Pengertian Mobilitas Sosial : Saluran, Dampak, Bentuk, Contoh, Dll

11 min read

13. Mobilitas Sosial

Perpindahan penduduk atau sekelompok individu yang disebut mobilitas sosial tidak dipahami secara sederhana dan simpel. Perpindahan ini bukan dipahami sebagai perpindahan secara geografis atau berdasarkan lokasi awal ke lokasi tertentu. Tetapi lebih pada perubahan individu yang berada dalam susunan masyarakat berkaitan dengan kelas atau status sosial masyarakat.

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara mendetail mengenai mobilitas yang terjadi di masyarakat. Berikut ulasannya :

Pengertian Mobilitas Sosial

Secara umum definisi Mobilitas Sosial memang dipahami sebagai suatu perpindahan penduduk dari atas ke bawah ataupun dari bawah ke atas. Selain secara vertikal mobilitas sosial juga bisa berpindah secara horizontal. Perpindahan tersebut berkaitan dengan berbagai fenomena kehidupan antar kelas dan strata sosial.

Pengaruh perpindahan tersebut akan sangat berdampak pada posisi seseorang berkaitan dengan kehormatan, status, harta, jabatan, dan sebagainya. Inilah yang selalu ada dan dialami oleh semua individu dalam suatu masyarakat. Sesuai dengan definisinya yang cukup mudah dipahami sehingga Anda lebih tahu tentang fenomena dengan pengertian mobilitas sosial.

Pengertian umum tersebut hampir sama dengan pendapat atau pernyataan para ahli dan sosiolog, bahka mobilitas sosial adalah perpindahan individu di dalam masyarakat. Perpindahan tersebut bisa berdasarkan kelas sosial, strata sosial, yang berakibat pada perubahan status seseorang. Hal ini sangat sering Anda temui di sistem birokrasi instansi atau lembaga manapun.

Saluran Mobilitas Sosial

Pembahasan tentang mobilitas sosial secara mendetail dan menyeluruh tentu akan sangat panjang. Namun, ada beberapa hal penting saja sebagai inti atau pokok yang perlu Anda pahami tentang perpindahan individu atau masyarakat secara sosial. Sesuai dengan definisinya, perpindahan tersebut bergerak ketika terdapat sarana untuk melakukan pergeseran.

Sarana perpindahan itulah yang disebut sebagai saluran mobilitas sosial, dengan fungsi utama untuk melihat perbedaan kategori perpindahan penduduk. Saluran mobilitas selalu dikaitkan dengan arah sebagai ujung dari pindahnya seseorang yang sedang melakukan mobilisasi.

Ada banyak sekali saluran mobilitas sosial yang perlu Anda ketahui, beserta arah untuk atau tujuan mobilitas. Perhatikan beberapa poin berikut yang didasarkan pada pernyataan seorang sosiolog seperti A. Sorokin.

1. Instansi Pendidikan

13. Instansi Pendidikan
sumber : ump.ac.id

Semua orang yang berpendidikan pasti memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang baik dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Hal sederhana inipun dapat memobilisasi seseorang lewat tingkat pemahaman dan pengetahuannya. Sementara tinggi rendahnya jenjang pendidikan pun juga berpengaruh pada mobilitas seseorang saat berkarir nanti.

2. Instansi atau Organisasi Keagamaan

13. organisasi keagamaan
sumber : ahad.co.id

Ada banyak sekali saluran yang bisa dijadikan alat untuk mencapai atau melakukan mobilisasi secara sosial. Salah satunya yakni instansi sekaligus organisasi keagamaan, mengingat topik ini pun sedang sangat populer dan hangat untuk dibahas. Lewat organisasi keagaamaan, sebenarnya Anda bisa memperoleh status yang cukup baik di bidang politik.

