Pengertian Norma Agama : Sumber, Sanksi, Ciri-Ciri, Contoh, Dll

5 min read

12. norma agama

Salah satu aturan yang sifatnya cukup sakral serta dianut sejak dahulu kala sebelum masa perang dunia adalah norma agama. Ada pergolakan yang cukup dinamis sepanjang sejarah karena berkaitan erat dengan agama. Hingga kini agama adalah isu yang cukup menarik untuk dibahas, dan semuanya selalu dikaitkan dengan nilai dan norma oleh para penganutnya.

Pada pembahasan Jurnal Manajemen kali ini akan mengulas mengenai norma agama khususnya yang ada di Indonesia. Berikut penjelasannya :

 

Baca Juga : Macam Macam Norma : Pengertian, Sanksi, Contoh, Dll

 

Pengertian Norma Agama

Ketika semua orang berusaha menyangkutpautkan beberapa isu dengan agama seperti yang saat ini sedang populer. Ada satu hal yang paling penting sebelum membahas lebih jauh tentang nilai ataupun norma agama. Anda harus memahami jawaban dari pertanyaan seperti apa yang dimaksud dengan norma agama? Atau lainnya yang lebih kritis serta terjadi secara faktual.

Norma selalu dipahami sebagai aturan yang sifatnya ada yang memaksa serta tidak, ada yang tertulis atau tidak, dan banyak sifat norma lainnya. Sedangkan norma agama berarti segala aturan yang berkaitan dengan agama tertentu dengan sifat yang melekat di dalamnya. Ini berlaku dan diatur sesuai dengan kitab atau ketentuan tertulis dan tidak tertulis di setiap agama.

Secara konseptual, pengertian Norma Agama merupakan serangkaian petunjuk hidup yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Aturan dari Tuhan tersebut diberikan melalui semua utusan berupa perintah, anjuran, atau larangan. Ada banyak hal yang bisa disebut sebagai norma agama, dan sebaiknya Anda bisa membedakan antara nilai agama dengan normanya.

Sumber Norma Agama

Berbeda dari jenis norma lainnya, sumber norma agama sudah jelas datang dari Tuhan melalui semua orang yang menjadi utusannya. Semuua sumber perintah yang berasal dari Tuhan tersebut tertulis secara rapi di lembaran buku yang biasa disebut sebagai kitab. Para penganutnya akan menjadikan landasan dari segala perilaku penganutnya.

Di dalam kitab yang berisi ajaran tentang nilai sekaligus norma tentang segala perilaku manusia di kehidupan dunia dan akhirat tersebutlah landasan ditaati. Para penganutnya bahkan bisa mendalami segala ajarannya dan merasakan sebuah sensasi kuat untuk menjalankan segala aturan sesuai yang telah tertulis di setiap kitab tersebut.

Agama cukup sensitif jika dibicarakan, terutama ketika sisi nilai agama ini bersentuhan dengan hal lain termasuk nilai dan norma dari antar agama yang berbeda. Sehingga Anda harus benar-benar memahami isi dan makna beragam norma yang telah diterapkan dengan baik oleh masing-masing agama. Agar segala keteraturan dan kerukunan bisa dijalani dengan baik.

Sifat dari sumber norma agama akan menuntut segala sesuatu secara mutlak, khususnya yang berkaitan dengan ketaatan setiap manusia yang menganut agama tertentu. Segala norma agama selalu memiliki dua sifat yakni mutlak dan beberapa bisa ditolerir karena adanya faktor tertentu.

Untuk menjalankan aturannya pun Anda harus memperoleh wawasan dari pihak lain yakni seorang yang ahli di bidang agama. Seperti ulama, atau tokoh-tokoh penting yang memahami segala ajaran di setiap agama.

Sanksi Norma Agama

Setiap aturan atau perintah dan larangan pasti harus dilakukan dengan taat, terutama bagi para pemeluk suatu agama. Jika mereka melanggarnya, maka pemberian sanksi secara tegas akan diberikan kepada para pelaku. Ada dua jenis sanksi norma agama, yakni sanksi di dunia dan sanksi di akhirat.

