh money market meliputi proses transaksi yang tidak terikat tempat, mekanisme kerja yang berfokus pada pertemuan funder dan consumer, serta hanya dilakukan untuk pemenuhan dana jangka pendek.

Fungsi Pasar Uang

Tujuan utama diadakannya money market adalah untuk mempertemukan funder (pemilik dana) dan consumer (pihak yang membutuhkan dana). Sementara itu, money market juga mempunyai beberapa fungsi. Fungsi pasar uang adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi Fasilitas

Money market berfungsi untuk memfasilitasi masyarakat maupun perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek, baik untuk modal maupun keperluan lain. Money market juga dapat memberikan solusi bagi lembaga keuangan, lembaga non keuangan maupun pihak lain untuk menempatkan dana atau mendapatkan dana secara mendesak.

  1. Fungsi Kesejahteraan

Money market mempunyai fungsi untuk mendorong dan mendukung program pemerintah dalam meratakan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, money market memberikan kesempatan bagi masyarakat seluas-luasnya untuk membeli Sertifikat Bank Indonesia maupun surat berharga lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah, Bank Indonesia, atau lembaga lain.

  1. Fungsi Pengendali

Fungsi tidak langsung dari money market adalah sebagai pengendali keuangan ketika menjalankan operasi pasar terbuka. Operasi ini menggunakan instrument seperti SBI maupun SBPU dan biasanya diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui money market.

  1. Fungsi Mediator

Money market berfungsi sebagai perantara transaksi jual beli surat-surat berharga dalam jangka waktu yang pendek. Berbagai pihak seperti lembaga keuangan, lembaga non keuangan maupun masyarakat bisa membeli surat berharga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Dalam hal ini, money market berfungsi sebagai mediator atau perantara untuk proses transaksi.

Selain itu, money market juga bisa berfungsi sebagai perantara investor asing yang ingin memberikan kredit kepada pengusaha-pengusaha lokal dalam jangka waktu pendek. Tidak hanya menjadi mediator, pasar ini juga menjadi media promosi agar para investor luar negeri tertarik untuk berinvestasi para perusahaan lokal Indonesia.

  1. Fungsi Likuiditas

Salah satu fungsi utama dari money market dalam kegiatan perekonomian adalah fungsi likuiditas. Melalui pasar ini, perusahaan dapat memenuhi kewajiban membayar hutang dengan mencairkan obligasi, saham, atau instrumen lain yang dimiliki. Perusahaan bisa mendapatkan dana dari kredit melalui money market atau penjualan surat berharga.

  1. Fungsi Modal

Untuk melakukan ekspansi, perusahaan membutuhkan modal. Salah satu cara untuk mendapatkan modal jangka pendek adalah melalui money market. Perusahaan bisa menjual surat berharga atau mendapatkan pinjaman dana dari perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan yang menddesak.

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Indonesia & Penerapannya

 

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Money market dan capital market merupakan dua bentuk pasar yang berbeda. Keduanya mempunyai ciri dan karakteristik yang membedakan antara satu sama lain. Apa saja perbedaan pasar modal dan pasar uang? Simak beberapa poin perbedaan berikut ini:

  • Jangka waktu

Perbedaan pertama antara pasar uang dan pasar modal adalah mengenai jangka waktu dana yang menjadi objek transaksi. Produk money market biasanya bersifat jangka pendek, dengan batas maksimum satu tahun. Menurut beberapa sumber, batas maksimum produk money market adalah 270 hari. Sementara itu, pasar modal bersifat jangka panjang.

  • Produk Pasar

Baik money market maupun capital market merupakan bentuk pasar. Oleh karena itu, keduanya mempunyai produk yang diperjualbelikan. Produk utama money market antara lain sertifikat deposito, Surat Bank Indonesia, serta commercial paper. Sedangkan produk utama pasar modal adalah obligasi, saham, dan reksadana.

  • Pemegang Otoritas

Dalam hal pemegang otoritas, Bank Indonesia mempunyai kewenangan untuk mengontrol money market. Dengan kata lain, otoritas tertinggi money market terletak pada Bank Indonesia. Sementara itu, pasar modal bekerja di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

  • Tempat

Faktor lain yang membedakan antara pasar modal dan pasar uang adalah tempat terjadinya transaksi. Money market biasanya terjadi dengan di bank, baik bank milik pemerintah maupun bank swasta. Sedangkan capital market biasanya terjadi di bursa efek.

  • Return dan Resiko

Kedua bentuk pasar juga mempunyai return dan resiko yang berbeda. Money market mempunyai return rendah serta resiko yang rendah pula. Di sisi lain, pasar modal mempunyai return yang tinggi serta resiko yang tinggi.