Kini keduanya saling berkaitan, karena kebanyakan partai politik saat ini memiliki channel atau jaringan yang luas lewat organisasi keagamaan. Sementara jika Anda ingin melihat mobilisasi dari instansi keagamaan, maka bisa melihat seseorang yang cukup baik dan kompeten bisa naik ke jabatan tertentu di suatu lembaga agama.

3. Instansi Atau Organisasi Politik

 

sumber : merahputih.com

Jika membahas soal organisasi atau lembaga di bidang politik dan pemerintahan tentu Anda bisa lebih peka untuk melihat berbagai jenis mobilisasi yang terjadi di sana. Ada banyak sekali proses bagi semua individu yang pernah mengalami naik atau turun serta dipindahkan posisinya secara horizontal.

Adanya organisasi yang bersifat politik sebenarnya menjadi saluran yang sangat strategis bagi semua orang untuk naik jabatan seperti menjadi anggota legislatif dan eksekutif. Inilah yang disebut sebagai perpindahan individu secara vertikal. Perpindahan secara horizontal juga seringkali terjadi jika terdapat pergantian kabinet atau anggota parpol tertentu.

4. Angkatan Bersenjata

 

tirto.id

Sarana yang bisa dijadikan sebagai saluran untuk melakukan mobilitas sosial selanjutnya adalah angkatan bersenjata atau alat negara, seperti TNI. Mereka pun bisa mencapai posisi tinggi dengan pangkat tertentu di dalam kelompok mereka. Berdasarkan berbagai kesatuan wilayah di seluruh Indonesia serta didasarkan pada ketangguhan dan kecerdasan mereka.

5. Lembaga Atau Organisasi Ekonomi

 

sumber : pasardana.id

Berbicara satu per satu tentang suatu lembaga dengan mobilitas sosial tentu tidak akan ada habisnya, mengingat semua lembaga pasti menerapkan proses mobilisasi. Organisasi ekonomi atau lembaga ekonomi juga tidak tunggal, ada banyak sekali bidang di dalamnya. Hampir sama seperti penjelasan sebelumnya bahwa Anda bisa melakukan mobilisasi strata.

Misalnya di sebuah perusahaan, perpindahan atau mobilitas sosial horizontal bisa Anda alami ketika awalnya berada di posisi sebagai admin di satu divisi. Kemudian menjadi seorang operator di divisi lain dengan penghasilan yang tidak berbeda. Atau bisa juga Anda dipindahkan menjadi seorang ketua di divisi A kemudian berpindah ke divisi B, dan lainnya.

Sementara perpindahan secara vertikal jelas bisa Anda ketahui ketika Anda berhasil berada di posisi atas seperti manajer atau direktur ketika kinerja Anda bagus. Semua ini tergantung pada penerapan kebijakan masing-masing perusahaan atau lembaga dan instansi ekonomi tertentu. Terkadang Anda bisa melakukan mobilisasi yang didasarkan pada lama masa kerja

Selain kelima saluran untuk melakukan mobilitas sosial di atas, sebenarnya banyak lagi saluran yang bisa Anda lalui. Misalnya dengan cara pernikahan yang melewati beberapa saluran seperti kelompok adat, lembaga keagaman, kependudukan dan lain sebagainya. Kemudian Anda bisa memperoleh harta dan status sosial yang tinggi jika didasarkan pada aturan adat tertentu.

Cara Melakukan Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial kadang seringkali disalahartikan dengan perpindahan penduduk secara geografis, seperti dari desa ke kota, dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut bisa dikatakan sebagai mobilitas sosial ketika terdapat dampak secara sosial yang ditimbulkan dari adanya pergerakan tempat.

Jika Anda hanya melihat perpindahan berdasarkan lokasi saja tanpa mengetahui dan mendalami tentang efeknya secara sosial maka tidak termasuk sebagai mobilitas sosial. Anda bisa mengalami pergerakan sosial dan dampaknya ketika mengalami berbagai gejolak budaya dan pemikiran atau lainnya dari proses perkenalan kelompok dan tempat yang baru.