Semua pemeluk percaya bahwa sanksi agama yang paling berat diperoleh di akhirat sehingga kehidupan dijalani dengan baik dengan tujuan memperoleh keberkahan di akhirat. Sementara pemberlakuan sanksi norma agama di dunia bisa diberikan dengan mengkombinasikannya lewat hukum suatu negara. Bisa juga disesuaikan dengan hukum adat tertentu yang berlaku.

Jika Anda ingin mengetahui sanksi dari pelanggaran norma agama yang dilakukan di dunia maka bisa melihat sistem hukum negara yang diterapkan di Arab Saudi, atau NAD. Sanksi yang cukup keras misalnya pemotongan jari atau tangan jika Anda melakukan tindakan kriminal seperti mencuri atau membunuh.

Sanksi pelanggaran norma agama yang diterapkan di Indonesia disesuaikan dengan pemberlakuan Norma Hukum negara serta hukum adat yang berlalku di setiap wilayah. Namun, secara umum hukuman norma agama yang diperoleh individu pelanggar juga bisa diberikan oleh masyarakat lokal. Lebih mirip dengan sanksi secara sosial yang menyerang individu.

Ciri-Ciri Norma Agama

Agar Anda bisa mengenali suatu aturan yang dikenal sebagai norma agama, sebaiknya perlu memahami ciri-ciri norma agama yang penting. Ada beberapa hal yang perlu Anda tandai agar norma agama tidak disamakan dengan beberapa norma lain yang berlaku di sekitarnya. Atau bahkan diterapkan dengan pertimbangan dan penyesuaian jenis-jenis norma lainnya yang ada.

1. Sumber

Aturan atau norma pasti selalu bersumber secara langsung dari Tuhan yang Maha Esa. Sumber tersebut dapat dituangkan ke dalam bukti nyata seperti kitab suci agar semua penganut agama bisa membaca dan mengamalkan setiap nilai dan normanya dengan baik. Kini sumber ajaran dari kitab tidak hanya berupa buku nyata, tetapi dikonversi secara online.

2. Sifat

Norma agama memiliki sifat yang mutlak ada, artinya sifatnya tidak dimiliki oleh berbagai jenis norma lainnya. Sifat norma tersebut adalah abadi serta universal sehingga berlaku secara luas untuk seluruh penganut agama di seluruh dunia. Ini hanya berlaku pada norma agama yang telah diberlakukan secara resmi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

3. Pemberlakuan

Norma atau aturan agama selalu diberlakukan untuk semua umat manusia, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemberlakuan norma yang sifatnya cenderung mutlak dan tidak dapat diubah selalu ada sejak dulu bahkan hingga kini. Semua orang pun harus menaatinya sesuai dengan yang tertulis dan ditafsirkan dengan benar oleh para ahlinya.

4. Pelaksanaan

Seluruh aturan dalam norma agama harus dilaksanakan sehari-hari di seluruh aspek kehidupan oleh semua penganut suatu agama. Jika para penganut agama melaksanakan anjuran dengan baik maka akan memperoleh ganjaran berupa pahala yang didapatkan saat di akhirat. Sedangkan yang tidak melakukannya dengan baik, maka akan mendapat sanksi.

5. Sanksi

Sanksi pada norma agama hanya ada dua, berbeda dari jenis norma lainnya yakni sanksi yang ada di dunia secara langsung serta sanksi di akhirat. Pemberian sanksi di dunia selalu berkaitan dengan aturan segala perilaku manusia antar manusia.

Sedangkan sanksi di akhirat bisa berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia dengan Tuhannya, ataupun antar manusia sendiri. Banyak penganut agama yang memiliki rasa takut untuk mendapatkan sanksi yang tidak langsung yakni berupa dosa. Sanksi dianggap dapat berkurang dengan upaya untuk penghapusan dosa.

Artikel Terkait
Norma Kesusilaan
Norma Kesopanan
Norma Sosial

Contoh Norma Agama

Sebenarnya pemberlakuan norma agama di kehidupan manusia, khususnya dalam bermasyarakat memiliki tujuan yang sangat penting. Tujuan norma agama diberlakukan agar manusia dapat hidup dengan rasa nyaman, tenteram, dan teratur. Terutama jika norma tersebut diberlakukan bersamaan dengan penyesuainnya dengan norma hukum di suatu negara tertentu.

