Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara : Arti, Fungsi, Sejarah, Dll

7 min read

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila Sebagai Dasar Negara, Pengertian, Makna, Kedudukan Dan Fungsi

Saat ini gerakan revitalisasi Pancasila semakin menunjukkan hasil  yang cukup menggembirakan. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mengembalikan Pancasila  sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan.

Forum-forum ilmiah di berbagai tempat telah diselenggarakan, baik oleh masyarakat umum maupun kalangan akademisi. Tidak terkecuali lembaga negara yaitu MPR mencanangkan empat pilar berbangsa yang salah satunya adalah Pancasila. Meskipun ada perdebatan tentang istilah pilar tersebut, karena selama ini dipahami bahwa Pancasil adalah dasar negara, namun semangat untuk menumbuh kembangkan lagi Pancasila perlu disambut dengan baik.

Di sini Jurnal Manajemen berharap dapat sedikit membantu memberikan gambaran tentang tujuan mempelajari Pancasila yang benar. Selain itu juga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait Pancasila Sebagai Dasar Negara, yaitu jelaskan makna Pancasila sebagai dasar negara, jelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, jelaskan fungsi Pancasila sebagai dasar negara serta jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara ?

Mempelajari Pancasila yang benar, yakni yang dapat di pertanggung jawabkan baik secara yuridis, konstitusional, maupun secara objektif ilmiah. Secara yuridis konstitusional artinya karena Pancasila adalah dasar negara yang di pergunakan sebagai dasar mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan negara.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila wajib dijadikan sebagai identitas bangsa Indonesia yang wajib dijunjung tinggi oleh segenap bangsa dan negara Indonesia.

 

Baca Juga : Pancasila Sebagai Ideologi Negara : Pengertian, Fungsi, Makna, Dll

 

Arti Pancasila

Arti Pancasila berasal dari dua kata Sanskerta, panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa pada tahun 1945, dan tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing mempunyai istilah pokok, yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil. Pada setiap kata tersebut mempunyai makna abstrak, artinya bahwa sila-sila dalam Pancasila tersebut tidak dapat ditangkap dengan panca indera dan tidak berwujud dalam keadaan,  tetapi dapat dimengerti dengan pikiran atau akal.

Selain memiliki arti substansial yang abstrak, kata-kata yang menjadi istilah dalam sila-sila Pancasila merupakan kata-kata yang memiliki arti umum, bukan kata khusus. Sehingga istilah-istilah pokok Pancasila seperti Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan memiliki pengertian yang umum universal.

Pengertian umum universal adalah mempunyai arti luas dan tidak terbatas dalam hal jumlah, tempat dan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa sila-sila dalam Pancasila mempunyai kedudukan yang mutlak, tidak dibatasi oleh jumlah, waktu dan tempat, serta melekat pada kelangsungan negara yang bersifat material dan formal sehingga tidak dapat diubah oleh hukum sekalipun.

Pengertian Dasar Negara

Dasar negara adalah sesuatu yang amat penting sebagai landasan kehidupan bernegara, yang merupakan dasar untuk mengatur penyelenggaraan kehidupan suatu negara.

Suatu negara yang tidak memiliki dasar negara maka negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan bernegara. Akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, dan akan memudahkan terjadinya kekacauan. Sebagai pedoman hidup bernegara, dasar negara mencakup cita-cita dan tujuan Negara serta norma bernegara.

Dasar negara Indonesia, dalam pengertian historisnya merupakan hasil pergumulan pemikiran para pendiri negara (The Founding Fathers) untuk menemukan landasan atau pijakan yang kokoh yang  di atasnya didirikan negara Indonesia merdeka. Walaupun rumusan dasar negara baru mengemuka pada masa persidangan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), namun bahan-bahannya telah dipersiapkan sejak awal pergerakan kebangsaan Indonesia.

Sejarah Pancasila

Sebagai dasar serta ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila tidak terbentuk begitu saja, akan tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila sudah  lama terbentuk di Indonesia dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri, seperti adat- istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai religius.

Dirumuskan dalam Sidang BPUPKI

Dengan dasar nilai-nilai yang sudah mendarah daging di Indonesia tersebut, kemudian diangkat dan dirumuskan secara musyawarah mufakat oleh para pendiri negara berdasarkan norma-norma yang luhur, diantaranya dalam sidang BPUPKI pertama, panitia sembilan yang selanjutnya melahirkan piagam jakarta yang memuat Pancasila pertama kali, kemudian dibahas lagi dalam sidang BPUPKI yang kedua.

BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945 sebagai realisasi janji kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945 dari pemerintah Jepang. Anggota BPUPKI berjumlah 63 orang, dengan ketua Dr. Radjiman Wedyodiningrat, serta Itibangase Yosio dan R. Pandji Soeroso masing-masing sebagai wakil ketua.