Bagi Anda yang belum memahami tentang proses berlangsungnya mobilitas sosial, maka perhatikan cara melakukan mobilitas sosial berikut. Agar Anda pun mengerti ketika sedang melakukan perpindahan atau mobilitas secara sosial.

1. Sistem Pernikahan

Ada banyak cara yang sebenarnya bisa dilakukan untuk memobilisasi posisi diri Anda sendiri di masyarakat, baik itu yang berkaitan dengan status sosial ataupun kelas. Salah satu caranya adalah melalui sistem pernikahan. Apabila penerapan tata cara dalam pernikahan diberlakukan secara bebas maka menjadi peluang setiap orang untuk mobilisasi.

Anda bisa menjadi mengubah latar belakang kelas sosial dari miskin menjadi kaya ketika menikah dengan seorang keturunan pejabat atau dengan posisi tinggi tertentu. Anda juga bisa menjadi seorang yang dihormati jika menikah dengan orang yang memiliki status sosial yang tinggi. Begitupun ketika Anda ingin melakukan perubahan ke kelas atau strata tinggi.

Perpindahan atau mobilitas sosial secara horizontal pada sistem pernikahan berlaku jika diterapkan pada suku atau adat tertentu. Sistem tersebut sangat tergantung pada pertimbangan bahwa kedua pihak calon pasangan harus dari posisi kelas sosial yang sama. Misalnya bangsawan dengan bangsawan, anak pejabat dengan anak pejabat, dan lainnya.

2. Perpindahan Tempat Tinggal Sementara Atau Tetap

Cara yang sangat umum terjadi di masyarakat selanjutnya yakni pergerakan atau perpindahan secara geografis yang berdampak pada aspek sosial. Mobilitas ini lebih cenderung disebut sebagai gerak sosial, bukan mobilitas horizontal maupun vertikal. Gerak sosial bisa mempengaruhi perubahan perilaku individu secara sosial di dua tempat berbeda.

Jika pergerakan atau perpindahan dilakukan secara sementara waktu saja, seperti urban ulang alik atau mobilitas sementara. Maka bisa membentuk perubahan perilaku yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat selama sehari berjalan. Hal ini sama halnya ketika Anda sedang melakukan perjalanan untuk bekerja baik antar tempat, kota, atau wilayah.

Sementara jika Anda melakukan perpindahan dengan cara menetap cukup lama dari wilayah A ke wilayah B. Juga disebut sebagai gerak sosial, ini tidak akan mengubah status sosial Anda tetapi hanya mengubah perilaku dan pola interaksi Anda dalam masyarakat. Mobilitas sosial yang bisa mengubah status ata hal lainnya harus disertai dengan faktor lain.

3. Perolehan Prestasi dalam Pendidikan

Cara yang paling sering mempengaruhi seseorang untuk melakukan perpindahan secara sosial adalah dengan mencapai atau memperoleh prestasi di bidang pendidikan. Hal ini tentu berbeda ketika Anda menjadi juara saat memenangkan kompetisi perlombaan dengan persaingan di sekolah. Karena keduanya adalah jalan yang terpisah dan berbeda.

Apabila Anda berhasil memperoleh peringkat pertama di sekolah sekaligus berhasil memenangkan kompetisi yang dilakukan antar sekolah. Maka ini sangat berpengaruh pada mobilitas sosial Anda dari seorang anak yang biasa kemudian dikenal sebagai anak cerdas. Anda bahkan bisa menjadi sangat populer di seluruh sekolah dengan nilai tinggi.

Dengan perolehan tersebut, Anda juga mampu dengan mudah untuk melakukan mobilitas sosial lainnya. Seperti mendapatkan fasilitas pendidikan lebih layak dibandingkan siswa pada umumnya yang tidak dapat meraih prestasi setinggi Anda. Atau lebih mudah dalam melakukan mobilitas profesi misalnya Anda bisa menjadi penulis muda, artis, dan lainnya.

