22 Jenis Pakan Ikan Nila Agar Cepat Besar (alami, alternatif, fermentasi)

6 min read

pakan ikan nila

Budidaya ikan nila adalah salah satu budidaya yang memiliki prospek yang bagus di Indonesia. Hal itu karena banyak sekali manfaat yang diperoleh dari ikan ini. Selain itu besarnya permintaan pasar akan ikan nila tidak pernah surut. Hal ini membuat banyak sekali orang terjun dalam budidaya ikan nila. Salah satu kunci sukses dalam budidaya ikan nila ini adalah pemilihan pakan ikan nila yang berkualitas.

Namun dalam praktiknya, budidaya ikan nila merah ini tidak semudah yang dikira. Tetap saja harus menggunakan beberapa strategi dan juga perawatan yang baik. Salah satu kendala yang dialami dalam budidaya ikan nila adalah mengenai harga pakan. Harga pakan ikan nila per sak yang mahal membuat para pembudidaya harus memikirkan alternatif pakan yang lain.

Oleh karena itu pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara tuntas mengenai pakan ikan nila. Pembahasan meliputi mengenai pakan ikan nila alami, alternatif dan pakan racikan. Selengkapnya dapat disimak berikut ini :

Tempat Hidup Ikan Nila

Lingkungan hidup ikan nila selain kolam budidaya tentu juga terdapat di alam liar. Pada umumnya ikan nila sering ditemukan hidup di perairan tawar seperti danau, waduk, rawa, situ dan tempat lainnya. Meskipun dikenal sebagai ikan yang hidup di air tawar, namun seiring dengan kemampuan adaptasinya ikan ini mulai ada yang bisa hidup di perairan air payau.

Tempat tinggal ikan nila yang alami biasanya memiliki suhu antara 14 derajat celsius sampai dengan 38 derajat celsius. Dengan kondisi suhu seperti ini ikan nila dapat menjalani hidup secara normal dan dapat berkembang biak dengan baik. Selain suhu tersebut ikan nila juga masih dapat hidup pada suhu optimal yaitu sekitar 25 derajat celsius sampai dengan 30 derajat celsius.

Pakan Ikan Nila Alami

pakan ikan nila alami
pakan ikan nila alami
  1. Ampas Kelapa

Pakan alami yang pertama adalah menggunakan ampas kelapa. Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa ikan nila juga mau memakan ampas kelapa. Ampas kelapa ini dapat membantu pertumbuhan ikan nila dan juga menjadi sumber nutrisi. Namun dalam pemberian pakan ini tidak diberikan secara langsung dalam bentuk ampas kelapa namun harus melewati proses fermentasi dahulu.

  1. Limbah Sayuran

Ikan nila dikenal juga sangat menyukai sayur-sayuran. Oleh karena itu limbah sayuran dapat menjadi pakan alami untuk ikan nila ini. Untuk porsi pemberian pakan dengan menggunakan limbah sayuran ini cukup 20% saja dari total pakan ikan. Selain alami, memberi makan ikan dengan limbah sayuran ini dapat mengurangi pengeluaran biaya untuk pakan.

  1. Azolla

Pakan alami berikutnya adalah azolla. Azolla ini merupakan sejenis tumbuhan paku. Tumbuhan ini dikenal memiliki gizi yang cukup tinggi sehingga sangat baik bagi pertumbuhan ikan nila. Dalam azolla ini mengandung protein sebesar 30% sehingga cukup bagus dijadikan sebagai pakan ikan. Selain itu dengan memberikan ikan pakan azolla juga dapat meringankan biaya pakan ikan.

Pakan Ikan Nila Agar Cepat Besar

pakan ikan nila agar cepat besar
pakan ikan nila agar cepat besar
  1. Daun Talas

Pakan yang pertama adalah daun talas. Ikan nila merupakan ikan yang pada habitat aslinya sering mengkonsumsi dedaunan dan sayuran air. Oleh karena itu beberapa sayuran merupakan pakan yang cukup bagus bagi perkembangan ikan nila. Dengan memberikan pakan dengan daun talas ini merupakan sebagai siasat untuk mengakali harga pakan ikan nila yang lumayan mahal.