Ragam Instrumen Pasar Uang

Dalam transaksi money market, dibutuhkan instrumen sebagai objek yang diperjual-belikan. Terdapat berbagai variasi instrumen yang biasa digunakan oleh money market, baik surat berharga yang diterbitkan oleh negara, lembaga pemerintah, maupun badan usaha swasta. Berikut ini beberapa instrumen yang sering digunakan dalam money market:

  1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

SBPU merupakan surat berharga dengan jangka waktu relatif pendek. Surat ini dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan BI, lembaga lain di bawah naungan BI, maupun lembaga lain yang ditunjuk oleh BI.

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Surat berharga ini merupakan instrumen hutang yang diterbitkan oleh bank sentral atau pemerintah dengan jumlah tertentu. Surat tersebut akan dibayarkan kepada funder sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan sebelumnya. SBI biasanya mempunyai jangka waktu maksimum satu tahun.

Penggunaan SBI sebagai instrumen dalam money market bukan tanpa tujuan. SBI digunakan oleh Bank Indonesia sebagai mekanisme untuk mengontrol stabilitas nilai rupiah, yaitu mengendalikan jumlah uang kartal dan urang giral. Pihak yang ingin membeli SBI harus melakukan pencatatan transaksi oleh Bank Indonesia.

Surat Bank Indonesia mempunyai ciri-ciri seperti jangka waktu pendek yaitu maksimum 12 bulan, jumlah pembelian minimal seratus juta rupiah untuk masyarakat umum, serta pembayaran dilakukan di muka.

  1. Sertifikat Deposito

Instrumen dalam pasar uang yang satu ini dinyatakan dalam jangka waktu, tingkat bunga, serta jumlah tertentu. Sertifikat deposito mempunyai bukti simpanan yang dapat diperjualbelikan. Sertifikat deposito berbeda dengan deposito berjangka. Perbedaannya, sertifikat deposito dapat diperdagangkan sebelum tanggal jatuh tempo.

Lain halnya dengan deposito berjangka, sertifikat deposito tidak dapat diperpanjang secara otomatis apabila telah sampai pada tanggal jatuh tempo. Perbedaan lain juga terletak pada status kepemilikan. Penerbitan sertifikat deposito tidak didasarkan atas nama seseorang sehingga sertifikat ini dapat berpindah tangan tanpa terlacak.

  1. Call money

Instrumen yang satu ini merupakan sistem hutang-piutang antar bank dalam jangka waktu pendek. Pihak yang memberikan piutang biasanya akan memberikan peringatan kepada pihak yang berhutang. Setelah mendapatkan peringatan tersebut, bank yang berhutang harus segera melunasi pinjaman. Call money biasanya mempunyai jangka waktu antara 1 hingga 7 hari.

  1. Repurchase Agreement

Repurchase agreement merupakan suatu transaksi jual beli surat berharga yang diikuti dengan adanya perjanjian. Dalam perjanjian tersebut, dinyatakan bahwa penjual akan membeli surat-surat yang diperdagangkan tersebut. Pembelian oleh penjual dilakukan dengan harga dan waktu yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak.

money market
money market

Manfaat Pasar Uang

Secara singkat pasar uang memiliki manfaat bagi kedua belah pihak yaitu pihak yang memerlukan dana dan pihak yang memiliki atau meminjamkan dana.

Bagi pihak yang membutuhkan dana, manfaat pasar uang tidak lain adalah sebagai pemenuhan kebutuhan dana. Dana disini dapat digunakan untuk modal kerja/usaha, dana jangka pendek, dan juga menjaga likuiditas.

Sedangkan bagi pemilik dana, manfaat pasar uang dapat digunakan sebagai lahan investasi dengan mengambil keuntungan dari pinjaman dana yang ada.

Sehingga secara umum jika disimpulkan manfaat pasar uang dapat disusun sebagai berikut :

  1. Membantu dalam perolehan dana dalam jangka pendek
  2. Sarana mendapatkan dana dalam pengembangan usaha
  3. Menghindari kondisi uang menganggur
  4. Sebagai support kepada pemerintah terhadap kebutuhan kredit masyarakat
  5. Pengembangan terhadap lembaga yang terlibat dalam kegiatan pasar uang

Apa Itu Reksadana Pasar Uang?

Pada dasarnya, reksadana merupakan salah satu bentuk investasi yang dilakukan melalui money market. Proses reksadana terbilang mudah karena Anda hanya perlu menyetorkan sejumlah dana kepada Manajer Investasi pada sebuah perusahaan reksadana. Dana yang Anda setorkan kemudian diinvestasikan melalui money market. Jumlah uang yang disetorkan akan dikonversi dalam bentuk Nilai Aktiva Bersih.