4. Perolehan Prestasi dalam Karir

Selain prestasi yang bisa diperoleh lewat jalur akademik atau pendidikan, Anda bisa melakukan mobilisasi sosial di bidang karir Anda. Ada berbagai profesi dan bidang karir yang dapat Anda pilih sesuai dengan kemampuan dan minat. Jika di salah satu bidang profesi tersebut Anda berhasil mencapai target memuaskan maka posisi Anda akan naik.

Prestasi yang diperoleh di bidang karis juga yang menyebabkan seseorang dapat menaiki jabatan posisi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Misalnya di bidang kepenulisan, sebagai junior yang bertalenta dan cerdas dengan pemenuhan target yang selalu cemerlang. Maka bisa membuat Anda berada di posisi lebih tinggi seperti koordinator lebih cepat.

Dari prestasi nama Anda juga akan melejit serta populer sehingga Anda memiliki status sosial yang baru atau lebih terhormat. Misalnya ketika Anda berhasil mencapai hasil kerja yang baik sehingga menjabat sebagai seorang direktur di perusahaan. Dan prestasi Anda pun baik, maka Anda akan memperoleh banyak pujian dan penghormataan dari sebelumnya

5. Perjalanan di Jenjang Pendidikan Atau Gelar

Mobilitas sosial juga bisa terjadi dengan ditandai adanya gelar di nama Anda, serta bisa dilihat dari riwayat jenjang pendidikan formal Anda. Mobilitas sosial vertikal bisa Anda lakukan ketika Anda memiliki gelar jenjang pendidikan yang cukup tinggi di instansi atau lembaga tertentu. Posisi Anda lebih tinggi dibandingkan yang lain dengan jenjang rendah.

Gelar sosial pada seseorang juga menyebabkan adanya mobilitas sosial yang dialami oleh seseorang. Misalnya seseorang yang belum melaksanakan ibadah haji tidak akan dihormati dibandingkan ketika Ia usai menunaikan haji sehingga namanya ditambahkan gelar Haji atau Hajjah. Begitupun gelar yang diberikan karena jenjang pendidikan yang telah Anda lalui

Gelar pendidikan maupun gelar sosial, keduanya kan sangat berpengaruh pada perubahan tingkat status sosial Anda, meskipun terkadang tidak mengubah kelas sosial Anda. Beberapa orang akan mengalami perubahan kelas sosial jika telah sukses ketika memperoleh gelar pendidikan dengan beragam prestasinya.

Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial jika hanya dipahami secara umum saja maka Anda tidak akan bisa membedakan jenis serta proses untuk melakukan mobilitas tersebut. Beberapa hal penting yang perlu Anda pahami seperti bentuk-bentuk mobilitas sosial. Ada beberapa bentuk yang membuat mobilisasi terjadi secara terarah di dalam berbagai aspek kehidupan.

Bentuk tersebut yakni mobilitas sosial vertikal dan mobilitas secara horizontal, yang keduanya memiliki perbedaan cukup signifikan. Sesuai dengan namanya, mobilitas secara vertikal yakni perpindahan dari bawah ke atas atau sebaliknya. Contoh yang paling sederhana dari mobiltas vertikal adalah pergantian jabatan yang lebih tinggi atau pemecatan dan pemakzulan jabatan.

Sedangkan mobilitas sosial secara horizontal yakni perpindahan yang membuat seseorang berpindah posisi atau status sosial yang berbeda. Namun, masih dalam satu strata yang sama di sebuah piramida Stratifikasi Sosial. Untuk lebih detail dan jelasnya, perhatikanlah pengertian bentuk-bentuk mobilitas sosial beserta contohnya berikut ini.  