  1. Kangkung

Pakan berikutnya yang membuat ikan cepat besar yang dianjurkan adalah menggunakan sayur kangkung. Seperti yang telah disebutkan tadi sayur merupakan salah satu pakan alami ikan nila pada habitat aslinya. Sehingga memberikan kangkung merupakan langkah yang tepat. Pada umumnya para peternak nila ini membeli sayur kangkung sendiri atau juga menumbuhkan tumbuhan kangkung sendiri pada kolam.

  1. Dedak

Nah, untuk makanan ikan nila agar cepat besar satu ini sangat baik untuk ikan nila kecil. Ini karena ukuran dedak yang kecil dan sesuai dengan ukuran mulut ikan nila. Dedak banyak dipilih sebagai makanan ikan nila alternatif karena banyak mengandung karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan ikan nila. Selain itu, harga jenis makanan ikan nila kecil ini juga memiliki harga yang murah dan mudah didapatkan.

  1. Lumut

Untuk pakan yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Lumut adalah salah satu sumber pakan yang disukai oleh ikan nila. Protein yang terdapat dalam lumut cukup banyak sehingga dapat membuat ikan tumbuh besar dan sehat. Lumut ini juga sering digunakan orang untuk umpan memancing nila baik di pemancingan atau alam liar. Untuk mendapatkan lumut, Anda dapat membeli di toko ataupun mencari sendiri.

  1. Azolla

Seperti yang telah dibahas sebelumnya tumbuhan paku yang satu ini merupakan salah satu pakan alami terbaik. Azolla sendiri dapat ditemukan cukup banyak di daerah persawahan. Kandungan protein dan nutrisi pada azolla sangat cocok untuk membantu pertumbuhan ikan nila agar cepat bertambah besar dan sehat pada saat dipanen nanti.

  1. Ampas Kelapa

Ampas kelapa merupakan pakan yang cukup baik untuk membuat ikan nila menjadi cepat besar dan tumbuh sehat. Selain itu dengan memberi pakan ampas kelapa dapat menghemat biaya pakan karena harga ampas kelapa ini cukup murah harga belinya. Pada ampas kelapa ini terdapat banyak kandungan salah satunya adalah karbohidrat yang dapat membuat ikan cepat tumbuh besar.

  1. Pelet Ikan

Pakan terakhir yang sangat ampuh untuk membuat ikan cepat tumbuh besar adalah pelet. Pelet sendiri kini sudah banyak sekali variasi dan macamnya. Dari mulai ukuran kecil sampai dengan ukuran yang besar juga ada tergantung dengan kebutuhan Anda. Pada umumnya semakin mahal harga pelet sebanding dengan semakin bagusnya kualitas pelet tersebut.

Pakan Alternatif Ikan Nila

  1. Makanan tumbuhan

Pakan alternatif yang pertama adalah makanan yang berasal dari tumbuhan. Seperti yang diketahui pada alam liar ikan nila sangat menyukai pakan dari tumbuhan hijau. Tumbuhan yang dapat dijadikan alternatif pakan diantaranya adalah kangkung, daun talas, eceng gondok, dan sejenisnya. Memberikan nila pakan ini merupakan salah satu solusi mengatasi daftar harga pakan ikan nila yang cukup tinggi.

  1. Makanan campuran

Pakan ikan nila berikutnya adalah pakan campuran. Pakan ini merupakan kombinasi atau campuran dari pakan yang berasal dari tumbuhan atau sayuran digabungkan dengan pakan yang berasal dari hewan lain atau hewani. Cara menggunakan pakan ini cukup dengan mencampurkan bahan tanaman makanan ikan dengan beberapa hewan yang bernutrisi seperti cacing, larva, dan sebagainya.