Melalui sidang BPUPKI yang berlangsung dua kali, dibicarakan tentang rumusan dasar negara Indonesia. Sidang pertama, mulai tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 dan sidang kedua mulai tanggal 10 Juli sampai 17 Juli 1945. Pergumulan pemikiran dalam sejarah perumusan dasar negara Indonesia bermula dari permintaan Dr.  Radjiman Wedyodiningrat, selaku Ketua BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 kepada para anggota sidang untuk mengemukakan dasar negara Indonesia merdeka.

Untuk merespon permintaan Ketua BPUPKI, maka dalam masa sidang pertama, Muhammad Yamin dan Soekarno mengajukan usulan berhubungan dengan dasar negara. Dalam pidato pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyebut dasar negara dengan menggunakan bahasa Belanda, philosophische grondslag bagi Indonesia merdeka. Philosophische grondslag itulah fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk Indonesia merdeka. Soekarno juga menyebut dasar negara dengan sebutan weltanschauung yang artinya pandangan hidup.

Rumusan Awal Pancasila

Susunan prinsip atau nilai yang menjadi dasar atau fundamen negara pada masa sidang pertama BPUPKI tersebut berbeda-beda. Usul Soekarno mengenai dasar negara yang disampaikan dalam pidato pada tanggal 1 Juni 1945 terdiri atas lima dasar. Setelah mendapatkan masukan dari Muhammad Yamin, lima dasar tersebut oleh Soekarno dinamakan sebagai Pancasila.

Untuk menampung berbagai usulan yang bersifat perorangan, maka dibentuklah panitia kecil yang dikenal sebagai Panitia Sembilan dan diketuai oleh Soekarno. Dari rumusan usulan-usulan itu, Panitia Sembilan berhasil merumuskan Rancangan Mukadimah (Pembukaan) Hukum Dasar yang dinamakan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter oleh Muhammad Yamin pada tanggal 22 Juni 1945.

Rumusan dasar negara yang tercantum dalam alinea keempat, bagian terakhir pada rancangan Mukadimah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk -pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Tiga Kelompok Panitia Perancang Hukum Dasar

Sidang BPUPKI kedua pada tanggal 10 Juli sampai 17 Juli 1945 merupakan masa penentuan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam masa sidang BPUPKI kedua, selain menerima Piagam Jakarta hasil rumusan Panitia Sembilan juga dibentuk panitia-panitia Hukum Dasar yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok Panitia Perancang Hukum Dasar.

Sidang lengkap BPUPKI yang dilakukan pada tanggal 14 Juli 1945 berhasil mengesahkan naskah rumusan dari Panitia Sembilan berupa Piagam Jakarta sebagai Rancangan Mukadimah Hukum Dasar (RMHD) dan menerima seluruh Rancangan Hukum Dasar (RHD) pada hari berikutnya, yaitu tanggal 16 Juli 1945 yang sudah selesai dirumuskan dan di dalamnya termuat Piagam Jakarta sebagai Mukadimah.

Pada tanggal 17 Juli 1945 sidang BPUPKI berakhir, dan pada tanggal 9 Agustus 1945 badan tersebut dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Selanjutnya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan mengangkat Soekarno sebagai ketua dan Moh. Hatta sebagai wakil ketua.

Panitia yang dikenal sebagai buatan Jepang ini memiliki peranan sangat penting bagi pengesahan dasar negara dan berdirinya negara Indonesia yang  merdeka. Setelah Jepang takluk oleh tentara Sekutu pada 14 Agustus 1945 dan proklamasi kemerdekaan negara Indonesia, panitia tersebut berubah sifat menjadi Badan Nasional Indonesia yang merupakan jelmaan seluruh bangsa Indonesia.

Konsep Pancasila Final !!!

Saat sidang pertama PPKI yang digelar pada tanggal 18 Agustus 1945, berhasil disahkan dan ditetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) disertai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Namun sebelum disahkan, dilakukan perubahan atas Piagam Jakarta terlebih dahulu, di mana tetap mencantumkan lima dasar yang diberi nama Pancasila.

Dan atas prakarsa Moh. Hatta, sila pertama yang berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga Pancasila menurut Pembukaan UUD 1945 terdiri dari lima sila seperti yang sampai saat ini kita pelajari dan ketahui.

Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila adalah nilai-nilai kehidupan Indonesia sejak zaman nenek moyang sampai dewasa ini, yang membedakan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara lain. Nilai-nilai kehidupan tersebut mewujudkan amal perbuatan dan pembawaan serta watak orang Indonesia. Dengan kata lain masyarakat Indonesia mempunyai ciri sendiri, yang merupakan kepribadianya.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang menjiwai dan mempunyai nilai-nilai Pancasila, diperlukan suatu hukum dan  aturan-aturan, norma-norma atau ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati oleh setiap warga negara Indonesia. Hukum yang dimaksud adalah UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis di negara kita.

Arti Pancasila sebagai dasar negara yang dimaksud sesuai dengan bunyi pembukaan pada UUD 1945 alenia IV. Pada alinea tersebut berisi gambaran mengenai visi bangsa Indonesia dan disebutkan tujuan serta dasar negara.

Sebagai dasar negara Republik Indonesia, Pancasila mempunyai beberapa implikasi, yaitu terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai dasar negara. Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum di dalam empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di mana keempatnya sama hakikatnya dengan Pancasila.