1. Mobilitas Sosial Horizontal

Kurang lebih seperti yang sedikit dijelaskan sebelumnya, bahwa mobilitas sosial secara horizontal yakni perpindahan indvidu. Atau bisa juga dinamakan sebagai subjek sosial dari satu kelas atau Kelompok Sosial ke kelompok lain yang berbeda namun masih sederajat. Contoh mobilitas sosial horizontal seperti pada peralihan profesi atau kewarganegaraan.

Mobilitas secara horizontal sebenarnya sering terjadi di sekeliling Anda, termasuk beberapa instansi perusahaan atau lembaga pemerintahan. Anda bisa mengubah profesi menjadi penulis ke bidang lain seperti desainer tanpa mengubah kedudukan strata Anda.

2. Mobilitas Sosial Vertikal

Sementara mobilitas secara vertikal ini paling mudah untuk dipahami karena Anda bisa mengetahuinya dari perpindahan seseorang dari jabatan tinggi ke posisi lebih rendah. Atau sebaliknya dari penaikan jabatan seseorang di posisi rendah ke tinggi. Definisinya dapat dipahami sebagai perpindahan subjek sosial dari kedudukan strata tertentu ke strata lainnya

Contoh mobilitas sosial vertikal juga dapat dilihat di berbagai lembaga atau bidang profesi, misalnya saja di dunia pemerintahan atau sistem birokrasi tertentu. Anda bisa melihat seseorang yang sedang mengalami mobilitas vertikal naik ketika memperoleh jabatan baru dengan posisi lebih tinggi daripada sebelumnya.

Posisi tersebut sangat menentukan kepemilikan status, strata, sekaligus kelas sosial seseorang. Hal terssebut juga dikenal sebagai sosial climbing atau naik ke atas karena posisinya lebih tinggi dari sebelum Anda memegang jabatan.

3. Mobilitas Antargenerasi

Perpindahan secara sosial juga bisa dilakukan dari generasi atau keturunan tertentu yang masih berada dalam satu keluarga besar. Mobilitas antargenerasi ini menandakan adanya perpindahan antar dua generasi, bisa juga lebih. Misalnya saja generasi cucu, generasi ayah sekaligus ibu, generasi anak, generasi sepupu, dan sebagainya.

Mobilitas tersebut biasanya ditandai dengan adanya perubahan serta perkembangan taraf hidup yang lebih baik atau cenderung menurun antar generasi dalam satu keturunan. Perpindahan selalu didasarkan pada perubahan karena adanya status sosial tertentu dari satu generasi ke generasi, seperti pada sistem kerajaan yang turun temurun.

4. Mobilitas Intragenerasi

Peralihan subjek sosial terutama pada segi status yang terjadi dalam satu generasi yang sama tidak ke luar dari generasi tersebut dinamakan mobilitas sosial intragenerasi. Anda bisa menemui hal seperti ini dalam sistem pemberian kedudukan di suatu sistem kerajaan yang setara. Seperti pemberian gelar putra mahkota untuk seseorang di satu generasi.

5. Gerak Sosial Secara Geografis

Gerak sosial sebenarnya seringkali menyebabkan seseorang berada di posisi atau status yang berubah-ubah. Tergantung pada lokasi serta waktu perpindahan seseorang secara geografis. Ada beberapa model perpindahan secara geografis yang sangat berdampak pada adanya perubahan status atau posisi individu, seperti urbanisasi, migrasi, atau transmigrasi.

Gerak sosial secara singkat, jelas, dan cukup padat lebih dipahami sebagai perpindahan individu di masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut bisa terjadi dalam jangka waktu sementara sehingga perubahan statusnya pun cenderung cepat. Atau dalam jangka waktu lebih lama karena menetap.