  1. Plankton

Pakan berikutnya adalah plankton. Plankton ini merupakan sejenis mikro organisme air yang dapat menjadi pakan bagi benih-benih ikan ataupun pakan ikan nila kecil. Beberapa contoh dari plankton yang ada adalah calanus, moina, chorella, dan juga yang lainnya. Untuk mendapatkan plankton ini adalah dengan melakukan pemupukan pada kolam menggunakan pupuk organik sebelum diberikan air.

  1. Detritus

Pakan alternatif berikutnya adalah pakan detritus. Detritus merupakan makanan yang berasal dari hewan yang telah mengalami proses penguraian. Contoh dari detritus ini adalah bakteri, protozoa, limbah pertanian, alga, kotoran hewan dan manusia, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan pakan alternatif selain dapat menghemat biaya pakan juga membuat ikan tidak cepat bosan.

 

Baca Juga : Manfaat Ikan NIla Bagi Kesehatan

 

Bahan yang Bisa untuk Membuat Pakan Ikan Nila Organik

  1. Kotoran Hewan Ternak

Kotoran ternak mungkin selama ini dianggap sebagai benda yang menjijikan, namun di tangan orang yang tepat kotoran sapi dapat menjadi sesuatu yang memiliki manfaat. Salah satunya adalah sebagai pakan ikan. Namun sebagai pakan di sini bukan berarti kotoran ini diberikan langsung ke ikan, akan tetapi kotoran ini harus melalui proses pengomposan hingga menumbuhkan mikro organisme untuk pakan ikan.

  1. Ampas Tahu

Bahan berikutnya yang bisa digunakan adalah ampas tahu. Ampas tahu diketahui memiliki protein dan juga lemak cukup tinggi. Secara detail kandungan yang terdapat pada ampas tahu adalah 8,66% protein, 3,79% lemak, dan sisanya adalah air dan juga abu. Tentu hal tersebut sangat bagus sebagai pakan ikan nila. Namun kelemahan dari bahan ini adalah tidak tahan lama.

  1. Dedak

Pakan dedak merupakan pakan hewan ternak yang sudah tidak asing lagi. Dedak sendiri merupakan hasil limbah dari pengolahan gabah. Untuk kandungan nutrisi dedak mengandung protein kasar 13,5%, lemak kasar 0,6%, serat kasar 13,6%, dan sisanya merupakan bahan kering. Hal tersebut membuat dedak menjadi cocok untuk pakan ikan termasuk ikan nila.

  1. Tepung Ikan

Bahan yang bisa digunakan sebagai pakan organik berikutnya adalah tepung ikan. Tepung ikan merupakan bagian dari ikan yang kemudian dikeringkan dan dihaluskan. Pada umumnya tepung ikan ini digunakan sebagai campuran tambahan pada pakan ternak. Hal tersebut termasuk juga bisa digunakan sebagai campuran tambahan pakan ternak.

  1. Probiotik

Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa ikan juga memakan mikro organisme yang hidup di air untuk bertahan hidup. Mikro organisme yang menguntungkan itu biasa disebut dengan probiotik. Probiotik ini dapat menjadi sebagai sumber nutrisi bagi ikan sehingga ikan dapat tumbuh dengan sehat dan juga besar. Salah satu probiotik unggulan yang bisa digunakan adalah pupuk hayati bioboost.

  1. Molase

Bagi sebagian orang kata molase mungkin sesuatu yang asing. Namun bagi para peternak ikan molase merupakan hal yang lumrah dijumpai. Molase sendiri merupakan bahan sisa dari pembuatan gula. Bahan ini dapat dijadikan sebagai sumber energi untuk ikan akan tetapi kandungan protein dari molase terhitung cukup rendah.

Cara Membuat Pakan Nila Ikan Organik dari Kotoran Sapi

pakan ikan nila dari kotoran
pakan ikan nila dari kotoran

Untuk membuat pakan ikan nila organik ini media yang digunakan adalah dengan media kolam tembok. Pada inti pembuatan pakan ini adalah menggunakan kompos untuk menyediakan tempat kembang dan tumbuh sekelompok mikro organisme. Sehingga media yang digunakan untuk membuatnya harus dengan media kolam tembok ataupun kolam terpal.