Dalam hal ini, Manajer Investasi (MI) yang bertanggung jawab untuk mengelola uang Anda melalui money market. Seorang MI harus mempunyai kemampuan untuk melihat kondisi pasar karena hal ini berpengaruh pada keuntungan yang akan didapatkan. Kesalahan perhitungan justru bisa memberikan kerugian pada Anda.

Secara umum, reksadana melalui money market merupakan jenis investasi yang paling aman jika dibandingkan dengan investasi reksadana lainnya. Meskipun demikian, perlu Anda tahu bahwa keuntungan yang ditawarkan oleh reksadana jenis ini relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Dibandingkan deposito, reksadana menawarkan beberapa keunggulan. Kelebihan yang ditawarkan oleh reksadana ini dibandingkan dengan deposito antara lain:

  1. Keuntungan Tinggi

Ketika berinvestasi melalui reksadana money market, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi. Hal ini disebabkan perputaran uang dilakukan pada beberapa jenis produk investasi yang berbeda. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan investasi melalui deposito.

  1. Jumlah Minimum Investasi Rendah

Anda tidak perlu mempunyai uang yang banyak untuk melakukan investasi melalui reksadana. Hanya dengan modal minimum Rp 100 ribu, Anda bisa memulai investasi. Hal ini memungkinkan masyarakat luas untuk turut serta dalam investasi ini. Sedangkan deposito mengharuskan Anda untuk mempunyai modal yang cukup besar, yaitu minimal Rp 1 juta.

  1. Tanpa Jangka Waktu

Deposito mempunyai jangka waktu tertentu. Sebelum waktu tersebut habis, Anda tidak diperbolehkan untuk mengambil uang. Hal ini dirasa kurang praktis, apalagi jika Anda mempunyai kebutuhan mendesak. Apabila terpaksa mengambil uang yang telah dideposito, pihak pengelola akan mengenakan denda kepada Anda.

Lain halnya dengan reksadana yang tidak mempunyai jangka waktu sehingga uang dapat dimanfaatkan kapan saja. Perusahaan reksadana tidak akan mengenakan denda ketika mengambil uang yang diinvestasikan. Dengan demikain, reksadana lebih fleksibel dibandingkan dengan deposito.

Sayangnya, investasi melalui reksadana juga mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, reksadana cukup beresiko karena tergantung dari kinerja Manajer Investasi dan kondisi pasar. Apabila pasar tidak memungkinkan, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kerugian.

Selain itu, nilai return juga tidak pasti. Return yang Anda dapatkan disesuaikan dengan kondisi pasar sehingga bersifat fluktuatif. Terkadang Anda bisa mendapatkan keuntungan besar, namun tidak menutup kemungkinan Anda juga harus menanggung kerugian.

Pelaku Pasar Uang dan Perannya

Lembaga keuangan maupun lembaga non keuangan merupakan pelaku utama money market. Lembaga tersebut dapat dirincikan sebagai berikut:

  1. Bank

lembaga keuangan berupa bank memiliki peran untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Bank negara maupun bank swasta merupakan salah satu pelaku dalam pasar ini. Perannya adalah untuk memfasilitasi pembelian surat berharga maupun pemberian kartu kredit.

  1. Dana Pensiun

Dana pensiun memegang peranan penting dalam sistem perekonomian nasional. Lembaga dana pensiun menghimpun dana dari nasabah kemudian menyalurkannya ke money market untuk diinvestasikan melalui berbagai instrumen.

  1. Perusahaan Asuransi

Sebagai pelaku dalam pasar, perusahaan asuransi mempunyai peranan untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di masa depan. Sebagian dana yang diperoleh dari pemegang polis juga akan diinvestasikan melalui money market.

Peranan Pasar Uang Syariah

Pada dasarnya terdapat dua jenis money market, yaitu konvensional dan syariah. Perbedaan kedua jenis pasar tersebut hanya terletak pada sistem kerja, yang mana sistem syariah didasarkan pada hukum-hukum dan syariah Islam. Surat berharga yang diperdagangkan juga merupakan surat berharga syariah dengan jangka waktu yang pendek.

Belakangan ini, pasar uang berbasis syariah mengalami pertumbuhan meskipun belum terlalu signifikan jika dibandingkan dengan pasar konvensional. Hal ini tidak terlepas dari tumbuhnya perbankan syariah serta meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan jasa dari bank berbasis syariah.

Oleh karena itu, pasar ini mempunyai peranan dan fungsi yang sama dengan sistem konvensional. Otoritas tertinggi juga masih terletak pada Bank Indonesia. Hanya saja, sistem syariah yang ditawarkan memberikan rasa aman bagi pihak-pihak yang menghendaki sistem perekonomian berbasis syariah. Hal ini sebagaimana tercantum dalam berbagai makalah pasar uang.