Contoh yang bisa Anda pahami dari gerak sosial yang dapat mengubah status, yakni ketika Anda memiliki waktu di rumah bersama keluarga sebagai seorang ibu. Pada saat itu pun Anda harus menjalankan peran sebagai seorang ibu di rumah. Namun, ketika Anda bekerja di suatu tempat dalam satu hari maka status Anda pun beralih menjadi seorang pekerja.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Nilai Sosial Struktur Sosial
Diferensiasi Sosial Perubahan Sosial
Lembaga Sosial Konflik Sosial

Dampak Mobilitas Sosial

Segala perilaku atau kegiatan dapat dinamakan sebagai sebuah proses mobilitas sosial jika akhirnya memiliki suatu dampak dalam berbagai aspek kepada seorang individu. Terutama dampaknya secara sosial, berkaitan dengan perubahan perilaku, status, strata, perlakuan antar individu, pola interaksi, dan sebagainya.

Secara umum dan jika dilihat sekilas Anda tentu belum memahami dampak yang ditimbulkan mobilitas sosial ini dengan jelas. Semua dampaknya tidak hanya secara positif, sebagian besar seseorang yang mengalami mobilitas juga memperoleh dampak yang negatif. Bahkan terkadang dampaknya bisa meluas hingga di luar diri individu yang melakukan mobilitas tersebut.

Agar Anda mendapatkan gambaran yang cukup jelas dari dampak mobilitas sosial yang dialami oleh semua orang. Maka perhatikanlah beberapa poin penjelasan berikut ini.

1. Konsekuensi Atau Dampak yang Dialami Individu Pelaku

Jika Anda telah membaca seluruh penjelasan di atas tentu akan membayangkan bahwa kebanyakan para pelaku yang mengalami mobilitas sosial seringkali diuntungkan. Terutama jika mobilitas yang dialami secara vertikal adalah naik, begitupun secara horizontal. Tetapi, nyatanya sebagian besar orang juga mengalami dampak yang sifatnya negatif.

  • Individu yang akan tersingkir dari individu lain yang mengalami mobilitas vertikal naik merasa cemas.
  • Keuntungan individu yang mengalami mobilitas vertikal naik merasa bangga, puas dengan hasil yang dicapai, mendapatkan kehormatan, pujian, prestise, dan kekayaan.
  • Kerugian individu yang telah mengalami mobilitas vertikan naik bisa saja merasa kesulitan jika kapasitasnya tidak sesuai dengan posisi yang diterima. Individu tersebut akan memperoleh banyak ancaman dari para pengincar posisinya. Semakin banyak saingan yang akan dihadapi serta berusaha untuk mempertahankan posisinya.
  • Kerugian individu yang mengalami mobilitas vertikal turun bisa saja merasa benci, iri dan dengki, frustasi, atau bisa juga berimbas dengan konflik laten.
  • Keuntungan beberapa individu yang bermobilisasi vertikal turun akan dapat melihat berbagai kesalahan yang telah dilakukannya. Mereka akan berintrospeksi diri dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, terutama yang membuatnya gagal. Semangatnya bisa lebih terpacu untuk menjadi lebih baik dan merebut posisi tinggi.
  • Keuntungan mobilitas horizontal bagi semua pelaku adalah memperoleh suasana yang baru jika dirasa posisi sebelumnya cukup membosankan.
  • Kerugian yang bisa diperoleh berupa konflik internal dan laten dari dalam diri sendiri. Misalnya ketika Anda mengalami gerak sosial ke suatu tempat baru yang belum dikenal, dan Anda mengalami kesulitan untuk menyesuaikan. Terutama jika dirasa lingkungan tersebut sangat tidak nyaman untuk Anda menjalani aktivitas kehidupan bermasyarakat