Untuk ukuran kolam dapat menyesuaikan sesuai dengan lahan yang ada. Pada umumnya yang digunakan adalah kolam yang berukuran 2×3 m dengan kedalaman air sekitar kurang lebih 1 meter. Semakin besar kolam yang dibuat akan semakin baik. Hal tersebut karena dapat menghemat karena penebaran pupuk dapat lebih efektif dan fermentasi pakan lebih hemat.

Bahan dan alat yang dibutuhkan adalah kotoran ternak sekitar 100 sampai 150 kg, probiotik 100 ml, molase 2 liter, karung dan paranet, dan juga jerigen. Dalam membuat pakan ini akan menggunakan proses fermentasi pada bahan-bahannya. Hal tersebut karena dengan menggunakan fermentasi maka kandungan gizi dan juga protein dapat meningkat sehingga lebih bagus untuk pertumbuhan ikan.

Cara membuat pakan ikan nila organik ini adalah dengan memasukkan 100 ml probiotik pada air satu liter. Kemudian tambahkan molase dan aduk hingga larut. Diamkan larutan tersebut kira-kira 15 menit. Langkah berikutnya masukan cairan tadi ke dalam air 10 liter dan aduk sampai merata. DI sisi lain, masukanlah kotoran ternak kering ke dalam jerigen yang telah disiapkan.

Kemudian masukkan cairan probiotik yang telah dibuat sebelumnya ke dalam jerigen tersebut kemudian aduk hingga semua merata. Tutup jerigen dengan rapat dan diamkan selama kurang lebihi 7 hari. Setelah didiamkan selama 7 hari, fermentasi tersebut dapat diambil dan disimpan dalam karung. Pemupukan kolam dapat dilakukan secara rutin setiap 2 hari sekali sampai ikan mencapai ukuran 5 sampai 7 cm.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Harga Bibit Ikan Nila Per Ekor Harga Ikan Nila Konsumsi Per Kilo

Cara Pemberian Pakan Nila dari Fermentasi Kotoran Ternak

Untuk pemberian fermentasi pakan ikan nila dari kotoran ternak ini khusus untuk ikan dengan usia di bawah 1 bulan yang memiliki ukuran awal tebarnya paling besar 6 cm. Pemberian pakan ini cukup dengan menaruh hasil dari fermentasi yang ada di dalam karung kemudian dimasukkan ke dalam kolam ikan. Dalam beberapa waktu kemudian mikro organisme yang ada dalam fermentasi akan dimakan oleh benih ikan.

Cara lain untuk memberikan pakan ini adalah dengan menaruh hasil dari fermentasi kotoran tadi ke paranet yang telah terlebih dahulu diikatkan di atas kolam. Baik menaruh fermentasi di dalam kolam ikan atau menggantungkannya di paranet sebenarnya sama-sama baik. Yang paling penting adalah kedua-duanya dapat memberikan sumber makanan alami dari mikro organisme untuk ikan nila.

Selanjutnya untuk ukuran benih atau bibit ikan yang berukuran 2 atau 3 cm, setelah ditebar selama 4 hari perlu dilakukan penambahan fermentasi kotoran ternak antara 2 sampai dengan 3 gayung. Penambahan tersebut disesuaikan dengan ukuran luas kolam ikan serta jumlah benih yang disebar ke dalam kolam. Hal ini untuk mengatasi ketercukupan makanan ikan nila yang masih kecil.

Pemupukan ini harus terus dilakukan secara berulang setiap 2 sampai 3 hari sekali hingga ukuran ikan nila mencapai ukuran ideal antara 5 sampai 7 cm. Pemberian pakan ini juga bisa dihentikan ketika benih ikan nila sudah mau untuk memakan pakan dengan ukuran yang lebih besar. Dengan menggunakan pakan mikro organisme ini diharapkan dapat membuat kondisi kesehatan dan pertumbuhan lebih baik.