Barulah dari pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 itu diuraikan lagi ke dalam banyak peraturan perundang-undangan lainnya, seperti misalnya ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah dan lain sebagainya.

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Setiap warga negara harus memahami makna Pancasila sebagai dasar negara karena Pancasila merupakan salah satu elemen paling penting dalam negara kita ini. Pancasila adalah suatu ideologi yang dipegang erat bangsa Indonesia dan menjadi sebuah landasan berdirinya negara Indonesia.

Pancasila berperan sebagai landasan dan dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara, pelaksanaan pemerintahan dan pembentukan peraturan. Melihat makna Pancasila sebagai landasan dan dasar Negara, dapat disimpulkan bahwa Pancasila sangat berperan bagi bangsa Indonesia sebagai kacamata dalam menilai kebijakan pemerintahan maupun segala fenomena yang terjadi di masyarakat.

Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara memiliki 5 fungsi utama yang terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

1. Pancasila berfungsi sebagai pedoman hidup bangsa dan negara Indonesia.

Pandangan hidup yang dibenarkan oleh negara kita adalah Pancasila. Setiap warga negara harus menggunakan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai Pancasila merupakan pedoman dan pegangan dalam pembangunan bangsa dan negara agar tetap berdiri kokoh dan mengetahui arah dalam memecahkan masalah ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan.

2. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa dan negara Indonesia.

Setiap individu tentu memiliki jiwa yang tumbuh di dalamnya, begitu juga dalam negara, Pancasila merupakan jiwanya. Pancasila telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan telah menjiwai seluruh sendi kehidupan maupun organisasi Indonesia sejak terbentuknya negara kemerdekaan Indonesia. Indonesia sendiri memegang teguh Pancasila sebagai semangat dan kepribadian yang bisa dibanggakan di seluruh dunia.

3. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum di Indonesia.

Pancasila secara tidak langsung menaungi seluruh hukum yang ada di Indonesia, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Dalam prakteknya, seluruh hukum dan perundang-undangan yang ada di Indonesia tidak boleh bersinggungan dengan sila yang ada dalam Pancasila, harus seiring dengan nilai-nilai Pancasila, serta mempunyai makna yang sesuai dengan Pancasila.

4. Pancasila sebagai cita-cita bangsa.

Setiap bangsa tentu mempunyai cita cita dan bangsa Indonesia tentu juga memuat dan memiliki cita cita tinggi. Cita cita bangsa kita adalah bagaimana nilai-nilai yang ada di Pancasila ini dapat diamalkan dengan baik.

5. Sebagai Perjanjian luhur bangsa Indonesia

Pancasila lahir dari hasil musyawarah para pendiri bangsa dan negara sebagi para wakil bangsa. Pancasila yang dihasilkan itu dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sosio kultural. Moral dalam arti tidak bertentangan dengan nilai agama yang berlaku di Indonesia, sosio kultural berarti cerminan dari nilai budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu Pancasila bisa menyatukan segenap lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk tersebut. Pancasila sebagai dasar negara merupakan norma dasar dalam kehidupan bernegara yang menjadi landasan norma, serta memberi fungsi konstitutif dan regulatif bagi penyusunan seluruh hukum negara.

Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Berbicara mengenai kedudukan Pancasila dapat dilihat dari keberadaannya diantara paham atau ideologi yang berkembang pada saat lahirnya Pancasila. Paling tidak ada dua ideologi yang dominan pada saat itu, disamping ideologi lainnya, yakni liberalisme dan sosialisme. Ideologi liberalisme menekankan kebebasan individu atau individualistik, sedangkan ideologi sosialisme menekankan pada state oriented atau negara adalah segala-galanya.

Kedudukan Pancasila diantara ideologi besar tersebut adalah tidak dibentuk atas salah satu atau kedua ideologi di atas. Namun demikian dalam proses terbentuknya dipengaruhi, atau tepatnya menerima secara kreatif, oleh berbagai macam ideologi pada masa itu.

Intinya Pancasila lahir sebagai ideologi yang tidak berafiliasi pada ideologi manapun yang ada di dunia ini. Pancasila lebih banyak memuat watak dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat Indonesia. Disinilah Pancasila dikatakan berkedudukan sebagai falsafah negara.

Rincian Kedudukan Pancasila

Kedudukan pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut :

  • Rumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah seperti yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 dan merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
  • Meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar 1945.
  • Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945, bagi penyelenggara negara, para pelaksana pemerintahan (juga para penyelenggara partai dan golongan fungsional)

Sesuai dengan semangat yang terbaca dalam pembukaan UUD 1945, Pancasila sebagai dasar negara berfungsi baik dalam menggambarkan tujuan Negara Republik Indonesia maupun dalam proses pencapaian tujuan negara tersebut.

Ini berarti bahwa tujuan negara yang telah dirumuskan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial harus mengarah kepada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila.

 

Demikian artikel atau makalah Pancasila sebagai dasar negara, berikut pengertian, makna, kedudukan dan fungsinya.  Semoga bermanfaat.