2. Konsekuensi Atau Dampak Kepada Orang Lain di Sekitar

  • Kerugian dari adanya mobilitas vertikal baik naik ataupun turun bisa menyebabkan kerenggangan hubungan suatu individu atau kelompok satu dengan lainnya.
  • Konflik semakin melebar ketika Anda menerapkan hal yang tidak sesuai di suatu tempat yang baru saat melakukan mobilitas horizontal. Misalnya Anda terbiasa bermain hingga larut malam di lingkungan perkotaan. Sedangkan Anda menerapkan perilaku yang sama di lingkungan pedesaan, maka akan ada stigma atau anggapan buruk kepada Anda.
  • Hal positif dari mobilitas sosial vertikal naik membuat keinginan untuk berlomba-lomba atau berkompetisi semakin meningkat. Semua orang dalam satu unit akan berusaha menjadi seseorang dengan posisi terbaik.
  • Mobilitas sosial juga berdampak pada arah perubahan yang cukup baik jika Anda melakukannya dengan langkah yang tepat. Begitupun sebaliknya, dampaknya bisa buruk jika Anda tidak melakukan kompetisi yang sehat seperti saat hendak melakukan mobilitas vertikal naik.
  • Konflik antar kelas sosial pun bisa terjadi.
  • Benturan dan konflik antar kelompok, suku, ras dan agama pun bisa terjadi.
  • Konflik di dalam diri individu besar peluangnya untuk terjadi, begitupun antar individu yang bersaing mencapai suatu mobilitas.

Beragam bentuk dampak yang ditimbulkan dari beberapa jenis mobilitas sosial di atas bisa Anda kendalikan atau dicegah. Caranya dengan memperbaiki pola interaksi yang baik dengan semua orang di sekitar Anda. Serta melakukan mobilisasi dengan cara dan langkah yang paling tepat dan aman.

Contoh Mobilitas Sosial

Setelah memahami seluruh penjelasan tentang definisi, bentuk, hingga dampak mobilitas sosial secara detail dan lengkap. Selanjutnya Anda masih perlu mengetahui contoh proses terjadinya hal tersebut agar bisa memahami realitas sosial yang terjadi selama ini. Anda juga bisa mempelajari cara terbaik sebelum dan sesudah melakukan mobilitas sosial di bidang profesi.

Berikut beberapa contoh mobilitas sosial yang umum terjadi di kehidupan bermasyarakat yang Anda alami. Terutama di berbagai bidang kehidupan atau pekerjaan di seluruh lembaga dan instansi. Perhatikan dengan baik contoh mobilitas sosial agar Anda semakin memahami penting dan banyaknya pengalaman mobilitas sosial yang hampir dialami oleh semua orang.

1. Contoh Mobilitas Vertikal Naik

Seperti yang seringkali dijelaskan pada beberapa contoh penjelasan paragraf sebelumnya. Mobilitas vertikal naik atau social climbing sangat mudah diamati di berbagai lembaga atau instansi. Misalnya ketika Anda sedang menaiki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari SD, SMP, SMA, hingga ke perguruan tinggi sehingga Anda memperoleh gelar status sosial baru.

2. Contoh Mobilitas Vertikal Turun

Selanjutnya yakni mobilitas sosial turun atau social sinking, yang juga cukup mudah untuk ditemukan dan dipahami. Contoh yang paling mudah yakni pemecatan seseorang dari suatu posisi pekerjaan yang sangat bagus. Atau pencopotan jabatan seseorang, misalnya seorang bupati yang kehilangan profesi dan statusnya karena berbagai faktor negatif tertentu.

3. Contoh Mobilitas Horizontal

Mobilitas sosial horizontal juga sering Anda temui dengan mudah di berbagai aspek kehidupan. Contoh paling sederhana yakni ketika Anda berprofesi atau berstatus sebagai guru di satu sekolah. Kemudian dipindahtugaskan ke tempat lain namun di posisi yang sama yakni sebagai guru tanpa ada peningkatan jabatan ataupun tambahan peran tertentu.

Seluruh penjelasan tentang mobilitas sosial di atas hingga akhir sebenarnya bisa memberikan pemahaman yang cukup mendalam tentang perpindahan sosial sekaligus dampaknya. Anda bisa membaca dan memahami contohnya untuk bisa melihat dan membandingkan hal tersebut dengan yang terjadi di kehidupan nyata. Mengingat di dalamnya selalu terjadi mobilisasi sosial.