12. contoh gambar norma agama
contoh gambar norma agama

Anda sebenarnya sangat mudah untuk mengetahui tentang berbagai contoh norma agama yang ada di sekitar dan sedang diberlakukan. Karena sebagian besar menyangkut bagian terkecil dari sebuah aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa tentang contoh norma agama yang perlu Anda pahami.

1. Memakan Makanan Halal dan Menghindari yang Haram

Semua penganut muslim tentu mengetahui aturan satu ini, yakni memakan segala jenis makanan yang halal serta tidak mengkonsumsi yang haram. Aturan ini sudah sangat jelas tertulis di kitab utama agama Islam sehingga semua orang harus menaatinya. Ada alasan mendasar yang harus dipahami sebagai faktor untuk menjauhi yang haram bagi pemeluknya

2. Mengucapkan Salam dan Sapa Antar Umat Beragama

Semua agama juga memiliki aturan yang memerintahkan semua pemeluknya untuk hidup rukun, baik dengan sesama pemeluk satu agama atau antar pemeluk beda agama. Aturan yang jelas dari setiap agama yakni mengucapkan salam serta saling menyapa. Hal ini bertujuan agar semua pemeluk agama bisa hidup rukun tanpa konflik, dan bersikap toleran.

3. Tidak Melakukan Tindakan Kriminal

Salah satu aturan yang juga diberlakukan oleh semua agama yaitu menghindari tindakan kriminal, begitupun norma jenis lain. Sehingga aturan ini dapat dipadukan dan disetujui oleh seluruh umat berbeda agama di sebuah negara bangsa. Tindakan kriminal merupakan kejahatan yang dikecam oleh semua agama yang sanksinya secara langsung dan tidak.

Contoh Pelanggaran Norma Agama

Sanksi pada pelanggaran norma agama akan diberikan ketika Anda melakukan banyak hala tau tindakan yang tidak sesuai dengan perintah dan larangan Tuhan. Namun, hukuman dari beberapa pelanggaran juga diberikan ketika Anda mengalami kehidupan di akhirat. Berikut adalah beberapa jenis contoh pelanggaran norma agama dari masing-masing yang berbeda.

  1. Melakukan berbagai tindak kejahatan yang dikecam oleh semua aturan agama. Seperti pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan banyak tindakan lainnya. Bagi pelaku tindakan pelanggaran ini akan memperoleh sanksi di dunia sesuai dengan norma hukum yang berlaku, sekaligus di akhirat berupa dosa dan di hari pembalasan atau kiamat tiba.
  2. Mengkonsumsi barang haram seperti narkoba ataupun minuman keras ilegal. Tindakan seperti ini di beberapa negara termasuk Indonesia akan mendapatkan sanksi secara langsung di dunia sesuai hukum negara yang diberlakukan, serta di akhirat.
  3. Melakukan seks di luar nikah hingga mengalami kehamilan. Tindakan seperti ini juga tidak dibenarkan oleh semua agama sehingga para pelakukan akan memperoleh sanksi tidak langsung di akhirat. Sementara sanksi secara langsung juga bisa diperoleh berkaitan dengan sanksi moral. Seperti pengucilan, penghinaan, pembullyan, dan sebagainya.
  4. Membenci setiap orang yang berbeda agama dan tidak bersikap toleran kepada mereka. Hal ini sebenarnya tidak dibenarkan oleh semua agama, namun nyatanya masih banyak para pemeluk agama yang menganggap agamanya superior. Sehingga sikap toleran cenderung rendah dan konflik antar agama cenderung meningkat menjadi kerusuhan.
  5. Melakukan penipuan atau membohongi banyak orang dalam hal yang buruk. Ini juga menjadi tindakan yang dianggap tercela oleh semua agama. Sanksi yang pasti diberikan kepada para pelakunya berupa dosa secara tidak langsung yang akan dibalas di akhirat. Sementara kadar penipuan bisa dihukum secara langsung jika kadarnya terlalu berat.

Secara simbolis Anda bisa melihat gambar norma agama agar memahaminya secara lebih jelas lagi. Namun, baca dengan cermat seluruh penjelasan lengkap di atas terlebih dahulu sebagai landasan wawasan Anda tentang norma dan tata nilai di masing-masing kepercayaan yang dianut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *